Â
Liputan6.com, Jakarta - Istilah red flag dan green flag sudah sering digunakan untuk membaca karakter seseorang dalam hubungan. Belakangan, muncul istilah beige flag yang menggambarkan kebiasaan atau sifat unik seseorang tanpa membawa makna positif maupun negatif secara langsung.
Beige flag tidak menunjukkan perilaku yang membahayakan hubungan, melansir Verywell Mind, Selasa (18/8/2026). Istilah ini lebih tepat digunakan untuk menggambarkan kebiasaan kecil yang terasa aneh, tidak biasa, atau mengundang rasa heran ketika seseorang melihatnya pada pasangannya.
Advertisement
"Bendera berfungsi sebagai sarana untuk membayangkan dan menilai hubungan yang sedang atau mungkin Anda jalin dengan seseorang," ujar Allison Fossella, Mental Health Clinical Director di Nice Healthcare.
Ia menjelaskan, istilah flag membantu seseorang melihat berbagai karakter dan kebiasaan yang muncul dalam diri pasangan. Beige flag berada pada wilayah yang lebih subjektif karena kebiasaan tersebut tidak memberikan keuntungan atau kerugian yang jelas bagi hubungan.
Kebiasaan seperti itu bisa muncul dalam percakapan sehari-hari. Seseorang mungkin selalu menanyakan zodiak pada orang yang baru ditemuinya. Ada pula pasangan yang spontan menunjuk dan menyebut nama setiap kali melihat hewan, seperti berteriak "anjing!" saat melihat seekor anjing.
Kebiasaan di rumah juga dapat menjadi beige flag. Pasangan mungkin selalu menyimpan minuman kaleng yang belum habis ke dalam kulkas pada penghujung hari. Ritual sebelum tidur yang tidak biasa, seperti berbaring di satu sisi tempat tidur lalu berpindah ke sisi lainnya, juga termasuk contoh yang dapat masuk kategori ini.
Â
Dari Pilihan Pribadi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2785972/original/003019300_1556012855-henri-pham-446895-unsplash.jpg)
Keunikan tersebut bisa muncul dalam pilihan pribadi. Seseorang mungkin hanya mau menggunakan sabun cair karena merasa tidak nyaman dengan sabun batangan. Ada pasangan yang selalu menghindari belokan kiri jika jalan tersebut tidak memiliki lampu lalu lintas atau tanda berhenti.
Beige flag juga dapat terlihat dari minat yang sangat spesifik. Pasangan mungkin menguasai berbagai fakta tentang perkeretaapian, mengetahui banyak hal mengenai jenis hewan tertentu, atau mampu mengingat fakta geografi yang jarang diketahui orang lain.
Minat tersebut tidak otomatis menjadi persoalan selama tidak mengganggu kehidupan bersama. Perbedaan beige flag dengan yellow flag perlu dipahami agar seseorang tidak keliru menilai perilaku pasangan.
Yellow flag meminta seseorang untuk lebih waspada karena perilaku tertentu berpotensi berkembang menjadi masalah yang lebih serius. Perilaku mengontrol atau kesulitan mengendalikan amarah, misalnya, dapat menjadi tanda yang perlu diperhatikan.
Â
Advertisement
Tak Sekadar Unik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2293043/original/016744400_1532672554-kelly-sikkema-715114-unsplash.jpg)
Fossella menyebut beige flag hanya dapat membuat seseorang menoleh karena keunikannya. "Menjalin hubungan dengan orang tersebut tidak memberikan manfaat maupun menimbulkan biaya," katanya.
Kondisi tersebut membuat beige flag berbeda dari red flag yang menunjukkan potensi bahaya dalam hubungan. Kebiasaan aneh pasangan tidak serta-merta menunjukkan bahwa hubungan tersebut tidak sehat.
Beige flag bahkan dapat berkembang menjadi green flag dari sudut pandang pasangan. Hubungan yang sehat memungkinkan seseorang mengenal kebiasaan unik pasangannya lebih dalam. Hal yang awalnya terasa mengganggu dapat berubah menjadi sesuatu yang justru dianggap menggemaskan setelah pasangan semakin dekat.
Pasangan juga bisa menemukan nilai positif dari keunikan tersebut. Minat khusus seseorang dapat membuka pengetahuan baru bagi pasangannya. Kebiasaan tertentu yang semula sulit dipahami mungkin lama-kelamaan terasa akrab hingga tidak lagi diperhatikan.
Â
Penerimaan Seiring Waktu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2245351/original/025900000_1528617443-matthew-fassnacht-557816-unsplash.jpg)
Respons seseorang terhadap beige flag juga dapat memberikan gambaran mengenai kecocokan dalam hubungan. Rasa kesal yang terus muncul terhadap hampir semua kebiasaan pasangan bisa menjadi tanda bahwa keduanya memiliki perbedaan yang sulit diterima.
Penerimaan yang tumbuh seiring waktu justru dapat menunjukkan bahwa seseorang mulai menghargai karakter pasangannya secara utuh. Fossella mengingatkan pentingnya kesadaran diri ketika menghadapi perubahan respons terhadap beige flag.
Seseorang perlu memperhatikan perubahan perasaannya, bukan sekadar memberi label terhadap kebiasaan pasangan. Beige flag pada akhirnya tidak memiliki status tetap sebagai sesuatu yang baik atau buruk.
Keunikan pasangan dapat tetap menjadi kebiasaan netral, berubah menjadi hal yang disukai, atau justru terasa mengganggu tergantung pada dinamika hubungan. Cara pasangan memahami, menerima, dan merespons keunikan masing-masing menjadi bagian penting dalam melihat apakah hubungan tersebut berkembang secara sehat.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326468/original/099669000_1787024744-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-18T104326.425.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296249/original/006576900_1784009127-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T124739.847.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5253327/original/062598000_1750044459-cek_fakta_dubes_jepang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2283546/original/063360700_1531891024-evan-kirby-101570-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5184762/original/024788600_1744343135-close-up-sad-boy-portrait.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4908795/original/080023100_1722736925-Kue_Nona_Manis.jpg)