Sopir Truk Mengaku Persneling Lepas saat Kecelakaan Maut di Pringsewu

Sopir truk Fuso yang terlibat kecelakaan beruntun hingga menewaskan dua pelajar SMP menyerahkan diri.

Diterbitkan 13 Oktober 2026, 05:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sopir truk Fuso yang terlibat kecelakaan beruntun hingga menewaskan dua pelajar SMP di Pringsewu, Lampung, akhirnya menyerahkan diri ke polisi setelah sempat meninggalkan lokasi kejadian.

Nablan Subari (41), warga Kabupaten Lampung Tengah, mendatangi Mapolsek Kalirejo, Lampung Tengah, pada Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Tim Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Pringsewu kemudian menjemputnya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kasat Lantas Polres Pringsewu Iptu Adi Wibowo mengatakan, Nablan menyerahkan diri beberapa jam setelah kecelakaan yang terjadi di Jalan Raya Pekon Podosari, sekitar Jembatan Way Sekampung, pada Minggu sekitar pukul 11.30 WIB.

"Pengemudi truk sudah kami amankan setelah yang bersangkutan menyerahkan diri ke Polsek Kalirejo. Selanjutnya, personel Unit Gakkum Satlantas Polres Pringsewu menjemputnya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut," kata Adi, Senin (12/10/2026).

Menurut Adi, Nablan merupakan warga Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampung Tengah. Setelah meninggalkan lokasi kecelakaan, ia menuju Kecamatan Kalirejo dan kemudian memutuskan mendatangi kantor polisi.

Berdasarkan pemeriksaan awal, Nablan mengaku mengemudikan truk Fuso bermuatan pasir dari Kalirejo menuju Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Saat melintas di jalan menurun di Pekon Sukoharjo, menjelang Jembatan Way Sekampung, Nablan mengaku berusaha memperlambat laju kendaraan dengan mengerem sekaligus memindahkan transmisi dari gigi tiga ke gigi dua.

"Namun, menurut pengakuannya, tuas persneling justru terlepas dari dudukannya ketika hendak memindahkan gigi. Truk kemudian meluncur tanpa terkendali hingga menabrak sejumlah kendaraan di depannya," jelas Adi.

Nablan mengaku panik setelah kecelakaan terjadi dan meninggalkan lokasi menuju Kecamatan Kalirejo. Dalam perjalanan, ia akhirnya memutuskan menyerahkan diri ke polisi.

Adi menegaskan, penyidik masih mendalami keterangan sopir tersebut, termasuk dugaan gangguan pada tuas persneling yang disebut membuat truk sulit dikendalikan. Polisi juga mengumpulkan keterangan saksi dan memeriksa kendaraan yang terlibat untuk memastikan penyebab kecelakaan.

"Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi bagian dari proses penyelidikan untuk menentukan penyebab pasti kecelakaan maut yang menewaskan dua pelajar SMP itu," ungkapnya.

 

Kecelakaan Beruntun Libatkan Lima Kendaraan

Kecelakaan beruntun tersebut melibatkan lima kendaraan, yakni satu truk Fuso bermuatan pasir, dua mobil minibus, dan dua sepeda motor. Truk Fuso bernomor polisi BE 8412 AUH diduga mengalami gangguan saat melintasi jalan menurun hingga menabrak kendaraan di depannya.

Benturan keras menyebabkan sejumlah kendaraan rusak parah. Sepeda motor Yamaha Mio yang ditumpangi tiga remaja bahkan terseret hingga puluhan meter dari titik awal kecelakaan.

Dua penumpang sepeda motor tersebut, MZ (13), warga Pekon Bandung Baru, Kecamatan Adiluwih, Pringsewu, dan RB (14), warga Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah, meninggal dunia di lokasi akibat luka parah.

Sementara itu, pengendara sepeda motor berinisial MR (14), yang juga warga Kecamatan Kalirejo, mengalami luka berat.

Ketiganya diketahui merupakan pelajar SMP. Mereka dievakuasi ke Rumah Sakit Mitra Husada untuk mendapatkan penanganan medis.

Selain truk Fuso dan Yamaha Mio, kendaraan lain yang terlibat adalah Toyota Innova bernomor polisi BE 1810 UW, Mitsubishi Pajero BE 1459 UC, dan Honda PCX BE 2938 UAJ.

Pengemudi Toyota Innova, Riswanto, warga Pekon Totokarto, Kecamatan Adiluwih, serta pengemudi Mitsubishi Pajero, Parlindungan Silaban (33), warga Pekon Sukoharjo III Barat, dilaporkan tidak mengalami luka.

Adapun pengendara Honda PCX, Novia Arum (36), warga Pekon Sukoyoso, Kecamatan Sukoharjo, mengalami luka ringan. Anak Novia yang berusia 10 tahun, Hendra Mahardika, dilaporkan tidak mengalami luka.

Hingga kini, penyidik Unit Gakkum Satlantas Polres Pringsewu masih memeriksa Nablan dan mendalami kondisi kendaraan, termasuk dugaan gangguan pada sistem transmisi maupun pengereman.

"Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengungkap rangkaian kejadian dan memastikan faktor penyebab kecelakaan yang menewaskan 2 pelajar," tandasnya.