Liputan6.com, Jakarta Niat sholat safar menjadi hal yang penting diketahui bagi umat Muslim, terutama yang akan melaksanakan ibadah ke tanah suci. Sholat safar merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat muslim sebelum melakukan perjalanan jauh, termasuk umroh.
Menurut buku Shalat Sunnah: Hikmah dan Tuntunan oleh Nasrul Umam S., dkk. (2004: 35), sholat safar adalah sholat sunnah dua rakaat yang dikerjakan ketika akan bepergian jauh untuk maksud yang baik seperti umroh, haji, atau tujuan positif lainnya.
Pelaksanaan sholat safar memiliki tujuan mulia yakni memohon keselamatan dan ridho dari Allah SWT selama perjalanan. Dengan mengamalkan niat sholat safar, umat muslim dapat merasakan perlindungan Allah di manapun berada dan selalu mengingat kebesaran-Nya. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Kamis (28/8/2025).
Advertisement
Niat Sholat Safar dalam Bahasa Arab, Latin, dan Terjemahan
Bacaan niat sholat safar yang benar adalah kunci utama dalam melaksanakan ibadah ini. Niat harus dibaca dengan penuh kesungguhan dan pemahaman akan makna yang terkandung di dalamnya.
Arab: أُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ لِإِرَادَةِ السَّفَرِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى اَللّٰهُ أَكْبَرُ
Latin: Ushalli rak'ataini li'iradatissafari sunnahan lillahi ta'ala Allahuakbar
Terjemahan: "Aku berniat sholat dua rakaat karena hendak bepergian jauh, sunnah karena Allah Ta'ala, Allah Maha Besar."
Niat ini dibaca dalam hati saat takbiratul ihram sebelum memulai gerakan sholat. Pemahaman makna niat sholat safar sangat penting agar ibadah yang dilaksanakan menjadi lebih khusyuk dan bermakna bagi pelaksananya.
Advertisement
Tata Cara Lengkap Sholat Safar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5145757/original/060582900_1740732778-muslim-praying-sujud-posture_53876-25222.jpg)
Tata cara melaksanakan sholat safar mengikuti ketentuan sholat sunnah pada umumnya dengan jumlah dua rakaat. Pelaksanaan dimulai dengan niat yang benar dan diakhiri dengan salam serta doa.
Langkah-langkah Sholat Safar:
- Berwudhu dan bersuci dari segala hadats serta najis
- Menghadap kiblat dengan posisi berdiri tegak
- Membaca niat sholat safar dalam hati saat takbiratul ihram
- Takbiratul ihram dengan mengangkat kedua tangan setinggi telinga
- Membaca surat Al-Fatihah pada rakaat pertama dan kedua
- Membaca surat pendek setelah Al-Fatihah (dianjurkan Al-Kafirun pada rakaat pertama dan Al-Ikhlas pada rakaat kedua)
- Melaksanakan ruku' dengan tuma'ninah dan membaca tasbih
- I'tidal dengan berdiri tegak dan membaca tahmid
- Sujud dua kali dengan tuma'ninah dan tasbih
- Tasyahud akhir dengan duduk dan membaca tasyahud lengkap
- Salam untuk mengakhiri sholat ke kanan dan kiri
Setelah selesai sholat safar, dianjurkan untuk membaca ayat kursi dan surat Quraisy sebagai doa tambahan untuk keselamatan perjalanan.
Doa Setelah Sholat Safar
Setelah menyelesaikan niat sholat safar, sangat dianjurkan untuk membaca doa khusus yang berkaitan dengan perjalanan. Doa ini merupakan permohonan kepada Allah SWT agar diberikan keselamatan dan kemudahan selama perjalanan.
Arab: اللَّهُمَّ بِكَ أَسْتَعِينُ وَعَلَيْكَ أَتَوَكَّلُ اللَّهُمَّ ذَلِّلْ لِيَ صُعُوبَةَ أَمْرِي وَسَهِّلْ عَلَيَّ مَشَقَّةَ سَفَرِي وَارْزُقْنِي مِنَ الْخَيْرِ أَكْثَرَ مِمَّا أَطْلُبُ وَاصْرِفْ عَنِّي كُلَّ شَرٍّ رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَحْفِظُكَ وَأَسْتَوْدِعُكَ نَفْسِي وَدِينِي وَأَهْلِي وَأَقَارِبِي وَكُلَّ سُوءٍ يَا كَرِيمُ
Latin: Allahumma bika astain, waalaika atawakkal, allahumma dzalil lii suubata amrii, wasahiil alayya masyaqotan safarii, warzuqnii minalkhori aktsaro mimma atlubu, wasrif anni masyqotan safarii, warzuqnii minalkhoiri aktsaro mimm atlubu, wasrif anni kulla sarrin, robbisrohlii sodrii wayassirli amri. allahumma inni astahikhfiduka wa astawdiuka nafsyy wadiini wa ahliii wa aqooribii wakulla suu'in yaa karim.
Terjemahan: "Ya Allah, hanya kepada-Mu aku meminta tolong, hanya kepada-Mu aku berpasrah. Tuhanku, tundukkanlah bagiku segala kesulitan urusanku, mudahkan untukku hambatan perjalananku, anugerahkanlah aku sebagian dari kebaikan melebihi apa yang kuminta, palingkan diriku dari segala kejahatan. Tuhanku, lapangkanlah dadaku, dan mudahkan urusanku. Ya Allah, aku meminta penjagaan dan menitipkan diriku, agamaku, keluargaku, kerabatku, dan semua yang telah Kauberikan kepadaku. Lindungilah kami dari segala kejahatan, wahai Dzat Yang Mahapemurah."
Advertisement
Waktu Pelaksanaan Sholat Safar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5134162/original/012917000_1739593072-1739590048291_arti-doa-sholat-dhuha.jpg)
Sholat safar dapat dilaksanakan kapan saja sebelum memulai perjalanan tanpa terikat waktu tertentu. Menurut Imam Nawawi, sholat safar boleh dilakukan di waktu apa pun, baik pagi, siang, maupun malam hari.
Waktu yang paling utama untuk melaksanakan niat sholat safar adalah sesaat sebelum berangkat dari rumah atau tempat tinggal. Hal ini sesuai dengan praktik Rasulullah SAW yang selalu mengerjakan sholat dua rakaat sebelum meninggalkan suatu tempat.
Bagi jamaah umroh, sholat safar idealnya dilaksanakan di rumah sebelum berangkat ke bandara atau tempat keberangkatan. Namun jika tidak memungkinkan, sholat safar dapat dilaksanakan di tempat transit seperti bandara dengan tetap memperhatikan syarat dan rukun sholat.
Penting untuk diingat bahwa sholat safar sebaiknya tidak dilaksanakan pada waktu-waktu yang dilarang untuk sholat sunnah, seperti setelah sholat subuh hingga matahari terbit dan setelah sholat ashar hingga maghrib.
Syarat dan Rukun Sholat Safar
Pelaksanaan sholat safar memiliki syarat dan rukun yang sama dengan sholat sunnah pada umumnya. Syarat wajib yang harus dipenuhi meliputi bersuci dari hadats besar dan kecil, menutup aurat, menghadap kiblat, dan mengetahui waktu sholat.
Syarat Sholat Safar:
- Berwudhu atau bersuci dari hadats
- Menutup aurat dengan sempurna
- Menghadap kiblat
- Mengetahui masuknya waktu sholat
- Suci dari najis pada badan, pakaian, dan tempat sholat
Rukun Sholat Safar:
- Niat sholat safar
- Takbiratul ihram
- Berdiri bagi yang mampu
- Membaca surat Al-Fatihah
- Ruku' dan i'tidal
- Sujud dua kali dalam setiap rakaat
- Duduk antara dua sujud
- Duduk akhir untuk tasyahud
- Membaca tasyahud akhir
- Membaca sholawat dalam tasyahud akhir
- Salam untuk mengakhiri sholat
- Tertib dalam melaksanakan rukun
Menurut referensi dari berbagai kitab fiqih klasik, rukun sholat safar tidak berbeda dengan sholat fardhu lainnya, hanya niat yang membedakannya.
Advertisement
Keutamaan Sholat Safar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4990590/original/013178100_1730716411-cara-sholat-taubat.jpg)
Melansir dari kitab Fiqh As-Sunnah karya Sayyid Sabiq, hikmah sholat safar adalah sebagai bentuk tawakkal kepada Allah SWT sebelum memulai perjalanan. Dengan melaksanakan niat sholat safar, seseorang menyerahkan segala urusan perjalanannya kepada Allah dan memohon ridho-Nya.
Hikmah lainnya adalah sebagai pengingat bahwa dalam setiap aktivitas, seorang muslim harus selalu mengingat Allah dan tidak melupakan kewajiban beribadah. Sholat safar juga mengajarkan pentingnya berdoa dan memohon perlindungan sebelum melakukan aktivitas penting dalam hidup.
Selain melaksanakan niat sholat safar, terdapat beberapa adab dan sunnah lainnya yang dianjurkan sebelum berangkat umroh. Adab-adab ini merupakan bagian dari persiapan spiritual yang penting untuk kesempurnaan ibadah umroh.
Adab Sebelum Berangkat Umroh:
- Membayar hutang dan menyelesaikan kewajiban duniawi
- Meminta maaf kepada keluarga, teman, dan tetangga
- Menunaikan sholat taubat untuk membersihkan diri dari dosa
- Memperbanyak istighfar dan dzikir kepada Allah SWT
- Membaca Al-Quran dan mempelajari doa-doa umroh
- Mempersiapkan wasiat dan mengatur urusan keluarga
- Bersedekah kepada yang membutuhkan sebagai bekal amal
Sunnah-sunnah Lainnya:
Berdasarkan referensi dari Panduan Lengkap Umroh dan Haji yang diterbitkan Kementerian Agama RI, sunnah sebelum berangkat umroh meliputi mandi sunah, memakai pakaian yang bersih, dan membaca doa safar ketika sudah berada di kendaraan.
Jamaah umroh juga dianjurkan untuk mempelajari manasik umroh dengan baik, memahami doa-doa yang akan dibaca, dan mempersiapkan mental serta spiritual untuk menjalankan ibadah dengan sempurna.
Daftar Sumber
- Umam S., Nasrul, dkk. (2004). Shalat Sunnah: Hikmah dan Tuntunan. Jakarta: Pustaka Iman. ISBN: 9793762020
- Sabiq, Sayyid. Fiqh As-Sunnah. Beirut: Dar al-Fikr.
- Kementerian Agama RI. Panduan Lengkap Umroh dan Haji. Jakarta: Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh.
Advertisement
FAQ
1. Apakah sholat safar wajib dilakukan sebelum umroh? Sholat safar hukumnya sunnah muakkadah, sangat dianjurkan tetapi tidak wajib.
2. Berapa rakaat sholat safar yang benar? Sholat safar terdiri dari dua rakaat sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.
3. Kapan waktu terbaik untuk melaksanakan niat sholat safar? Waktu terbaik adalah sesaat sebelum berangkat dari rumah atau tempat tinggal.
4. Bolehkah sholat safar dilakukan berjamaah? Sholat safar boleh dilakukan berjamaah maupun sendiri-sendiri.
5. Apa yang dibaca setelah Al-Fatihah dalam sholat safar? Dianjurkan membaca Al-Kafirun pada rakaat pertama dan Al-Ikhlas pada rakaat kedua.
6. Apakah ada doa khusus setelah sholat safar? Ya, terdapat doa safar yang dianjurkan dibaca setelah menyelesaikan sholat safar.
7. Bolehkah sholat safar dilakukan di bandara? Boleh, asalkan memenuhi syarat dan rukun sholat serta tempat yang suci.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321375/original/053314000_1786440887-cek_fakta_-_cpns_menpan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312818/original/023895500_1785560927-WhatsApp_Image_2026-08-01_at_12.01.08.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5134529/original/089698800_1739622825-20250215-Prabowo-AFP_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4804864/original/058141600_1713412064-cek_fakta_atm.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3453412/original/064790800_1620619406-muslim-men-praying-tashahhud-posture.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5418083/original/074162500_1763599765-Ilustrasi_Perjalanan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3430878/original/058976400_1618561327-20210416-Itikaf-Masjid-Kubah-Emas-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5102744/original/034549900_1737446919-1737445609592_tata-cara-sholat-tahajud-2-rakaat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3035321/original/019803800_1580276853-airplane-744865_960_720.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4992858/original/011986900_1730875016-shalat1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5377515/original/045535000_1760099331-Solat_Sunnah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5533779/original/098475800_1773775028-unnamed__98_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5156168/original/093553200_1741427681-27937ed9a460ba252f86ffad909d8657.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5121934/original/015365200_1738729851-1738723836256_musafir-adalah.jpg)