Liputan6.com, Jakarta - Terkadang, seseorang merasa sudah bekerja keras namun hasil yang didapatkannya tak sebanding dengan keringat yang diperas. Berbagai usaha telah dilakukan, namun hasilnya belum juga sesuai harapan. Dalam kondisi seperti ini, umat Islam perlu melakukan amalan ketika rezeki terasa seret.
Islam mengajarkan bahwa rezeki bukan sekadar persoalan angka dan materi, melainkan juga menyangkut keberkahan yang mengalir melalui jalur-jalur ketaatan kepada Allah SWT. Al-Qur'an telah menegaskan bahwa setiap makhluk di bumi ini telah dijamin rezekinya oleh Allah.
"Dan tidak ada suatu makhluk melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya...". (QS. Hud: 6).
Advertisement
Para ulama menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama terhambatnya rezeki adalah dosa dan maksiat yang dilakukan. Muhammad Abduh Tuasikal dalam ebook Teks Khutbah Jumat 10 Amalan Pembuka Pintu Rezeki menegaskan bahwa ada tiga sebab pokok pintu rezeki dibuka oleh Allah: takwa, tawakal, dan istiqamah.
Faedah dari takwa adalah akan diberi jalan keluar dan diberikan rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka, sebagaimana firman Allah dalam Surah Ath-Thalaq ayat 2-3. Sementara faedah dari tawakal adalah akan diberikan kecukupan.
Merangkum berbagai sumber, berikut ini adalah amalan-amalan ketika rezeki terasa seret agar lancar.
Amalan Ketika Rezeki Terasa Seret
Berikut ini adalah amalan-amalan yang dapat dilakukan ketika rezeki terasa seret, lengkap dengan dalil dan penjelasan dari para ulama:
1. Memperbanyak Istighfar (Memohon Ampun kepada Allah)
Istighfar merupakan amalan yang paling utama dan paling penting untuk mendatangkan rezeki dengan anugerah dari Allah. Mahmud Sirri dkk dalam jurnal Istighfar Sebagai Kunci Rezeki menjelaskan bahwa istighfar bisa membuka pintu rezeki. Seseorang akan semakin dimudahkan rezekinya apabila banyak dan istiqamah mengamalkan istighfar.
Allah berfirman dalam Surah Nuh ayat 10-12:"Maka aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Rabbmu (beristighfarlah), sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.'"
Ulama tabiin Al-Hasan Al-Bashri pernah didatangi orang-orang yang mengalami kesusahan karena paceklik, kemiskinan, gagal panen, hingga tidak punya keturunan. Beliau memberikan nasihat yang sama kepada semuanya: "Istighfirullah" (mohon ampunlah kepada Allah). Riwayat ini disebutkan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Fath Al-Bari [5†L4-L8].
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad, Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa memperbanyak istighfar, niscaya Allah akan memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya, dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka." (HR. Abu Daud, no. 1518)
Sejatinya istighfar adalah mengetuk pintu-pintu rezeki. Barangsiapa yang merasa butuh kepada Allah, maka tidak akan sampai kepadanya kecuali dengan mengajukan istighfar sebagai pembukanya.
2. Mendirikan Shalat Tahajud
Shalat Tahajud adalah shalat yang paling utama setelah shalat fardu. Shalat ini dikerjakan pada sepertiga malam terakhir setelah tidur. Allah SWT berfirman:
"Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat Tahajud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji." (QS. Al-Isra: 79)
Rasulullah SAW bersabda: "Pada tiap malam Tuhan kami Tabaraka wa Ta'ala turun (ke langit dunia) ketika tinggal sepertiga malam yang akhir. Ia berfirman: 'Barang siapa yang menyeru-Ku, akan aku perkenankan seruannya. Barang siapa yang meminta kepada-Ku, aku perkenankan permintaannya. Dan barang siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, aku ampuni dia.'" (HR. Bukhari dan Muslim).
Dalam buku Agar Dimudahkan Rezeki karya Asep Maulana dan Abdullah Jinaan, dijelaskan bahwa shalat Tahajud memiliki kekuatan spiritual yang luar biasa dalam membuka pintu rezeki. Allah menjanjikan turunnya pertolongan dan keberkahan bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh mendirikan shalat malam.
3. Mendirikan Shalat Dhuha
Shalat Dhuha adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada waktu pagi setelah matahari naik beberapa derajat hingga sebelum waktu Zuhur. Shalat ini sangat dianjurkan sebagai amalan pembuka rezeki.
Dari Nu'aim bin Hammar Al-Ghathafaniy radhiyallahu 'anhu, beliau mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Allah Ta'ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat rakaat shalat pada awal siang (pada waktu Dhuha) supaya engkau tercukupi pada akhir siang." (HR. Ahmad, 5:286, Abu Daud, no. 1289, Tirmidzi, no. 475)
Asep Maulana dan Abdullah Jinaan dalam buku Agar Dimudahkan Rezeki menjelaskan bahwa di antara faktor mudahnya rezeki turun kepada kita adalah dengan membiasakan diri melaksanakan shalat Dhuha sebanyak dua rakaat sampai delapan rakaat.
Waktunya adalah setelah terbit matahari sampai menjelang masuk waktu Zuhur. Afdholnya dilakukan pada pagi hari di saat matahari sedang naik (kira-kira pukul 09.00).
Rasulullah SAW juga bersabda: "Setiap ruas dari anggota tubuh di antara kalian pada pagi hari harus dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kebaikan adalah sedekah, dan mencegah kemungkaran adalah sedekah. Dan semua itu dapat disepadankan dengan mengerjakan shalat Dhuha dua rakaat." (HR Muslim).
4. Memperbanyak Sedekah Sedekah memiliki peran besar dalam melapangkan rezeki. Banyak orang berpikir sedekah harus menunggu punya banyak uang, padahal justru dari sedekah itulah rezeki ditambah.
Allah Ta'ala berfirman: "Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya." (QS. Saba': 39).
Rasulullah SAW bersabda: "Allah Ta'ala berfirman padaku, 'Berinfaklah kamu, niscaya Aku akan berinfak (memberikan ganti) kepadamu.'" (HR. Bukhari, no. 4684; Muslim, no. 993).
Dalam buku Agar Dimudahkan Rezeki, dijelaskan bahwa Allah SWT menjadikan sedekah dan kedermawanan sebagai pinjaman yang baik dari seorang hamba kepada-Nya. Allah akan melipatgandakan balasan pinjaman yang baik menjadi tujuh ratus kali lipat dan akan menambahkannya kepada hamba-hamba yang dikehendaki-Nya.
Rasulullah SAW juga bersabda: "Tidaklah berkurang (sedikit pun) harta seorang hamba ketika disedekahkan di jalan Allah." (HR. Muslim).
5. Menjalin Silaturahmi
Menjalin hubungan dengan orang tua dan kerabat, apalagi yang sedang terputus, merupakan amalan yang dapat membuka pintu rezeki.
Dari Anas bin Malik RA, Nabi SAW bersabda: "Siapa yang suka untuk dipanjangkan umurnya dan ditambahkan rezekinya, maka berbaktilah kepada kedua orang tuanya dan jalinlah hubungan dengan kerabatnya (silaturahim)." (HR. Ahmad, 3:229; 3:266. Syaikh Syu'aib Al-Arnauth menyatakan bahwa hadits ini shahih)
Dalam buku Rahasia Magnet Rezeki karya Nasrullah, dijelaskan bahwa silaturahmi adalah salah satu kunci pembuka pintu rezeki. Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah dia menyambung tali silaturahim." (HR. Bukhari Muslim).
6. Membaca Surah Al-Waqi'ah
Surah Al-Waqi'ah adalah surah yang sering diidentifikasi sebagai pembuka pintu rezeki. Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang membaca Surah Al-Waqi'ah setiap malam, ia tidak akan mengalami kemiskinan." (HR. Al-Hakim).
Dalam buku Agar Dimudahkan Rezeki, disebutkan kisah Ibnu Mas'ud yang berpesan kepada anak-anak perempuannya untuk membaca surah Al-Waqi'ah setiap malam. Beliau berkata: "Apakah engkau mengkhawatirkan kemiskinan menimpa anak-anak perempuanku setelah sepeninggalku nanti? Padahal, aku telah berpesan kepada mereka untuk membaca surah Al-Waqi'ah setiap malam.".
7. Menikah
Menikah merupakan amalan yang dapat membuka pintu rezeki. Allah Ta'ala berfirman dalam Surah An-Nuur ayat 32:
"Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui."
Ibnu Mas'ud RA berkata: "Carilah kaya (hidup berkecukupan) dengan menikah." (Diriwayatkan dari Ibnu Jarir). Imam Al-Baghawi menyatakan pula bahwa 'Umar menyatakan seperti itu pula. Lihat Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim, 5:533.
Rasulullah SAW bersabda: "Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah menolong mereka, yaitu; Seorang mujahid fi sabilillah. Seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka. Dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya." (HR. Ahmad, Nasa'i, At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Hakim).
8. Berhusnudzon kepada Allah
Nasrullah dalam buku Rahasia Magnet Rezeki menekankan pentingnya husnudzon atau berprasangka baik kepada Allah. Setiap pikiran adalah doa, dan setiap doa dikabulkan oleh Allah, baik yang positif maupun negatif. Sesuai hadis Nabi: "Inni 'inda dzonni abdi bi... Sesungguhnya Aku berdasarkan prasangka hamba-Ku." (Hadis Qudsi).
Beliau menjelaskan bahwa su'udzon atau berprasangka buruk kepada Allah dapat menghambat rezeki. Dalam Islam, dosa paling besar adalah su'udzon kepada Allah. Ketika kita berprasangka buruk kepada Allah, seluruh rezeki menghilang dari sisi kita.
Sebaliknya, dengan husnudzon, seorang hamba akan selalu melihat sisi positif dari setiap kejadian. Allah SWT berfirman: "Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku." Maka berprasangka baiklah kepada Allah, niscaya kebaikan akan datang.
9. Melakukan Haji dan Umrah
Haji dan umrah disebut dalam hadits dapat mengangkat kefakiran (kemiskinan). Rasulullah SAW bersabda: "Laksanakanlah haji dan umrah, karena keduanya menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana api menghilangkan karat besi." (HR. Tirmidzi).
10. Memperbanyak Doa
Memperbanyak doa agar dibukakan pintu rezeki merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Di antara doa yang bisa dipanjatkan adalah doa yang disebut dalam hadits sebagai doa untuk melunasi utang sepenuh gunung.
Doa-Doa Agar Dimudahkan Rezeki
Berikut ini adalah doa-doa yang dapat diamalkan untuk memohon kelancaran dan keberkahan rezeki, lengkap dengan teks Arab, latin, dan artinya:
Doa 1: Doa Memohon Rezeki yang Halal
Arab: اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
Latin: Allahumak-finii bi halaalika 'an haroomik, wa agh-niniy bi fadhlika 'amman siwaak.
Artinya: "Ya Allah, cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu." (HR. Tirmidzi, no. 3563. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).
Doa ini diajarkan oleh Nabi SAW kepada 'Ali radhiyallahu 'anhu. Dalam Teks Khutbah Jumat 10 Amalan Pembuka Pintu Rezeki, disebutkan bahwa doa ini adalah doa untuk melunasi utang sepenuh gunung.
Doa 2: Doa Memohon Rezeki yang Berlimpah
Arab: اللَّهُمَّ إِنَّ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ، وَإِنَّ كَانَ فِي الأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ، وَإِنَّ كَانَ بَعِيدًا فَقَرِّبْهُ، وَإِنَّ كَانَ قَرِيْبًا فَيَسِّرْهُ، وَإِنَّ كَانَ قَلِيْلًا فَكَثِّرْهُ، وَإِنَّ كَانَ كَثِيْرًا فَبَارِكْ لِي فِيهِ
Latin: Allahumma inna kaana rizqi fissamaa' fa anzilhu wa inna kaana fil ardhi fa akhrijhu wa inna kaana ba'iidan faqorribhu wa inna kaana qoriiban fayassirhu wa inna kaana qoliilan fakats tsirhu wa inna kaana katsiiron fa baariklii fiihi.
Artinya: "Ya Allah, jika rezekiku di langit, maka turunkan, dan jika di bumi, maka keluarkan, dan jika jauh maka dekatkan, dan jika dekat, maka mudahkan, dan jika sedikit, maka perbanyaklah, dan jika banyak, maka berkatilah aku dengannya."
Doa 3: Doa Memohon Harta dan Anak yang Berkah
Arab: اللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالِي، وَوَلَدِي، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَنِي وَأَطِلْ حَيَاتِي عَلَى طَاعَتِكَ، وَأَحْسِنْ عَمَلِي وَاغْفِرْ لِي
Latin: Allahumma ak-tsir maalii wa waladii, wa baarik lii fiimaa a'thoitanii wa athil hayaatii 'ala tho'atik wa ahsin 'amalii wagh-fir lii.
Artinya: "Ya Allah perbanyaklah harta dan anakku serta berkahilah karunia yang Engkau beri. Panjangkanlah umurku dalam ketaatan kepada-Mu dan baguskanlah amalku serta ampunilah dosa-dosaku." (HR Bukhari dan Muslim).
Doa 4: Doa Nabi Yunus AS
Arab: لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Latin: Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazh zhaalimiin.
Artinya: "Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk di antara orang-orang yang berbuat aniaya." (QS. Al-Anbiya: 87).
Doa Nabi Yunus AS ini sangat dianjurkan untuk dibaca ketika menghadapi kesulitan, termasuk kesulitan rezeki. Doa ini dikenal sebagai Doa Dzun Nun.
Doa 5: Doa Memohon Kelapangan Rezeki
Arab: اللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَوَاتِ السَّبْعِ، وَرَبَّ العَرْشِ العَظِيمِ، اِقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ وَأَغْنِنَا مِنَ الْفَقْرِ
Latin: Allahumma robbas samawaatis sab'i wa robbal 'arsyil 'adzhiim, iqdhii 'annad dayna wa aghninaa minal faqr.
Artinya: "Ya Allah, Rabb Tujuh Langit, dan Rab Arsy yang Agung, hapuslah hutang kami, perkaya kami dan jauhkan dari kemiskinan."
Doa 6: Doa Memohon Rezeki yang Baik
Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْماً نَافِعاً وَرِزْقاً طَيِّباً وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً
Latin: Allahumma innii as'aluka 'ilman naafi'an wa rizqan thayyiban wa 'amalan mutaqabbalan.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima." (HR. Ibnu Majah).
Doa 7: Doa Setelah Shalat Subuh (Amalan dari Syekh Abdul Qadir Al-Jailani)
Arab: يَا مُوَسِّعَ الرِّزْقِ، وَيَا مَنْ لَا يُعْجِزُهُ شَيْءٌ، اجْعَلْ رِزْقِي فِي سَهْلٍ
Latin: Yaa muwassi'ar rizqi, wa yaa man laa yu'jizuhu syai'un, ij'al rizqii fii sahl.
Artinya: "Wahai Dzat Yang Maha Pemberi, berikanlah untukku ilmu dan hikmah. Wahai Dzat Pemberi Rizki, jadikanlah rizqi untukku sebagai sesuatu yang mudah.".
Syekh Abdul Qadir Al-Jailani mengatakan: "Barang siapa membaca syair ini sehari 25 kali maka akan dimudahkan rizkinya oleh Allah SWT.".
Hikmah Melaksanakan Amalan Ketika Rezeki Terasa Seret
1. Mendekatkan Diri kepada Allah SWT
Amalan-amalan pembuka rezeki pada hakikatnya adalah bentuk ketaatan dan kedekatan seorang hamba kepada Tuhannya. Ketika seseorang memperbanyak istighfar, mendirikan shalat malam, dan bersedekah, ia sedang membangun hubungan yang lebih intim dengan Allah.
Dalam buku Rahasia Magnet Rezeki, Nasrullah menjelaskan bahwa manusia adalah energi, dan Allah adalah Super Energi yang mengendalikan segalanya. Ketika seorang hamba mendekat kepada Allah, maka energi positif akan mengalir dan menarik rezeki.
2. Membersihkan Jiwa dari Dosa dan Maksiat
Dosa adalah penghalang utama datangnya rezeki. Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya seseorang terhalang dari rezeki karena dosa yang ia lakukan." (HR. Ahmad). Dengan memperbanyak istighfar dan taubat, seorang hamba membersihkan jiwanya dari kotoran dosa yang menghambat aliran rezeki.
Mahmud Sirri dkk dalam jurnal Istighfar Sebagai Kunci Rezeki menjelaskan bahwa saat dosa seorang muslim diampuni, Allah tidak akan membiarkan dirinya berada dalam kesia-siaan. Allah akan memberikan ketenangan dalam hatinya, memberikan jalan keluar dalam setiap permasalahan, serta memberikan rahmat yang berlimpah.
3. Menumbuhkan Sikap Tawakal dan Ridha
Amalan-amalan seperti shalat Tahajud, shalat Dhuha, dan sedekah melatih seorang hamba untuk bertawakal dan ridha terhadap ketentuan Allah.
Asep Maulana dan Abdullah Jinaan dalam buku Agar Dimudahkan Rezeki menjelaskan bahwa tawakal kepada Allah bermakna bersungguh-sungguh dan menggantungkan hati kepada Allah, serta menggunakan cara yang nyata untuk mencari rezeki. Tawakal bukan berarti berdiam diri tanpa usaha, melainkan menyerahkan hasil sepenuhnya kepada Allah setelah berusaha maksimal.
4. Memperkuat Rasa Syukur
Amalan pembuka rezeki mengajarkan seorang hamba untuk selalu bersyukur atas segala nikmat yang telah diterima. Dalam buku Rahasia Magnet Rezeki, Nasrullah menekankan bahwa syukur adalah jalan mutlak untuk mendatangkan lebih banyak kebaikan ke dalam hidup.
Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan tambah nikmat kepadamu." (QS. Ibrahim: 7). Dengan bersyukur, seorang hamba membuka pintu bagi datangnya rezeki yang lebih besar.
5. Membangun Kepedulian Sosial
Sedekah dan silaturahmi adalah amalan yang tidak hanya berdimensi spiritual, tetapi juga sosial. Ketika seseorang bersedekah, ia tidak hanya membantu orang lain yang membutuhkan, tetapi juga membangun kepedulian sosial dan mempererat tali persaudaraan.
Dalam buku Agar Dimudahkan Rezeki, dijelaskan bahwa sedekah memiliki dua tujuan yang cukup berarti: pertama, membantu kekurangan dan kebutuhan umat Islam; kedua, membantu dan menegakkan ajaran Islam. Makin sering bersedekah, makin sering pula Allah melimpahkan rezeki.
Pertanyaan Seputar Pintu Rezeki
1. Apakah istighfar benar-benar bisa membuka pintu rezeki?
Ya, istighfar memiliki dasar yang kuat dalam Al-Qur'an dan hadis. Allah SWT berfirman dalam Surah Nuh ayat 10-12 bahwa dengan beristighfar, Allah akan menurunkan hujan yang lebat, memperbanyak harta dan anak-anak, serta mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai.
Rasulullah SAW juga bersabda: "Barangsiapa memperbanyak istighfar, niscaya Allah akan memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya, dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka." (HR. Abu Daud).
Namun, istighfar harus dipahami sebagai sebab datangnya keberkahan rezeki, bukan jaminan memperoleh kekayaan secara instan tanpa disertai ikhtiar.
2. Berapa kali sebaiknya membaca istighfar setiap hari?
Tidak ada batasan khusus mengenai jumlah istighfar yang harus dibaca. Namun, sebagian ulama menganjurkan untuk membiasakan membaca istighfar minimal 100 kali sehari.
Dalam kitab Hasyiyah I'anatut Thalibin karya Abu Bakar bin Sayid M Syatho Dimyathi, disebutkan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan untuk membaca "La ilaha illallah. Almalikul haqqul mubin" sebanyak 100 kali sehari dan "Subhanallahi wa bihamdih, subhanallahil adzim, astaghfirullahal adzim" sebanyak 100 kali sehari untuk melapangkan rezeki. Yang terpenting adalah dilakukan dengan hati yang sadar, penuh penyesalan, dan rutin.
3. Apakah shalat Dhuha harus dilakukan setiap hari?
Shalat Dhuha sangat dianjurkan untuk dilakukan setiap hari, meskipun hanya dua rakaat. Rasulullah SAW bersabda: "Allah Ta'ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat rakaat shalat pada awal siang (pada waktu Dhuha) supaya engkau tercukupi pada akhir siang." (HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi).
Shalat Dhuha dapat dikerjakan mulai dari dua rakaat hingga delapan rakaat, dengan waktu terbaik pada pagi hari saat matahari sedang naik (sekitar pukul 09.00).
4. Apakah sedekah harus menunggu kaya?
Tidak. Sedekah tidak harus menunggu kaya. Justru sebaliknya, sedekah dapat dilakukan kapan saja dan dalam jumlah berapa pun. Rasulullah SAW bersabda: "Tidaklah berkurang (sedikit pun) harta seorang hamba ketika disedekahkan di jalan Allah." (HR. Muslim).
Bahkan senyum dan bantuan kecil kepada orang lain juga termasuk sedekah yang bisa mendatangkan keberkahan. Yang terpenting adalah keikhlasan dan konsistensi dalam bersedekah.
5. Amalan mana yang paling utama untuk membuka pintu rezeki?
Semua amalan pembuka rezeki memiliki keutamaan masing-masing. Namun, Muhammad Abduh Tuasikal dalam Teks Khutbah Jumat 10 Amalan Pembuka Pintu Rezeki menegaskan bahwa ada tiga sebab pokok pintu rezeki dibuka oleh Allah: takwa, tawakal, dan istiqamah.
Faedah dari takwa adalah akan diberi jalan keluar dan diberikan rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka. Faedah dari tawakal adalah akan diberikan kecukupan. Sedangkan istiqamah akan membuka pintu rezeki berupa hujan dari langit. Yang terpenting adalah konsistensi dalam mengamalkan amalan-amalan tersebut, bukan memilih salah satu yang dianggap paling utama.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372384/original/088941600_1791878335-cek_fakta_BSU_Oktober_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366130/original/016498100_1791253536-033A5626.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372163/original/076659600_1791870152-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-13T123856.209.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6363680/original/024922800_1779238711-Tugas__15_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4082648/original/052985800_1657258730-2012.i506.016_ramadan_charity_flat.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372265/original/041961800_1791874320-Screenshot_20261013_091753_Instagram.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372244/original/098140600_1791872761-1001170820.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372212/original/079040000_1791871722-viral_kucing_dilempar.jpg)