Liputan6.com, Jakarta - Satu-satunya korban selamat dari kecelakaan pesawat Air India mengaku bahwa dia telah "dihancurkan" trauma tersebut. Penerbangan Air India 171 menabrak sebuah bangunan, menewaskan 241 orang di dalamnya, tepat setelah lepas landas di Ahmedabad, Gujarat, pada 12 Juni 2025.
Warga negara Inggris Viswashkumar Ramesh jadi satu-satunya penumpang yang melarikan diri dari reruntuhan. Dalam sebuah wawancara dengan Sophy Ridge di program Mornings with Ridge dan Frost, Sky News, seperti dilansir Rabu (5/11/2025), Ramesh tercekat dan secara teratur terdiam lama saat dia mencoba mengingat hari itu.
Pria berusia 40 tahun itu berada di kursi 11A yang sekarang jadi terkenal, yang terletak di sebelah pintu darurat, tempat ia keluar setelah Boeing 787 Dreamliner jatuh. Berbulan-bulan kemudian, Ramesh berbagi dampak hari itu dalam upaya mencoba mendapatkan kembali kendali atas hidupnya.
Advertisement
Juga, untuk menekan Air India agar menangani dampak kecelakaan itu pada dirinya dan keluarganya. Namun, membicarakannya jelas traumatis. "Sangat menyakitkan berbicara tentang (kecelakaan) pesawat itu," katanya lirih.
Ketika ditanya oleh Ridge apakah dia dapat berbicara tentang apa yang terjadi saat itu, Ramesh terdiam. Ia akhirnya mengatakan, kecelakaan itu membuatnya merasa "sangat terpukul," dan menambahkan hal yang sama juga dirasakan anggota keluarganya yang lain.
Dia tidak keluar rumah, katanya, malah duduk sendirian di kamar tidurnya, dan "tidak melakukan apapun." Ramesh mengaku masih merasakan ketidaknyamanan fisik, nyeri lutut, bahu, dan punggung, serta luka bakar di lengan kirinya.
Tidak Cukup Mendukung Korban Air India
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5251493/original/084990900_1749798379-20250613-PM_India-AFP_6.jpg)
Istrinya, katanya, harus membantunya mandi. Dia dan istrinya tinggal di Leicester, Inggris, bersama putra mereka yang berusia empat tahun, Divang.
Ramesh didampingi pemimpin masyarakat Leicester Sanjiv Patel dan penasihat, sekaligus juru bicaranya Radd Seiger untuk memberi dukungan saat ia berbicara pada Ridge. Keduanya mengatakan hal-hal yang ia butuhkan untuk kembali menjalani hidupnya "tidak ada habisnya," tapi hal itu dimulai dengan "hal-hal praktis," seperti dukungan finansial.
Ramesh dan Ajaykumar, saudaranya yang meninggal dalam kecelakaan tragis itu, menggunakan "seluruh tabungan mereka" untuk mendirikan bisnis perikanan di India, yang membuat mereka sering terbang ke sana bersama-sama dari Inggris.
Bisnis tersebut telah berhenti berjalan sejak krisis tersebut, yang berarti keluarga besar Ramesh di Inggris dan India tidak mempunyai penghasilan, menurut Patel.
Advertisement
Kompensasi dari Air India
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5258751/original/036158100_1750399264-000_62CU8G9.jpg)
Mereka mengatakan, Air India telah menawarkan pembayaran kompensasi sebesar 21,5 ribu pound sterling (sekitar Rp 468 juta), yang diberikan pada penggugat sebelum mencapai akhir klaim cedera pribadi. Seorang juru bicara Tata Group, perusahaan induk Air India, mengatakan pada Sky News bahwa Ramesh menerima pembayaran tersebut dan telah ditransfer padanya.
Namun, Seiger mengatakan, jumlah tersebut "tidak cukup" untuk memenuhi semua kebutuhan Ramesh saat ia tidak dapat bekerja atau meninggalkan rumah, mulai dari bantuan mengantar putranya ke sekolah, makanan, hingga dukungan medis dan psikiatris.
Mereka mengajukan petisi agar pembayaran dilakukan lebih dari sekadar tunai, yang menurut mereka akan mereduksi Ramesh jadi "angka di lembar kerja." Mereka ingin kepala eksekutif Air India, Campbell Wilson, bertemu dengannya, keluarganya, dan keluarga korban lain dalam kecelakaan itu, mendengar perjuangan mereka dan "berbicara sebagai manusia."
Mendesak PM Inggris
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5250636/original/031577900_1749726586-20250612-Pesawat_India_Jatuh-AFP_4.jpg)
Juru bicara Air India mengatakan, "Kami sangat menyadari tanggung jawab kami untuk memberi dukungan pada Tuan Ramesh melalui masa yang pasti tidak terbayangkan ini. Kepedulian terhadapnya—dan semua keluarga yang terdampak tragedi ini—tetap jadi prioritas utama kami."
Para pemimpin senior Tata Group terus mengunjungi keluarga untuk menyampaikan belasungkawa terdalam mereka. "Perwakilan Ramesh telah ditawari mengatur pertemuan tersebut. Kami akan terus menghubungi dan sangat berharap mendapatkan tanggapan positif."
"Kami sangat menyadari bahwa ini masih merupakan masa yang sangat sulit bagi semua yang terdampak dan kami terus menawarkan dukungan, kasih sayang, dan kepedulian yang kami bisa dalam situasi ini," klaimnya.
Patel juga mengklaim pemerintah Inggris mencabut Universal Credit milik keluarga Ramesh setelah mereka pergi ke India pascabencana. Mereka mendesak Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengamati keadaan keluarga tersebut dan menekan Air India agar berbuat lebih banyak untuk membantu.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4878844/original/041447300_1719664938-WhatsApp_Image_2024-06-29_at_19.29.14_c652b0f2.jpg)
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5568076/original/025738900_1777349129-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-28T110443.057.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308503/original/024029000_1785145244-prasetyo_hadi__pensiunan_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5288151/original/067339000_1752895807-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308316/original/080408800_1785136454-cek_fakta_-_penggerak_HAM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5251499/original/022924500_1749798665-20250613-PM_India-AFP_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300793/original/087142300_1784381828-email-attachment_2026_07_18_fauzan_4-hari-berpegangan-di-rumah-ikan-nelayan-5-penumpang-km-nurul-salsa-ditemukan-selamat_884791.jpg)