Dua Nelayan Lansia Hilang di Laut Pacitan, Perahu Ditemukan Kosong

Keduanya diduga mengalami kesulitan menemukan jalur pulang akibat terbatasnya jarak pandang pada malam hari

Diterbitkan 14 Oktober 2026, 05:41 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dua nelayan lanjut usia asal Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, dilaporkan hilang saat berada di perairan laut selatan. Tim SAR gabungan kini melakukan pencarian setelah perahu milik keduanya ditemukan dalam kondisi kosong di sekitar perairan Pantai Watu Murep.

Kedua nelayan tersebut adalah Mislan (68) dan Budianto (65), warga Desa Jetak, Kecamatan Tulakan. Hingga Rabu (14/10/2026), keberadaan mereka belum diketahui.

Berdasarkan informasi awal, keduanya berniat kembali ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tawang pada Senin (12/10/2026) malam setelah melaut.

Keduanya diduga mengalami kesulitan menemukan jalur pulang akibat terbatasnya jarak pandang pada malam hari dan kondisi gelombang laut yang tinggi.

Kepala Tim SAR Trenggalek, Muhammad Jazuli Prasetyo, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian pada Selasa pagi dan segera mengerahkan personel untuk melakukan pencarian.

"Dari keterangan awal, kedua nelayan yang dilaporkan hilang ini diindikasikan hendak kembali ke TPI Tawang. Kami menduga mereka mengalami kesulitan menentukan jalur kembali akibat jarak pandang terbatas di malam hari, dipicu juga oleh gelombang laut yang cukup tinggi," ujar Jazuli, Rabu (14/10/2026).

Operasi pencarian melibatkan personel SAR Trenggalek, BPBD Kabupaten Pacitan, Polres Pacitan, unsur TNI, serta komunitas nelayan setempat.

 

Kendala Pencarian

Namun, kondisi gelombang tinggi di perairan selatan Pacitan menjadi kendala bagi tim SAR untuk melakukan penyisiran di tengah laut.

Demi menjaga keselamatan personel, pencarian sementara difokuskan pada pemantauan dari jalur darat dan pesisir pantai.

"Kami belum bisa memaksimalkan penyisiran di tengah laut karena gelombangnya cukup tinggi. Demi keselamatan personel, fokus saat ini kita maksimalkan melalui pemantauan dari jalur darat dan pesisir pantai," jelas Jazuli.

Penyisiran di laut akan dilanjutkan setelah kondisi cuaca dan gelombang dinilai aman bagi tim penyelamat.

Sementara itu, tim gabungan bersama warga setempat masih bersiaga di sepanjang pesisir untuk memantau kemungkinan ditemukannya tanda-tanda keberadaan kedua nelayan tersebut.