Liputan6.com, Jakarta - Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melemah pada perdagangan Jumat, (17/7/2026). Koreksi harga perak Antam hari ini mengikuti harga emas Antam tetapi berlawanan dengan perak dunia.
Mengutip laman logammulia.com, harga perak Antam hari ini turun Rp 1.500 menjadi Rp 37.700. Sebelumnya, harga perak Antam ditetapkan Rp 39.200.
Antam menawarkan perak batangan 250 gram, 500 gram dan perak butiran murni 99,95%. Perak batangan 250 gram dibanderol Rp 9.950.000 dan perak batangan 500 gram ditetapkan Rp 18.975.000 per gram.
Advertisement
Sementara itu, harga perak dunia menguat pada Jumat pekan ini. Mengutip data tradingeconomics.com, harga perak dunia menguat tipis 0,16% menjadi US$ 55,58.
Harga perak bertahan di bawah US$ 56 per ons pada Jumat pekan ini. Diprediksi, selama sepekan, harga perak turun lebih dari 7%.
Pergerakan harga perak itu dipengaruhi meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, sehingga mendorong harga minyak melambung.
Hal itu memicu kekhawatiran terhadap inflasi dan suku bunga menjadi perhatian utama. Amerika Serikat (AS) melancarkan beberapa serangan terhadap Iran pekan ini.
AS melancarkan beberapa serangan terhadap Iran minggu ini, sementara Presiden AS Donald Trump memperingatkan AS dapat menargetkan infrastruktur negara itu minggu depan kecuali upaya diplomatik menghasilkan terobosan. Iran menanggapi dengan melancarkan serangan terhadap pangkalan AS di negara-negara tetangga, memicu kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut dan gangguan berkepanjangan terhadap pasokan energi dari kawasan tersebut.
Sementara itu, data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan yang dirilis minggu ini sebagian besar mengesampingkan kenaikan suku bunga pada bulan Juli, meskipun Ketua Federal Reserve (the Fed) Kevin Warsh menegaskan kembali komitmennya untuk memulihkan stabilitas harga. Namun, pasar tetap terpecah mengenai apakah Fed akan menaikkan suku bunga pada September, sehingga logam mulia ini tetap berada di bawah tekanan.
Harga Emas Dunia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472766/original/082116700_1768375313-1.jpg)
Sebelumnya, harga emas dunia melemah pada perdagangan Kamis, 16 Juli 2026 (Jumat pagi Jakarta). Koreksi harga emas dunia terjadi seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah mendorong imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) lebih tinggi. Hal itu meningkatkan kekhawatiran inflasi dan memperkuat harapan kenaikan suku bunga AS.
Mengutip CNBC, Jumat (17/7/2026), harga emas spot turun 1,7% menjadi US$ 3.989,95 per ons, setelah turun 2%. Kontrak berjangka emas AS merosot 1,4% menjadi US$ 3.994,30.
Pelaku pasar sekarang memperkirakan sekitar 55% kemungkinan Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada September, menurut CME FedWatch Tool.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun acuan sedikit meningkat. Dolar AS menguat sekitar 0,3%, membuat emas batangan lebih mahal bagi pembeli luar negeri.
Ketua Fed Kevin Warsh minggu ini menyatakan tekadnya untuk menurunkan inflasi tanpa secara spesifik memberikan petunjuk tentang caranya.
Sementara itu, data yang dirilis pada Selasa menunjukkan inflasi konsumen AS melambat pada Juni, sedangkan data dari hari Rabu menunjukkan penurunan indeks harga produsen.
“Meskipun beberapa data ekonomi jangka pendek melunak, harga energi yang terus tinggi akan menyulitkan The Fed untuk mengadopsi sikap yang lebih lunak. Karena alasan yang sama, investor lebih memilih dolar daripada emas yang tidak memberikan imbal hasil,” ujar Analis Forex.com, Fawad Razaqzada, dalam sebuah catatan.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495483/original/029586100_1770372285-sherly_tjoanda_klaim_giveaway.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5567468/original/050020200_1777282004-cek_fakta_alsintan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4536545/original/069114500_1691974925-cek_fakta_satir_ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299087/original/053914000_1784192454-cek_fakta_-_Sherly_Tjoanda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5414819/original/052620000_1763352087-ilustrasi_perak.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297046/original/098584500_1784067058-Spain_s_Mikel_Oyarzabal__left__celebrates.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298306/original/004606900_1784166640-tuchel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298637/original/010650700_1784178420-INGGRIS_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519344/original/095709500_1772548220-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287272/original/017051900_1783206951-pra1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299397/original/073517100_1784250863-000_B6Z433V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290280/original/032335300_1783446810-063_2285091355.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299067/original/052484900_1784191879-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298224/original/042744300_1784155877-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4887995/original/062540200_1720596126-AP24190447290414.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264050/original/062227400_1782063258-063_2282639788.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532281/original/068580000_1628161372-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4881568/original/087545300_1719967244-fotor-ai-2024070373816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4943100/original/069960100_1726137609-20240912-Harga_Emas-ANg_2.jpg)