Liputan6.com, Jakarta - Doa memohon keberkahan usia menjadi salah satu bentuk mensyukuri nikmat kehidupan yang diberikan Allah SWT. Usia bukan sekadar hitungan panjang dan pendeknya waktu namun merupakan kesempatan untuk beribadah, berbuat baik, dan memperbaiki diri. Setiap manusia akan melalui fase kelahiran, kehidupan, hingga kematian sebelum dibangkitkan kembali pada hari akhir.
Hal ini tergambar dalam Surah Maryam ayat 33 yang memuat doa Nabi Isa AS tentang keselamatan pada hari kelahiran, kematian, dan kebangkitannya kembali. Ayat tersebut mengingatkan umat Islam akan pentingnya menjalani kehidupan dengan penuh rasa syukur dan ketaatan kepada Allah.
Rasulullah SAW memberikan teladan tentang pentingnya memohon keberkahan dalam kehidupan. Dalam buku Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW, Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih membahas berbagai doa dan zikir yang bersumber dari tuntunan Nabi.
Advertisement
Salah satunya adalah doa untuk Anas bin Malik agar Allah memberkahi harta dan keturunannya serta memanjangkan usianya. Doa ini menunjukkan bahwa panjang umur merupakan nikmat yang patut disyukuri, terlebih jika disertai keberkahan dan kebaikan.
Syaikh Sa'id bin Ali bin Wahf al-Qahthani dalam kitab Hisnul Muslim menghimpun berbagai doa yang diajarkan Rasulullah SAW, termasuk permohonan perlindungan dari kelemahan dan kondisi yang tidak diinginkan pada masa tua.
Merujuk literatur klasik dan kontemporer, berikut ini adalah bacaan lengkap doa memohon keberkahan usia, adab dan waktu terbaik, hingga hikmahnya.
Kumpulan Doa Memohon Keberkahan Usia
Keberkahan usia tidak hanya diukur dari panjangnya umur, tetapi juga dari kebaikan yang dapat dilakukan selama hidup. Ibnu Athaillah As-Sakandari dalam kitab Al-Hikam mengingatkan pentingnya memanfaatkan waktu untuk mendekatkan diri kepada Allah. Karena itu, doa memohon keberkahan usia perlu diiringi dengan amal saleh, menjaga ibadah, serta memperbaiki hubungan dengan sesama.
1. Doa Memohon Panjang Umur dan Harta yang Berkah
Arab: اللَّهُمَّ أكْثِرْ مَالِي، وَوَلَدِي، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أعْطَيْتَنِي وَأطِلْ حَيَاتِي عَلَى طَاعَتِكَ، وَأحْسِنْ عَمَلِي وَاغْفِرْ لِي
Latin: Allahumma aktsir maalii, wa waladii, wa baarik lii fiimaa a'thoitanii, wa athil hayaatii 'ala tho'atik, wa ahsin 'amalii, waghfir lii
Artinya: "Ya Allah, perbanyaklah harta dan anakku serta berkahilah karunia yang Engkau beri. Panjangkanlah umurku dalam ketaatan pada-Mu dan baguskanlah amalku serta ampunilah dosa-dosaku."
Doa ini bersumber dari hadis riwayat Imam Bukhari dari Anas bin Malik, bahwa ibunya, Ummu Sulaim, berkata kepada Rasulullah SAW: "Wahai Rasulullah, Anas adalah pelayanmu. Doakanlah kepada Allah untuknya."
Kemudian Nabi SAW berdoa dengan doa di atas. Ibnu Hajar dalam kitab Fathul Bari (4/229) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya berdoa meminta banyak harta dan banyak anak kepada Allah, dan hal ini sama sekali tidak menafikan kebaikan ukhrawi.
Yang terpenting dari doa ini adalah adanya keberkahan, karena sepanjang apa pun umurnya dan sebanyak apa pun hartanya, jika tidak berkah maka bisa menggiring seseorang ke dalam siksa akhirat.
2. Doa Memohon Umur Panjang dalam Ketaatan
Arab: اَللَّهُمَّ طَوِّلْ عُمُوْرَنَا فِي طَاعَتِكَ وَطَاعَةِ رَسُوْلِكَ وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ
Latin: Allahumma thowwil 'umuurona fii thaa'atika wa thaa'ati rasuulika waj'alnaa min 'ibaadikash shaalihiin
Artinya: "Ya Allah, panjangkanlah umur kami dalam menaati-Mu dan menaati rasul-Mu, serta jadikanlah kami dari golongan hamba-hamba-Mu yang salih."
Doa ini menekankan permohonan agar umur yang diberikan diisi dengan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, serta menjadikan diri sebagai hamba yang saleh.
Dalam Buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI, doa ini dianjurkan untuk dibaca secara rutin sebagai bentuk permohonan keberkahan usia. Hakikat keberkahan umur bukan sekadar panjang usia, tetapi kualitas hidup yang diisi dengan ketaatan dan manfaat bagi agama.
3. Doa Memohon Umur Panjang, Kesehatan, dan Rezeki yang Luas
Arab: اَللَّهُمَّ طَوِّلْ عُمُوْرَنَا، وَصَحِّحْ أَجْسَادَنَا، وَنَوِّرْ قُلُوْبَنَا، وَثَبِّتْ إِيْمَانَنَا، وَأَحْسِنْ أَعْمَالَنَا، وَوَسِّعْ أَرْزَاقَنَا، وَإِلَى الْخَيْرِ قَرِّبْنَا، وَعَنِ الشَّرِّ أَبْعِدْنَا، وَاقْضِ حَوَائِجَنَا فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Latin: Allahumma thowwil umuurona, wa shohhih ajsaadana, wa nawwir quluubana, wa sabbit iimaananaa wa ahsin a'maalanaa, wa wassi' arzaqonaa, wa ilal khoiri qorribnaa wa 'anisy-syarri ab'idnaa, waqdhikhawaa-ijana fiddiini waddunyaa wal aakhirati innaka 'alaa kulli syai-in qodiir
Artinya: "Ya Allah, panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan. Kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Doa ini mencakup permohonan yang sangat komprehensif, mulai dari umur panjang, kesehatan jasmani, cahaya hati, keteguhan iman, amal yang baik, rezeki yang luas, hingga kedekatan dengan kebaikan dan jauh dari kejahatan. Dalam Buku Doa-Doa Pilihan Terbaik karya Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr, doa ini disebutkan sebagai salah satu doa yang paling lengkap untuk memohon keberkahan usia.
4. Doa Memohon Keselamatan Agama, Kesehatan Badan, dan Keberkahan Rezeki
Arab: اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ سَلَامَةً فِي الدِّيْنِ، وَعَافِيَةً فِي الْجَسَدِ، وَزِيَادَةً فِي الْعِلْمِ، وَبَرَكَةً فِي الرِّزْقِ، وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ، وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ، وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ
Latin: Allahumma inna nas-aluka salamatan fid-diini, wa 'aafiyatan fil jasadi, wa ziyadatan fil 'ilmi, wa barokatan fir-rizqi, wa taubatan qablal mauti, warahmata 'indal mauti, wamaghfiratan ba'dal mauti
Artinya: "Ya Allah kami memohon kepada-Mu keselamatan dalam agama, kesegaran tubuh, penambahan ilmu, dan keberkahan rezeki, serta taubat sebelum mati dan rahmat ketika mati, dan ampunan sesudah mati."
Doa ini mencakup permohonan yang sangat lengkap untuk keberkahan hidup di dunia dan akhirat. Dalam Buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI, doa ini dianjurkan untuk dibaca sebagai doa harian yang mencakup seluruh aspek kehidupan.
5. Doa Memohon Keberkahan Harta, Keturunan, dan Umur
Arab: اَللَّهُمَّ بَارِكْ فِي مَالِهِ وَوَلَدِهِ وَأَطِلْ عُمْرَهُ وَاغْفِرْ ذَنْبَهُ
Latin: Allahumma barik fi malihi wa waladihi wa athil 'umrohu waghfir dzanbahu
Artinya: "Ya Allah, berilah keberkahan harta dan keturunan. Panjangkanlah usianya, dan ampunilah dosanya."
Doa ini merupakan doa yang dipanjatkan Rasulullah SAW untuk Anas bin Malik. Doa ini mencakup permohonan keberkahan harta, keturunan, umur panjang, dan ampunan dosa.
Dalam kitab Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW, Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih menjelaskan bahwa doa ini adalah salah satu doa yang paling sering dibaca Nabi untuk memohon keberkahan bagi para sahabatnya.
6. Doa Memohon Perlindungan dari Kelemahan di Masa Tua
Arab: اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ
Latin: Allahumma inni a'udzu bika minal 'ajzi wal kasali, wal jubni wal bukhli, wa a'udzu bika min fitnatil mahyaa wal mamaati, wa a'udzu bika min 'adzaabil qabri
Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan kekikiran, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari azab kubur."
Doa ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik RA, bahwa Nabi SAW biasa berdoa dengan kalimat ini. Dalam buku Doa-Doa Pilihan Terbaik karya Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr, doa ini disebutkan sebagai salah satu doa perlindungan yang paling sering dibaca Nabi, karena mencakup perlindungan dari delapan hal yang dapat merusak kehidupan seorang hamba.
Doa ini sangat relevan dibaca ketika memohon keberkahan usia, karena usia yang berkah adalah usia yang terhindar dari kelemahan dan kemalasan yang menghalangi amal saleh.
7. Doa Memohon Penghujung Umur yang Baik
Arab: اَللَّهُمَّ اجْعَلْ خَيْرَ عُمْرِي آخِرَهُ، وَخَيْرَ عَمَلِي خَوَاتِمَهُ، وَخَيْرَ أَيَّامِي يَوْمَ أَلْقَاكَ
Latin: Allahummaj'al khaira 'umri akhirahu, wa khaira 'amali khawatimahu, wa khaira ayyami yauma al-qaka
Artinya: "Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku pada ujungnya, dan jadikan sebaik-baik amalku pada akhir hayatku, dan jadikan sebaik-baik hariku pada saat aku bertemu dengan-Mu (di hari kiamat)."
Doa ini diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW dan diriwayatkan oleh Ibnu As-Sunni. Dalam kitab Majma'uz Zawaid (jilid 10, halaman 158), doa ini disebutkan sebagai doa yang memiliki makna mendalam tentang permohonan agar akhir kehidupan menjadi yang terbaik.
Sayyiduna Abu Bakar RA juga dilaporkan pernah membaca doa ini. Doa ini mencakup permohonan agar usia yang diberikan Allah berakhir dengan husnul khatimah dan amal yang diterima.
Adab dan Waktu Terbaik Doa Memohon Keberkahan Usia
1. Menghadap Kiblat
Dalam kitab Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI, dijelaskan bahwa menghadap kiblat adalah salah satu adab berdoa yang dianjurkan, berdasarkan hadits yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW datang ke tempat wuquf di Arafah dan menghadap kiblat lalu terus-menerus berdoa hingga tenggelam matahari.
2. Memulai dengan Hamdalah, Shalawat, dan Istighfar
Salah seorang sahabat Nabi berkata: "Ketika Nabi Muhammad SAW duduk di masjid, tiba-tiba datang seorang laki-laki masuk, lalu ia shalat. Setelah selesai ia membaca doa, 'Allahummaghfirlii warhamnii'. Maka Rasulullah pun berkata, 'Wahai kawan, engkau terburu-buru. Jika engkau shalat, duduklah dahulu kemudian bacalah puji-pujian kepada Allah, lalu bacalah shalawat kepadaku, kemudian barulah berdoa.'" Adab ini juga berlaku ketika memohon keberkahan usia, yaitu memulai dengan memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi SAW.
3. Berdoa dengan Suara Lembut dan Penuh Rasa Takut serta Harap
Allah berfirman: "Berserulah (berdoa) kepada Tuhanmu dengan merendahkan diri dan suara yang lembut" (QS. Al-A'raf: 55). Ketika memohon keberkahan usia, sebaiknya dilakukan dengan suara yang lembut dan penuh kekhusyukan, bukan dengan suara keras yang dapat mengganggu ketenangan.
4. Yakin akan Dipenuhi
Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla berfirman: Aku akan mengikuti prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Dan Aku selalu menyertainya apabila ia berdoa kepada-Ku." Keyakinan bahwa Allah akan mengabulkan doa adalah salah satu adab yang sangat penting dalam berdoa.
5. Waktu Terbaik: Setelah Shalat Fardhu
Waktu yang paling utama untuk mendoakan keberkahan usia adalah setelah menunaikan shalat fardhu lima waktu. Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menyebutkan bahwa doa yang dilakukan setelah shalat fardhu adalah doa yang didengar oleh Allah. Rasulullah SAW bersabda: "Doa yang dilakukan di tengah malam dan setelah selesai melaksanakan sholat fardhu lima waktu" adalah doa yang mustajab (HR. Tirmidzi, hasan shahih).
6. Waktu Terbaik: Sepertiga Malam Terakhir
Sepertiga malam terakhir adalah waktu di mana Allah turun ke langit dunia dan mengabulkan doa hamba-Nya. Rasulullah SAW bersabda: "Tuhan kita Tabaraka wa Ta'ala turun ke langit dunia setiap malam ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lalu Dia berfirman: 'Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mengabulkannya; siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberinya; dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku, maka Aku akan mengampuninya'" (HR. Bukhari dan Muslim).
7. Waktu Terbaik: Antara Adzan dan Iqamah
Waktu antara adzan dan iqamah termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda: "Doa antara adzan dan iqamah tidak tertolak" (HR. Tirmidzi). Pada saat ini, hati cenderung tenang dan fokus karena sedang bersiap menunaikan shalat.
8. Waktu Terbaik: Ketika Sujud dalam Shalat
Rasulullah SAW bersabda: "Adapun ketika bersujud, maka bersungguh-sungguhlah dalam berdoa, karena saat itu doa lebih cepat dikabulkan" (HR. Muslim). Sujud merupakan waktu yang sangat baik untuk memohon keberkahan usia dan perlindungan dari godaan setan.
9. Waktu Terbaik: Ketika Memasuki Usia 40 Tahun
Dalam Islam, usia 40 tahun adalah usia yang istimewa dan mengandung banyak rahasia maupun hikmah. Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi rasul pada usia 40 tahun, yang dianggap sebagai tanda kematangan spiritual dan fisik.
Ada doa khusus yang dianjurkan bagi orang-orang yang sudah berusia di atas 40 tahun, yaitu doa yang tercantum dalam QS. Al-Ahqaf ayat 15: Rabbi auzi'nī an asykura ni'matakallatī an'amta 'alayya wa 'alā wālidayya wa an a'mala ṣāliḥan tarḍāhu wa aṣliḥ lī fī żurriyyatī, innī tubtu ilaika wa innī minal-muslimīn (Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan memberi kebaikan kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri).
10. Kapan Saja dan di Mana Saja
Pada prinsipnya, doa memohon keberkahan usia dapat dipanjatkan kapan saja dan di mana saja. Allah berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu" (QS. Al-Mu'min: 60). Dr. MS. Udin, MA dalam bukunya menjelaskan bahwa dzikir dan doa tidak terbatas pada ruang dan waktu, dan dapat dilakukan di setiap kesempatan.
Hikmah Doa Memohon Keberkahan Usia
1. Mendapatkan Anugerah yang Tidak Terhingga dari Allah
Ibnu Athaillah As-Sakandari dalam kitab Al-Hikam menjelaskan bahwa siapa yang usianya diberkahi, maka dalam waktu singkat ia akan mendapatkan anugerah Allah yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata dan tidak dapat dijangkau dengan isyarat.
Dalam syarahnya di kitab Al-Hikam terbitan TuRos, Syekh Abdullah Asy-Syarqawi menjelaskan bahwa jika Allah ingin memberkati umur seorang wali-Nya, Dia akan memberikan kecerdasan dan kewaspadaan tinggi, sehingga ia terdorong untuk selalu menggunakan waktunya dengan baik. Dengan begitu, ia akan tergerak untuk selalu melakukan amal-amal saleh setiap saat, dan dalam waktu singkat ia pun akan mendapatkan karunia Allah yang berlimpah.
2. Terhindar dari Godaan Setan dan Tipu Dayanya
Keberkahan usia sangat erat kaitannya dengan perlindungan dari godaan setan. Setan selalu berusaha menghalangi manusia dari ketaatan dan mendorongnya untuk berbuat maksiat.
Dalam buku Doa-Doa Pilihan Terbaik karya Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr, doa perlindungan dari godaan setan seperti Allahumma inni a'udzu bika minal 'ajzi wal kasali, wal jubni wal bukhli, wa a'udzu bika min fitnatil mahyaa wal mamaati, wa a'udzu bika min 'adzaabil qabri disebutkan sebagai doa yang sangat dianjurkan untuk dibaca. Dengan usia yang berkah, seorang hamba akan lebih mudah menolak godaan setan dan mengisi waktunya dengan amal saleh.
3. Usia yang Berkah Menjadi Sebab Terhindar dari Siksa Akhirat
Rasulullah SAW bersabda: "Wahai Rasulullah, manusia mana yang dikatakan baik?" Beliau menjawab, "Yang panjang umurnya namun baik amalnya." "Lalu manusia mana yang dikatakan jelek?" Beliau menjawab, "Yang panjang umurnya namun jelek amalnya." (HR. Tirmidzi).
Hadits ini menunjukkan bahwa keberkahan usia bukan diukur dari panjangnya, melainkan dari kualitas amal yang dilakukan. Dengan memohon keberkahan usia, seorang hamba berusaha memastikan bahwa setiap detik yang diberikan Allah digunakan untuk amal yang diridhai-Nya, sehingga terhindar dari siksa akhirat.
4. Mendapatkan Perlindungan dari Kelemahan di Masa Tua
Doa Allahumma inni a'udzu bika minal 'ajzi wal kasali, wal jubni wal bukhli adalah doa yang secara khusus memohon perlindungan dari kelemahan dan kemalasan.
Dalam kitab Hisnul Muslim, Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani mencantumkan doa ini sebagai salah satu doa yang sangat dianjurkan untuk dibaca pada waktu pagi dan petang. Dengan usia yang berkah, seorang hamba akan terhindar dari kepikunan dan kelemahan yang menghalanginya dari beribadah kepada Allah.
5. Usia yang Berkah Menjadi Sarana Mendekatkan Diri kepada Allah
Dalam kitab Al-Hikam, Ibnu Athaillah menjelaskan bahwa keberkahan usia dapat membuat seseorang meraih karunia besar dalam waktu yang sangat singkat, bahkan dalam satu bulan ia akan meraih kedudukan tinggi yang tak pernah dialami oleh seseorang dalam seribu bulan, seperti halnya orang yang mendapatkan anugerah malam Lailatul Qadar. Hal ini menunjukkan bahwa usia yang berkah bukan hanya tentang panjangnya waktu, tetapi tentang kualitas kedekatan seseorang kepada Allah.
Dalam Buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI, dijelaskan bahwa cara meraih keberkahan umur menurut Syekh Ibnu Athaillah hanya satu, yaitu dengan mengisinya dengan ketaatan, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Pertanyaan Seputar Doa Memohon Keberkahan Usia
1. Apa doa yang paling utama untuk memohon keberkahan usia?
Doa yang paling utama adalah Allahumma aktsir maalii, wa waladii, wa baarik lii fiimaa a'thoitanii, wa athil hayaatii 'ala tho'atik, wa ahsin 'amalii, waghfir lii (Ya Allah, perbanyaklah harta dan anakku serta berkahilah karunia yang Engkau beri.
Panjangkanlah umurku dalam ketaatan pada-Mu dan baguskanlah amalku serta ampunilah dosa-dosaku). Doa ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Anas bin Malik dan merupakan doa yang paling masyhur untuk memohon keberkahan usia.
2. Kapan waktu terbaik mendoakan keberkahan usia?
Waktu terbaiknya adalah setelah shalat fardhu, sepertiga malam terakhir, antara adzan dan iqamah, ketika sujud dalam shalat, ketika memasuki usia 40 tahun, dan kapan saja secara rutin.
3. Apa perbedaan antara panjang umur dan keberkahan usia?
Panjang umur diukur dari banyaknya tahun yang dijalani, sedangkan keberkahan usia diukur dari kualitas amal yang dilakukan. Rasulullah SAW bersabda bahwa manusia terbaik adalah yang panjang umurnya dan baik amalnya, sedangkan manusia terburuk adalah yang panjang umurnya tetapi buruk amalnya (HR. Tirmidzi).
4. Apakah ada doa khusus untuk usia 40 tahun?
Ya, ada. Doa yang dianjurkan bagi mereka yang memasuki usia 40 tahun adalah doa yang tercantum dalam QS. Al-Ahqaf ayat 15: Rabbi auzi'nī an asykura ni'matakallatī an'amta 'alayya wa 'alā wālidayya wa an a'mala ṣāliḥan tarḍāhu wa aṣliḥ lī fī żurriyyatī, innī tubtu ilaika wa innī minal-muslimīn. Doa ini memohon agar diberikan kemampuan untuk bersyukur, beramal saleh, dan memperbaiki keturunan.
5. Bagaimana cara meraih keberkahan usia?
Menurut Syekh Ibnu Athaillah dalam kitab Al-Hikam, cara meraih keberkahan umur adalah dengan mengisinya dengan ketaatan, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Selain itu, memperbanyak doa, bersilaturahmi, dan menjaga amal saleh juga merupakan amalan yang dapat mendatangkan keberkahan usia.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348624/original/061599100_1789451727-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-15T125442.652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344778/original/063010900_1789002904-email-attachment_2026_09_09_adyanugrahadi_mendes-yandri-ungkap-program-untuk-gerakkan-ekonomi-desa-ada-beasiswa-ke-jepang_IMG_9539.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5253059/original/096793100_1749987049-WhatsApp_Image_2025-06-13_at_18.37.17.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371619/original/004076100_1791795972-FALSE__9_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4344696/original/048405500_1677815277-hands-women-who-raise-their-hands.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371914/original/072522500_1791853289-1001754174.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353312/original/077360500_1789959966-pembubaran_orang_ibadah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344776/original/083597700_1789002318-email-attachment_2026_09_10_ariefhakim-at-klyid_bandara-soekarno-hatta-sudah-layani-ratusan-penerbangan-harian-setelah-dibuka-kembali_1000436192.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4199341/original/055639700_1666344669-bacaan-doa-untuk-orang-meninggal-latin-dan-artinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371902/original/096211300_1791849777-IMG-20261012-WA0188_1.jpg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371900/original/072572800_1791848366-images__57_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371895/original/037480000_1791845936-IMG_20261012_195046.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371897/original/015835000_1791845941-1001753610.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371893/original/002781100_1791844949-490837.jpg)