Liputan6.com, Jakarta - Bacaan saat dipuji orang agar hati tetap rendah hati menjadi amalan penting bagi agar terhindar dari kesombongan. Allah SWT berfirman: "Janganlah kamu memuji-muji diri kamu sendiri, karena Dia-lah yang paling tahu siapa yang bertakwa" (QS. An-Najm: 32).
Ayat ini mengingatkan bahwa pujian manusia tidak boleh membuat seorang hamba merasa suci atau lebih baik dari yang lain. Rasulullah SAW memberikan teladan dalam menyikapi pujian.
Dalam kitab Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW, Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih menjelaskan bahwa Nabi SAW mengajarkan para sahabat untuk berdoa ketika dipuji. Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani dalam Hisnul Muslim juga mencantumkan doa perlindungan dari godaan setan yang berkaitan erat dengan bahaya pujian, karena setan mengembuskan pujian ke dalam dada manusia agar menjadi sombong.
Advertisement
Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr dalam bukunya Doa-Doa Pilihan Terbaik menekankan bahwa doa adalah senjata ampuh bagi orang beriman, terutama untuk menjaga hati dari sifat ujub dan takabur.
Berikut ini adalah bacaan saat dipuji orang agar hati tetap rendah hati lengkap, panduan adab dan hikmahnya.
Bacaan saat Dipuji Orang agar Hati Tetap Rendah Hati
1. Doa yang Dibaca Para Sahabat Nabi SAW
Arab: اللَّهُمَّ لا تُؤَاخِذْنِي بِمَا يَقُولُونَ، واغْفِر لِي مَا لَا يَعْلَمُونَ واجْعَلْنِي خَيْراً مِمَّا يَظُنُّونَ
Latin: Allahumma la tu-akhizni bima yaqulun, waghfirli mala ya'lamun, waj'alni khoiron mimma yadzunnun
Artinya: "Ya Allah, jangan Engkau menghukumku disebabkan pujian yang mereka ucapkan, ampunilah aku atas kekurangan yang tidak mereka ketahui, dan jadikanlah aku lebih baik dari penilaian yang mereka berikan untukku."
Doa ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab Adabul Mufrad (no. 761) dan Imam Al-Baihaqi dalam Syu'abul Iman (4/228) dari Adi bin Arthah. Adi bin Arthah bercerita: "Dulu ada seorang sahabat Nabi SAW yang ketika dipuji, dia mengucapkan, 'Allahumma la tu-akhizni bima yaqulun...'". Syekh Al-Albani rahimahullah menilai sanad hadis ini sahih.
Dalam kitab Al-Adzkar, Imam An-Nawawi juga mencantumkan doa ini sebagai doa yang dianjurkan ketika menerima pujian. Doa ini menunjukkan bahwa para sahabat adalah manusia yang jauh dari karakter bangga dengan pujian manusia, bahkan mereka mengakui kekurangan yang tidak diketahui oleh orang yang memuji.
2. Doa Ketika Pujian Benar Adanya
Arab: الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَظْهَرَ الْجَمِيلَ وَسَتَرَ الْقَبِيحَ
Latin: Alhamdulillah alladzi azhara al-jamila wa satara al-qabiha
Artinya: "Segala puji bagi Allah, Zat yang menampakkan kebagusan dan menutup kejelekan."
Doa ini dikutip dari kitab Risalah Muawanah karya Sayyid Abdullah bin Alwi Al Haddad. Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa jika pujian yang diterima sesuai dengan kenyataan, maka sebaiknya membaca doa ini. Setelah membaca doa tersebut, seseorang tidak boleh menganggap dirinya lebih baik dari orang lain, karena tidak ada pujian yang berarti selain pujian Allah.
3. Doa yang Dibaca Imam Abu Hanifah
Arab: اللَّهُمَّ أَنْتَ أَعْلَمُ مِنِّى بِنَفْسِى وَأَنَا أَعْلَمُ بِنَفْسِى مِنْهُمْ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى خَيْرًا مِمَّا يَظُنُّوْنَ وَاغْفِرْ لِى مَا لاَ يَعْلَمُوْنَ وَلاَ تُؤؤَاخِذْنِى بِمَا يَقُوْلُوْنَ
Latin: Allahumma anta a'lamu minni binafsi wa anaa a'lamu binafsi minhum allahumma'jalni khaita mimma yazhunnyna waghfirliy maa laa ya'lamun waa tuakhidzniy bima yaqulun
Artinya: "Ya Allah, Engkau lebih mengetahui keadaan diriku daripada diriku sendiri dan aku lebih mengetahui keadaan diriku daripada mereka yang memujiku. Ya Allah, jadikanlah diriku lebih baik dari yang mereka sangkakan. Ampunilah aku terhadap apa yang mereka tidak ketahui dariku dan janganlah menyiksaku dengan perkataan mereka."
Doa ini sering dibaca oleh Imam Abu Hanifah saat mendengar pujian orang lain kepadanya. Menghaturkan doa seperti ini adalah cara yang tepat ketika seseorang dipuji, karena boleh jadi pujian itu menempatkan seseorang pada kedudukan yang tidak pantas untuknya.
Adab saat Dipuji Orang Lain
1. Tetap Mawas Diri
Ketika menerima pujian, hendaknya tetap mawas diri agar tidak terlena oleh sanjungan. Rasulullah SAW bersabda: "Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi" (HR. Muslim no. 91).
Pujian sering kali menjadi pintu masuk bagi penyakit hati yang berbahaya, yaitu kesombongan. Ketika seseorang terus-menerus mendengar sanjungan, ia bisa mulai mengagumi dirinya sendiri dan merasa lebih baik dari orang lain.
2. Mengembalikan Pujian kepada Allah
Dalam kitab Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW, Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih menjelaskan bahwa segala kebaikan yang ada pada diri seseorang adalah karunia Allah. Ketika mendapat pujian, sebaiknya mengucapkan hamdalah dan tidak tinggi hati.
Prestasi yang dimiliki merupakan anugerah dari Allah SWT. Dalam Buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kemenag RI, ditekankan bahwa segala puji hanya milik Allah, dan manusia tidak pantas untuk mendapatkan pujian karena semua adalah dari Allah.
3. Tidak Memuji Diri Sendiri
Allah SWT melarang hamba-Nya untuk memuji diri sendiri. Dalam Buku Induk Doa dan Zikir karya Kasimun, disebutkan bahwa larangan tersebut termaktub dalam surah An-Najm ayat 32: "Janganlah kamu memuji-muji diri kamu sendiri".
Dalam kitab Al-Adzkar, Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa seorang hamba harus menyadari bahwa dirinya penuh kekurangan dan dosa, sehingga tidak layak untuk membanggakan diri di hadapan Allah.
4. Tetap Rendah Hati
Sayyid Abdullah bin Alwi Al Haddad dalam kitab Risalah Muawanah menjelaskan bahwa kita perlu mawas diri ketika pujian hadir. Sebaiknya tidak merasa gembira terlebih dahulu atas pujian tersebut.
Setelah membaca doa, tetaplah tidak menganggap diri lebih baik dari orang lain, karena hanya Allah yang mengetahui keadaan lahir dan batin kita. Dalam buku Doa-Doa Pilihan Terbaik karya Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr, dijelaskan bahwa sikap tawadu adalah cerminan hati yang sehat dan jauh dari penyakit ujub.
Hikmah Bacaan saat Dipuji Orang agar Hati Tetap Rendah Hati
1. Terhindar dari Sifat Sombong dan Ujub
Pujian sering kali menjadi pintu masuk bagi kesombongan. Dengan membaca doa saat dipuji, seorang hamba menyadari bahwa segala kebaikan berasal dari Allah, bukan dari dirinya sendiri. Dalam kitab Al-Adzkar, Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa doa ini menghalangi seseorang dari sifat ujub dan takabur, karena ia mengakui kekurangan yang tidak diketahui oleh orang yang memuji.
2. Menjaga Hubungan dengan Allah
Doa saat dipuji mengembalikan segala pujian kepada Allah. Ini memperkuat hubungan spiritual seorang hamba dengan Rabb-nya. Dalam buku Doa-Doa Pilihan Terbaik, dijelaskan bahwa doa adalah sarana komunikasi langsung dengan Allah, dan dengan berdoa saat dipuji, seorang hamba mengakui bahwa hanya Allah yang layak menerima segala pujian.
3. Mengobati Penyakit Hati
Dalam kitab Risalah Muawanah, Sayyid Abdullah bin Alwi Al Haddad menjelaskan bahwa membaca doa saat dipuji dapat mengobati penyakit hati seperti riya, ujub, dan takabur. Doa ini mengingatkan bahwa pujian manusia tidak ada artinya dibandingkan pujian Allah, sehingga hati menjadi lebih bersih dan tenang.
4. Meneladani Sunnah Nabi SAW
Rasulullah SAW memberikan teladan dalam menyikapi pujian. Dalam artikel Tebuireng Online, dijelaskan bahwa Nabi SAW mengajarkan tiga tips ketika dipuji: tetap mawas diri, sadar diri dengan mengakui kekurangan, dan tetap berdoa kepada Allah. Dengan mengamalkan doa ini, seorang muslim meneladani sunnah Nabi dan mendapatkan keberkahan.
5. Terhindar dari Godaan Setan
Setan mengembuskan pujian ke dalam dada manusia agar menjadi sombong. Dengan membaca doa perlindungan, seorang hamba memohon kepada Allah agar dijauhkan dari bisikan setan yang berusaha menjerumuskannya ke dalam kesombongan. Dalam buku Doa-Doa Pilihan Terbaik, doa perlindungan dari godaan setan seperti Rabbi a'udzu bika min hamazatisy-syayatin dianjurkan untuk dibaca secara rutin.
Pertanyaan Seputar Doa Ketika Dipuji
1. Apa doa yang dibaca ketika dipuji orang lain?
Doa yang paling utama adalah Allahumma la tu-akhizni bima yaqulun, waghfirli mala ya'lamun, waj'alni khoiron mimma yadzunnun (Ya Allah, jangan Engkau menghukumku disebabkan pujian yang mereka ucapkan, ampunilah aku atas kekurangan yang tidak mereka ketahui, dan jadikanlah aku lebih baik dari penilaian yang mereka berikan untukku). Doa ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Adi bin Arthah.
2. Kapan doa saat dipuji sebaiknya dibaca?
Doa ini dibaca segera setelah menerima pujian, baik pujian itu benar maupun tidak sesuai kenyataan. Jika pujian benar, dianjurkan membaca Alhamdulillah alladzi azhara al-jamila wa satara al-qabiha. Jika pujian tidak sesuai, dianjurkan membaca doa dari para sahabat Nabi.
3. Apa adab saat dipuji orang lain?
Adab saat dipuji antara lain tetap mawas diri, mengembalikan pujian kepada Allah, tidak memuji diri sendiri, dan tetap rendah hati. Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi tidak akan masuk surga.
4. Mengapa pujian bisa berbahaya bagi hati?
Pujian bisa berbahaya karena dapat memicu kesombongan dan ujub. Setan mengembuskan pujian ke dalam dada manusia agar menjadi sombong. Orang yang terus-menerus mendengar sanjungan bisa mulai mengagumi dirinya sendiri dan merasa lebih baik dari orang lain.
5. Apakah doa saat dipuji bisa dibaca dalam hati?
Ya, doa dapat dibaca dengan lisan maupun dalam hati. Yang terpenting adalah menghadirkan hati dan memahami maknanya. Allah berfirman: "Berserulah (berdoa) kepada Tuhanmu dengan merendahkan diri dan suara yang lembut" (QS. Al-A'raf: 55).
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344778/original/063010900_1789002904-email-attachment_2026_09_09_adyanugrahadi_mendes-yandri-ungkap-program-untuk-gerakkan-ekonomi-desa-ada-beasiswa-ke-jepang_IMG_9539.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5253059/original/096793100_1749987049-WhatsApp_Image_2025-06-13_at_18.37.17.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371619/original/004076100_1791795972-FALSE__9_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348624/original/061599100_1789451727-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-15T125442.652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4199341/original/055639700_1666344669-bacaan-doa-untuk-orang-meninggal-latin-dan-artinya.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371895/original/037480000_1791845936-IMG_20261012_195046.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371897/original/015835000_1791845941-1001753610.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371893/original/002781100_1791844949-490837.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371885/original/067465000_1791829649-490591.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371884/original/049744400_1791826760-1001755409.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371865/original/086068900_1791818754-490595.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371733/original/003071100_1791801921-1000657567.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371879/original/029939300_1791823418-Frustrated_by_a_Lost_Internet_Connection.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371864/original/014726800_1791818508-1257107.jpg)