Liputan6.com, Jakarta Resep perkedel bihun udang adalah cara cerdas menyulap dua bahan sederhana, yaitu bihun kering dan udang segar, menjadi gorengan yang renyah di luar dan gurih di dalam. Kalau selama ini Anda hanya mengenal perkedel dari kentang atau jagung, kreasi berbahan bihun ini layak masuk daftar lauk sekaligus camilan andalan di rumah. Manfaat utamanya jelas, yakni menu variatif dengan bahan yang murah, mudah didapat, dan cepat diolah.
Perkedel punya akar sejarah yang menarik. Nama perkedel diyakini berasal dari bahasa Belanda "frikadel", sejenis daging cincang yang digoreng, yang kemudian diadaptasi masyarakat Indonesia dengan bahan lokal yang lebih terjangkau seperti kentang. Dari situ lahir perkedel kentang tradisional dan beragam variasi perkedel lain yang kini akrab di meja makan Nusantara.
Panduan ini menyusun takaran yang pas, langkah demi langkah yang mudah diikuti, plus tips memilih udang dan mengatur suhu minyak agar hasilnya renyah maksimal tanpa menyerap banyak minyak.
Advertisement
Sekilas tentang Perkedel Bihun Udang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349489/original/059043600_1789530081-01M2JSBB33QDQN7ZWMYSNZFKTK.jpg)
Perkedel bihun udang adalah variasi perkedel yang mengganti kentang dengan bihun rendam sebagai badan adonan, lalu diperkaya cincangan udang untuk rasa laut yang manis gurih. Bihun terbuat dari tepung beras sehingga teksturnya ringan; bahan serba guna ini juga jadi bintang pada bihun goreng sederhana, bihun goreng ala restoran, hingga bihun goreng rumahan yang praktis. Hasil akhirnya berbeda dari perkedel kentang yang padat lembut, sebab perkedel bihun terasa lebih ringan dengan serat bihun di setiap gigitan.
Hidangan ini mudah dibedakan dari kerabatnya. Tidak seperti bakwan udang yang berbasis adonan encer atau perkedel tahu udang yang memakai tahu sebagai pengikat, perkedel bihun udang bertumpu pada bihun dan telur untuk menyatukan adonan. Kalau ingin variasi bihun lain, ada juga bihun goreng kecap serta aneka cara masak bihun goreng untuk menu harian.
Gorengan udang cincang sebenarnya punya sepupu di berbagai negara. Mengutip Saveur, tortillitas de camarones merupakan gorengan udang yang dibuat dari udang mentah ukuran sedang yang dicincang halus. Cita rasa khasnya berasal dari penggunaan tepung kacang arab atau chickpea flour.
Advertisement
Info Resep Ringkas
- Porsi: 4 porsi (sekitar 15-18 buah)
- Waktu persiapan: 20 menit
- Waktu masak: 20 menit
- Tingkat kesulitan: Mudah
Bahan-Bahan Perkedel Bihun Udang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359053/original/073234900_1790479935-90581bdf-31cd-4de4-9a50-f1577a5215b1.jpg)
Bahan utama
- 100 gram bihun kering
- 250 gram udang segar, kupas dan cincang kasar
- 2 butir telur
- 75 gram tepung terigu serbaguna
- 2 sdm tepung beras (agar lebih renyah)
Bumbu
- 5 butir bawang merah, cincang halus
- 2 siung bawang putih, cincang halus
- 1 batang daun seledri, iris halus
- 1/4 sdt merica bubuk
- 1/4 sdt pala bubuk
- 1/2 sdt kaldu bubuk (opsional)
- 1/2 sdt garam
Pelengkap
- Minyak goreng secukupnya
- Saus sambal atau cabai rawit
Advertisement
Cara Membuat Perkedel Bihun Udang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359054/original/079601300_1790479935-e80f7fbe-87ff-4210-8bad-7bd3d3504f93.jpg)
- Didihkan air, matikan api, lalu rendam bihun kering dalam air panas selama 3-5 menit hingga lunak. Angkat dan tiriskan sampai airnya benar-benar turun.
- Potong bihun sepanjang 3-4 cm supaya adonan lebih mudah dibentuk dan matang merata. Sisihkan.
- Bersihkan udang dengan membuang kepala, kulit, dan ekor, lalu tarik keluar benang hitam di punggungnya. Bilas di bawah air mengalir hingga bersih.
- Tepuk-tepuk udang dengan tisu dapur hingga benar-benar kering agar adonan tidak berair dan hasil gorengan lebih renyah.
- Cincang kasar udang supaya teksturnya tetap terasa saat digigit, lalu masukkan ke dalam wadah bersama bihun.
- Tambahkan bawang merah, bawang putih, dan seledri, lalu aduk hingga tercampur rata.
- Bumbui dengan merica, pala, kaldu bubuk, dan garam, kemudian aduk kembali hingga merata.
- Masukkan tepung terigu dan tepung beras, pecahkan telur ke dalam adonan, lalu aduk hingga adonan menyatu dan cukup padat untuk dibentuk.
- Panaskan minyak yang cukup banyak dengan api sedang hingga benar-benar panas.
- Ambil satu sendok makan adonan, bentuk lonjong dengan bantuan dua sendok, lalu turunkan perlahan ke dalam minyak panas.
- Goreng beberapa buah sekaligus tanpa memenuhi wajan, dan biarkan bagian bawah mengeras dulu sebelum dibalik agar tidak hancur.
- Balik perkedel dan goreng hingga seluruh permukaan berwarna kuning keemasan dan renyah, lalu angkat dan tiriskan di atas tisu dapur.
Tips agar Hasil Maksimal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6496008/original/001360600_1779353003-unnamed__13_.jpg)
Beberapa detail kecil berikut menentukan apakah perkedel Anda renyah menggoda atau justru lembek berminyak.
- Keringkan udang, tuntaskan air bihun. Kadar air berlebih adalah musuh utama kerak renyah, jadi tepuk udang dengan tisu dan tiriskan bihun hingga benar-benar kesat sebelum dicampur.
- Jaga suhu minyak. Dilansir dari Cookist, suhu minyak perlu diperhatikan saat menggoreng. Minyak yang terlalu panas dapat membuat perkedel gosong sebelum matang di bagian dalam, sedangkan minyak yang terlalu dingin membuatnya menyerap terlalu banyak minyak hingga menjadi lembek.
- Goreng sedikit demi sedikit. Menggoreng dalam jumlah kecil menjaga suhu minyak tetap stabil, sehingga permukaan cepat mengering dan minyak tidak terserap berlebihan.
- Jangan terlalu sering dibalik. Biarkan bagian bawah kokoh lebih dulu, karena membalik terlalu cepat dan terlalu sering membuat perkedel mudah pecah.
- Cincang udang, jangan dihaluskan. Potongan kasar membuat tekstur udang tetap terasa dan menambah sensasi gurih di setiap gigitan.
Memilih udang segar
Kualitas udang sangat menentukan rasa akhir. Carrie Hirsch, Koordinator Kuliner dan Acara di Technical College of the Lowcountry, dikutip dari LOCAL Life SC, menyarankan untuk menghindari udang yang bertekstur berlendir atau lembek serta memiliki cangkang retak. Ia juga menekankan pentingnya membeli udang dari penjual ikan yang tepercaya karena udang sangat mudah rusak.
Kaitlin Sharbo, chef eksekutif Cameron Mitchell Restaurants, dikutip dari The Takeout, menyatakan, "Udang segar seharusnya memiliki daging yang bening dan cangkang yang jernih, bukan keruh."
Jika memakai udang beku, cairkan dengan benar. Sebagaimana dilaporkan Fox News, udang beku sebaiknya dicairkan di dalam kulkas atau air es, bukan menggunakan microwave. Sementara itu, udang segar disarankan dikonsumsi dalam 24 jam karena sangat mudah rusak.
Advertisement
Variasi dan Substitusi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295952/original/040565700_1783996712-be1a9333-41f3-4b56-9e24-e56ec37c6db2.jpg)
Resep dasarnya fleksibel, jadi Anda bisa menyesuaikan isian sesuai selera atau ketersediaan bahan.
- Versi ayam. Ganti sebagian atau seluruh udang dengan ayam cincang untuk pilihan yang lebih ramah kantong dan aman bagi yang alergi seafood. Rasanya tetap gurih dan langkah pembuatannya sama persis.
- Versi sayur yang lebih ringan. Tambahkan wortel parut atau kol iris halus ke dalam adonan untuk menambah serat. Kurangi sedikit takaran bihun agar adonan tetap mudah dibentuk.
- Versi pedas. Masukkan irisan cabai rawit atau bubuk cabai ke dalam adonan. Cocok disantap hangat bersama nasi dan sambal.
Kalau ingin menjelajah kreasi lain, coba perkedel daging, perkedel jagung renyah, perkedel tempe sederhana, atau perkedel tempe kress yang berbalut tepung roti. Untuk tekstur yang lembut, ada perkedel kentang pakai santan, sementara penggemar gaya klasik bisa mengikuti cara membuat perkedel kentang ala restoran cepat saji.
Perkedel bihun udang pas dinikmati sebagai lauk nasi hangat, teman soto, hingga pelengkap menu bihun sehari-hari atau sajian bihun untuk berbuka saat bulan puasa.
Cara Menyimpan dan Menghangatkan
Perkedel bihun udang paling nikmat disantap hangat dan baru digoreng karena gorengan cenderung kehilangan kerenyahan setelah dipanaskan ulang. Untuk stok, Anda bisa membentuk adonan lalu menyimpannya di kulkas, atau seperti pada perkedel ubi kuning, perkedel bisa dibekukan lebih dulu dan digoreng langsung saat akan disajikan.
Panaskan kembali menggunakan oven atau air fryer agar teksturnya renyah lagi, dan hindari microwave yang justru membuat gorengan melempem. Prinsip ini mirip trik menyiapkan bekal yang tidak mudah basi, yakni memastikan bahan benar-benar kering dan matang sempurna sebelum disimpan.
Dengan takaran yang tepat, udang yang segar, dan suhu minyak yang terjaga, resep perkedel bihun udang ini bisa menjadi andalan baru untuk lauk harian maupun camilan saat berkumpul bersama keluarga. Siapkan bahannya, praktikkan langkahnya, dan nikmati perkedel renyah gurih buatan sendiri selagi hangat.
Pertanyaan Seputar Resep Perkedel Bihun Udang
Apa bahan utama untuk membuat perkedel bihun udang?
Bahan utamanya meliputi bihun, udang, telur, tepung, serta bumbu seperti bawang putih, bawang merah, garam, dan merica.
Bagaimana agar perkedel bihun udang tidak mudah hancur?
Pastikan adonan memiliki tekstur yang cukup padat dan tercampur rata. Gunakan tepung serta telur sebagai bahan pengikat sebelum perkedel digoreng.
Bagaimana cara menggoreng perkedel bihun udang agar matang merata?
Gunakan minyak dengan suhu sedang. Minyak yang terlalu panas dapat membuat bagian luar cepat gosong, sedangkan minyak yang kurang panas membuat perkedel menyerap terlalu banyak minyak.
Udang seperti apa yang cocok untuk perkedel bihun?
Gunakan udang segar dengan daging yang bening, cangkang jernih, dan tidak berlendir atau lembek. Udang sebaiknya dibersihkan dan dicincang sebelum dicampurkan ke adonan.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359577/original/013031200_1790564633-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-28T100252.716.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7368499/original/067001900_1780149167-Jepretan_Layar_2026-05-27_pukul_20.44.42.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5306704/original/080618800_1754448434-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__43_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296017/original/033910000_1784000101-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T103335.623.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359052/original/066197100_1790479935-dd8921bb-bd55-42d5-b28b-b1732b11f1a3.jpg)


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359529/original/039028500_1790560435-9b6eff05-5b14-4359-ba5f-d59f4e188404.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349348/original/019417900_1789523576-91c0ee50-6d97-40aa-bd42-cc2d3b3ef269.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357148/original/030630300_1790235118-pexels-makafood-82669418-8897410.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344168/original/068206000_1788938437-01M20WXSGNRBEEZ35P5YRWJ0TR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359041/original/076292000_1790477635-Gemini_Generated_Image_6qvcl16qvcl16qvc.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349488/original/062475900_1789530080-01M2JSXDCNMT7A94NA9VHEDQ6P.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359023/original/044141700_1790476033-a5406422-4b4a-443d-8440-c992d586fb4e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4989517/original/010958000_1730671071-pisang_coklat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337383/original/014819000_1788243666-01M1DQRP3D5DF7MP869F381F0J.jpg)