Doa Memohon Pasangan Hidup yang Baik Agama dan Akhlaknya dalam Islam, Teks Arab Latin dan Arti

Pernikahan dalam Islam tidak hanya dipandang sebagai ikatan antara laki-laki dan perempuan, tetapi juga sebagai ibadah

Diterbitkan 14 Oktober 2026, 07:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Doa memohon pasangan hidup yang baik agama dan akhlaknya dalam Islam menjadi salah satu ikhtiar bagi yang mendambakan rumah tangga sakinah, mawaddah, warahmah. Pernikahan dalam Islam tidak hanya dipandang sebagai ikatan antara laki-laki dan perempuan, tetapi juga sebagai ibadah sekaligus jalan membangun keluarga dan melahirkan generasi yang baik.

Memilih pasangan dengan mempertimbangkan agama dan akhlaknya menjadi hal penting sebelum memasuki kehidupan rumah tangga. Rasulullah SAW menempatkan agama sebagai salah satu pertimbangan utama dalam memilih pasangan.

Rasulullah SAW bersabda bahwa perempuan dinikahi karena empat perkara, yakni harta, keturunan, kecantikan, dan agama. Beliau kemudian menganjurkan agar seseorang mengutamakan pasangan yang baik agamanya agar memperoleh keberuntungan. Hadis tersebut menunjukkan bahwa aspek agama memiliki kedudukan penting dibandingkan pertimbangan yang bersifat material maupun fisik.

Al-Qur’an memuat sejumlah doa yang dipanjatkan para nabi dan orang-orang saleh ketika memohon kebaikan dalam kehidupan. Doa-doa tersebut dapat menjadi tuntunan bagi seorang Muslim yang sedang berikhtiar mendapatkan pasangan hidup. Selain berdoa, proses mencari jodoh juga perlu disertai ikhtiar, kesabaran, dan memohon petunjuk Allah melalui salat istikharah.

Dr. Ahdar Djamaluddin dalam buku Dengan Izin-Nya, Kamulah Jodohku menjelaskan bahwa doa dalam persoalan jodoh bukan sekadar permintaan, melainkan bentuk komunikasi spiritual seorang hamba dengan Allah.

Uswatun Khasanah dalam skripsinya Jodoh dalam Al-Qur’an (Studi Tafsir Tematik) menjelaskan bahwa perjodohan dalam perspektif Al-Qur’an berkaitan dengan pelaksanaan perintah Allah, mengikuti sunnah Rasulullah SAW, melanjutkan keturunan, serta memperoleh ketenteraman dalam kehidupan rumah tangga.

Doa Memohon Pasangan Hidup yang Baik Agama dan Akhlaknya

1. Doa Nabi Musa AS (QS. Al-Qasas [28] Ayat 24)

Arab: رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ

Latin: Rabbi innī limā anzalta ilayya min khairin faqīr

Artinya: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan suatu kebaikan (rezeki) yang Engkau turunkan kepadaku."

Doa ini dibaca Nabi Musa AS dalam kondisi lemah, miskin, dan tanpa pasangan. Namun dari doa yang tulus itu, Allah memberikan balasan luar biasa: jodoh dari kalangan orang saleh, yaitu putri Nabi Syu'aib.

Sebagian ulama menyebut ayat ini sebagai salah satu doa meminta jodoh yang mujarab, terlebih jika diamalkan secara istiqamah disertai usaha nyata dan memperbaiki diri.

Doa ini menekankan pengakuan seorang hamba atas kebutuhannya kepada Allah, termasuk kebutuhan akan pasangan hidup yang baik. Dalam konteks memohon pasangan yang baik agama dan akhlaknya, doa ini mengajarkan kerendahan hati dan ketergantungan penuh kepada Allah SWT.

2. Doa Memohon Pasangan dan Keturunan yang Menyenangkan Hati (QS. Al-Furqan [25] Ayat 74)

Arab: رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Latin: Rabbanā hab lanā min azwājinā wa żurriyyātinā qurrata a'yun waj'alnā lil-muttaqīna imāmā

Artinya: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa."

Dr. Zulkifli Al-Bakri dalam artikelnya menjelaskan bahwa doa ini mencakup permohonan agar Allah memberikan pasangan hidup dan keturunan yang menjadi penyejuk hati, penenang jiwa, serta menjadi imam bagi orang-orang yang bertakwa. Doa ini sering diamalkan oleh mereka yang mendambakan keluarga sakinah.

Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah menjelaskan bahwa ayat ini menggambarkan pasangan sebagai qurrata a'yun atau penyejuk mata, penyejuk hati, dan kekasih hati; menjadi penyejuk mata untuk memandangnya, menjadi peredam amarah, dan menjadi teman beriringan dalam berjalan di dunia dan akhirat.

Doa ini juga mencakup permohonan agar pasangan dan keturunan menjadi penyenang hati, yang hanya dapat terwujud jika pasangan memiliki agama dan akhlak yang baik.

3. Doa Nabi Zakaria AS (QS. Al-Anbiya [21] Ayat 89)

Arab: رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ

Latin: Rabbi lā tażarnī fardaw wa anta khairul-wāriṡīn

Artinya: "Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik."

Doa ini dipanjatkan Nabi Zakaria AS ketika beliau merasa sendiri dan mendambakan keturunan yang saleh.

Dalam konteks memohon pasangan hidup, doa ini mengajarkan agar seseorang tidak merasa putus asa ketika belum menemukan jodoh, karena Allah adalah sebaik-baik waris yang akan memberikan yang terbaik pada waktu yang tepat.

Doa ini juga menegaskan bahwa kesendirian bukanlah akhir dari segalanya, karena Allah Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan doa hamba-Nya yang tulus.

4. Doa Memohon Istri yang Salehah (Hadis Riwayat Imam Jalaluddin As-Suyuthi dalam Jami' Shaghir)

Arab: اَللّهُمَّ ارْزُقْنِىْ اِمْرَأَةً إِذَا نَظَرْتُ اِلَيْهَا سَرَّتْنِيْ وَإِذَا اَمَرْتُهَا أَطَاعَتْنِيْ وَإِذَا غِبْتُ عَنْهَا حَفَظَتْ غَيْبَتِيْ فِيْ نَفْسِهَا وَمَالِهَا

Latin: Allāhumma arzuqnī imra'atan iżā naẓartu ilaihā sarratnī wa iżā amartuhā aṭā'atnī wa iżā ghibtu 'anhā ḥafiẓat ghaibatī fī nafsihā wa mālihā

Artinya: "Ya Allah, berikanlah saya perempuan yang jika saya memandangnya, dia menyenangkan saya; jika saya memerintahkannya, dia menaati saya; dan jika saya tidak ada darinya (pergi keluar rumah), dia melindungi dirinya dan hartanya selama (waktu) ketidakhadiran saya."

Doa ini disarikan dari sebuah hadis dalam kitab Jami' Shaghir karya Imam Jalaluddin As-Suyuthi. Doa ini mencakup kriteria pasangan ideal yang mencakup aspek akhlak (menyenangkan ketika dipandang), ketaatan (taat kepada suami), dan amanah (menjaga diri dan harta ketika suami tidak ada).

Hadis ini menegaskan bahwa sebaik-baik harta simpanan adalah wanita salehah yang memiliki tiga sifat tersebut. Doa ini sangat relevan bagi laki-laki yang mendambakan istri yang baik agama dan akhlaknya.

5. Doa Memohon Jodoh bagi Perempuan

Arab: رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ زَوْجًا طَيِّبًا وَيَكُونَ صَاحِبًا لِي فِي الدِّينِ وَالدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

Latin: Rabbi hab lī min ladunka zaujan ṭayyiban wa yakūna ṣāḥiban lī fid-dīni wad-dunyā wal-ākhirah

Artinya: "Ya Rabb, berikanlah kepadaku suami yang terbaik dari sisi-Mu, suami yang juga menjadi sahabatku dalam urusan agama, dunia, dan akhirat."

Doa ini dianjurkan bagi perempuan yang mendambakan suami yang baik agama dan akhlaknya. Doa ini menekankan pentingnya suami sebagai sahabat dalam menjalani kehidupan beragama, dunia, dan akhirat.

Dalam Islam, suami adalah imam dan pemimpin keluarga, sehingga kriteria agama dan akhlak menjadi sangat penting. Doa ini juga mencerminkan harapan agar pasangan yang diberikan Allah menjadi teman setia dalam segala aspek kehidupan.

Waktu Terbaik untuk Berdoa Memohon Pasangan Hidup

1. Sepertiga Malam Terakhir (Waktu Tahajud)

Sepertiga malam terakhir adalah waktu yang paling utama untuk berdoa memohon jodoh. Allah SWT turun ke langit dunia pada waktu ini dan berfirman, "Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mengabulkannya."

Dalam kitab Fatawa al-Syabakah al-Islamiyah dijelaskan bahwa di antara waktu yang terbukti mustajab untuk berdoa adalah sepertiga malam terakhir, saat sujud, dan antara azan dan iqamah.

2. Saat Sujud dalam Salat

Saat sujud adalah waktu ketika seorang hamba paling dekat dengan Allah. Rasulullah SAW bersabda, "Sedekat-dekat hamba dengan Tuhannya adalah ketika ia sedang sujud, maka perbanyaklah doa." Pada waktu ini, doa memohon pasangan yang baik agama dan akhlaknya sangat dianjurkan.

3. Antara Azan dan Iqamah

Waktu antara azan dan iqamah adalah waktu yang mustajab untuk berdoa. Dalam hadis riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda, "Doa tidak akan ditolak antara azan dan iqamah." Waktu ini dapat dimanfaatkan untuk memohon jodoh yang baik.

4. Setelah Salat Wajib

Setelah menunaikan salat fardhu adalah waktu yang baik untuk berdoa, karena doa setelah salat wajib termasuk doa yang mustajab. Dalam hadis riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda, "Doa tidak akan ditolak antara azan dan iqamah." Waktu ini dapat dimanfaatkan untuk memohon jodoh yang baik.

5. Hari Jumat, Terutama Setelah Asar

Hari Jumat adalah hari yang penuh berkah. Waktu terbaik pada hari Jumat adalah setelah salat Asar hingga Maghrib. Dalam hadis riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda, "Pada hari Jumat terdapat waktu yang tidaklah seorang hamba Muslim memohon sesuatu kepada Allah pada waktu itu melainkan Allah akan mengabulkannya." Waktu ini dapat dimanfaatkan untuk berdoa memohon pasangan hidup yang baik agama dan akhlaknya.

6. Bulan Ramadan dan Waktu-Waktu Mustajab Lainnya

Bulan Ramadan adalah bulan penuh berkah di mana doa-doa dikabulkan. Selain itu, waktu mustajab lainnya adalah saat berbuka puasa, saat sahur, dan pada malam Lailatul Qadar. Memperbanyak istighfar dan sedekah juga sangat dianjurkan untuk mempercepat terkabulnya doa memohon jodoh.

Kriteria Jodoh Ideal dalam Islam

1. Baik Agamanya dan Akhlaknya Mulia

Kriteria utama dalam memilih pasangan hidup adalah agama dan akhlak. Rasulullah SAW bersabda, "Wanita dinikahi karena empat hal: hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah yang baik agamanya, niscaya kamu akan beruntung" (HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, an-Nasai, dan Ibnu Majah).

Imam Al-Ghazali dalam Ihya' Ulumuddin menegaskan bahwa akhlak yang baik adalah cerminan dari agama yang baik. Pasangan yang baik agamanya akan menjaga kehormatan diri, taat kepada Allah, dan berakhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.

2. Bertakwa kepada Allah

Dalam Tafsir Al-Azhar, Buya Hamka menjelaskan bahwa kriteria pasangan ideal mencakup pasangan yang bertakwa kepada Allah (QS. Al-Furqan ayat 74). Ketakwaan adalah fondasi yang kokoh dalam membangun rumah tangga, karena dengan ketakwaan, pasangan akan saling mengingatkan dalam kebaikan dan menjauhi larangan Allah.

3. Sekufu (Kesetaraan)

Konsep kafa'ah atau sekufu dalam Islam tidak hanya terbatas pada aspek material, tetapi mencakup keselarasan dalam pemahaman agama, pendidikan, karakter, dan visi hidup.

Buya Hamka menegaskan bahwa kafa'ah yang sejati adalah kesetaraan dalam agama dan akhlak, bukan semata-mata kekayaan atau status sosial. Allah akan menakdirkan pasangan yang selevel dengan diri kita agar dapat saling memantaskan diri dan memperbaiki diri.

4. Penyayang dan Subur (Wadud dan Walud)

Rasulullah SAW menganjurkan untuk menikahi wanita yang penyayang (wadud) dan subur (walud), karena beliau akan berbangga dengan banyaknya umat pada hari kiamat. Kriteria ini menekankan pentingnya kasih sayang dan kemampuan melahirkan generasi penerus dalam pernikahan.

5. Bukan Mahram dan Bukan Pezina

Al-Qur'an melarang menikahi mahram (QS. An-Nisa ayat 22) dan pezina (QS. An-Nur ayat 3). Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah memaknai larangan menikahi pezina sebagai bentuk menjaga kesucian pernikahan dan keturunan. Pasangan yang baik agama dan akhlaknya akan menjauhi perbuatan zina dan menjaga kehormatan diri.

6. Wanita yang Masih Sendiri

Al-Qur'an menganjurkan untuk menikahi wanita yang masih sendiri (QS. An-Nur ayat 32), baik yang belum pernah menikah maupun yang berstatus janda. Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menjelaskan bahwa membiarkan seseorang terlalu lama tidak menikah dapat merangsang nafsu kelamin dan menjerumuskan pada perbuatan dosa.

Hikmah Doa Memohon Pasangan Hidup yang Baik Agama dan Akhlaknya

1. Menumbuhkan Kesadaran bahwa Jodoh adalah Takdir yang Harus Diikhtiarkan

Doa mengajarkan bahwa meskipun jodoh adalah takdir Allah, manusia tetap dituntut untuk berusaha dan berdoa. Dalam buku "Dengan Izin-Nya, Kamulah Jodohku", Dr. Ahdar Djamaluddin menegaskan bahwa sabar, ikhtiar, dan istikharah adalah solusi tepat dalam menanti jodoh.

Doa menjadi jembatan antara takdir dan ikhtiar, sehingga seorang Muslim tidak hanya pasrah menunggu tanpa usaha.

2. Memberikan Ketenangan Jiwa dan Kesehatan Mental

Berdoa kepada Allah memberikan ketenangan jiwa bagi mereka yang sedang menanti jodoh. Dalam buku yang sama, disebutkan bahwa doa dan salat adalah jalan terbaik untuk mengetahui apakah pilihan yang ada benar-benar sinyal kuat dari Allah untuk hidup bersama. Ketenangan jiwa ini akan membantu seseorang untuk tidak mudah putus asa dan tetap optimis dalam menanti jodoh.

3. Mendorong Intropeksi Diri dan Perbaikan Kualitas Diri

Doa memohon pasangan yang baik agama dan akhlaknya secara tidak langsung mendorong seseorang untuk berintropeksi diri.

Sebagaimana dijelaskan dalam Tafsir Al-Mishbah, jodoh adalah cerminan diri, sehingga jika seseorang menginginkan pasangan yang saleh dan salehah, maka ia harus terlebih dahulu memperbaiki dirinya sendiri. Doa menjadi sarana untuk memohon kepada Allah agar diberikan pasangan yang setara dengan kualitas diri yang telah diperbaiki.

4. Menjadi Sarana Mendekatkan Diri kepada Allah

Doa adalah intisari ibadah (ad-du'ā'u mukhkhul 'ibādah). Dengan rutin berdoa memohon jodoh, seseorang akan semakin dekat kepada Allah dan semakin memahami kehendak-Nya. Dalam konteks ini, doa bukan sekadar meminta, tetapi juga sarana untuk berkomunikasi dengan Sang Pencipta dan memperbaiki hubungan spiritual.

5. Menjadi Landasan Membangun Keluarga Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah

Doa memohon pasangan yang baik agama dan akhlaknya adalah langkah awal untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. Dengan memohon pasangan yang tepat, seseorang telah berusaha membangun fondasi rumah tangga yang kokoh sejak sebelum pernikahan. Buya Hamka menegaskan bahwa pernikahan ideal akan menyatukan cara berpikir, nilai hidup, dan orientasi masa depan, sehingga terwujud keseimbangan dalam kehidupan keluarga.

 

Pertanyaan Seputar Doa Memohon Pasangan Hidup

1. Apa doa yang paling mujarab untuk memohon pasangan hidup yang baik agama dan akhlaknya?

Doa Nabi Musa AS dalam QS. Al-Qasas ayat 24, Rabbi innī limā anzalta ilayya min khairin faqīr, adalah salah satu doa yang paling mujarab. KH Sujadi menjelaskan bahwa doa ini dibaca Nabi Musa dalam kondisi lemah dan tanpa pasangan, namun Allah memberikan jodoh dari kalangan orang saleh, yaitu putri Nabi Syu'aib. Doa ini sebaiknya diamalkan secara istiqamah disertai usaha nyata dan memperbaiki diri.

2. Kapan waktu terbaik untuk berdoa memohon jodoh?

Waktu terbaik untuk berdoa memohon jodoh adalah sepertiga malam terakhir, saat sujud dalam salat, antara azan dan iqamah, setelah salat wajib, pada hari Jumat terutama setelah Asar, dan di bulan Ramadan. Dalam kitab Fatawa al-Syabakah al-Islamiyah dijelaskan bahwa sepertiga malam terakhir, saat sujud, dan antara azan dan iqamah adalah waktu yang terbukti mustajab untuk berdoa.

3. Apakah doa bisa mengubah takdir jodoh?

Jodoh adalah takdir Allah yang telah ditetapkan, namun doa dapat menjadi sarana untuk memohon yang terbaik. Dalam buku "Dengan Izin-Nya, Kamulah Jodohku" dijelaskan bahwa doa bukan sekadar ritual permintaan, melainkan bentuk ikhtiar spiritual yang tulus. Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya, sehingga doa yang dipanjatkan dengan tulus akan dikabulkan pada waktu yang tepat.

4. Apa kriteria pasangan yang baik agama dan akhlaknya dalam Islam?

Kriteria pasangan yang baik agama dan akhlaknya dalam Islam meliputi: baik agamanya dan akhlaknya mulia, bertakwa kepada Allah, sekufu dalam pemahaman agama dan karakter, penyayang dan subur, bukan mahram dan bukan pezina, serta wanita yang masih sendiri. Rasulullah SAW menegaskan bahwa agama adalah kriteria utama yang harus diutamakan di atas harta, keturunan, dan kecantikan.

5. Apakah boleh berdoa memohon jodoh dengan menyebut nama seseorang?

Dalam Islam, boleh berdoa memohon jodoh dengan menyebut nama seseorang tertentu, dengan catatan orang tersebut adalah orang yang saleh dan baik agama serta akhlaknya. Namun, seorang Muslim harus menyadari bahwa boleh jadi pilihan hatinya belum tentu menjadi jodohnya, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 216 bahwa boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia baik bagi kamu. Doa yang terbaik adalah memohon kepada Allah agar diberikan yang terbaik menurut pengetahuan-Nya.