Sukses

Tidur Kurang dari 6 Jam Bisa Tingkatkan Risiko Demensia pada Lansia

Liputan6.com, Jakarta - Kualitas tidur sangat mempengaruhi kehidupan seseorang. Salah satunya, tidur kurang dari enam jam per malam dapat meningkat risiko demensia, terutama bagi mereka yang berusia 50--60 tahun.

Sebuah studi meneliti 8.000 orang dewasa di Inggris sebagai responden dalam relasi antara kualitas tidur dan demensia. Mereka diikuti selama lebih dari 25 tahun. Hasil penelitian kemudian diterbitkan di Jurnal Nature Communications pada Selasa, 20 April 2021.

Dikutip dari Arab News, Kamis, 22 April 2021, hasil studi menunjukkan risiko demensia yang lebih tinggi pada mereka yang tidur enam jam atau kurang per malam pada usia 50 atau 60, dibandingkan dengan mereka yang memiliki tujuh jam "normal" di tempat tidur.

Ada juga peningkatan risiko demensia sebesar 30 persen pada mereka yang secara konsisten memiliki pola tidur singkat dari usia 50 hingga 70 tahun, terlepas dari masalah kardiometabolik atau kesehatan mental, yang merupakan faktor risiko demensia.

Penulis studi dari lembaga penelitian kesehatan nasional Prancis INSERM menganalisis data dari studi jangka panjang oleh University College London, yang memantau kesehatan 7.959 orang Inggris sejak 1985. Peserta melaporkan sendiri durasi tidur mereka, sementara sekitar 3.900 dari mereka juga memakai perangkat jam semalaman untuk mengonfirmasi perkiraan mereka.

2 dari 4 halaman

10 Juta Kasus Demensia

Hampir sepuluh juta kasus baru demensia, termasuk penyakit Alzheimer, dihitung setiap tahun di seluruh dunia menurut Organisasi Kesehatan Dunia, dan gangguan tidur adalah gejala yang umum. Semakin banyak penelitian yang menunjukkan pola tidur sebelum timbulnya demensia juga dapat berkontribusi pada perkembangan penyakit.

Waktu yang dihabiskan untuk tidur terkait dengan risiko demensia pada orang dewasa yang lebih tua - 65 tahun ke atas - tetapi tidak jelas apakah hubungan ini juga berlaku untuk kelompok usia yang lebih muda. Mereka mengatakan penelitian di masa depan mungkin dapat menentukan apakah memperbaiki pola tidur dapat membantu mencegah demensia.

“Banyak dari kita pernah mengalami tidur malam yang buruk dan mungkin tahu bahwa hal itu dapat berdampak pada ingatan dan pemikiran kita dalam jangka pendek, tetapi pertanyaan yang menarik adalah apakah pola tidur jangka panjang dapat memengaruhi risiko demensia kita,” Sara Imarisio , Kepala Riset di Alzheimer's Research UK mengatakan kepada Science Media Center.

Dia mengatakan bahwa meskipun tidak ada obat ajaib untuk mencegah demensia, bukti menunjukkan bahwa tidak merokok, minum secukupnya, tetap aktif secara mental dan fisik, serta makan dengan baik adalah beberapa di antara hal-hal yang dapat membantu otak tetap sehat seiring bertambahnya usia.

3 dari 4 halaman

3 Manfaat Tidur Cukup Cegah Risiko Penularan Covid-19

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: