Pelecehan Santriwati di Ponpes Pekalongan Terbongkar usai Digerebek 'Yakuza'

Sebelum situasi memanas, polisi langsung mengamankan Pimpinan Pondok Pesantren Padepokan Padang Ati, Buaran, Pekalongan.

Diterbitkan 27 Mei 2026, 20:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Yakuza Mangenes geruduk ponpes di Pekalongan terkait dugaan pencabulan santriwati.
  • Pimpinan ponpes diamankan polisi setelah kesaksian korban dan laporan resmi.
  • Enam korban telah melapor, puluhan lain diduga belum berani bersuara.

Liputan6.com, Jakarta - Organisasi masyarakat Yakuza Mangenes menggeruduk Pondok Pesantren Padepokan Padang Ati di Buaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (27/5/2026). Aksi itu dilakukan setelah muncul dugaan pencabulan terhadap santriwati oleh pengasuh ponpes.

Mereka meminta pertanggungjawaban pimpinan pondok yang diduga melakukan perbuatan asusila terhadap puluhan santrinya. Saat didatangi lebih dari 20 anggota organisasi tersebut, sejumlah korban yang merupakan mantan santriwati langsung memberikan kesaksian di hadapan ratusan santri lainnya agar berani berbicara dan melapor.

Sebelum situasi memanas, polisi langsung mengamankan Pimpinan Pondok Pesantren Padepokan Padang Ati, Buaran, Pekalongan KH. Abdul Khalim Fadlun.

Juru bicara Yakuza Mangenes Eko Ebes mengatakan pihaknya sebelumnya menerima puluhan aduan dari korban tetapi hingga kini baru enam korban yang berani membuat laporan resmi.

"Jumlah itu belum termasuk santriwati yang sebelumnya viral karena hamil dan melahirkan, yang juga diduga berkaitan dengan kasus tersebut," kata Eko dilansir Antara.

 

Data Korban Sementara

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Riki Yariandi mengungkapkan bahwa saat ini terdapat enam korban berusia antara 17 - 25 tahun yang tengah menjalani pemeriksaan bersama terduga pelaku.

"Kami juga membuka kemungkinan adanya tambahan korban lain mengingat jumlah dugaan korban yang belum berani melapor disebut mencapai lebih dari 25 orang," katanya.

Usai diamankan, Rabu (27/5), Pengasuh Pondok Pesantren Padepokan Padang Ati Buaran langsung menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Satreskrim Polres Pekalongan Kota.

Selain itu, sejumlah santri yang diduga menjadi korban juga turut dimintai keterangan oleh petugas kepolisian.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6