Cuaca Panas, Korea Utara Anjurkan Warga Makan Sup Daging Anjing

Korea Utara merilis panduan kesehatan guna memitigasi dampak cuaca panas, salah satunya makan sup daging anjing.

Diterbitkan 05 Agustus 2026, 07:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Pyongyang - Media pemerintah Korea Utara menganjurkan masyarakat mengonsumsi sup daging anjing untuk membantu menghadapi cuaca panas. Anjuran itu kembali menunjukkan upaya panjang Pyongyang mempromosikan hidangan kontroversial tersebut ketika suhu tinggi melanda Korea Utara dan Korea Selatan.

Rodong Sinmun, surat kabar resmi Partai Buruh Korea yang berkuasa, pada Minggu (2/8/2026) menerbitkan panduan kesehatan berisi sejumlah kiat menghadapi gelombang panas serta langkah pertolongan pertama bagi orang yang mengalami gangguan kesehatan akibat cuaca panas. Demikian menurut laporan Bangkok Post.

Dalam wawancara dengan seorang dokter senior di Rumah Sakit Umum Pyongyang, surat kabar itu memperingatkan bahwa penyakit kardiovaskular, diabetes, dan hipertiroidisme dapat memburuk akibat kelelahan karena panas maupun sengatan panas.

Rodong Sinmun menyarankan masyarakat mengonsumsi makanan yang dianggap dapat membantu menyegarkan tubuh, seperti semangka, kacang hijau, dan mentimun. Surat kabar itu juga menganjurkan makanan bergizi tinggi, termasuk sup daging anjing, bubur ikan, dan bubur kacang merah.

Sup daging anjing dikenal di Korea Utara sebagai dangogi guk atau "sup daging manis".

Hidangan tersebut sejak lama dipromosikan pemerintah sebagai makanan tradisional yang baik bagi kesehatan, meski harganya tergolong mahal dan sulit dijangkau oleh banyak warga biasa.

"Dangogi populer di Korea Utara, tetapi harganya mahal," kata Ri Chol, mantan diplomat Korea Utara, kepada This Week in Asia.

"Hidangan ini biasanya disantap pada hari-hari musim panas yang terik untuk membantu mencegah kelelahan akibat panas."

Pemerintah Korea Utara telah mempromosikan dangogi selama puluhan tahun. Sejumlah restoran khusus kelas atas dibangun di sepanjang Sungai Taedong, sementara resep-resep dari berbagai daerah didaftarkan sebagai bagian dari warisan budaya.

Pemerintah rutin menggelar lomba memasak tahunan di Pyongyang untuk mengangkat citra daging anjing sebagai hidangan bernilai tinggi. Konsumsi hidangan tersebut digambarkan sebagai salah satu cara patriotik untuk menghadapi teriknya musim panas.

 

Kontras Sikap Korea Utara dan Korea Selatan

Kebijakan itu berbanding terbalik dengan langkah Korea Selatan. Pada 2024, negara tersebut mengesahkan undang-undang yang melarang pembiakan, penyembelihan, distribusi, dan penjualan anjing untuk dikonsumsi.

Undang-undang tersebut memberikan masa transisi selama tiga tahun hingga Februari 2027. Setelah masa itu berakhir, pelanggar dapat dijatuhi hukuman maksimal tiga tahun penjara atau denda hingga 30 juta won.

Sejak 27 Juli, Pyongyang mengalami serangkaian malam tropis, yakni kondisi ketika suhu pada malam hari tidak turun di bawah 25 derajat Celsius.

Korean Central Broadcasting Station pada Senin (3/8) melaporkan bahwa peringatan cuaca panas menyengat akan tetap berlaku hingga Minggu (9/8) di sebagian besar wilayah selatan kawasan tengah Korea Utara, serta di sejumlah daerah di bagian utara.

Suhu maksimum pada siang hari diperkirakan mencapai 33 hingga 35 derajat Celsius, dengan rata-rata kelembapan relatif lebih dari 70 persen.

Peringatan suhu tinggi secara terpisah diberlakukan hingga Sabtu di Pyongyang, Provinsi Pyongan Utara, sebagian Provinsi Jagang, serta sejumlah wilayah tengah dan selatan. Suhu di daerah-daerah tersebut diperkirakan berkisar antara 35 hingga 40 derajat Celsius.

Di seberang perbatasan, Korea Selatan juga tengah menghadapi salah satu gelombang panas terparah dalam beberapa dekade terakhir.

Cuaca ekstrem yang baru-baru ini mendorong suhu di sejumlah wilayah tenggara Korea Selatan hingga melampaui 40 derajat Celsius kini bergerak menuju kawasan metropolitan Seoul.

Para prakirawan cuaca mengatakan Topan Dolphin, yang bergerak menuju Jepang, kemungkinan justru akan memperparah cuaca panas, bukan membawa kesejukan.

Menurut para ahli meteorologi, pergerakan topan itu akan tertahan oleh dua kubah panas kuat yang mengelilingi Semenanjung Korea. Kondisi tersebut membuat hanya angin panas dan kering yang mencapai Korea Selatan.

Kim Soo-hyeon, prakirawan cuaca di Badan Meteorologi Korea, mengatakan wilayah barat diperkirakan akan mengalami suhu yang lebih tinggi akibat angin timur yang terus bertiup.

"Ketika Topan Dolphin bergerak ke arah barat dari perairan di utara Guam, angin timur diperkirakan akan terus bertiup. Karena itu, suhu di wilayah barat kemungkinan akan tetap tinggi untuk sementara waktu," kata Kim.