Liputan6.com, Jakarta - Cara Membuat Cireng Tidak Berminyak sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan. Camilan berbahan dasar tepung tapioka ini bisa terasa ringan, renyah di luar, dan tetap kenyal di bagian dalam asalkan adonan serta teknik menggorengnya diperhatikan.
Cireng atau aci digoreng merupakan salah satu jajanan yang identik dengan Bandung. Bahan pembuatnya sederhana, tetapi hasil akhirnya sangat dipengaruhi oleh proses pengolahan. Kesalahan kecil, seperti adonan terlalu lembek atau minyak kurang panas, dapat membuat cireng menyerap minyak terlalu banyak.
Masalah lainnya adalah cireng yang awalnya renyah tetapi berubah menjadi alot setelah dingin. Karena itu, bukan hanya jumlah minyak yang perlu diperhatikan. Konsistensi adonan, penggunaan air panas, suhu minyak, jumlah cireng dalam wajan, hingga cara meniriskan semuanya ikut menentukan hasil akhir. Berikut ulasan Liputan6.com, Jumat (25/9/2026).
Advertisement
1. Gunakan Tepung Tapioka yang Kondisinya Baik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537593/original/053198400_1774428085-unnamed__64_.jpg)
Bahan utama cireng adalah tepung tapioka atau aci. Meskipun terlihat sederhana, kondisi tepung dapat memengaruhi tekstur adonan. Pilih tepung tapioka yang masih baik, kering, tidak menggumpal, tidak berbau tengik atau apek, serta belum melewati masa simpannya.
Tepung yang baik akan membantu menghasilkan adonan dengan tekstur yang lebih mudah dibentuk. Saat digoreng, permukaannya dapat membentuk lapisan yang cukup kokoh sehingga cireng tidak mudah hancur dan menyerap minyak secara berlebihan.
Selain tepung tapioka, beberapa resep cireng menggunakan sedikit tepung terigu sebagai bagian dari adonan. Namun, untuk mendapatkan cireng dengan karakter aci yang lebih kenyal, tepung tapioka tetap menjadi komponen utama.
2. Gunakan Air Panas untuk Membuat Adonan
Air panas merupakan salah satu bagian penting dalam proses membuat cireng. Air yang panas membantu tepung mengalami proses gelatinisasi sehingga sebagian adonan berubah menjadi lebih lengket dan mudah menyatu.
Pada pembuatan cireng dengan teknik biang, sebagian tepung tapioka dimasak bersama air dan bumbu hingga berubah menjadi adonan yang kental seperti lem. Setelah itu, adonan panas dicampurkan dengan tepung tapioka kering. Teknik seperti ini banyak digunakan dalam resep cireng karena membantu menghasilkan tekstur yang kenyal.
Air sebaiknya dituangkan secara bertahap. Jangan langsung memasukkan seluruh air sekaligus karena jumlah cairan yang terlalu banyak dapat membuat adonan menjadi lembek. Adonan yang terlalu basah lebih sulit dibentuk dan berpotensi menyerap minyak lebih banyak saat digoreng.
3. Pastikan Konsistensi Adonan Tidak Terlalu Lembek
Salah satu kunci penting dalam Cara Membuat Cireng Tidak Berminyak adalah mendapatkan konsistensi adonan yang tepat.
Adonan idealnya cukup lentur dan kenyal, tetapi tetap dapat dipulung dan dibentuk. Jika adonan terasa sangat lengket, terlalu basah, atau mudah melebar ketika diletakkan di meja, tambahkan sedikit tepung tapioka.
Sebaliknya, jangan membuat adonan terlalu kering. Adonan yang terlalu kering dapat menghasilkan cireng yang keras dan kurang kenyal. Pengadukan atau pengulenan juga sebaiknya tidak berlebihan karena dapat memengaruhi tekstur akhir. Beberapa resep cireng menyarankan adonan cukup diaduk atau diuleni sebentar hingga menyatu dan bisa dibentuk.
Ketika membentuk cireng, buat dengan ketebalan yang relatif seragam. Cireng yang terlalu tebal membutuhkan waktu lebih lama untuk matang, sedangkan bagian luarnya dapat terlebih dahulu kering sebelum bagian dalam matang sempurna.
Advertisement
4. Jangan Menambahkan Baking Soda Jika Tidak Diperlukan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323200/original/094361700_1786604693-goreng_cireng.jpeg)
Ada anggapan bahwa baking soda dapat membuat cireng lebih mengembang. Namun, bahan ini sebenarnya tidak wajib digunakan untuk mendapatkan cireng yang mengembang dan renyah.
Karakter mengembang pada cireng dapat diperoleh melalui teknik pengolahan adonan dan penggorengan yang tepat. Menambahkan bahan pengembang tanpa memahami komposisi adonan justru dapat mengubah tekstur yang diinginkan.
Karena itu, untuk cireng sederhana, lebih baik fokus pada kualitas tepung, penggunaan air panas, konsistensi adonan, serta teknik menggoreng. Dengan begitu, tekstur khas cireng tetap terasa: bagian luar renyah sementara bagian dalamnya kenyal.
5. Jangan Membiarkan Adonan Terlalu Lama Sebelum Digoreng
Setelah adonan selesai dibuat dan dibentuk, sebaiknya cireng tidak dibiarkan terlalu lama tanpa alasan. Salah satu rujukan yang membahas saran chef untuk membuat cireng menyebutkan bahwa adonan yang sudah siap dapat langsung digoreng.
Hal ini juga memudahkan proses karena cireng masih berada dalam kondisi adonan yang sesuai setelah dibentuk. Jika cireng dibiarkan terlalu lama dalam kondisi yang tidak tepat, permukaannya dapat menjadi lebih lembap atau saling menempel.
Namun, jika cireng perlu disusun sebelum digoreng, letakkan secara terpisah dan jangan menumpuknya terlalu rapat. Taburan tipis tepung tapioka dapat membantu mencegah permukaan adonan saling menempel.
6. Gunakan Minyak dengan Jumlah yang Cukup
Jumlah minyak juga perlu disesuaikan dengan metode penggorengan. Tidak selalu berarti cireng harus terendam sangat dalam, tetapi minyak harus cukup untuk membuat permukaan cireng matang secara merata.
Jika minyak terlalu sedikit, bagian cireng yang bersentuhan langsung dengan dasar wajan akan menerima panas lebih banyak. Cireng juga membutuhkan waktu lebih lama untuk matang karena panas tidak tersebar secara merata.
Sebaliknya, penggunaan minyak yang cukup memungkinkan cireng digoreng dengan lebih stabil. Beberapa resep menggunakan metode penggorengan dengan minyak yang cukup banyak, sementara sumber lain menyarankan cireng dapat digoreng dengan teknik setengah rendam. Intinya adalah menjaga permukaan cireng mendapatkan panas yang relatif merata tanpa membuat wajan terlalu penuh.
7. Perhatikan Suhu Minyak, Jangan Terlalu Dingin atau Terlalu Panas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323199/original/033341400_1786604693-cireng_kuah_susu2.jpeg)
Suhu minyak menjadi salah satu faktor paling menentukan ketika membuat cireng.
Minyak yang belum cukup panas membuat permukaan cireng membutuhkan waktu lebih lama untuk membentuk lapisan kering. Dalam kondisi tersebut, minyak dapat lebih mudah masuk ke dalam makanan sehingga cireng terasa berat dan berminyak.
Namun, minyak yang terlalu panas juga bukan pilihan yang baik. Permukaan cireng dapat cepat mengeras atau kecokelatan sementara bagian dalamnya belum matang. Beberapa resep cireng merekomendasikan penggunaan api sedang agar proses pematangan lebih merata.
Untuk mengecek kondisi minyak tanpa termometer, masukkan sedikit bagian adonan. Jika minyak langsung memberikan reaksi berupa gelembung dan adonan mulai bergerak naik, minyak sudah siap digunakan. Hindari menunggu hingga minyak mengeluarkan asap.
8. Goreng dengan Api Sedang
Api sedang membantu menjaga suhu minyak tetap lebih stabil. Tujuannya bukan membuat cireng matang secepat mungkin, tetapi memberikan waktu yang cukup agar bagian luar dan dalam matang secara bersamaan.
Api yang terlalu besar dapat membuat permukaan cireng cepat berubah warna. Selain itu, cireng juga dapat memercikkan minyak panas apabila digoreng dalam kondisi yang tidak tepat.
Sebaliknya, api terlalu kecil dapat membuat proses penggorengan berlangsung lama. Karena itu, gunakan api sedang dan perhatikan perubahan tekstur cireng selama proses berlangsung.
Cireng yang matang biasanya mulai mengembang, permukaannya tampak lebih kering, dan warnanya berubah menjadi putih kekuningan atau sedikit keemasan, tergantung komposisi adonannya.
9. Jangan Memasukkan Cireng Terlalu Banyak Sekaligus
Wajan yang terlalu penuh merupakan kesalahan sederhana yang sering tidak disadari. Ketika terlalu banyak cireng dimasukkan secara bersamaan, suhu minyak dapat turun dan ruang gerak cireng menjadi terbatas.
Akibatnya, cireng membutuhkan waktu lebih lama untuk matang. Permukaannya juga dapat saling menempel sehingga sulit mendapatkan hasil yang kering dan renyah.
Goreng cireng secara bertahap. Berikan jarak di antara setiap potongan agar cireng dapat mengembang dengan lebih leluasa dan panas minyak tetap terjaga. Rujukan resep cireng juga menekankan pentingnya memberi ruang agar cireng matang dan mengembang dengan baik.
Advertisement
10. Jangan Terlalu Sering Membalik Cireng
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5513803/original/030017600_1772071420-unnamed__6_.jpg)
Cireng tidak perlu terus-menerus dibolak-balik selama digoreng. Terlalu sering membalik dapat mengganggu permukaan yang sedang membentuk lapisan renyah.
Tunggu sampai salah satu sisi mulai mengeras sebelum membaliknya. Setelah itu, balik secara perlahan untuk mematangkan sisi lainnya.
Cara sederhana ini membantu menjaga bentuk cireng tetap utuh. Selain itu, permukaan cireng yang sudah mulai mengeras tidak mudah rusak sehingga hasil akhirnya lebih rapi dan tidak terlalu berminyak.
11. Tiriskan dengan Benar Setelah Digoreng
Proses meniriskan sering dianggap sepele, padahal tahap ini berpengaruh terhadap sensasi ketika cireng disantap.
Begitu cireng matang, angkat menggunakan saringan atau penjepit lalu tiriskan. Letakkan cireng di atas rak kawat atau tisu dapur agar minyak berlebih dapat turun dan terserap. Beberapa resep cireng juga merekomendasikan penggunaan tisu dapur setelah penggorengan untuk mengurangi minyak yang tersisa di permukaan.
Hindari menumpuk cireng yang baru diangkat. Uap panas dan minyak yang masih tersisa dapat berkumpul di antara cireng sehingga permukaannya lebih cepat lembek.
Jika menggunakan rak kawat, susun cireng dengan sedikit jarak. Cara ini memungkinkan udara bergerak di sekitar permukaan cireng sehingga bagian luarnya tetap lebih kering.
12. Jangan Menggoreng Terlalu Lama
Cireng yang digoreng terlalu lama tidak otomatis menjadi semakin renyah. Justru, waktu penggorengan yang berlebihan dapat membuat teksturnya menjadi keras dan kurang nyaman saat digigit.
Perhatikan perubahan warna dan permukaannya. Begitu cireng sudah mengembang, bagian luarnya terlihat kering, dan warnanya mulai berubah, segera angkat.
Untuk cireng yang tipis, waktu penggorengan biasanya lebih singkat dibandingkan cireng yang tebal. Karena itu, ketebalan adonan sebaiknya dibuat seragam sejak awal.
Apakah Perlu Menggunakan Teknik Double Fry?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562517/original/021714000_1776831723-w.jpg)
Teknik double fry atau menggoreng dua kali dapat digunakan jika ingin mendapatkan permukaan yang lebih renyah. Caranya, goreng cireng terlebih dahulu hingga setengah matang, angkat dan tiriskan sebentar, kemudian goreng kembali sampai bagian luarnya kering.
Namun, teknik ini bukan satu-satunya cara membuat cireng tidak berminyak. Jika suhu minyak sudah tepat, jumlah cireng dalam wajan tidak berlebihan, dan adonan memiliki konsistensi yang benar, satu kali penggorengan pun dapat menghasilkan cireng yang renyah.
Karena itu, jika baru pertama kali membuat cireng, lebih baik menguasai teknik dasar terlebih dahulu. Setelah mendapatkan hasil yang konsisten, teknik double fry dapat dicoba sebagai variasi.
Pertanyaan Seputar Membuat Cireng
1. Mengapa cireng terasa sangat berminyak?
Cireng dapat terasa berminyak karena beberapa faktor, seperti adonan terlalu lembek, minyak belum cukup panas, wajan terlalu penuh, atau cireng tidak ditiriskan dengan baik. Suhu minyak yang tidak tepat membuat proses pembentukan lapisan luar berlangsung kurang optimal sehingga minyak lebih mudah terserap.
2. Apakah cireng harus digoreng dengan minyak banyak?
Tidak selalu. Minyak harus digunakan dalam jumlah yang cukup agar cireng mendapatkan panas secara merata. Cireng dapat digoreng dengan minyak yang cukup banyak maupun teknik setengah rendam, selama suhu minyak stabil dan cireng tidak memenuhi wajan.
3. Kenapa cireng keras setelah dingin?
Cireng dapat menjadi keras karena adonan terlalu kering, terlalu banyak diuleni, atau digoreng terlalu lama. Penggunaan air panas dan pengolahan adonan yang tepat membantu menghasilkan tekstur yang lebih kenyal.
4. Apakah minyak harus sangat panas saat menggoreng cireng?
Tidak. Minyak perlu cukup panas untuk mulai membentuk lapisan luar cireng, tetapi jangan sampai terlalu panas atau berasap. Api sedang dapat membantu menjaga proses pematangan lebih merata dan mencegah bagian luar cepat gosong.
5. Bagaimana cara meniriskan cireng agar tidak berminyak?
Setelah matang, segera angkat cireng dan tiriskan menggunakan saringan atau letakkan di atas rak kawat maupun tisu dapur. Hindari menumpuk cireng saat masih panas karena minyak dan uap dapat terperangkap sehingga permukaannya lebih mudah lembek.
Â
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358245/original/052346800_1790327542-HOAX__24_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358342/original/058812500_1790333709-cek_fakta_-_bantuan_bibit_ayam_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316388/original/075760100_1785924799-cek_fakta_-_cpns_kementerian_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317863/original/052285500_1786075641-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-07T110613.668.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4991687/original/013937100_1730789347-cireng.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354970/original/058385500_1790067821-WhatsApp_Image_2026-09-22_at_3.58.28_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358333/original/007305200_1790331897-68752783-b385-4e79-a9b4-a837c6934f55.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358291/original/084430200_1790329397-HL_Ayam_Rica.jpg)