Koleksi Batik Betawi Buatan Pekalongan ala Nona Rara

Tahun ini, Nona Rara meluncurkan empat koleksi Batik Betawi yang seluruhnya dibuat pembatik di luar Jakarta.

Diterbitkan 30 Juni 2026, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Merayakan HUT ke-499 DKI Jakarta, label fesyen lokal Nona Rara kembali meluncurkan koleksi batik betawi. Motif khas mereka, yakni ondel-ondel dan Monas, kembali muncul di beragam model busana. Yang membedakan adalah pada tahun ini, mereka secara khusus menggabungkan motif batik Betawi dengan Encim Pekalongan untuk koleksi yang dirilis di Sarinah.

"Koleksi Encim Pekalongan itu adalah budaya batik peranakan Tionghoa yang berkembang di pesisir Pekalongan, Jawa Tengah. Jadi memang, motif-motifnya itu memadukan antara bunga, terus juga gradasi yang halus. Secara warna, mereka lebih ke warna-warna yang vibrant, " kata Adisfia Nur Henrista, Brand Manager Nona Rara, ditemui seusai Trunk Show di Jakarta, Senin, 22 Juni 2026.

Motif koleksi itu, kata Adisfia, dirancang oleh para pendiri Nona Rara, yang dikombinasikan dengan motif khas Pekalongan yang kaya makna. "Motif-motif Pekalongan itu punya banyak arti, di antaranya melambangkan kebahagiaan, kemakmuran, keindahan, dan harapan," tutur Adisfia.

Makna motif batik tersebut dinilai pas, sebagai cerminan doa dari jenama untuk DKI Jakarta yang setahun lagi genap berusia lima abad. Di samping, perpaduan motif itu juga menggambarkan keharmonisan budaya di Jakarta yang terus hidup, berkembang, dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Nona Rara lalu meminta pembatik dari Pekalongan mengerjakan pembuatan batik karena hasil produksi mereka memenuhi standar yang ditetapkan brand. Kualitas itu, kata dia, belum ditemukan di pembatik di Jakarta.

 

 

 

Respons Konsumen

Selain dari Pekalongan, Nona Rara juga meluncurkan koleksi batik yang dibuat di Garut, Cirebon, dan Wonogiri, untuk dipasarkan secara luas bersamaan dengan perayaan HUT DKI Jakarta. Khusus batik Betawi yang diproduksi di Garut, ada ciri khas yang membuatnya mudah dibedakan.

"Kalau Garut itu dia lebih ke warna-warna yang merah, orange, biru. Jadi, warnanya tuh lebih ke bold dan juga satu atau dua warna aja maksimal," sambung Adis.

Terkait koleksi tahunan tersebut, Adis mengaku konsumen merespons dengan baik, terutama yang berada di Jakarta. Bahkan, permintaan koleksi batik Betawi sudah muncul sejak April 2026. Antusiasme itu ikut dipengaruhi beberapa peraturan Pemda DKI Jakarta.

"Misalnya, memang harus pakai batik motif Betawi setiap hari apa. Itu juga membuat minat dari koleksi Betawi juga semakin meningkat," katanya.

Merancang Motif Uniseks

Cutting busana ikut memengaruhi preferensi. Menurut Adis, busana dirancang nyaman dipakai sehari-hari, termasuk memikirkan cara agar busana tetap nyaman saat mengangkat tangan. Di samping itu, motif yang dihadirkan lebih simpel sehingga lebih fleksibel dikenakan baik untuk acara formal maupun semiformal. Ragamnya meliputi luaran, atasan, rok lilit, dan gaun.

"Nona Rara ini juga punya koleksi pasangannya, yaitu Trabalio. Itu juga ada kemeja lengan pendek dan juga langan panjang seperti itu," imbuhnya seraya menyebut motifnya dirancang uniseks sehingga pas dipakai semua gender.

Sementara, influencer sekaligus penata busana Arissa membagikan trik padu padan batik untuk tampilan sehari-hari. Trik pertama adalah memadukan batik yang bermotif ramai dengan atasan atau bawahan yang netral, seperti beige, putih gading, atau hitam. Tapi, bisa juga mengambil pasangan dari warna-warna motif batiknya.

"Misalnya, warna dasar batiknya hijau, celananya bisa hijau juga, atau mau yang agak lebih cerah, pakai saja yang lebih cerah," kata dia.

Penambahan Aksesori

Blus atau kemeja batik bisa lebih berwarna dengan penambahan aksesori. Tidak perlu terlalu heboh, cukup satu bangles keemasan misalnya, bisa membuat tampilan Anda cocok untuk pergi ke pesta.

Jika memakau gaun pendek batik, Anda bisa melingkarkan gesper kecil untuk memberi tampilan berbeda dan proporsi tubuh yang lebih jenjang. Tinggal tambahkan tas yang sesuai, Anda bisa memakai batik tersebut untuk nongkrong bersama teman-teman.

Sementara, rangkaian Rupa Jakarta 499 di Sarinah dilengkapi dengan promo spesial Jakarta 499 dan berbagai penawaran eksklusif bagi member Sarinah Club. Seluruh program tersebut merupakan bentuk apresiasi Sarinah terhadap Kota Jakarta sekaligus dukungan nyata bagi UMKM, pelaku kreatif, dan brand lokal yang menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomidan budaya kota.

Melalui Rupa Jakarta 499, Sarinah berharap dapat terus menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan budaya, kreativitas, dan masyarakat, sekaligus mendukung Jakarta untuk tumbuh sebagai kota global yang modern, inklusif, dan berdaya saing tanpa kehilangan jati diri budayanya.