Liputan6.com, Jakarta Kelahiran seorang bayi menjadi saat yang ditunggu-tunggu setiap pasangan suami istri. Tangisan pertamanya bukan sekadar tanda kehidupan, tapi menjadi momen emosional bagi orang tua. Dalam Islam, kelahiran anak adalah anugerah serta amanah yang dititipkan dari Allah SWT. Jadi tak heran jika kelahiran disambut dengan doa untuk bayi baru lahir.
Doa untuk bayi baru lahir termasuk doa untuk anak yang menjadi bentuk rasa syukur. Ini juga menjadi doa selamat untuk anak karena mengandung permohonan perlindungan bagi sang buah hati dari segala keburukan. Doa untuk bayi baru lahir ini juga dicontohkan oleh sejumlah ulama, sehingga kitab isa mencontohnya untuk berharap keberkahan.
Berikut doa untuk bayi baru lahir yang sebaiknya dipertimbangkan untuk menjaga anak agar selamat dunia dan akhirat.
Advertisement
Doa untuk Bayi Baru Lahir yang Shahih
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415287/original/084755800_1763367169-pexels-2001873353-28996179.jpg)
Setiap kelahiran seorang anak membawa harapan baru. Dan Islam mengajarkan untuk menyambut bayi baru lahir tidak hanya dengan senyum dan pelukan, tapi juga dengan doa-doa penuh berkah.
Dalam laman NU Online, membaca doa untuk bayi baru lahir dilakukan setelah bayi diadzankan di telinga sebelah kanan dan dibacakan iqamah di sebelah kiri. Lafaz doa untuk bayi baru lahir tersebut sebagai berikut:
اللهم اجْعَلْهُ بَارًّا تَقِيًّا رَشِيْدًا وَأَنْبِتْهُ فِي الْإِسْلَامِ نَبَاتًا حَسَنًا
Allâhummaj’alhu bârran taqiyyan rasyîdan wa-anbit-hu fil islâmi nabâtan hasanan
“Ya Allah, jadikanlah ia (bayi) orang yang baik, bertakwa, dan cerdas. Tumbuhkanlah ia dalam islam dengan pertumbuhan yang baik.”
Kemudian terdapat pula bacaan yang diberikan kepada bayi yang baru lahir. Bacaan doa ini diriwayatkan dari Ayyub as-Sikhtiyani, bahwa ketika beliau mendengar kabar ada tetangga yang baru saja melahirkan, maka beliau mendoakan,
جَعَلَهُ اللهُ مُبَارَكًا عَلَيكَ وَعَلَى أُمَّةِ مُحَمَّدٍ – صلى الله عليه وسلم
Ja‘alahullāhu mubārakan ‘alaika wa ‘alā ummati Muhammadin ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam.
“Semoga Allah menjadikannya anak yang diberkahi untukmu dan untuk umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.”
Doa ini juga diperkuat dan dijelaskan oleh Ath Thobroni dalam kitab Ad Du’a’ dari jalur Al Yasri bin Yahya.
Sementara An Nawawi dalam kitabnya Al Adzkar menjelaskan tentang ucapan selamat untuk bayi yang baru lahir, dan jawaban untuk ucapan selamat di salah satu bab dalam kitabnya. Dikatakan bahwa Al Husain bin ‘Ali mengajarkan tentang ucapan selamat untuk orang tua yang baru mendapatkan bayi dengan bacaan
Barokallahu laka fil mawhuubi laka wa syakarta al waahib, wa balagho asyuddahu, wa ruziqta birrohu
“Semoga Allah memberkahimu anak yang diberikan kepadamu. Semoga engkau pun bersyukur kepada Sang Pemberi, dan dia dapat mencapai dewasa, serta engkau dikaruniai kebaikannya.”
Ucapan selamat tersebut hendaklah dijawab dengan bacaan,
Barokallahu laka wa baroka ‘alaika wa jazakallahu khoiron wa rozaqokallahu mitslahu aw ajzalallahu tsawabak
“Semoga Allah juga memberkahimu dan melimpahkan kebahagiaan untukmu. Semoga Allah membalasmu dengan sebaik-baik balasan, mengaruniakan kepadamu sepertinya dan melipatgandakan pahalamu.”
Advertisement
Tahnik, Amalan Sunnah yang Menyertai Kelahiran Bayi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5303161/original/087096100_1754047298-daniel-thomas-_tYNzEqehMk-unsplash.jpg)
Selain doa untuk bayi baru lahir, Rasulullah ﷺ juga memberikan contoh amalan-amalan sunnah yang dilakukan setelah kelahiran bayi. Amalan-amalan sunnah tersebut berupa pemberian nama-nama yang baik dan juga aqiqah. Satu lagi yang mungkin jarang dibicarakan adalah tahnik.
Tahnik berarti meletakkan sedikit kurma yang dikunyah di langit-langit mulut bayi. Caranya dengan mengunyah kurma sampai benar-benar halus hingga mudah ditelan, kemudian mulut bayi dibuka dan kurma tadi diletakkan di langit-langit mulut si kecil.
Tahnik bukan sekadar praktik biasa tanpa tuntunan. Terdapat hadis yang menjelaskan bahwa Rasulullah ﷺ melakukan tahnik kepada bayi-bayi sahabatnya. Salah satunya dari Abu Musa yang berkata,
“(Suatu saat) aku memiliki anak yang baru lahir, kemudian aku mendatangi Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam, kemudian beliau memberi nama padanya dan beliau mentahnik dengan sebutir kurma.” (HR. Muslim.)
Kemudian ‘Aisyah juga meriwayatkan,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam didatangkan anak kecil, lalu beliau mendoakan mereka dan mentahnik mereka.” (HR. Muslim.)
Anda juga bisa melengkapi amalan ini dengan doa tahnik bayi.
Inspirasi Doa Orang Tua untuk Anak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4547146/original/090356800_1692689015-filip-mroz-oko_4WnoM98-unsplash_1_.jpg)
Selain doa-doa untuk bayi baru lahir, Al-Qur’an, yang juga menjadi sumber hukum Islam, juga memuat doa para nabi yang bisa dijadikan teladan bagi setiap orang tua.
1. Doa Nabi Ibrahim
رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي
“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan keturunanku orang yang tetap mendirikan salat.”
(QS. Ibrahim: 40)
Doa ini merupakan doa dari Nabi Ibrahim AS yang di dalamnya sarat akan makna keimanan dan spiritual. Nabi Ibrahim AS melalui doa ini tidak hanya memohon agar dirinya bisa terus istiqomah dalam menjalankan ibadah, tetapi juga agar keturunannya juga turut menjaga ibadah tersebut. Dalam doa ini, Nabi Ibrahim AS menunjukkan bahwa ibadah dan ketaatan kepada Allah SWT bukan hanya urusan pribadi hingga hanya berdoa untuk diri sendiri saja, tetap juga sebuah amanah yang diemban oleh kepala keluarga untuk mengajak keluarganya, khususnya anak-anaknya, untuk terus berada di jalan Allah SWT.
Selain itu, doa yang dipanjatkan Nabi Ibrahim AS ini juga memberikan pelajaran bahwa pendidikan spiritual seorang anak dimulai dengan doa dan keteladanan. Nabi Ibrahim tidak sekadar mengajarkan ibadah secara lisan, tetapi menanamkan nilai sholat sebagai pusat kehidupan melalui doa yang penuh harap. Ia sadar bahwa taufik untuk istiqamah hanya datang dari Allah. Oleh sebab itu, seorang orang tua harus menyandarkan harapannya kepada Allah agar anak-anaknya memiliki hati yang tunduk dan jiwa yang cinta terhadap ibadah.
2. Doa Nabi Zakaria
رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً
“Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku keturunan yang baik dari sisi-Mu.”
(QS. Ali Imran: 38)
Kisah Nabi Zakaria AS adalah kisah yang begitu menakjubkan. Doanya yang diabadikan dalam Al-Quran dipanjatkan di kondisi yang secara manusiawi mustahil, di mana beliau telah tua dan istri yang mandul. Namun doanya tidak menggambarkan keputusasaan sama sekali, dan justru menunjukkan keyakinan pada kekuasaan Allah SWT. Kalimat “min ladunka” yang artinya dari sisi-Mu, menunjukkan bahwa Nabi Zakaria AS bukan sekadar memohon dikaruniai seorang anak, tetapi keturunan yang lahir dengan keberkahan dan kebaikan yang berasal dari rahmat Allah SWT. Doa ini menjadi bukti bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah selama kita yakin dan beriman kepada-Nya.
Lebih jauh, Nabi Zakaria AS juga meminta agar anaknya bisa menjadi penerus dakwah dan menjadi seorang yang membawa kebaikan. Maka Allah SWT pun mengabulkan doanya dengan kelahiran Nabi Yahya AS, yang dikenal memiliki sifat lembut dan taat.
3. Doa dalam Surat Al-Furqan
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan kami sebagai penyejuk hati kami, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.”
(QS. Al-Furqan: 74)
Ayat ini termasuk dalam ciri ‘ibād ar-Raḥmān, atau hamba-hamba Allah Yang Maha Pengasih. Dalam doa ini, terabadikan harapan agar keluarga mereka menjadi qurrata a‘yunin, yaitu penyejuk mata dan penenang jiwa. Artinya, kebahagiaan sejati seorang mukmin bukan berasal dari dunia, melainkan ketika melihat keluarga hidup dalam ketaatan kepada Allah. Doa ini adalah sebuah harapan dan cita-cita luhur agar rumah tangga bukan sekadar sekumpulan orang yang saling menyayangi tetapi juga menjadi tempat berseminya iman dan kedamaian.
Menariknya, ayat ini juga menambahkan permohonan agar mereka dijadikan imam bagi orang-orang bertakwa. Artinya, orang tua tidak hanya menginginkan keluarga saleh, tetapi juga berperan menjadi teladan bagi masyarakat. Kepemimpinan dalam agama bukan untuk kebanggaan, tetapi untuk mengajak orang lain menuju kebaikan. Doa ini mencerminkan keseimbangan antara kebaikan pribadi, keluarga, dan peran sosial, sehingga menjadikan rumah tangga sebagai pusat penyebaran nilai-nilai ketakwaan.
4. Doa untuk Anak Saleh
“Ya Allah, jadikan anakku penyejuk mata dan pembuka pintu surga bagi orang tuanya.”
Doa sederhana ini bisa dibaca kapan pun, terutama saat menggendong atau menidurkan bayi.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban
1. Kapan waktu terbaik membaca doa untuk bayi baru lahir?
Segera setelah bayi lahir, atau ketika pertama kali diadzani dan diiqamati di telinganya.
2. Apakah doa harus dibaca dalam bahasa Arab?
Tidak wajib. Doa boleh dibaca dalam bahasa yang dipahami, asal niat dan maknanya baik.
3. Apa perbedaan doa laki-laki dan perempuan?
Dalam beberapa doa Arab, hanya berbeda pada kata ganti: hu (laki-laki) dan ha (perempuan).
4. Apakah doa bisa dibacakan oleh selain orang tua?
Boleh. Siapa pun dapat mendoakan bayi — keluarga, kerabat, atau teman.
5. Apakah ada doa khusus agar bayi tumbuh saleh dan sehat?
Gunakan doa Nabi Ibrahim (QS. Ibrahim: 40) dan doa perlindungan Nabi ﷺ untuk Hasan dan Husain.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5560136/original/057890300_1776659894-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-20T113652.901.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291655/original/029171400_1783572083-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-09T113921.353.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287484/original/056615100_1783229292-bansos_pkh_bpnt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291533/original/094652600_1783567822-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-09T102907.971.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4262146/original/085381500_1671090332-pexels-alena-darmel-8164382.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5339733/original/047775700_1757121903-MAROKO_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710894/original/015901700_1782791233-000_B8QK288.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309678/original/024525200_1782176074-AP26174009363435-Prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8380798/original/058541300_1782259430-Didier_Deschamps.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288075/original/063090000_1783298243-nor2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261560/original/020942400_1781744954-AP26168812020257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288083/original/090522600_1783298244-nor10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290414/original/058282700_1783480422-ko2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290474/original/094848300_1783482268-063_2285093246.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3490249/original/064386300_1624409252-000_9CW8AD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4261531/original/014538900_1671056110-000_333W8C7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3516536/original/071123800_1626851248-pexels-mikhail-nilov-7582420.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4889994/original/071009200_1720767600-pexels-zeynep-sude-emek-193601188-20785719.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5235520/original/041747100_1748422470-9a8cd6d8-5fc4-4125-b496-6d5a2ded163d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3429248/original/019447900_1618459697-pexels-michael-burrows-7129429.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5417338/original/087225200_1763529762-Buka_Puasa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5134017/original/006766700_1739592585-1739589589856_arti-isra-miraj.jpg)