Dua Penumpang KM Nurul Salsa Berteman Tiga Jenazah Mengapung di Atas Gabus

Kedua korban ditemukan selamat usai empat hari terombang-ambing.

OlehFauzan
Diterbitkan 19 Juli 2026, 17:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harapan kembali muncul di tengah tragedi tenggelamnya KM Nurul Salsa. Dua penumpang yang sempat dinyatakan hilang akhirnya ditemukan selamat setelah bertahan selama empat hari terombang-ambing di lautan lepas.

Keduanya ditemukan nelayan KM Bari-Baria 05 di perairan Pulau Sanipa, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkep, Minggu (19/7/2026) sekira pukul 13.00 Wita. Saat ditemukan, keduanya mengapung di atas selembar gabus sambil mengenakan jaket pelampung, dalam kondisi lemas setelah berhari-hari berjuang melawan ganasnya ombak.

Dua korban tersebut adalah Asmal alias Jamsal (24) dan Nurmiati (46), warga Dusun Tangnga, Desa Tanamalala, Kecamatan Pasimasunggu, Kabupaten Kepulauan Selayar.

Humas Polres Kepulauan Selayar, Aiptu Suardi Alimuddin, mengatakan kedua korban langsung dievakuasi ke Pulau Matala'ang dan dibawa ke rumah Ketua BPD Sabalana, Faril Paharu, untuk mendapatkan pertolongan awal.

"Kedua korban ditemukan di atas gabus menggunakan jaket pelampung (life jacket)," ujar Suardi kepada wartawan, Minggu (19/7/2026).

Di balik kabar selamat itu, tersimpan kisah pilu yang menggambarkan beratnya perjuangan mereka bertahan hidup. Berdasarkan pengakuan awal kedua korban, mereka tidak sendirian di atas gabus. Awalnya terdapat lima orang yang bertahan bersama setelah kapal tenggelam.

Namun, satu per satu rekan mereka mengembuskan napas terakhir akibat kelelahan dan diduga tidak mampu bertahan menghadapi kerasnya kondisi di tengah laut. Setelah dua malam bersama jasad ketiga rekannya, Asmal dan Nurmiati akhirnya terpaksa melepaskan ketiga jenazah tersebut ke laut karena kondisinya mulai membusuk.

"Untuk sementara, kedua korban belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut. Sehingga identitas tiga korban yang disebut meninggal dunia belum dapat dipastikan," kata Suardi.

Penemuan dua korban ini menambah jumlah penumpang KM Nurul Salsa yang berhasil ditemukan menjadi 59 orang hingga Minggu (19/7/2026) pukul 17.30 Wita. Meski demikian, operasi pencarian masih terus berlanjut karena 18 penumpang lainnya hingga kini masih belum diketahui keberadaannya.

Tim SAR gabungan terus menyisir sejumlah titik di perairan Selayar hingga wilayah Kepulauan Pangkep dengan harapan para korban yang masih hilang dapat segera ditemukan. Tragedi KM Nurul Salsa sendiri terjadi pada Rabu (15/7/2026) di perairan barat Pulau Polassi, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, setelah kapal mengalami kerusakan mesin sebelum akhirnya tenggelam.