Sukses

Menguak Pulau Tumbak, Destinasi Wisata Baru di Sulawesi Utara

Liputan6.com, Jakarta Sulawesi Utara bukan hanya sebatas Bunaken dan Siladen, di bagian tenggara provinsi ini ternyata terdapat gugusan pulau indah yang belum banyak dijamah oleh para wisatawan, salah satunya adalah Pulau Tumbak.

Untuk mencapai Pulau Tumbak, Tim Liputan6.com yang ditulis pada (8/6/2015), lebih memilih menggunakan mobil sewaan. Hal ini bukan tanpa sebab, pasalnya akses jalan yang akan dilalui masih rusak, dan belum ada jasa angkutan umum yang melayani trayek Manado – Tumbak.

Dari kota Manado menuju Pulau Tumbak menempuh jarak sekitar 90 km, atau menghabiskan waktu tempuh perjalanan sekitar 3 jam perjalanan, melewati jalan poros Manado – Tomohon. Saat sampai di pertigaan Jalan Ratahan, belokkan kendaraan ke kiri untuk masuk ke Jalan Wiolo.

Nama Pulau Tumbak diambil dari nama desa terdekat. Nama ini merupakan akronim dari Tumbuhan Bakau yang banyak ditemui di sekitar Desa Tumbak. Dari desa inilah perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan perahu sampan bermotor. Mengingat gelombang laut semakin tinggi menjelang siang hari, disarankan tiap pengunjung untuk berangkat menuju Pulau Tumbak saat pagi hari.

Pulau Tumbak tidak berpenghuni, pulau dengan luas sekitar 1 hektar ini menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi Syekh Abu Sahmad Baddar, yaitu seseorang yang dianggap sesepuh oleh masyarakat Desa Tumbak. Makam tersebut berada di lokasi paling tinggi Pulau Tumbak. Dari sini terlihat hamparan pemandangan indah laut biru perairan Sulawesi Utara bagian tenggara.

Banyak aktivitas wisata yang bisa dilakukan saat berkunjung ke Pulau Tumbak, seperti memancing, senorkeling, atau bahkan diving. Keindahan bawah laut Pulau Tumbak membuat setiap orang berdecak kagum. Terumbu karang dan semua biota laut terlihat begitu indah di birunya air. (Ibo/Ikr)