Doa Ketika Banjir Agar Cepat Surut Teks Arab, Latin, dan Arti untuk Pertolongan

Pelajari doa ketika banjir agar cepat surut dalam bahasa Arab, Latin, dan artinya. Temukan juga keutamaan berdoa saat musibah serta langkah-langkah mitigasi banjir yang penting.

Diterbitkan 24 September 2025, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Banjir merupakan salah satu bencana alam yang sering melanda berbagai wilayah, membawa dampak kerugian materiil dan non-materiil yang besar. Memohon pertolongan-Nya agar banjir cepat surut adalah salah satu bentuk kepasrahan dan harapan.

Sejatinya, hujan dapat membawa berkah karena menyuburkan tanaman, menyediakan air bersih, dan mendukung kehidupan. Hujan juga merupakan salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa, sebagaimana dijelaskan dalam buku Indahnya Doa Rasulullah Bagiku oleh Masriyah Amva.

Namun, ketika intensitas hujan tinggi dan drainase kurang memadai, potensi banjir dapat meningkat. Kondisi ini bisa berdampak pada kerugian materiil, kesehatan, dan keselamatan, sehingga penting bagi kita untuk mengetahui doa ketika banjir agar cepat surut.

Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Rabu (24/9/2025).

Bacaan Doa Ketika Banjir Agar Cepat Surut (Arab, Latin, dan Artinya)

Dalam Islam, terdapat beberapa doa yang dapat dipanjatkan ketika menghadapi banjir dengan harapan agar air segera surut dan musibah berakhir. Doa-doa ini merupakan permohonan kepada Allah SWT untuk meringankan bencana dan menggantinya dengan kebaikan.

Mengutip buku Panduan Lengkap Doa untuk Muslimah oleh Fathuri Ahza Mumtaza (2020), berikut adalah beberapa doa ketika banjir agar cepat surut:

  1. Doa agar Banjir Cepat Surut Versi Pertama

    اَللَّهُمَّ صَيِّبًا هَنِيًّا وَسَيِّبًا نَافِعًا

    Arab latin: Allâhumma shayyiban haniyyâ wa sayyiban nâfi'â.

    Artinya: "Wahai Tuhanku, jadikan ini hujan terpuji kesudahannya dan menjadi aliran air yang bermanfaat."

  2. Doa agar Banjir Cepat Surut Versi Kedua

    اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا ,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

    Arab latin: Allāhumma hawālainā wa lā 'alainā. Allāhumma 'alal ākāmi wal jibāli, waz zhirābi, wa buthūnil awdiyati, wa manābitis syajari.

    Artinya: "Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami (memberkahi), bukan di atas kami (memudaratkan). Ya Allah, turunkanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuh pohon."

  3. Doa agar Banjir Cepat Surut Versi Ketiga (dari Al-Qur'an)

    وَقِيلَ يَا أَرْضُ ابْلَعِي مَاءَكِ وَيَا سَمَاءُ أَقْلِعِي وَغِيضَ الْمَاءُ وَقُضِيَ الْأَمْرُ وَاسْتَوَتْ عَلَى الْجُودِيِّ ۖ وَقِيلَ بُعْدًا لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

    Arab latin: Wa qīla yā arḍubla'ī mā`aki wa yā samā`u aqli'ī wa gīḍal-mā`u wa quḍiyal-amru wastawat 'alal-jụdiyyi wa qīla bu'dal lil-qaumiẓ-ẓālimīn.

    Artinya: "Dan difirmankan: 'Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah,' dan air pun surut, perintah pun diselesaikan dan bahtera itu pun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: 'Binasalah orang-orang yang zalim.'" Doa ini merujuk pada kisah Nabi Nuh AS saat banjir besar melanda.

Doa-Doa Lain Saat Hujan Deras dan Musibah Banjir

Selain doa khusus agar banjir cepat surut, terdapat juga doa-doa lain yang diajarkan Nabi Muhammad SAW untuk menghadapi hujan deras, angin kencang, atau musibah secara umum. Doa-doa ini bertujuan untuk memohon perlindungan dan agar hujan membawa manfaat, bukan bencana. Merangkum dari laman resmi Kemenag RI, serta antara, berikut adalah beberapa doa tersebut:

  1. Doa agar Hujan Tidak Menjadi Musibah (Doa Saat Hujan Deras)

    اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا، اللَّهُمَّ عَلَى الآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

    Arab latin: Allāhumma ḥawālainā wa lā ‘alaynā. Allāhumma ‘alal ākāmi wal jibāli, waz zhirābi, wa buṭūnil awdiyati, wa manābitis syajari.

    Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekeliling kami, bukan di atas kami. Ya Allah, turunkan hujan ke bukit-bukit, gunung, atas lereng-lereng, perut lembah, dan tempat tumbuh pohon.” Doa ini diajarkan Rasulullah saat hujan deras agar tidak menimbulkan bahaya.

  2. Doa agar Tidak Banjir dan Angin Kencang

    اَللهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَمَا اُرْسِلَتْ بِهِ وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّمَا فِيْهَا وَشَرِّمَا اُرْسِلَتْ بِهِ

    Arab latin: Allaahumma innii as-aluka khoirohaa wa khoiro maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bih. Wa-a'uudzubika min syarrihaa wa syarri maa fiihaa wa syarrimaa ursilat bihi.

    Artinya: "Ya Allah, saya memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan yang Engkau kirim bersamanya. Dan saya berlindung kepada-Mu dari kejahatan angin ini, kejahatan yang ada di dalamnya, dan kejahatan yang Engkau kirim bersamanya."

  3. Doa Hujan Disertai Petir

    سُبْحاَنَ الَّذِي يُسْبِحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ والْمَلاَئِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ

    Arab latin: Subhaanalladzi yusabbihur ra'du bihamdihi wal malaaikatu min khiifatihi.

    Artinya: "Maha Suci Allah, petir dan para malaikat memuji Allah dan menyucikan-Nya karena takut kepada-Nya." Doa ini merujuk pada hadits dari Imam Malik.

  4. Doa Ketika Tertimpa Musibah (Umum)

    إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أَجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَأَخْلِفْ لِي خَيْراً مِنْهَا

    Arab latin: Inna lillāhi wa inna ilayhi rājiʿūn, Allāhumma ajurnī fī muṣībatī wa akhlif lī khairan minhā.

    Artinya: “Sesungguhnya kita milik Allah dan kepada-Nya kita kembali. Ya Allah, berilah aku pahala atas musibah ini dan ganti untukku dengan yang lebih baik darinya.” Doa ini diriwayatkan oleh HR Muslim.

Keutamaan Membaca Doa Saat Musibah Banjir

Membaca doa saat musibah banjir memiliki banyak keutamaan dalam Islam, tidak hanya sebagai bentuk permohonan, tetapi juga sebagai penguat keimanan dan ketabahan hati. Doa-doa ini bukan hanya sebagai permohonan perlindungan, tetapi juga sebagai pengingat agar manusia selalu bersyukur, menjaga lingkungan, dan meningkatkan kepedulian sosial di tengah musibah.

Berikut adalah beberapa keutamaan membaca doa ketika musibah banjir, sebagaimana dijelaskan oleh antaranews.com:

  1. Mendapat pahala atas musibah yang menimpa. Siapa saja yang tertimpa musibah lalu membaca doa tersebut, Allah akan memberinya pahala atas musibahnya.

  2. Allah mengganti dengan sesuatu yang lebih baik. Dalam doa itu terkandung permohonan agar Allah SWT mengganti musibah dengan yang lebih baik, dan janji Allah mengabulkan hal tersebut jika doa dibaca dengan ikhlas.

  3. Menumbuhkan kesabaran dan keimanan. Membaca doa saat musibah mendidik hati untuk bersabar, tegar, dan ikhlas menghadapi ujian. Kesabaran ini memiliki derajat tinggi di sisi Allah SWT.

  4. Doa sebagai penghalang atau pelindung dari dampak buruk musibah. Islam mengajarkan bahwa doa dapat memantulkan bahaya, menjadi perisai bagi yang mengamalkannya.

  5. Menguatkan mental dan ketenangan hati. Doa menguatkan hubungan hamba dengan Allah, mengurangi rasa takut dan gelisah saat melihat kerusakan dan bencana, karena yakin Allah Maha Mengatur dan Maha Mengetahui.

  6. Mengubah takdir kecil dan mendekatkan pertolongan Allah. Walaupun tidak mengubah ketetapan agung, doa memiliki pengaruh dalam aspek kehidupan, termasuk keselamatan, kemudahan, dan pengurangan dampak negatif musibah.

Landasan syariat untuk membaca doa ketika musibah, seperti Inna lillahi wa inna ilayhi rājiʿūn, terdapat dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 156–157. Ayat tersebut mengajarkan kesabaran, keikhlasan, dan keyakinan bahwa semua yang terjadi adalah ketetapan Allah.

Tindakan Mitigasi dan Penyelamatan Diri Saat Banjir

Selain memanjatkan doa ketika banjir agar cepat surut, upaya fisik dan persiapan juga sangat penting untuk mengurangi risiko dan menyelamatkan diri dari dampak banjir. Tidak ada yang tahu pasti kapan bencana akan tiba, bahkan banjir dapat melanda ketika cuaca sedang panas. Oleh karena itu, kesiapsiagaan adalah kunci.

Berikut adalah beberapa tindakan mitigasi dan penyelamatan diri yang perlu dilakukan saat banjir:

  1. Mengevakuasi Diri. Cara menyelamatkan diri dari banjir yang pertama adalah dengan melakukan evakuasi. Pastikan untuk mengetahui lokasi posko banjir terdekat dan jalur evakuasi yang telah dibuat. Jika diarahkan oleh posko atau RT/RW untuk mengungsi, segera lakukan dan selalu utamakan keselamatan jiwa.

  2. Amankan Dokumen Penting. Selamatkan dokumen-dokumen penting seperti ijazah, akta kelahiran, sertifikat, dan dokumen kantor. Sebaiknya, semua dokumen tersebut disatukan dalam satu tempat khusus, misalnya koper, lalu dibungkus dengan plastik untuk memastikan aman saat terkena air.

  3. Letakkan Barang Elektronik di Tempat Tinggi. Untuk barang-barang elektronik, pastikan disimpan di tempat yang tidak akan terendam banjir, seperti di lantai dua. Buatlah dudukan kulkas yang agak tinggi agar tidak terendam banjir dan pastikan tidak ada kabel yang terkelupas karena bisa berbahaya.

  4. Siapkan Alat Siaga Banjir. Siapkan alat-alat darurat seperti pelampung, pakaian, senter dengan ekstra baterai, korek api, kertas, pulpen, power bank terisi penuh, pisau kecil, tali, lakban, serta uang tunai. Mengutip buku Model Pendidikan Sekolah Siaga Bencana oleh Zuhriana, dkk (2024), perlengkapan darurat juga harus berisi air minum, makanan instan, obat-obatan, dan pakaian ganti.

  5. Mengenali Jalur Evakuasi. Jika tinggal di kawasan rawan banjir, penting untuk mengetahui jalur evakuasi dan tempat mengungsi terdekat. Bagi masyarakat yang memiliki rumah dua lantai atau lebih, bisa segera naik ke atas untuk menghindari banjir.

  6. Matikan Aliran Listrik dan Gas. Saat banjir datang, segera matikan listrik dan gas untuk menghindari risiko tersengat listrik atau ledakan akibat hubungan arus pendek.

  7. Hindari Air Banjir Jika Tidak Darurat. Air banjir umumnya mengandung kotoran, bakteri, sampai arus listrik yang bocor. Jika memang harus melewatinya, gunakan sepatu bot yang tahan air dan tongkat untuk memeriksa keamanan jalan yang dilalui.

  8. Jangan Berkendara Melewati Genangan. Jangan nekat menerjang banjir ketika tengah berkendara karena bisa menyebabkan kendaraan mogok atau bahkan terseret arus banjir yang membahayakan keselamatan.

Melansir dari Buku Saku Tanggap Tangkas Tangguh Menghadapi Bencana oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kita juga harus mewaspadai saluran air atau tempat melintasnya air yang kemungkinan akan dilalui oleh arus yang deras karena banjir bandang bisa datang tanpa peringatan.

Setelah banjir mereda, tetaplah waspada dengan risiko-risiko yang mungkin terjadi dan hindari sisa genangan air banjir karena kemungkinan sudah terkontaminasi dengan zat-zat berbahaya atau bakteri patogen.

FAQ

1. Apa itu banjir?

Banjir adalah peristiwa tergenangnya suatu daerah oleh air dalam jumlah besar akibat hujan deras atau aliran air tinggi.

2. Mengapa doa penting saat banjir?

Doa merupakan bentuk ikhtiar dan tawakal kepada Allah SWT, sekaligus memperkuat ketabahan hati menghadapi musibah.

3. Doa apa yang bisa dibaca agar banjir cepat surut?

Contohnya: “Allâhumma shayyiban haniyyâ wa sayyiban nâfi'â” yang artinya memohon agar hujan dan air menjadi bermanfaat dan cepat surut.

4. Adakah doa lain saat hujan deras?

Ya, seperti “Allāhumma ḥawālainā wa lā ‘alaynā…” untuk memohon hujan tidak menimbulkan bahaya.

5. Apa keutamaan membaca doa saat banjir?

Doa memberi pahala, menumbuhkan kesabaran, menguatkan mental, dan dapat menjadi perlindungan dari dampak buruk musibah.

6. Apa langkah fisik yang perlu dilakukan saat banjir?

Mengevakuasi diri, amankan dokumen penting, simpan barang elektronik di tempat tinggi, matikan listrik dan gas, serta hindari air banjir bila tidak darurat.

7. Bagaimana cara menjaga keselamatan saat berkendara atau melewati banjir?

Jangan nekat menerobos genangan, gunakan sepatu bot, periksa keamanan jalan dengan tongkat, dan selalu utamakan keselamatan jiwa.