Liputan6.com, Jakarta - Aroma harum dari panggangan adonan tepung beras dan kelapa parut di pagi hari sering kali membangkitkan nostalgia masa kecil yang manis bagi banyak orang. Di tengah gempuran jajanan kekinian, pencarian terhadap resep kue pancong santan kelapa yang otentik justru semakin meningkat karena kerinduan akan tekstur crispy di luar namun lembut dan creamy di bagian dalam.
Keunikan kuliner ini bahkan diakui secara formal oleh pemerintah daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya lokal. Melansir laman resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kue pancong dicatat sebagai camilan gurih khas Betawi yang memiliki tekstur unik, yakni permukaan yang sedikit basah dengan bagian dalam yang kenyal berkat perpaduan presisi antara santan dan kelapa parut.
Membuatnya sendiri di rumah memungkinkan Anda untuk mengontrol kualitas bahan, terutama tingkat kekentalan santan yang menjadi kunci utama kelezatan kue ini. Berikut resep kue pancong santan kelapa dari berbagai sumber, Selasa (18/8/2026).
Advertisement
Bahan-bahan Utama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326617/original/023019600_1787029243-2.jpg)
Berikut adalah komposisi bahan untuk menghasilkan sekitar 15-20 buah kue pancong (tergantung ukuran cetakan):
Bahan Kering:
- 250 gram tepung beras berkualitas (sebaiknya diayak agar tidak bergerindil).
- 250 gram kelapa parut setengah tua (kupas kulit arinya agar warna kue bersih).
- 1 sendok makan tepung terigu (opsional, untuk membantu mengikat adonan agar tidak terlalu rapuh).
- 1 ½ sendok teh garam halus (takaran garam agak lebih banyak dari kue biasa untuk menonjolkan rasa gurih).
Bahan Cair:
- 650 ml santan kelapa dengan kekentalan sedang (dari 1 butir kelapa).
- 1 lembar daun pandan (ikat simpul).
- Topping & Pelengkap:
- Gula pasir kasar secukupnya (untuk taburan).
- Minyak goreng atau margarin (untuk olesan cetakan).
Advertisement
Cara Membuat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326618/original/027413700_1787029243-3.jpg)
Ikuti langkah-langkah berikut untuk memastikan resep kue pancong santan kelapa Anda berhasil sempurna:
- Persiapan Santan Matang:Rebus santan bersama daun pandan dan sejumput garam di atas api sedang sambil terus diaduk. Langkah ini krusial untuk mencegah santan pecah. Masak hingga mendidih perlahan, lalu matikan api dan biarkan hingga hangat-hangat kuku. Tips: Menggunakan santan hangat membantu tepung beras larut lebih cepat dan mencegah adonan mengendap terlalu keras di dasar.
- Pencampuran Bahan Kering:Dalam wadah besar, campurkan tepung beras, tepung terigu (jika pakai), garam, dan kelapa parut. Aduk rata menggunakan tangan atau spatula kayu. Pastikan kelapa parut terurai dan tidak menggumpal agar tersebar merata di setiap gigitan kue.
- Pembuatan Adonan:Tuangkan santan hangat sedikit demi sedikit ke dalam campuran tepung. Aduk perlahan hingga tercampur rata. Jangan mengaduk terlalu kuat atau lama (overmix) karena dapat membuat tekstur kue menjadi kenyal seperti karet, padahal kue pancong seharusnya bertekstur crumbly dan lembut.
- Pemanasan Cetakan (Fase Kritis):Panaskan cetakan kue pancong (mirip cetakan pukis) di atas api sedang-kecil. Pastikan cetakan benar-benar panas sebelum adonan dituang. Anda bisa mengeceknya dengan memercikkan sedikit air; jika air mendesis dan langsung menguap, cetakan sudah siap. Olesi setiap lubang cetakan dengan margarin atau minyak secukupnya.
- Proses Pemanggangan:Tuang adonan hingga hampir penuh (jangan terlalu penuh karena adonan akan sedikit mengembang). Anda akan mendengar bunyi mendesis (sizzling) saat adonan menyentuh cetakan panas—ini tanda yang bagus untuk pembentukan kulit yang renyah.
- Pematangan:Tutup cetakan dan kecilkan api. Panggang selama 5-8 menit. Buka tutupnya sesekali untuk mengecek kematangan. Tanda kue sudah matang adalah pinggiran kue berwarna kecokelatan garing (golden brown) dan bagian atasnya sudah padat (tidak cair).
- Penyajian:Cungkil kue dari cetakan menggunakan kail kawat atau sendok kecil. Sajikan panas-panas di atas piring. Taburi bagian atasnya dengan gula pasir kasar secukupnya. Gula akan sedikit meleleh karena panas kue, memberikan sensasi "kres" yang nikmat.
Tips Anti-Gagal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326619/original/032140500_1787029243-4.jpg)
- Mencegah Kue Alot: Jangan menekan-nekan adonan saat mencampur kelapa parut. Biarkan adonan agak "longgar" agar udara bisa terperangkap, menghasilkan tekstur yang ringan.
- Variasi Kekinian: Meski resep tradisional hanya menggunakan gula pasir, Anda bisa memodifikasi resep kue pancong santan kelapa ini menjadi "Pancong Lumer" dengan mengurangi durasi memanggang (setengah matang) dan menambahkan topping cokelat leleh atau keju parut di atasnya.
- Penyimpanan: Kue pancong paling nikmat disantap segera (fresh). Jika bersisa, simpan dalam wadah tertutup dan hangatkan kembali di teflon sebentar sebelum dimakan, meski tekstur renyahnya mungkin akan berkurang.
Dengan memahami teknik dan bahan di atas, Anda tidak hanya sekadar mengikuti instruksi, tetapi juga melestarikan warisan kuliner yang kaya akan nilai budaya dan rasa. Selamat mencoba!
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kue Pancong Santan Kelapa
Apa perbedaan utama antara kue pancong, kue pukis, dan kue bandros?
Meskipun bentuk cetakannya mirip, ketiganya berbeda bahan dan asal. Kue pancong (Betawi) berbahan dasar tepung beras, kelapa parut, dan santan dengan rasa dominan gurih-asin. Kue pukis (Jawa Tengah) menggunakan tepung terigu, telur, dan ragi sehingga teksturnya empuk seperti roti. Sedangkan kue bandros (Jawa Barat) mirip pancong tetapi biasanya memiliki tekstur kelapa yang lebih kasar dan sering disajikan dengan saus oncom atau gula.
Apakah bisa mengganti santan segar dengan santan instan kemasan?
Bisa, namun hasilnya akan sedikit berbeda dari segi aroma dan kandungan minyak. Santan instan cenderung lebih creamy dan stabil, tetapi kurang berminyak dibandingkan santan peras segar. Â
Mengapa kue pancong saya menjadi keras dan alot setelah dingin?
Penyebab utama kue pancong menjadi keras adalah penggunaan kelapa yang terlalu tua atau proporsi tepung beras yang terlalu banyak dibandingkan kelapanya. Kelapa parut berfungsi memberikan kelembapan dan serat yang menjaga kue tetap empuk. Pastikan menggunakan kelapa parut setengah tua dengan takaran yang seimbang (1:1 dengan tepung beras) dan jangan memanggang terlalu lama (overcooked) karena akan menghilangkan kelembapan kue.
Â
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326673/original/065816300_1787032025-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-18T124607.387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326468/original/099669000_1787024744-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-18T104326.425.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296249/original/006576900_1784009127-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T124739.847.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326616/original/017605000_1787029243-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8214380/original/046920400_1781073840-anisa-wulan-asri-Ngy7lkXDPF0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8224529/original/025120400_1781084632-Gemini_Generated_Image_ibqb4ibqb4ibqb4i.jpg)