Liputan6.com, Jakarta - Di tengah ketidakpastian ekonomi global, utang pemerintah kerap menjadi mesin penggerak pembangunan sekaligus bom waktu jika tidak dikelola dengan hati-hati. Salah satu indikator paling sehat untuk mengukurnya adalah rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), yang mencerminkan kemampuan suatu negara untuk melunasi kewajibannya.
Ketika angka ini melewati batas aman, alarm lampu kuning bagi stabilitas fiskal pun mulai menyala. Di Indonesia sendiri, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa kondisi utang luar negeri Indonesia tetap terkendali dan berada dalam batas aman, sekalipun secara nominal telah melewati angka Rp 8.000 triliun.
Ia menekankan bahwa penilaian terhadap utang suatu negara tidak boleh hanya berpatokan pada angka nominal semata, melainkan harus disandingkan dengan skala perekonomian domestik.
Advertisement
Purbaya memaparkan bahwa rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) merupakan parameter utama yang digunakan secara global untuk mengukur kesehatan fiskal. Saat ini, rasio utang Indonesia bertahan di kisaran 40% dari PDB. Angka ini dinilai sangat aman karena berada jauh di bawah ambang batas aman 60% yang ditetapkan dalam dokumen internasional Maastricht Treaty.
Apa Itu Rasio Utang Terhadap PDB?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5317191/original/029207300_1755314565-Ilustrasi_utang__keungan.jpg)
Biar mudah dipahami, bayangkan PDB (Produk Domestik Bruto) adalah total pendapatan atau 'gaji' yang dihasilkan oleh suatu negara dalam satu tahun. Rasio utang terhadap PDB ini gunanya untuk membandingkan berapa besar total utang pemerintah dibandingkan dengan 'gaji' negaranya tersebut.
Jika rasionya mencapai 100%, artinya jumlah utang negara tersebut sudah sama besar dengan total pendapatan ekonominya selama setahun penuh. Semakin tinggi persentasenya, semakin besar pula beban negara tersebut untuk melunasi utangnya.
Lembaga World Economics, perusahaan riset ekonomi swasta yang berada di bawah naungan Information Sciences memperbarui data PDB dunia agar lebih realistis. Mereka menghitung ulang dengan memasukkan faktor daya beli (Purchasing Power Parity), perkiraan ukuran ekonomi informal yang tidak tercatat, serta memperbaiki data usang. Hasilnya, muncul peringkat negara dengan rasio utang paling tinggi di dunia pada 2026:
Berikut daftar 10 negara dengan rasio utang tertinggi di dunia mengutip data World Economics, Sabtu (18/7/2026):
Advertisement
Daftar 10 Negara dengan Rasio Utang Terbesar di Dunia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415023/original/010667800_1763357625-Utang_Indonesia.png)
Menariknya, seluruh negara dalam daftar 10 besar ini kompak mengantongi rapor merah alias mendapat peringkat kelayakan utang terendah (Grade E) dari World Economics. Jumlah utang juga menggunaka nominal miliar Int$ atau Dolar Internasional yang merupakan satuan standar yang nilainya disesuaikan dengan kekuatan belanja riil di masing-masing negara
1. Jepang
Negeri Sakura kokoh di peringkat pertama dengan rasio utang mencapai 207,4% terhadap PDB. Secara nominal, total utang pemerintah Jepang menembus 13.211,77 miliar Int$.
2. Singapura
Secara mengejutkan, tetangga dekat Indonesia yang dikenal sebagai pusat finansial maju ini berada di posisi kedua dengan rasio utang 161,6% terhadap PDB. Nilai nominal utangnya tercatat sebesar 1.485,88 miliar Int$.
3. Amerika Serikat
Negeri Paman Sam menduduki peringkat ketiga dengan rasio utang 120,9% terhadap PDB. Meskipun rasionya di bawah Jepang, secara nominal angka utang AS adalah yang paling fantastis di dunia, yaitu mencapai 34.525,71 miliar Int$.
4. Yunani
Negara Eropa yang sempat mengalami krisis finansial besar ini berada di urutan keempat dengan rasio utang sebesar 117,3% terhadap PDB dan nominal utang 575,42 miliar Int$.
5. Italia
Masih dari zona Eropa, Italia menempel ketat di posisi kelima dengan rasio utang mencapai 117,2% terhadap PDB. Secara nominal, utang negara ini menyentuh 4.386,31 miliar Int$.
Urutan Selanjutnya
6. Bahrain
Negara di kawasan Timur Tengah ini menempati peringkat keenam dengan rasio utang sebesar 108,1% terhadap PDB dan nilai nominal utang 144,19 miliar Int$.
7. Prancis
Prancis berada di urutan ketujuh dengan rasio utang yang sudah melewati batas ukuran ekonominya, yaitu 105,9% terhadap PDB. Nominal utangnya berada di angka 4.572,17 miliar Int$.
8. Kanada
Negara di Amerika Utara ini menempati posisi kedelapan dengan rasio utang sebesar 103,3% terhadap PDB dan jumlah nominal utang sebesar 2.730,51 miliar Int$.
9. Libya
Satu-satunya wakil dari Afrika di sepuluh besar ini berada di peringkat kesembilan dengan rasio utang sebesar 98,3% terhadap PDB dan nilai nominal utang 172,22 miliar Int$.
10. Inggris (United Kingdom)
Menutup daftar sepuluh besar, Inggris mencatatkan rasio utang sebesar 96,2% terhadap PDB. Secara nominal, tumpukan utang pemerintah Inggris mencapai 3.899,10 miliar Int$.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300009/original/089493000_1784283677-Untitled_design.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297860/original/099954200_1784109220-cek_fakta_-_purbaya_kuis_tebak_nama_kota.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5380981/original/046199200_1760441878-klaim_link_magang_kemnaker.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299864/original/085658400_1784277079-pupuk_subsidi_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5377387/original/067386300_1760092707-utang.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7898267/original/021588900_1780727716-images.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300081/original/031492700_1784290845-Screenshot_2026-07-17_191916.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297860/original/099954200_1784109220-cek_fakta_-_purbaya_kuis_tebak_nama_kota.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493434/original/019263400_1770214265-1000225262.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299317/original/088764800_1784212809-argentina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297046/original/098584500_1784067058-Spain_s_Mikel_Oyarzabal__left__celebrates.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300004/original/015093400_1784283318-000_C2EH69E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4246766/original/006828700_1669910509-AP22335568653043.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262483/original/075097700_1781805987-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295935/original/031909000_1783995386-063_2285696199.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4256899/original/040579900_1670717208-Inggris_vs_Prancis_di_Laga_Perempat_Final_Piala_Dunia_2022-AP__11_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4205869/original/033832800_1666872124-000_32G277K.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260364/original/000638100_1781588460-spanyol_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4682019/original/069510400_1702289989-20231211-Javier_Milei-AFP_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298217/original/010036300_1784154923-Argentina_s_Lautaro_Martinez_england.jpg)