Jangan Cuma Asal Semprot! Ini Tips Pakai Parfum Supaya Tahan Seharian

Jangan cuma asal semprot! Yuk, cari tahu tips praktis pakai parfum supaya wanginya tahan seharian, mulai dari hidrasi kulit hingga titik nadi terbaik.

Diterbitkan 30 Mei 2026, 09:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang telah menemukan aroma parfum favorit yang sesuai dengan kepribadian mereka. Namun, tidak sedikit yang masih belum memahami cara mengaplikasikan parfum dengan benar agar wanginya tahan lama di kulit. Padahal, parfum dengan aroma semewah apa pun tidak akan bekerja maksimal jika digunakan secara kurang tepat. Akibatnya, aroma parfum kerap memudar bahkan sebelum aktivitas sehari penuh selesai dijalani.

Fenomena ini juga membuat tren parfum lokal serta edukasi mengenai cara memakai wewangian yang tepat semakin ramai diperbincangkan di media sosial. Kini, parfum tak lagi sekadar pelengkap penampilan, tetapi juga telah menjadi bagian dari identitas diri dan bentuk ekspresi personal. Karena itu, selain memilih aroma yang sesuai karakter, memahami trik sederhana agar parfum tetap tahan lama juga menjadi hal penting yang tak boleh diabaikan.

Bagi kamu yang ingin tampil lebih percaya diri dengan aroma yang konsisten sepanjang hari, berikut beberapa tips praktis yang bisa dicoba:

Mulai dari Kulit, Hidrasi Jadi Kunci Utama Wangi Tahan Lama

Langkah paling dasar agar parfum bertahan lama sebenarnya dimulai dari kondisi kulit, bukan dari seberapa mahal harga parfum tersebut. Secara ilmiah, molekul parfum jauh lebih mudah menempel dan bertahan pada kulit yang terhidrasi dengan baik. Sebaliknya, kulit yang kering justru akan menyerap cairan parfum terlalu cepat sehingga aromanya tidak terpancar keluar.

Oleh karena itu, trik terbaiknya adalah mengoleskan body lotion tanpa aroma (unscented) atau body oil terlebih dahulu sebelum menyemprotkan parfum. Penggunaan pelembap netral ini penting agar aromanya tidak tabrakan dengan wangi parfum utamamu. Kulit yang lembap akan mengunci cairan parfum dengan efektif, sehingga proses penguapan berjalan lebih lambat dan wanginya bertahan sepanjang hari.

Targetkan Pulse Points atau Titik Nadi Tubuh

Penempatan parfum pada area tubuh sangat menentukan bagaimana wangi tersebut akan menyebar. Agar aromanya keluar secara optimal, pastikan untuk menyemprotkannya di titik-titik nadi (pulse points), seperti pergelangan tangan bagian dalam, leher, belakang telinga, dan lipatan siku.

Secara biologis, area-area ini memiliki suhu tubuh yang cenderung lebih hangat karena posisi pembuluh darahnya paling dekat dengan permukaan kulit. Suhu hangat alami inilah yang bertindak sebagai adaptor untuk memancarkan wangi parfum ke udara secara berkala, sehingga wanginya tetap awet dan konsisten sepanjang hari.

Hindari Kebiasaan Menggesek Pergelangan Tangan

Salah satu kebiasaan yang paling sering dilakukan banyak orang adalah menggosokkan kedua pergelangan tangan setelah menyemprotkan parfum. Mulai sekarang, sebaiknya segera hentikan kebiasaan keliru ini. Menggosok kulit yang baru disemprot justru menciptakan gesekan panas yang bisa memecah molekul top notes (aroma lapisan atas) parfum sebelum sempat berkembang secara alami.

Akibatnya, struktur wewangian menjadi rusak, aromanya berubah lebih cepat, dan daya tahannya menurun drastis. Cara yang benar adalah cukup semprotkan parfum pada jarak 15-20 cm, lalu biarkan cairan tersebut meresap dan mengering dengan sendirinya di kulit kamu.

Jauhkan Botol dari Kamar Mandi dan Sinar Matahari

Daya tahan wewangian tidak hanya dipengaruhi oleh cara pakai, tetapi juga bagaimana kamu menyimpan botol parfum itu sendiri. Salah satu kesalahan umum yang sering dilakukan adalah menyimpan parfum di dalam kamar mandi atau di dekat jendela yang terpapar matahari langsung.

Suhu kamar mandi yang lembap serta paparan sinar matahari langsung dapat merusak kandungan kimiawi dan minyak esensial di dalamnya. Agar kualitas aromanya tetap terjaga, simpanlah di tempat yang sejuk, kering, dan terhindar dari cahaya terang, seperti di dalam lemari pakaian atau laci meja rias.

Kenali Perbedaan Antara EDT dan EDP Sebelum Memilih

Sebelum mengeluh wanginya cepat pudar, kamu perlu mengenali jenis wewangian yang dibeli. Dua jenis yang paling populer di pasaran adalah Eau de Toilette (EDT) dan Eau de Parfum (EDP), di mana perbedaan mendasarnya terletak pada konsentrasi minyak wangi di dalamnya.

Eau de Toilette (EDT)

Jika kamu menyukai keharuman yang ringan dan segar, jenis ini bisa jadi pilihan. Konsentrasi minyak wanginya berkisar antara 5% hingga 15% dengan daya tahan sekitar 3 hingga 5 jam. Karakter ini membuatnya sangat cocok untuk penggunaan singkat atau saat beraktivitas di cuaca panas.

Eau de Parfum (EDP)

Jenis ini menjadi jawaban terbaik buat kamu yang menginginkan keharuman intens dan lebih pekat. Memiliki konsentrasi minyak wangi yang cukup tinggi, yaitu sekitar 15% hingga 20%, EDP menawarkan performa long lasting yang kuat dengan daya tahan berkisar antara 6 hingga 8 jam.

Bagi kamu yang mencari keharuman maksimal yang bisa bertahan seharian penuh tanpa perlu repot melakukan touch-up berkali-kali, varian Eau de Parfum (EDP) dari FFAR bisa menjadi pilihan paling tepat untuk menemani rutinitas harianmu.

Mengetahui jenis wewangian yang tepat dan menggunakannya dengan cara yang benar dapat membuat parfum bekerja lebih maksimal dan tahan lebih lama. Menjaga tubuh tetap harum sepanjang hari bukan hanya soal menunjang penampilan, tetapi juga menjadi bentuk perhatian terhadap diri sendiri sekaligus menciptakan kenyamanan bagi orang-orang di sekitar. 

Melalui koleksi FFAR Sigma Spirit EDP, pengalaman memakai parfum harian pun terasa lebih optimal untuk menjaga rasa percaya diri tetap hadir dari pagi hingga malam hari.

 

(*) 

Â