Prabowo Ungkap Ada Menteri Masuk Rumah Sakit karena Kerja Keras

Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi kerja keras jajaran kabinet. Bahkan, ada pejabat yang dirawat di rumah sakit akibat kelelahan bekerja.

Diterbitkan 17 Juli 2026, 19:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan sejumlah pejabat tinggi negara, mulai dari menteri hingga kepala badan, harus menjalani perawatan di rumah sakit karena kelelahan bekerja. Menurut dia, kondisi tersebut terjadi karena pemerintah tengah berpacu menyelesaikan berbagai target pembangunan.

Prabowo mengatakan, dirinya bangga melihat dedikasi para pembantunya yang bekerja tanpa mengenal waktu demi menjalankan berbagai program pemerintah.

"Saya bangga hari ini. Saya bangga melihat beberapa minggu terakhir ini kerja keras semua unsur pemerintah. Menteri-menteri, Panglima TNI, Kapolri, semuanya bekerja dengan gesit, hampir tidak mengenal istirahat," kata Prabowo saat memimpin Panen Raya Serentak di Seluruh Indonesia Bersama TNI, Jumat (17/7/2026).

Ia mengungkapkan, beban kerja yang tinggi membuat beberapa pejabat mengalami kelelahan hingga harus dirawat.

"Banyak pejabat tinggi negara, menteri-menteri, kepala badan, bahkan ada yang sampai masuk rumah sakit karena bekerja keras. Kita memang sedang mengejar berbagai sasaran pembangunan," ujarnya.

Menurut Prabowo, pemerintah sengaja bergerak cepat karena ingin mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Kita sadar bahwa rakyat sudah terlalu lama mengalami kehidupan yang tidak selayaknya dialami oleh sebuah negara besar dan kaya seperti Indonesia," ucapnya.

Karena itu, Prabowo menegaskan pemerintah yang dipimpinnya berkomitmen bekerja maksimal agar target-target pembangunan dapat dicapai dalam waktu sesingkat mungkin.

"Pemerintah yang saya pimpin bertekad untuk memberikan yang terbaik demi mencapai sasaran-sasaran yang tertinggi dalam waktu secepat-cepatnya," tegasnya.

Prabowo Pimpin Panen Raya TNI Serentak di 43 Lokasi

Presiden Prabowo Subianto memimpin Panen Raya TNI yang digelar serentak di 43 lokasi dari Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional melalui keterlibatan tiga matra TNI.

Panen raya melibatkan TNI AD, TNI AL, dan TNI AU untuk mendukung target ketahanan pangan nasional melalui komoditas padi, kedelai, dan tebu.

Pantauan Liputan6.com, Prabowo tiba di Lanud Abdulrachman Saleh sekitar pukul 14.33 WIB. Setibanya di lokasi, ia meninjau sejumlah stan yang menampilkan program unggulan TNI, termasuk berbagai inovasi hilirisasi yang mendukung peningkatan nilai tambah sektor pertanian dan industri.

Salah satu stan yang dikunjungi Prabowo menampilkan mesin pemusnah sampah MOTAH Incinerator.

Anggota TNI menjelaskan bahwa mesin karya anak bangsa tersebut mampu mengolah sampah tanpa menggunakan listrik maupun bahan bakar sehingga lebih hemat energi.

Prabowo juga mengunjungi stan tiga matra TNI yang memamerkan pengembangan komoditas tebu hingga menjadi gula. Khusus TNI AU, proses budidaya tebu didukung teknologi geospasial dan penginderaan jauh menggunakan drone.

Selanjutnya, Prabowo memimpin panen raya yang berlangsung serentak di berbagai daerah. Kegiatan itu mencakup panen tebu di delapan lokasi yang didampingi TNI AU, panen padi di 31 lokasi oleh TNI AD, serta panen kedelai di empat lokasi bersama TNI AL. 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6