Waspada Gelombang Kelvin Picu Cuaca Ekstrem di Sulut hingga 18 Mei 2026

Peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Utara (Sulut) selama tiga hari ke depan.

Diterbitkan 15 Mei 2026, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Manado - Stasiun Meteorologi Kelas IIA Sam Ratulangi Manado mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Utara (Sulut) selama tiga hari ke depan, mulai 16 hingga 18 Mei 2026.

"Kondisi ini dipicu oleh aktifnya gelombang Kelvin di atmosfer wilayah Sulawesi Utara yang meningkatkan aktivitas konvektif secara signifikan," ujar Plh Kepala Stasiun Meteorologi Kelas IIA Manado Margy Octavia, Jumat (15/5/2026).

Dia memaparkan, fenomena ini berpotensi membawa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang.

"Dinamika atmosfer saat ini menunjukkan adanya konvergensi atau belokan angin di wilayah Sulut. Kondisi tersebut, didukung dengan suhu muka air laut yang hangat, menjadi tempat subur bagi pertumbuhan awan-awan konfektif," tutur Margy.

 

Ingatkan Pemerintah Daerah

Margy mengatakan, berdasarkan analisis, kombinasi fenomena atmosfer ini diprediksi akan mendukung terjadinya hujan lebat dan angin kencang di beberapa kabupaten dan kota. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak yang mungkin ditimbulkan.

"Adapun wilayah yang dipetakan berpotensi terdampak cuaca ekstrem meliputi Kota Manado, Bitung, Kabupaten Minahasa Utara, Minahasa Selatan, serta wilayah Bolaang Mongondow (Bolmong), Bolmong Utara, dan Bolmong Selatan," ungkap Margy.

Margy juga mengingatkan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan guna mengantisipasi bencana hidrometeorologi.

"Kami meminta masyarakat dan pemerintah setempat mewaspadai potensi genangan air, banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang. Terutama bagi warga yang tinggal di daerah bertopografi curam, pegunungan, tebing, atau kawasan rawan longsor," ujarnya.

Dia mengimbau warga agar terus memantau perkembangan cuaca terkini mengingat sifat cuaca yang sangat dinamis.Â