Liputan6.com, Jakarta - Niat meninggalkan rumah hanya sebentar untuk membeli token listrik berujung duka mendalam bagi keluarga Purwanto (42). Putranya yang masih berusia 2 tahun tewas setelah terjebak kebakaran di kamar tidurnya.
Peristiwa tragis itu terjadi di Desa Growong Lor, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Minggu malam, 11 Oktober 2026.
Bocah berinisial YPÂ mengalami luka bakar parah saat kebakaran melanda rumah keluarganya sekitar pukul 20.55 WIB. Ketika api membesar, korban masih terlelap di dalam kamar. Sedangkan kedua orang tuanya tidak berada di rumah.
Advertisement
Dugaan sementara, kebakaran dipicu obat nyamuk bakar yang menyulut material mudah terbakar di sekitar tempat tidur korban. Api kemudian membesar dan melahap kasur, hingga membakar sebagian besar ruangan tersebut.
Kebakaran rumah yang menewaskan seorang balita itu, dibenarkan Kepala Desa Growong Lor, Narjo. Peristiwa itu menimpa anak dan rumah milik Purwanto, yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang parkir di wilayah Kecamatan Juwana.
"Rumah yang terbakar itu, diketahui baru sekitar setahun dibangun melalui program bantuan Rumah Sederhana Layak Huni dari pemerintah, " ujar Narjo saat dihubungi Liputan6.com melalui sambungan telepon.
Â
Dipicu Obat Nyamuk
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371896/original/041427700_1791845936-IMG_20261012_195106.jpg)
Berdasarkan informasi yang dihimpun sebelum kejadian, Purwanto menyalakan obat nyamuk bakar di kamar putranya untuk mengusir nyamuk. Korban kemudian dibiarkan tidur di kamar. Sedangkan ayahnya pergi membeli token listrik.
"Sementara itu, ibu korban diketahui sedang berjualan. Dalam kondisi tersebut, korban berada sendirian di dalam rumah ketika kebakaran terjadi, " terang Narjo.
Dugaan pemicu kebakaran yang menewaskan seorang balita itu, juga dibenarkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kapolsek Juwana, Ipda Darmawan. Ia menyebut kebakaran diduga bermula dari obat nyamuk bakar yang berada di dekat kasur tempat korban tidur. Bantal atau guling yang terjatuh dari tempat tidur bersentuhan dengan sumber api. Material yang mudah terbakar, membuat kobaran api cepat membesar dan merembet ke kasur.
Warga yang melihat api mulai berkobar segera mendatangi rumah tersebut. Namun, saat upaya meminta bantuan dilakukan, api telanjur membesar dan membakar kamar tempat korban tertidur.
Kobaran api hanya melalap sebagian rumah. Namun ruangan tempat korban berada mengalami kebakaran parah.
Â
Advertisement
Sempat Dilarikan ke RS
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371894/original/032972100_1791845936-IMG_20261012_195027.jpg)
Di sisi lain, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Perlindungan Masyarakat Satpol PP Kabupaten Pati, Dwi Prasetyo, menambahkan, korban mengalami luka bakar serius dan dirujuk ke RSUD RAA Soewondo Pati untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun luka bakar yang dialami korban mencapai sekitar 80 persen, nyawa korban pun tidak tertolong. Jenazah balita YP selanjutnya dibawa pulang dan dimakamkan pada Senin dini hari, 12 Oktober 2026, sekitar pukul 01.00 WIB.
Dalam penanganan kebakaran tersebut, dua unit mobil pemadam kebakaran Kabupaten Pati dikerahkan ke lokasi. Petugas Damkar bersama personel TNI, Polri, dan masyarakat berjibaku memadamkan api.
Akibat kejadian tersebut, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp15 juta. Namun, kerugian terbesar bagi keluarga bukan sekadar rumah yang terbakar, melainkan kehilangan putra kecil mereka yang meninggal dunia setelah terjebak kobaran api di kamar tidurnya.
Penyebab kebakaran masih berdasarkan dugaan awal, bahwa api berasal dari obat nyamuk bakar yang menyambar material mudah terbakar di dalam kamar.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344778/original/063010900_1789002904-email-attachment_2026_09_09_adyanugrahadi_mendes-yandri-ungkap-program-untuk-gerakkan-ekonomi-desa-ada-beasiswa-ke-jepang_IMG_9539.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5253059/original/096793100_1749987049-WhatsApp_Image_2025-06-13_at_18.37.17.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371619/original/004076100_1791795972-FALSE__9_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348624/original/061599100_1789451727-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-15T125442.652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371895/original/037480000_1791845936-IMG_20261012_195046.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353312/original/077360500_1789959966-pembubaran_orang_ibadah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344776/original/083597700_1789002318-email-attachment_2026_09_10_ariefhakim-at-klyid_bandara-soekarno-hatta-sudah-layani-ratusan-penerbangan-harian-setelah-dibuka-kembali_1000436192.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4199341/original/055639700_1666344669-bacaan-doa-untuk-orang-meninggal-latin-dan-artinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371902/original/096211300_1791849777-IMG-20261012-WA0188_1.jpg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371900/original/072572800_1791848366-images__57_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371897/original/015835000_1791845941-1001753610.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371893/original/002781100_1791844949-490837.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371885/original/067465000_1791829649-490591.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371884/original/049744400_1791826760-1001755409.jpg)