Liputan6.com, Jakarta - Membaca Al-Qur’an dan menghafal surat-surat pendek merupakan pengetahuan penting bagi tiap muslim. Keduanya menjadi penunjang utama dalam melaksanakan ibadah shalat, doa sehari-hari, serta berbagai amalan sunnah lainnya. Karena itu, bagi awam, perlu referensi panduan belajar membaca al-qur'an dan menghafal surat pendek dari nol.
Dr. Zainal Arifin, M.Pd.I dalam Buku Panduan Menghafal Al-Qur’an bagi Anak-Anak menegaskan bahwa mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an adalah dambaan setiap muslim karena mengharap keutamaan yang Allah berikan, baik di dunia maupun di akhirat. Allah SWT sendiri telah memberikan jaminan kemudahan dalam firman-Nya: “Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS. Al-Qamar: 17).
Syekh Abdul Aziz Bin Baz memberi nasihat bahwa menghafal surat-surat dari Az-Zalzalah hingga An-Nas sudah cukup menjadi modal awal untuk menegakkan ibadah shalat. Dengan pendekatan yang sistematis dan konsisten, kemampuan membaca Al-Qur’an dan menghafal surat pendek dapat dikuasai oleh siapa pun, dari segala usia.
Advertisement
Metode Belajar Membaca Al-Qur'an dan Menghafal Surat Pendek dari Nol
Sebelum memulai, terdapat dasar fundamental yang mesti dipenuhi oleh seseorang.
1. Niat Ikhlas dan Doa
Proses belajar dan menghafal harus diawali dengan niat yang tulus karena Allah SWT, bukan karena pujian atau tujuan duniawi. Doa yang dianjurkan: “Allahumma yassirli wa la tu‘assir ‘alayya” (Ya Allah, mudahkanlah bagiku dan jangan persulit).
Sebagaimana disebutkan dalam buku Panduan Menghafal Al-Qur’an, dorongan untuk menghafal telah dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadis, dan Allah SWT telah memberi garansi akan kemudahan dalam menghafal kitab suci-Nya.
2. Kenali Huruf Hijaiyah dengan Benar
Langkah pertama yang tidak bisa dilewati adalah mengenal dan menguasai huruf hijaiyah. Sebagaimana dijelaskan dalam Buku Belajar Menulis Huruf Hijaiyah 1 karya Ummu Abdillah al-Buthoniyah, ketepatan penulisan dan pelafalan aksara hijaiyah memegang peranan sangat krusial dalam menjaga akurasi maknanya. Huruf hijaiyah berjumlah 29 huruf dan ditulis dari kanan ke kiri.
Tips Praktis:
• Lihat, tiru, dan tulis. Gunakan buku latihan menulis hijaiyah yang menyediakan titik-titik untuk ditiru (metode follow the line).
• Tempelkan poster huruf hijaiyah di dinding agar sering terlihat dan terbaca.
• Pelajari makhraj (tempat keluar) huruf. Perhatikan perbedaan huruf yang memiliki bentuk serupa seperti ب (ba), ت (ta), dan ث (tsa).
3. Pahami Harakat (Tanda Baca)
Setelah mengenal huruf, langkah berikutnya adalah memahami harakat (tanda baca) yang menentukan cara pengucapan huruf. Harakat dasar terdiri dari:
• Fathah (ـَ) : bunyi "a"
• Kasrah (ـِ) : bunyi "i"
• Dhammah (ـُ) : bunyi "u"
• Sukun (ـْ) : mati/tanpa bunyi
• Tanwin : bunyi "an", "in", "un"
Metode Belajar Membaca Al-Qur’an dari Nol
Penelitian di berbagai lembaga pendidikan menunjukkan bahwa metode yang tepat untuk pembelajaran membaca Al-Qur’an pada pemula adalah Metode Iqro’ dan Metode Qira’ati.
1. Metode Iqro’: Belajar Bertahap dari Nol
Metode Iqro’ dikembangkan oleh KH. As’ad Humam dari Yogyakarta dan telah menjadi metode standar dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an di Indonesia. Metode ini menggunakan pendekatan bertahap dengan enam jilid, dimulai dari pengenalan huruf hijaiyah satu per satu hingga mampu membaca Al-Qur’an dengan lancar.
Karakteristik Metode Iqro’:
• Bacaan langsung tanpa dieja—peserta didik langsung diperkenalkan dengan bacaan berbentuk suku kata sejak awal.
• Sistem CBSA (Cara Belajar Santri Aktif)—anak didorong untuk aktif belajar dengan bimbingan minimal dari guru.
• Disusun dari level mudah ke sulit—setiap jilid memiliki tingkat kesulitan yang meningkat secara progresif.
• Variatif—terdiri dari enam jilid dengan varian warna yang menarik perhatian anak.
Penelitian tindakan kelas di RA Al-Mansur menunjukkan bahwa setelah penerapan metode Iqro’, kemampuan membaca Al-Qur’an anak meningkat secara signifikan. Sebelum tindakan, rata-rata kemampuan anak berada pada 63,0%, sedangkan setelah penerapan metode Iqro’, nilai rata-rata meningkat menjadi 82,75%.
Tips Praktis Metode Iqro’:
• Sediakan satu set buku Iqro’ (6 jilid) untuk belajar mandiri.
• Lakukan secara bertahap—jangan pindah jilid sebelum benar-benar menguasai jilid sebelumnya.
• Gunakan sistem setoran—maju satu per satu ke depan guru untuk mendapat bimbingan langsung.
• Berikan reward untuk setiap jilid yang diselesaikan sebagai bentuk motivasi.
2. Metode Qira’ati: Belajar Langsung Tanpa Mengeja
Metode Qira’ati mengajarkan anak untuk langsung melafalkan huruf dan kalimat sebagaimana bunyinya, sesuai dengan kaidah tajwid. Pendekatan ini memungkinkan anak untuk langsung terbiasa dengan bacaan yang benar sejak awal.
Tips Praktis Metode Qira’ati:
• Mulai dengan mendengarkan murottal—biasakan telinga dengan bacaan yang benar.
• Baca bersama tanpa mengeja—tunjukkan cara membaca langsung.
• Fokus pada satu ayat hingga lancar sebelum beralih ke ayat berikutnya.
Metode Menghafal Surat Pendek dari Nol
Setelah mampu membaca, langkah selanjutnya adalah menghafal. Penelitian di TK Muhajirin Boyolali menunjukkan bahwa pembiasaan menghafal surat-surat pendek mampu mengasah daya ingat, melatih konsentrasi, dan menumbuhkan kepercayaan diri anak.
1. Metode Talaqqi (Mendengar dan Meniru)
Talaqqi adalah metode klasik di mana anak atau pemula mendengarkan langsung bacaan yang benar dari guru atau orang tua, lalu menirukannya dengan tepat. Metode ini memastikan pelafalan dan makhraj huruf terbentuk dengan benar sejak awal.
Tips Praktis Talaqqi:
• Hadapkan wajah ke anak saat membaca agar anak melihat gerakan bibir.
• Gunakan satu suara dan irama yang konsisten untuk setiap surat.
• Jangan memotong saat anak salah—biarkan selesai, lalu ulangi dengan benar.
2. Metode Tikrar (Pengulangan)
Metode tikrar adalah mengulang hafalan yang pernah dihafalkan agar tetap terjaga dengan baik. Pengulangan ini menjadikan proses menghafal lebih cepat dan mampu bertahan lama di dalam ingatan.
Tips Praktis Tikrar:
• Gunakan aturan 3-5-7: 3 kali bersama-sama, 5 kali dengan suara agak keras, 7 kali dengan intonasi yang sama.
• Selipkan pengulangan di sela-sela aktivitas seperti saat dalam perjalanan atau menunggu.
• Rekam suara saat mengulang, lalu putarkan kembali.
3. Metode Kitabah (Menulis)
Metode kitabah dilakukan dengan menulis terlebih dahulu ayat yang akan dihafalkan. Metode ini memberikan alternatif lain dalam menghafal dan membantu menguatkan hafalan.
Tips Praktis Kitabah:
• Sediakan buku khusus untuk menulis ayat yang dihafal.
• Tulis ayat dengan huruf besar dan beri warna pada kata-kata sulit.
• Gunakan buku Juz ‘Amma tulis dengan metode menebalkan (follow the line).
4. Metode Muraja’ah (Pengulangan Hafalan)
Muraja’ah adalah upaya mengulang kembali hafalan yang sudah dihafalkan agar tidak mudah lupa. Tanpa muraja’ah, hafalan akan cepat luntur karena sifat lupa melekat pada manusia.
Tips Praktis Muraja’ah
Jadwalkan muraja’ah setiap pagi sebelum memulai hafalan baru.
Gunakan shalat lima waktu sebagai waktu muraja’ah alami.
Lakukan muraja’ah kelompok dengan saling menyimak.
Rekomendasi Surat Pendek untuk Pemula
Berdasarkan berbagai sumber, berikut adalah surat-surat pendek yang paling mudah dihafal dan sering dibaca dalam shalat.
Rekomendasi Surat Pendek untuk Pemula
Bagi pemula yang sedang belajar membaca dan menghafal Al-Qur'an, disarankan memulai dari surat-surat pendek yang sering dibaca dalam shalat. Selain jumlah ayatnya relatif sedikit, kandungannya juga mudah dipahami dan memiliki keutamaan yang besar dalam kehidupan sehari-hari.
1. Al-Fatihah: 7 ayat. Dibaca setiap rakaat shalat
2. An-Nas: 6 ayat. Surah penutup Al-Qur’an
3. Al-Falaq: 5 ayat. Perlindungan dari kejahatan
4. Al-Ikhlas: 4 ayat. Setara dengan sepertiga Al-Qur’an
5. Al-Kautsar: 3 Surat terpendek dalam Al-Qur’an
6. Al-‘Ashr: 3 ayat. Mengandung pelajaran berharga
7. Al-Ma’un: 7 ayat. Tentang orang yang mendustakan agama
8. Al-Fil: 5 ayat. Kisah pasukan bergajah
9. Quraisy: 4 ayat. Tentang kebiasaan suku Quraisy
10. Al-Lahab: 5 ayat. Tentang Abu Lahab
5 Hikmah Bisa Membaca Al-Qur’an dan Hafal Surat Pendek
1. Memperlancar dan Mengkhusyukkan Shalat
Dengan hafal surat pendek, seseorang dapat membaca dengan tartil tanpa terburu-buru, sehingga shalat lebih khusyuk. Hafalan juga memungkinkan seorang Muslim menjadi imam shalat.
2. Fondasi Keimanan dan Keilmuan
Menghafal surat-surat pendek menjadi pondasi keimanan dan keilmuan. Sebagaimana disebutkan dalam penelitian, menghafal surat-surat pendek dapat menjadi pondasi keimanan dan keilmuan serta berdampak positif terhadap prestasi akademik.
3. Melatih Konsentrasi dan Daya Ingat
Penelitian di TK Muhajirin Boyolali menunjukkan bahwa pembiasaan menghafal surat pendek melatih konsentrasi yang tajam dan meningkatkan kemampuan daya ingat.
4. Menumbuhkan Kepercayaan Diri
Ketika seseorang mampu melafalkan kembali sesuatu yang dihafalkan, itu merupakan sebuah prestasi yang menumbuhkan rasa percaya diri.
5. Mendapat Keberkahan dan Kemuliaan
Penghafal Al-Qur’an akan dimuliakan Allah di dunia dan akhirat. Sebagaimana disebutkan dalam buku Dr. Zainal Arifin, cita-cita yang paling mulia adalah menjadi seorang hafidz Al-Qur’an, karena orang tua yang berhasil mendidik anaknya menjadi penghafal Al-Qur’an akan mendapat mahkota bercahaya di akhirat.
Pertanyaan Seputar Belajar Al Quran
1. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk bisa membaca Al-Qur’an dari nol? Dengan metode yang tepat seperti Iqro’ dan latihan rutin 30 menit per hari, seseorang dapat mulai membaca Al-Qur’an dalam waktu 1-3 bulan.
2. Metode apa yang paling efektif untuk belajar membaca Al-Qur’an dari nol?
Metode yang paling efektif adalah Metode Iqro’ dan Metode Qira’ati. Metode Iqro’ menggunakan pendekatan bertahap dengan enam jilid, sementara Metode Qira’ati mengajarkan bacaan langsung tanpa mengeja.
3. Berapa kali sebaiknya mengulang hafalan surat pendek agar tidak lupa?
Pengulangan minimal 5-10 kali per ayat dengan suara keras sudah cukup efektif. Namun untuk hasil optimal, disarankan 10–20 kali pengulangan per ayat dengan nada yang sama. Yang terpenting adalah konsistensi pengulangan setiap hari, bukan jumlah sekali pengulangan.
4. Apakah boleh hanya menghafal satu surat saja untuk shalat?
Boleh dan sah, karena membaca surah atau ayat-ayat Al-Qur’an setelah Al-Fatihah dalam shalat dapat berupa satu surah lengkap walaupun pendek. Namun, lebih baik memperbanyak hafalan agar bacaan dalam shalat lebih bervariasi. Surat-surat seperti Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas sudah cukup untuk modal awal shalat.
5. Bagaimana cara mengatasi hafalan yang sering lupa?
Kembali ke metode muraja’ah (pengulangan hafalan) dan tikrar (pengulangan bertahap). Jika suatu ayat sering lupa, jadwalkan untuk diulang setiap hari selama seminggu penuh. Gunakan hafalan dalam shalat dan dengarkan murottal surat yang sedang dihafal saat di perjalanan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5555013/original/059216600_1776139675-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-14T102537.741.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311589/original/001361600_1785409060-pendamping_lokal_desa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5573660/original/028626000_1777948829-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-05-05T093819.531.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312395/original/029328500_1785490278-Screenshot_2026-07-31_154400.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3133009/original/069410900_1589908304-3482876.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5269743/original/092797600_1751358995-Gianni_Infantino.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312939/original/045738200_1785568817-Vitalia__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312923/original/051890300_1785568224-1001516240.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312906/original/008209700_1785566191-1000599186.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312894/original/018208900_1785565458-224914.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312892/original/036579300_1785565384-Andrigo__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312847/original/044960500_1785564177-Fannita_Posumah__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4199341/original/055639700_1666344669-bacaan-doa-untuk-orang-meninggal-latin-dan-artinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5513784/original/008941800_1772068974-bernardo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312803/original/079850600_1785559829-224787.jpg)