Cara Membuat Buras Kukus, Hidangan Tradisional Gurih Khas Sulawesi

0(0)

Ketahui cara membuat buras kukus, hidangan tradisional khas Sulawesi yang lezat dan gurih, lengkap dengan tips agar hasilnya maksimal dan tahan lama.

Diterbitkan 10 Maret 2026, 16:59 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Berikan Rating Untuk Resep Ini

closecheck

Thanks For Rating!

Terima kasih sudah membantu banyak orang dengan ratingmu

Liputan6.com, Jakarta - Buras kukus, hidangan tradisional Indonesia, memiliki tempat istimewa dalam khazanah kuliner Nusantara. Makanan ini dikenal dengan teksturnya yang lembut dan rasa gurih yang khas, seringkali menjadi sajian utama dalam berbagai perayaan dan acara penting. Buras kukus merupakan olahan beras yang dimasak dengan santan, kemudian dibungkus rapi menggunakan daun pisang, memberikan aroma alami yang menggugah selera. Cara membuat buras kukus juga cukup sederhana dan dapat dilakukan dengan bahan-bahan yang mudah ditemukan di dapur.

Hidangan ini memiliki akar budaya yang kuat, terutama di kalangan masyarakat Bugis-Makassar di Sulawesi Selatan. Buras sering disajikan sebagai pelengkap hidangan berkuah seperti Coto Makassar, Sop Konro, atau Pallubasa, menjadikannya bagian tak terpisahkan dari tradisi kuliner daerah tersebut. Kehadiran buras pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha juga menjadi penanda kebersamaan dan keramahtamahan.

Membuat buras kukus memerlukan ketelitian dalam pemilihan bahan dan proses memasak. Panduan ini akan menguraikan langkah-langkah pembuatan buras kukus, mulai dari bahan-bahan yang dibutuhkan hingga tips penyimpanan, agar hasilnya maksimal dan dapat dinikmati bersama keluarga.

Bahan-bahan Utama untuk Buras Kukus

Persiapan bahan merupakan langkah awal dalam membuat buras kukus. Bahan-bahan ini akan menentukan cita rasa dan tekstur buras yang dihasilkan.

  • Beras: 1 kg beras pulen.
  • Santan kental: 1,5 liter santan kental dari 1 butir kelapa besar atau 900 gram santan dari 1 butir kelapa parut. Beberapa resep juga menyebutkan 2 liter santan dari 1 butir kelapa.
  • Garam: 2 sendok makan garam atau secukupnya.
  • Daun salam: 2-3 lembar daun salam.
  • Daun pandan: 2 lembar daun pandan, dipotong-potong.
  • Serai: 1 batang serai, dimemarkan.
  • Daun pisang: Secukupnya untuk membungkus. Daun pisang muda disarankan.
  • Tali: Tali rafia atau benang kasur untuk mengikat.

Langkah Cara Membuat Buras Kukus

Proses pembuatan buras kukus melibatkan beberapa tahapan penting. Setiap tahapan memiliki peran penting dalam menghasilkan buras dengan tekstur dan rasa yang diinginkan.

Langkah-langkah membuat buras dimulai dengan mengolah beras dan santan. Kemudian dilanjutkan dengan pembungkusan dan proses pengukusan hingga matang sempurna.

  1. Cuci Beras dan Kukus Setengah Matang: Cuci beras hingga bersih, lalu tiriskan. Kukus beras hingga setengah matang, sekitar 20 menit.
  2. Masak Santan dan Campurkan ke Beras: Masak santan bersama daun salam, daun pandan, serai, dan garam hingga mendidih. Setelah beras setengah matang, angkat dan masukkan ke dalam wadah bersih. Tuang santan yang sudah dimasak ke dalam beras, aduk rata hingga santan meresap. Proses ini disebut mengaron.
  3. Diamkan Nasi Aron: Tutup wadah dan biarkan nasi aron beristirahat sejenak selama 10 menit agar santan benar-benar meresap ke dalam beras. Beberapa resep menyarankan untuk menumbuk nasi menggunakan cobek agar buras lebih cepat lunak.
  4. Bungkus dengan Daun Pisang: Siapkan daun pisang yang sudah dilayukan agar tidak mudah sobek. Ambil sekitar 2-3 sendok makan nasi aron, letakkan di atas daun pisang. Bungkus nasi membentuk persegi atau pipih memanjang.
  5. Ikat Buras: Ambil dua bungkus buras, tempelkan kedua sisinya (bagian lipatan), kemudian ikat dengan tali rafia atau benang katun hingga menyatu. Pastikan ikatan kuat dan rapi agar buras tidak terlepas saat dimasak.
  6. Kukus Buras: Susun buras yang sudah diikat ke dalam dandang atau panci kukusan. Kukus buras dalam dandang panas selama 40 menit hingga 1 jam atau hingga matang sempurna. Beberapa resep menyebutkan waktu kukus total bisa mencapai 2-3 jam, terutama jika direbus.

Tips agar Hasil Buras Kukus Maksimal

Untuk mendapatkan buras kukus dengan kualitas terbaik, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Tips ini akan membantu menghasilkan buras yang pulen, gurih, dan tidak mudah basi.

  • Pilih Beras Berkualitas: Gunakan beras pulen dengan kualitas baik agar buras memiliki tekstur lembut dan tidak mudah hancur. Beras berkualitas juga akan membuat buras lebih gurih dan tahan lama.
  • Perbandingan Santan Tepat: Pastikan perbandingan beras dan santan sesuai. Terlalu banyak santan dapat membuat buras lembek, sementara terlalu sedikit santan akan menghasilkan buras yang keras.
  • Aduk Nasi Aron Secara Merata: Aduk terus campuran beras dan santan saat memasak aron untuk mencegah santan pecah dan beras menggumpal di dasar panci.
  • Layukan Daun Pisang: Layukan daun pisang terlebih dahulu sebelum digunakan. Ini membuat daun lebih lentur, mudah dibentuk, dan tidak mudah sobek saat membungkus.
  • Pembungkusan yang Rapi: Bungkus adonan nasi dengan rapi namun tidak terlalu padat. Pembungkusan yang terlalu padat dapat menghambat nasi mengembang sempurna. Ikat buras dengan teratur dan tekanan yang setara agar kuat dan tidak mudah terbongkar.
  • Waktu Memasak yang Cukup: Pastikan buras dikukus atau direbus dalam waktu yang cukup lama agar matang sempurna dan tahan lebih lama.

Cara Penyimpanan Buras Kukus yang Tepat

Penyimpanan buras yang benar akan menjaga kualitas dan memperpanjang masa simpannya. Buras dapat disimpan dalam beberapa cara tergantung kebutuhan agar tetap segar.

Setelah buras matang, biarkan dingin terlebih dahulu sebelum disimpan. Penyimpanan yang tepat akan menjaga buras tetap segar dan tidak cepat basi.

  • Suhu Ruang: Buras dapat bertahan 4-5 hari di suhu ruang jika proses pembuatannya benar dan tidak basi. Namun, umumnya disarankan untuk mengonsumsi buras dalam waktu 24 jam jika disimpan pada suhu ruang.
  • Lemari Es: Untuk penyimpanan jangka pendek, buras dapat bertahan hingga 3-4 hari jika disimpan dalam lemari es. Pastikan buras dingin sebelum dimasukkan ke dalam wadah tertutup di lemari es.
  • Pembekuan (Freezer): Buras dapat dibekukan untuk penyimpanan jangka panjang. Bungkus buras dengan rapat menggunakan plastik wrap atau wadah kedap udara sebelum dimasukkan ke dalam freezer.
  • Cara Menghangatkan: Buras yang disimpan dapat dihangatkan kembali dengan cara dikukus selama 5-10 menit atau dipanaskan dalam microwave selama 1-2 menit.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Buras Kukus

Q: Apa itu buras?

A: Buras adalah hidangan tradisional Indonesia, khususnya dari Sulawesi Selatan, yang terbuat dari beras yang dimasak dengan santan, dibungkus daun pisang, dan dikukus atau direbus hingga matang. Buras memiliki tekstur lembut dan rasa gurih.

Q: Apa perbedaan buras dan lontong?

A: Buras dan lontong memiliki beberapa perbedaan. Buras umumnya dicampur dengan santan, kelapa parut, dan garam, sehingga rasanya lebih gurih. Sementara itu, lontong murni terbuat dari beras dan air, sehingga rasanya tawar. Bentuk buras juga cenderung lebih pendek dan pipih dibandingkan lontong yang lonjong. Buras biasanya diikat berpasangan, sedangkan lontong tidak.

Q: Berapa lama buras dapat bertahan?

A: Buras dapat bertahan 3-4 hari jika disimpan dalam lemari es. Jika disimpan pada suhu ruang, sebaiknya dikonsumsi dalam waktu 24 jam, meskipun beberapa sumber menyebutkan buras bisa bertahan 4-5 hari di suhu ruang jika proses pembuatannya benar.

Q: Bisakah buras dibekukan?

A: Ya, buras bisa dibekukan untuk penyimpanan jangka panjang. Pastikan untuk membungkusnya dengan rapat menggunakan plastik wrap atau wadah kedap udara sebelum dimasukkan ke dalam freezer.

Q: Lauk apa yang cocok disajikan dengan buras?

A: Buras sering disajikan sebagai pendamping hidangan berkuah. Beberapa lauk yang cocok antara lain Coto Makassar, Sop Konro, Pallubasa, kari ayam, atau sayur lodeh.

Berikan Rating Untuk Resep Ini

closecheck

Thanks For Rating!

Terima kasih sudah membantu banyak orang dengan ratingmu