Liputan6.com, Jakarta - Paru goreng menjadi salah satu hidangan khas Minangkabau paling digemari banyak orang, terutama saat disajikan bersama nasi hangat dan sambal pedas khas Sumatera Barat. Teknik pengolahan paru sapi memerlukan ketelitian mulai dari proses perebusan, hingga tahap penggorengan agar menghasilkan tekstur renyah sempurna. Banyak orang mencari informasi mengenai cara goreng paru ala rumah makan padang sebagai referensi, untuk menghadirkan cita rasa autentik di dapur rumah sendiri.
Dalam tradisi kuliner rumah makan Padang, paru diolah melalui tahapan panjang agar aroma amis hilang total dan bumbu meresap hingga ke dalam serat daging. Proses ini menjadikan hasil akhir lebih gurih, kering dan tahan disimpan lebih lama. Penerapan cara goreng paru ala rumah makan padang sering menjadi kunci utama, agar hasil masakan memiliki karakteristik rasa kuat seperti hidangan restoran Minang pada umumnya.
Pengolahan paru tidak hanya bergantung pada bumbu rempah, tetapi juga teknik pemotongan serta pengendalian suhu minyak saat proses penggorengan berlangsung. Kesalahan kecil dalam tahap ini dapat membuat tekstur menjadi alot atau terlalu berminyak, sehingga mengurangi kenikmatan saat disantap. Pemahaman mendalam tentang cara goreng paru ala rumah makan padang membantu menghasilkan hidangan yang konsisten renyah dan beraroma khas.
Advertisement
Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (27/4/2026).
1. Rebus Paru dengan Bumbu Rempah yang Kuat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566347/original/060164500_1777176946-paru_goreng.jpg)
Langkah awal yang menjadi fondasi utama dalam cara membuat paru goreng ala rumah makan Padang adalah proses perebusan paru sapi hingga benar-benar empuk dan matang sempurna. Pada tahap ini, penggunaan bumbu rempah tidak bisa dilakukan secara sembarangan, melainkan harus kaya rasa dan aromatik agar mampu menembus serat daging paru yang cenderung padat. Biasanya digunakan kombinasi bawang putih, bawang merah, lengkuas, daun salam, serai, garam, serta sedikit ketumbar yang diremukkan untuk memperkuat aroma. Proses perebusan ini memiliki peran ganda, tidak hanya berfungsi menghilangkan bau amis khas jeroan, tetapi juga memberikan lapisan rasa gurih alami yang meresap hingga ke dalam serat paru, sehingga ketika digoreng nantinya hasilnya akan jauh lebih sedap, pekat, dan mendekati cita rasa khas rumah makan Padang yang dikenal kaya bumbu.
2. Iris Paru Tipis dan Merata
Setelah proses perebusan selesai dan paru sudah didinginkan hingga mencapai suhu aman untuk diolah, tahap berikutnya adalah melakukan pemotongan secara tipis dan seragam. Teknik pengirisan ini tidak boleh dilakukan secara asal, karena ketebalan yang tidak konsisten akan menghasilkan tingkat kematangan yang berbeda saat digoreng. Rumah makan Padang umumnya sangat memperhatikan detail ini, di mana paru dipotong tipis dengan ukuran yang relatif sama agar setiap bagian mendapatkan panas secara merata. Hasil irisan yang tepat akan menghasilkan tekstur akhir yang lebih renyah, ringan, dan tidak alot saat dikunyah, sehingga memberikan sensasi kriuk yang khas dan memuaskan ketika disantap.
3. Gunakan Rendaman Bumbu Sebelum Digoreng
Agar cita rasa paru semakin dalam dan tidak hanya terasa di bagian luar saja, proses marinasi atau perendaman bumbu menjadi langkah penting yang tidak boleh dilewatkan. Paru yang sudah diiris biasanya kembali direndam dalam bumbu halus yang terdiri dari bawang putih, ketumbar, garam, serta tambahan kunyit yang memberikan warna sekaligus aroma khas. Proses ini memungkinkan bumbu masuk lebih jauh ke dalam permukaan paru, sehingga rasa gurih tidak hanya berada di lapisan luar, melainkan menyatu hingga ke dalam. Teknik ini menjadi salah satu rahasia kelezatan paru goreng ala rumah makan Padang yang terasa lebih kaya dan berkarakter dibandingkan olahan rumahan biasa.
4. Keringkan Paru Sebelum Digoreng
Salah satu kunci utama untuk menghasilkan tekstur renyah maksimal adalah memastikan paru benar-benar kering sebelum masuk ke dalam minyak panas. Setelah proses marinasi atau perebusan, paru masih menyimpan kadar air yang cukup tinggi, sehingga perlu dilakukan proses pengeringan secara alami, baik dengan cara ditiriskan dalam waktu lama maupun dijemur sebentar di bawah sinar matahari. Semakin rendah kadar air pada permukaan paru, maka semakin besar peluang menghasilkan tekstur gorengan yang garing dan tidak berminyak. Tahap ini sering menjadi pembeda antara hasil gorengan biasa dan paru goreng dengan kualitas seperti rumah makan Padang.
Advertisement
5. Gunakan Minyak Banyak dan Panas Stabil
Teknik penggorengan yang tepat sangat menentukan hasil akhir dari paru goreng. Metode yang digunakan biasanya adalah deep frying, di mana paru harus terendam sepenuhnya dalam minyak panas agar matang merata dari seluruh sisi. Jumlah minyak yang cukup banyak akan membantu menjaga stabilitas suhu selama proses penggorengan berlangsung. Pada awalnya, suhu minyak tidak boleh terlalu tinggi agar bagian luar tidak cepat gosong sementara bagian dalam masih lembek. Setelah paru mulai mengering dan berubah warna, barulah api dapat sedikit dinaikkan untuk mendapatkan tingkat kerenyahan yang maksimal dan warna keemasan yang menggugah selera.
6. Goreng Bertahap Jangan Sekaligus Banyak
Kesalahan yang sering terjadi dalam proses penggorengan adalah memasukkan terlalu banyak paru dalam satu waktu, yang justru dapat menurunkan suhu minyak secara drastis. Hal ini akan menyebabkan paru menyerap minyak lebih banyak dan hasil akhirnya menjadi lembek serta kurang renyah. Oleh karena itu, penggorengan sebaiknya dilakukan secara bertahap dalam jumlah kecil agar setiap potongan mendapatkan panas yang merata. Teknik ini sangat penting untuk menjaga kualitas tekstur akhir agar tetap crispy seperti standar olahan rumah makan Padang yang terkenal konsisten.
7. Tiriskan dengan Benar Setelah Digoreng
Setelah paru mencapai tingkat kematangan dan kerenyahan yang diinginkan, langkah selanjutnya adalah proses penirisan yang tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Paru harus segera diangkat dari minyak panas dan diletakkan di atas rak kawat atau tisu dapur yang mampu menyerap kelebihan minyak. Hindari menumpuk paru dalam keadaan masih panas, karena uap air yang terperangkap akan membuat tekstur kembali lembek dan kehilangan kerenyahannya. Teknik penirisan yang tepat akan membantu mempertahankan kualitas kriuk lebih lama sehingga hasil akhirnya tetap optimal saat disajikan.
8. Tambahkan Sentuhan Bumbu Kering (Opsional)
Sebagai sentuhan akhir yang sering digunakan pada beberapa rumah makan Padang, paru goreng dapat ditambahkan taburan bumbu kering untuk memperkuat aroma dan cita rasa. Biasanya digunakan bawang putih bubuk, garam halus, atau campuran bumbu khas lainnya yang ditaburkan segera setelah paru selesai digoreng. Penambahan ini memberikan aroma yang lebih tajam serta rasa yang lebih “nendang” saat disantap. Meskipun bersifat opsional, teknik ini mampu meningkatkan kualitas rasa secara signifikan dan membuat hidangan paru goreng terasa lebih autentik dan menggugah selera.
Resep Paru Goreng Padang Klasik Gurih Renyah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566348/original/088911900_1777176946-paru_goreng_pedas.jpg)
Resep ini paling umum ditemukan di rumah makan Padang dengan cita rasa gurih kuat dan tekstur kering renyah.
Bahan:
- 500 gram paru sapi segar
- 1,5 liter air untuk merebus
- 5 siung bawang putih
- 6 siung bawang merah
- 2 batang serai (memarkan)
- 3 lembar daun salam
- 2 cm lengkuas (memarkan)
- 1 sdm ketumbar
- Garam secukupnya
- Minyak untuk menggoreng
Cara Membuat:
- Paru direbus terlebih dahulu hingga benar-benar matang dan empuk bersama bawang putih, bawang merah, serai, daun salam, lengkuas, ketumbar, serta garam agar bumbu meresap sempurna. Proses perebusan ini biasanya memakan waktu cukup lama sampai tekstur paru menjadi lebih lunak dan tidak berbau amis. Setelah matang, paru diangkat lalu didinginkan terlebih dahulu sebelum diiris tipis agar tidak hancur saat dipotong.
- Setelah dingin, paru diiris tipis dengan ukuran seragam agar hasil gorengan lebih merata. Paru kemudian bisa ditiriskan atau dijemur sebentar supaya kadar air berkurang sehingga saat digoreng hasilnya lebih renyah. Minyak dipanaskan dalam jumlah banyak, lalu paru digoreng hingga berubah warna menjadi cokelat keemasan dan teksturnya kering.
- Setelah matang, paru diangkat dan ditiriskan di atas saringan agar minyak benar-benar turun. Hasilnya adalah paru goreng khas Padang yang gurih, renyah, dan cocok sebagai lauk pendamping nasi hangat dan sambal lado.
Resep Paru Goreng Padang Bumbu Kunyit Pedas Gurih
Resep ini memiliki cita rasa lebih kuat karena tambahan kunyit dan cabai yang memberi warna serta aroma khas.
Bahan:
- 500 gram paru sapi
- 1,5 liter air
- 5 siung bawang putih
- 7 siung bawang merah
- 3 cm kunyit
- 1 sdt ketumbar
- 3 lembar daun jeruk
- 2 batang serai
- Garam secukupnya
- Cabai merah sesuai selera
- Minyak untuk menggoreng
Cara Membuat:
- Paru direbus terlebih dahulu bersama bawang putih, bawang merah, kunyit, ketumbar, daun jeruk, serai, cabai merah, dan garam hingga bumbu benar-benar meresap. Proses perebusan ini membuat paru lebih wangi, tidak amis, serta memiliki rasa dasar yang kuat seperti hidangan khas Padang pada umumnya.
- Setelah empuk, paru didinginkan lalu diiris tipis-tipis. Irisan paru kemudian dibiarkan agak kering agar tidak banyak mengandung air sebelum masuk ke proses penggorengan. Pengeringan ini penting untuk mendapatkan tekstur yang garing maksimal.
- Paru digoreng dalam minyak panas dengan api sedang hingga warnanya berubah menjadi cokelat keemasan dan teksturnya kering. Setelah matang, angkat dan tiriskan hingga minyak berkurang. Hasil akhirnya adalah paru goreng dengan aroma kunyit yang khas, rasa gurih pedas, dan tekstur renyah yang lebih kaya rempah.
Advertisement
Tips Anti Gagal
- Kunci awal keberhasilan ada pada bahan utama. Paru segar biasanya berwarna merah muda kecokelatan dan tidak berbau menyengat. Hindari paru yang terlalu gelap atau berlendir karena akan memengaruhi rasa akhir meskipun sudah dibumbui kuat.
- Jangan setengah matang. Paru harus direbus cukup lama bersama rempah seperti bawang putih, ketumbar, daun salam dan lengkuas agar teksturnya lembut dan aroma amis hilang sempurna. Jika masih alot, hasil gorengan akan keras dan kurang enak dikunyah.
- Ini tahap paling penting dalam cara goreng paru ala rumah makan Padang. Paru yang masih basah akan membuat minyak meletup dan hasilnya lembek. Setelah direbus, diamkan beberapa jam atau jemur sebentar agar kadar air turun drastis.
- Memotong saat paru masih panas bisa membuat teksturnya hancur. Setelah agak dingin, paru lebih padat sehingga mudah dibentuk kotak atau irisan tipis yang hasil gorengnya nanti lebih cantik dan renyah.
- Paru harus “terendam” saat digoreng agar matang merata. Minyak yang kurang panas membuat paru menyerap minyak berlebih, sedangkan minyak terlalu panas bisa membuat bagian luar cepat gosong sementara dalam belum kering.
- Jangan memasukkan paru terlalu banyak sekaligus. Hal ini bisa menurunkan suhu minyak secara drastis dan membuat hasil gorengan lembek serta berminyak.
- Beberapa versi rumah makan menambahkan lapisan tipis tepung beras atau maizena sebelum digoreng untuk hasil lebih renyah. Namun jangan berlebihan agar tidak mengubah rasa asli paru.
- Setelah digoreng, jangan langsung ditumpuk. Tiriskan agar minyak berlebih turun sehingga tekstur tetap garing lebih lama dan tidak cepat lembek.
- Menutup paru goreng saat masih panas akan membuat uap air terperangkap dan membuat tekstur melempem. Biarkan terbuka sampai suhu turun.
FAQ Seputar Topik
Apa rahasia paru goreng Padang bisa garing dan tidak alot?
Rahasia utamanya adalah mengiris paru setipis mungkin setelah direbus empuk, serta menggunakan pelapis seperti tepung beras saat menggoreng.
Bumbu apa saja yang umum digunakan untuk membuat paru goreng Padang?
Bumbu halus meliputi bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, lengkuas, ketumbar, merica, kemiri, pala, garam, kaldu bubuk, dan gula, ditambah bumbu aromatik seperti daun salam, serai, daun jeruk, dan daun kunyit.
Mengapa paru sapi perlu direbus dua kali atau diungkep?
Perebusan dua kali bertujuan untuk menghilangkan bau amis, membersihkan kotoran, dan membuat paru empuk serta meresap bumbu rempah.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5560136/original/057890300_1776659894-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-20T113652.901.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259429/original/010721900_1781500706-cek_fakta_cpns_PUPR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5421569/original/046140800_1763950258-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-24T082534.482.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5136323/original/018303500_1739855855-cek_fakta_keroncong.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566349/original/018723900_1777176947-paru_gorengg.jpg)


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5541409/original/060127000_1774861518-sambal_bawang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307205/original/066565100_1784966682-58fc11b2-e161-4f1b-845f-fe0e3c5c1849.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306096/original/094510800_1784859881-Gemini_Generated_Image_l26v41l26v41l26v.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306092/original/041197800_1784859164-HL_Ikan_goreng.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306085/original/073609300_1784858509-Gemini_Generated_Image_tkpwydtkpwydtkpw.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5514605/original/080630800_1772096607-opor_ayam_gemini.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472482/original/096114800_1768367502-Gemini_Generated_Image_qf2l7qqf2l7qqf2l.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304796/original/084870800_1784772961-Gemini_Generated_Image_cz5rahcz5rahcz5r.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304820/original/060735000_1784774067-65b1b36f-e972-47b9-aa36-e5d8445332be.jpg)