Liputan6.com, Jakarta - Al Wataniah, brand parfum asal Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) yang berdiri sejak 2019, menjajal pasar wewangian Indonesia dengan beragam aroma. Siapa sangka bila perusahaan yang kini mempekerjakan 600 orang itu mengawali usaha dari berbagai bisnis, termasuk percetakan.
"Saat kami memulai brand parfum pertama, satu hal yang kami ingin perkenalkan ke dunia adalah sejarah Dubai tempat kami tinggal selama ini. Itulah asal nama Al Wataniah, warisan sejarah," kata Cassim Pardesi, Direktur ABC Fragrance, ditemui di Jakarta, Kamis, 2 Juli 2026.
Sejak awal, pihaknya bertekad memproduksi parfum semewah parfum Eropa dengan harga yang lebih terjangkau. Pihaknya bekerja sama dengan pusat-pusat bahan baku parfum berkualitas dari berbagai negara, termasuk Prancis, Jerman, dan Turki. Cassim memastikan bahwa hal itu untuk menjamin kualitas produk mereka tak kalah dari parfum yang sudah tenar.
Advertisement
Berbekal bahan baku yang dibeli, tim riset dan pengembangan (R&D) yang merupakan ahli kimia berjumlah lebih dari 15 orang meneliti aroma yang sedang populer atau diprediksi akan naik daun di dunia. Misalnya, tren wewangian gourmand yang terinspirasi dari aroma kuliner di dunia.
"Jadi, ketika mereka menyukai beragam aroma vanila, kami mencoba membuat parfum vanila. Tapi, kami menggabungkannya dengan sedikit musk, oud, sehingga warisan Dubai masuk ke aroma-aroma tersebut. Jadi, orang-orang bisa langsung mengenali, ini adalah parfum dari Dubai," tutur Cassim.
Â
Rancang Kemasan dengan Apik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288005/original/027606700_1783262089-DSC00833.jpg)
Setelah formulasi aroma ditetapkan, tahapan berikutnya adalah kontrol kualitas yang dilakukan dua lapis. Selanjutnya, produk akan melewati manajemen untuk memastikan aroma tersebut bertahan sesuai standar, lebih dari 8--9 jam, tidak menguap begitu saja.
"Karena kondisi cuaca dan kondisi kulit, reaksi wewangian ini bisa sangat berbeda-beda. Kami harus memasukkan semua faktor tersebut sebelum mendapatkan wewangian yang final," kata Cassim.
Selanjutnya, pihaknya merancang kemasan yang sesuai untuk produk parfum yang akan dijual. Berbekal pengalaman bisnis percetakan selama puluhan tahun, sejak 1964, pihaknya mencetak seluruh kotak kemasan parfum secara internal. Seluruhnya menggunakan hardbox, bukan softbox seperti kebanyakan parfum Eropa, untuk meningkatkan kesan kemewahannya.
"Tentang botol, kami membuat desain dan kemudian kami bekerja sama dengan China untuk pengadaan botol-botol kami. Bahkan untuk desainnya, jika Anda melihat beberapa desainnya, seperti Royal Oak, Al Dhaim, kami merancang cetakannya yang dibuat berdasarkan seperti konsep pembuatan jam," tutur Cassim.
Advertisement
Didistribusikan ke 110 Negara
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288006/original/084463200_1783262090-DSC00836.jpg)
Cassim mengungkapkan sejauh ini sudah sekitar 60 SKU produk yang diproduksinya, tidak terbatas pada parfum, tapi juga air freshener dan body mist. Produk tersebut sejauh ini sudah dipasarkan ke 110 negara, termasuk Indonesia.
"Itu yang membuat kami sangat bangga karena saat kami memulai brand ini, tidak ada yang tahu tentang brand ini, dan sekarang semua orang menyukainya," sahut Cassim.
Pihaknya memanfaatkan media sosial untuk menarik perhatian, terutama para pemengaruh yang fokus pada parfum dari berbagai negara. Sementara di Indonesia, mereka menggandeng distributor untuk memasarkan produk sejak setahun lalu. Hasilnya, menurut dia, sangat baik dengan 35--40 SKU sudah dipromosikan di Indonesia.
Ia optimistis jenama yang dikelolanya bisa diterima baik pasar Indonesia, terutama karena populasi muslim di Indonesia cukup banyak yang sudah pergi ke Tanah Suci. Mereka diyakini sudah familiar dengan aroma oud ataupun bakhoor yang merupakan wewangian khas Timur Tengah.Â
"Tapi, kami harus mengembangkan aroma untuk semua orang. Jadi, kami memiliki beberapa produk dengan oud, kami memiliki musk, kami memiliki kombinasi keduanya, kami memiliki aroma vanila juga," sahutnya.
3 Rekomendasi Parfum untuk Indonesia
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/9288007/original/099963000_1783262090-WhatsApp_Image_2026-07-03_at_08.30.29.jpeg)
Kamal Bhojwani, Direktur Utama PT Kharisma Sukses Persada selaku distributor parfum Al Wataniah di Indonesia, merekomendasikan tiga parfum utama untuk konsumen Indonesia. Mayoritas beraroma segar, sesuai minat konsumen Indonesia yang tinggal di wilayah beriklim tropis dengan kelembapan tinggi.
Sabah Al Ward Sugar
Bagi pecinta aroma manis, Sabah Al Ward Sugar menawarkan perpaduan floral dan fruity dengan sentuhan gourmand yang lembut. Wanginya terasa manis tanpa berlebihan, menciptakan kesan ceria, feminin, dan effortless sehingga cocok digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
Attar Al Wesal
Attar Al Wesal menghadirkan perpaduan aroma aromatik, floral, dan oriental yang memberikan kesan elegan. Karakter oriental spicy yang lembut membuatnya terasa berkelas tanpa menjadi terlalu intens, cocok bagi mereka yang menyukai aroma yang meninggalkan kesan anggun dan berkarakter.
Kayaan Gold
Bagi penyuka aroma yang lebih bold, Kayaan Gold menawarkan perpaduan amber yang hangat dengan sentuhan leather dan woody pada dry down. Komposisi ini menghadirkan kesan yang elegan, berani, dan sophisticated, menjadikannya pilihan yang tepat untuk acara spesial maupun penggunaanpada malam hari.
Â
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5344257/original/055252700_1757482470-WhatsApp_Image_2025-09-10_at_11.23.02.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287484/original/056615100_1783229292-bansos_pkh_bpnt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287416/original/074940600_1783225116-cek_fakta_sandiaga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5580034/original/026197700_1778124608-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-05-07T102932.008.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/9288004/original/038073300_1783262087-WhatsApp_Image_2026-07-03_at_08.30.30.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287948/original/075704800_1783254081-AP26185782516118.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287278/original/006462200_1783206952-pra7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257144/original/052940400_1781226984-javier-aguirre.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5245839/original/084355000_1749414399-lamine_yamal_bernardo_silva_portugal_spanyol_UNL_090625_ap_michael_probst.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264240/original/068596200_1782101163-tunisia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287279/original/022281700_1783206952-pra8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261544/original/016069100_1781743382-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257143/original/047056400_1781226984-mexico-city-stadium.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450010/original/046935500_1782346255-063_2283182603.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8452334/original/003376600_1782349228-ney.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9151520/original/070678600_1783081808-IMG_6218.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111169/original/070610800_1783062652-WhatsApp_Image_2026-07-03_at_14.05.55.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9140585/original/033805400_1783076829-Cover.jpeg)