Update Sebaran Titik Api Pemicu Kebakaran Hutan di Sumatra dan Kalimantan

Operasi modifikasi cuaca terus dimaksimalkan.

Diterbitkan 13 Oktober 2026, 08:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • 1.085 hotspot terdeteksi per 12 Oktober 2026, indikasi titik panas dari satelit.
  • Kemenhut mengerahkan 61 armada udara dan tim gabungan tangani Karhutla di 6 provinsi.
  • Kualitas udara di Kalteng, Sumsel, Jambi sangat tidak sehat; masyarakat diimbau pakai masker.

Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra dan Kalimantan masih terjadi hingga saat ini. Berdasarkan informasi yang diunggah akun sosial media Instagram Kementerian Kehutanan (Kemenhut) @kemenhut, terdapat 1.085 hotspot dengan status hig confidence.

Dijelaskan, hotspot merupakan indikasi titik panas dari penginderaan satelit dan tidak selalu berarti kebakaran. Update ini disampaikan per hari ini, Selasa (13/10/2026).

"Pantauan hotspot, berdasarkan data SiPongi yang bersumber dari satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, pada 12 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB terdeteksi 1.085 hotspot - high confidence," tulis Kemenhut @kemenhut, Selasa (13/10/2026).

Untuk sebaran titik api sampai Senin malam pukul 21.00 WIB, terbanyak masih di Kalimantan Tengah 227 titik, Sumatera Selatan 147 titik, Kalimantan Selatan 113 titik, Kalimantan Barat 31 titik, Jambi 24 titik.

Kemenhut juga melakukan operasi udara. Sebanyak 61 unit armada udara dikerahkan, yang terdiri dari 17 unit untuk patroli dan OMC, 44 unit untuk operasi water bombing. 55 unit untuk 6 provinsi prioritas Karhutla dan 6 unit untuk waterbombing diluar provinsi prioritas.

"Tim gabungan terus melakukan penanganan Karhutla melalui pemadaman darat, water bombing, patroli udara, serta upaya pencegahan dan pengendalian di 6 wilayah prioritas (Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sumatra Selatan, Riau, dan Jambi)," kata Kemenhut.

Dijelaskan, operasi melibatkan Manggala Agni Kemenhut bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, masyarakat, dan para pihak.

 

Kondisi Udara

Kemenhut menjelaskan, untuk kondisi udara berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kategori sangat tidak sehat (merah) dan Berbahaya (hitam) masih menyelimuti wilayah Kalimantan Tengah.

"Di Sumatra, kategori sangat tidak sehat (merah) dan Berbahaya (hitam) masih menyelimuti wilayah Sumatera Selatan dan Jambi. Mayoritas kondisi udara di wilayah Indonesia dalam kondisi sedang dan baik (hijau dan biru)," papar Kemenhut.

Kemenhut pun lantas mengimbau agar tidak membakar lahar dan tetap gunakan masker jika beraktivitas di luar.

"Jangan membakar lahan. Jika melihat asap atau indikasi kebakaran, gunakan masker jika beraktivitas di luar. Info Posko Karhutla: 📞 021-5704618 📱 WhatsApp: +62 8131-00-35000 ✉️ posko.karhutla@kehutanan.go.id," tutup Kemenhut.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6