Liputan6.com, Jakarta - Gerakan body positivity kembali menghadapi tantangan ketika standar kecantikan bergeser dan tubuh sangat kurus mulai kembali dianggap sebagai gambaran ideal di tengah tren kecantikan yang terus berubah.
Tren tersebut terlihat dalam industri hiburan dan budaya populer, membuat perjuangan untuk menghadirkan representasi tubuh yang lebih beragam kembali menjadi sorotan.
Melansir Glamour, Jumat (25/9/2026), perubahan ini mulai terlihat sejak 2022 dan semakin terasa tahun lalu. Kemunculan tren tubuh kurus berlangsung di tengah meningkatnya penggunaan obat penurun berat badan berbasis GLP-1, prosedur kecantikan, filter digital, kecerdasan buatan, dan foto yang telah melalui banyak penyuntingan.
Advertisement
Perkembangan tersebut membuat gambaran tubuh tertentu semakin mudah ditemukan di media sosial. Tampilan yang terlihat sempurna pun dapat menciptakan standar yang sulit dicapai dalam kehidupan sehari-hari.
Meski begitu, body positivity tidak berhenti pada ajakan untuk mencintai tubuh sendiri. Gerakan ini juga berkembang dengan mendorong keberagaman representasi serta kebebasan setiap orang dalam menentukan pilihan terhadap tubuhnya.
Penerimaan terhadap tubuh pun tidak selalu berarti harus menyukainya setiap saat. Hal ini juga mencakup hak untuk menjalani kehidupan tanpa mengalami diskriminasi karena bentuk atau ukuran tubuh.
Seiring perubahan tren kecantikan, pembahasan mengenai body positivity turut berkembang. Media sosial, teknologi digital, dan tren penurunan berat badan menjadi bagian dari tantangan baru yang memengaruhi cara masyarakat melihat tubuh.
Gerakan Penerimaan Tubuh
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5298547/original/094023100_1753765531-salah-pictures-RCdHGrKosqM-unsplash.jpg)
Akar gerakan body positivity sudah muncul sejak akhir 1960-an melalui inisiasi fat acceptance. Salah satu tonggak pentingnya terjadi pada 1969, ketika Asosiasi Nasional untuk Mendorong Penerimaan terhadap Tubuh Gemuk (NAAFA) didirikan di Amerika Serikat untuk mendorong perubahan pandangan terhadap orang bertubuh gemuk.
Memasuki pertengahan 1990-an, istilah body positive mulai digunakan dengan makna yang lebih luas. Melansir Verywell Mind, The Body Positive didirikan pada 1996 untuk menyediakan edukasi yang membantu seseorang membangun hubungan lebih sehat dengan tubuhnya sekaligus mengurangi tekanan untuk terus menurunkan berat badan.
Gerakan ini kemudian berkembang pesat sekitar 2012. Kehadiran media sosial, terutama Instagram, membuat pesan tentang penerimaan tubuh semakin mudah menjangkau publik. Body positivity pun mulai dikenal sebagai gerakan yang mengajak masyarakat menerima keberagaman bentuk tubuh.
Advertisement
Cara Membangun Penerimaan yang Lebih Sehat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5338010/original/085401100_1756963308-young-women-like-eat-vegetables-pink.jpg)
Bagi sebagian orang, tuntutan untuk selalu berpikir positif tentang tubuh justru bisa menjadi beban tambahan. Kondisi ini terutama terasa ketika seseorang sedang menghadapi rasa cemas atau memiliki hubungan yang kurang baik dengan penampilannya.
Gambaran tubuh ideal yang banyak beredar juga tidak seharusnya menjadi tolok ukur nilai seseorang. Bentuk dan ukuran tubuh bukan penentu harga diri maupun kualitas diri.
Mengulang afirmasi positif pun tidak selalu memberikan dampak yang sama bagi setiap orang. Jika kalimat tersebut terasa tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya dirasakan, memaksakan pikiran positif justru dapat membuat seseorang semakin tertekan.
Pendekatan yang lebih realistis bukan berarti berhenti menghargai diri sendiri. Seseorang dapat mulai dengan mengenali pikiran negatif tentang tubuh, kemudian mencoba melihatnya secara lebih seimbang dan tidak terlalu menghakimi diri sendiri. Dengan cara ini, penerimaan diri tidak harus selalu berbentuk perasa
Terapkan Netralitas Tubuh
![[Fimela] Berat badan ideal](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/NqyqS1tQ2Op12QxF7kJuxVM1Chw=/0x329:5760x3575/640x360/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2404052/original/039173100_1541746083-alan-ko-617608-unsplash.jpg)
Body neutrality dapat menjadi pilihan bagi mereka yang merasa sulit untuk selalu mencintai tubuhnya. Pendekatan ini menempatkan tubuh sebagai bagian dari diri, bukan satu-satunya ukuran untuk menentukan nilai seseorang. Bentuk, ukuran, dan penampilan fisik bukan penentu harga diri.
Rasa tidak percaya diri atau kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain juga tidak selalu hilang. Karena itu, penting untuk membangun hubungan yang lebih realistis dengan tubuh.
Salah satunya dengan memilih pakaian berdasarkan kondisi tubuh saat ini. Kenakan busana yang nyaman dan membuat diri merasa lebih percaya diri, tanpa menunggu perubahan bentuk tubuh terlebih dahulu.
Hal serupa dapat diterapkan saat menggunakan media sosial. Pilih konten yang memberikan pengalaman lebih positif serta menampilkan keberagaman bentuk tubuh, warna kulit, dan gender.
Dengan begitu, ruang digital tidak hanya berisi satu gambaran tentang penampilan ideal, tapi juga memberi kesempatan untuk melihat bahwa setiap orang memiliki karakteristik fisik yang berbeda.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358245/original/052346800_1790327542-HOAX__24_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358342/original/058812500_1790333709-cek_fakta_-_bantuan_bibit_ayam_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316388/original/075760100_1785924799-cek_fakta_-_cpns_kementerian_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317863/original/052285500_1786075641-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-07T110613.668.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3563339/original/067431200_1630981544-amanda-vick-pPV-kqfs5wA-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2969146/original/019017700_1573882412-Photo_by_Riki_on_Unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358104/original/046089100_1790323187-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358065/original/059668600_1790321705-kev-costello-w3jVXGkYZCw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4149878/original/002223700_1662538922-mufid-majnun-MHcg_VUA46c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358291/original/084430200_1790329397-HL_Ayam_Rica.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5277742/original/010274200_1752044525-IMG-20250709-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5242716/original/083013200_1749039643-Sebagai_pemimpin-min__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3225140/original/057920300_1598947174-man-woman-are-sitting-table-talking-quarreling-with-each-other-real-quarrel-household-issues_163305-6357.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358017/original/064603500_1790319501-bottom_watering_3.jpeg)