6 Doa Memohon Perlindungan dari Kesempitan Hati Teks Arab, Latin dan Arti

Doa memohon perlindungan dari kesempitan hati dapat diamalkan ketika menghadapi kegelisahan, kesedihan, atau tekanan hidup.

Diterbitkan 25 September 2026, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Doa memohon perlindungan dari kesempitan hati dapat diamalkan ketika menghadapi kegelisahan, kesedihan, atau tekanan hidup. Hati yang terasa sempit sering kali membuat seseorang sulit menjalani aktivitas dengan tenang, bahkan dapat mengganggu semangat untuk beribadah dan melakukan kebaikan.

Dalam Doa-Doa Pilihan Terbaik, Syaikh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr menerangkan pentingnya doa ketika seseorang diliputi kegelisahan dan kesedihan. Sejumlah doa diajarkan Nabi Muhammad SAW untuk memohon perlindungan dari kegelisahan dan kesedihan, sekaligus meminta pertolongan Allah agar hati diberi kelapangan.

Sementara, Ustaz Salehuddin bin Abu Samah dalam Koleksi Doa dan Zikir menyebutkan bahwa memperbanyak doa merupakan salah satu ikhtiar seorang Muslim untuk memohon ketenangan, kelapangan hati, dan keteguhan dalam menjalani kehidupan.

Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam Syifa' al-'Alil menjelaskan keterkaitan antara kondisi hati dan kemampuan seseorang dalam menerima petunjuk. Hati yang lapang lebih mudah menerima kebenaran, sedangkan hati yang sempit dapat menjadi penghalang seseorang dalam memahami dan mengikuti petunjuk.

Karena itu, doa memohon kelapangan hati bukan hanya berkaitan dengan ketenangan, tetapi juga menjadi bentuk permohonan agar Allah memberikan kekuatan untuk menjalani kehidupan dengan tetap berada di jalan-Nya.

Bacaan Lengkap Doa Memohon Perlindungan dari Kesempitan Hati

1. Doa Perlindungan dari Kegelisahan dan Kesedihan

Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ، وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ

Latin: Allaahumma innii a'uudzu bika minal hammi wal hazan, wal 'ajzi wal kasal, wal jubni wal bukhl, wa dhala'id daini wa ghalabatir rijaal

Arti: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan kikir, dari lilitan utang, serta dari tekanan manusia." (HR. Al-Bukhari)

Doa ini diriwayatkan dalam hadis shahih dan kerap dibaca Nabi SAW saat menghadapi tekanan batin. Imam Al-Bukhari meriwayatkan doa ini dari Anas bin Malik RA. Dalam Doa-Doa Pilihan Terbaik, Syaikh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr menjelaskan bahwa doa ini mencakup perlindungan dari beban batin, tekanan sosial, hingga kecemasan masa depan.

Para ulama menilai bahwa penyandingan kegelisahan dengan kelemahan, kemalasan, ketakutan, dan lilitan utang menunjukkan bahwa kegelisahan batin sering berkaitan dengan kondisi mental, fisik, dan sosial secara bersamaan.

2. Doa Nabi Musa AS untuk Kelapangan Dada

Arab: رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

Latin: Rabbi-syrah lii shadrii wa yassir lii amrii wahlul 'uqdatam min lisaanii yafqahuu qaulii

Arti: "Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS. Thaha: 25-28)

Doa ini dipanjatkan Nabi Musa AS ketika diperintah Allah untuk berdakwah kepada Raja Firaun. Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menjelaskan bahwa Nabi Musa AS memohon agar Allah melapangkan dadanya, memudahkan urusannya, dan menjaga perkataannya.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam Tafsir As-Sa'di menjelaskan bahwa kelapangan dada adalah nikmat terbesar yang memudahkan seseorang untuk menerima kebenaran, sedangkan sempitnya hati adalah sebab tersesatnya manusia.

Dalam Kumpulan Doa-Doa terbitan Kementerian Agama RI, doa ini disebutkan sebagai doa memohon kelapangan hati yang sangat dianjurkan untuk diamalkan.

3. Doa Nabi Yunus AS

Arab: لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Latin: Lā ilāha illā anta subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn

Arti: "Tidak ada Tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim." (QS. Al-Anbiya: 87)

Rasulullah SAW bersabda bahwa tidaklah seorang Muslim berdoa dengan doa Nabi Yunus AS dalam suatu urusan, melainkan Allah akan mengabulkannya (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi).

Dalam Penjelasan Doa-Doa bagi Orang Sakit dan yang Tertimpa Musibah, Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr menjelaskan bahwa doa ini mengandung kesempurnaan tauhid, pensucian Allah dari segala aib, dan pengakuan hamba terhadap kezaliman diri, yang mana hal ini merupakan obat yang sangat mujarab di kala mendapat kesusahan, kesedihan, dan kegundahan.

Imam Ibnu Qayyim dalam Zaadul Ma'ad menjelaskan bahwa doa ini mengandung empat perkara yang menjadi wasilah kepada Allah: tauhid, pensucian Allah, penghambaan diri, dan pengakuan dosa.

4. Doa Allahumma Inni 'Abduka

Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَابْنُ أَمَتِكَ نَاصِيَتِي بِيَدِكَ مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ أَوْ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي وَنُورَ صَدْرِي وَجِلَاءَ غَمِّي وَذَهَابَ حُزْنِي وَهَمِّي

Tulisan Latin: Allaahumma innii 'abduka, wabnu 'abdika, wabnu amatika. Naashiyatii bi yadika maadhin fiyya hukmuka, 'adlun fiyya qadhaa'uka. As'aluka bi kulli ismin huwa laka sammayta bihii nafsaka, wa anzaltahuu fii kitaabika, au 'allamtahuu ahadan min khalqika, awista'tsarta bihii fii ilmil ghaibi 'indaka, an taj'alal qur'aana rabii'a qalbii, wa nuura shadrii, wa jilaa'a ghammii, wa dzahaaba huznii wa hammii

Arti: "Ya Allah, sungguh aku hamba-Mu, putra hamba-Mu (laki-laki), putra hamba-Mu (perempuan). Nasibku di tangan-Mu, berlaku padaku ketentuan-Mu, adil padaku putusan-Mu. Aku memohon kepada-Mu dengan segala nama-Mu yang Kau sebut untuk diri-Mu, (nama) yang Kau turunkan dalam kitab-Mu, (nama) yang Kau ajarkan pada segelintir hamba-Mu, atau (nama) yang hanya Kau sendiri yang mengetahuinya dalam pengetahuan gaib agar Kau menjadikan Al-Qur'an sebagai musim semi (di) hatiku, cahaya batinku, pelenyap kebingunganku, dan penghilang kesedihan serta kebimbanganku." (HR. Ahmad)

Doa ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Albani. Dalam kitab Syarah Hisnul Muslim karya Syaikh Majdi Abdul Wahab Al-Ahmad, dijelaskan bahwa seseorang yang rajin membaca doa dan berzikir akan mendapatkan rasa positif yang kembali penuh.

Doa ini mengandung pengakuan akan kehambaan diri kepada Allah dan permohonan agar Al-Qur'an menjadi penyejuk hati, cahaya dada, pelenyap kesedihan, dan penghilang kebimbangan.

5. Doa Ya Hayyu Ya Qayyum

Arab: يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ

Latin: Yā hayyu, yā qayyūmu, bi rahmatika astaghītsu, ashlih lī sya'nī kullahū, wa lā takilnī ilā nafsī tharfata 'aynin

Arti: "Wahai Zat yang maha hidup dan maha kekal abadi, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan. Bawakanlah kemaslahatan pada segala urusanku. Janganlah Kaubiarkan aku sendiri menyelesaikan urusan meski sekejap." (HR. An-Nasai, Ibnu Sunni, Al-Hakim, dan Al-Baihaqi)

Doa ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasai, Ibnu Sunni, Al-Hakim, dan Al-Baihaqi. Doa ini diajarkan Rasulullah SAW kepada putrinya, Sayyidah Fatimah RA, untuk menjaga kesehatan mentalnya, dan dianjurkan untuk dilangitkan pada pagi dan sore hari.

Doa ini memohon rahmat dan keterlibatan Allah SWT dalam menyelesaikan masalah, serta memohon agar tidak dibiarkan sendiri menyelesaikan urusan meski sekejap.

6. Doa Allahumma Isyrah Bil Qur'an

Arab: اللَّهُمَّ اشْرَحْ بِالقُرْآنِ صُدُوْرَنَا وَيَسِّرْ بِهِ أُمُوْرَنَا وَعَظِّمْ بِهِ أُجُوْرَنَا وَحَسِّنْ بِهِ أَخْلَاقَنَا وَوَسِّعْ بِهِ أَرْزَاقَنَا وَنَوِّرْ بِهِ قُبُوْرَنَا

Latin: Allaahummasyrah bil qur'aani shuduuranaa wa yassir bihii umuuranaa wa 'azhim bihii ujuuranaa wa hassin bihii akhlaaqanaa wa wassi' bihii arzaaqanaa wa nawwir bihii qubuuranaa

Arti: "Ya Allah, dengan al-Qur'an lapangkanlah hati kami, mudahkan urusan kami, lipatgandakanlah pahala kami, perbaiki akhlak kami, luaskan rezeki kami, dan terangilah kubur kami."

Doa ini merupakan doa yang biasa dibaca dalam rangkaian tahlil dan doa bersama, sebagaimana disebutkan dalam panduan bacaan tahlil yang dipublikasikan NU Online Jatim. Doa ini mencakup permohonan yang sangat lengkap: kelapangan hati, kemudahan urusan, pahala yang berlipat, akhlak yang baik, rezeki yang luas, dan cahaya di alam kubur. Doa ini mengajarkan bahwa Al-Qur'an adalah sumber kelapangan hati dan solusi bagi segala kesempitan.

Makna Mendalam Doa Memohon Perlindungan dari Kesempitan Hati

1. Kesempitan Hati sebagai Musibah Terbesar

Imam Ibnu Qayyim dalam Syifa' Al-'Alil menjelaskan bahwa sempitnya hati adalah musibah yang paling besar dialami oleh seorang hamba. Hati yang sempit membuat seseorang selalu gelisah dan sedih, sehingga urusan dunia dan akhiratnya menjadi terbengkalai. Ia tidak mampu dan tidak bersemangat beramal kebaikan, karena hidupnya hanya berpindah dari satu kesedihan menuju kesedihan berikutnya. Doa memohon perlindungan dari kesempitan hati adalah bentuk ikhtiar spiritual untuk mengatasi musibah ini.

2. Kelapangan Hati sebagai Kekuatan Hidup

Lapangnya hati, terbebasnya hati dari kegalauan dan kegundahan, adalah sebuah nikmat yang sangat besar dari Allah Ta'ala. Dengan sebab hati yang lapang, seseorang dapat meraih maslahat agama dan dunia. Dia menjadi mudah melakukan berbagai macam ibadah dan amal kebajikan. Doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW bertujuan untuk meraih nikmat kelapangan hati ini, yang merupakan kekuatan dalam hidup seorang hamba.

3. Keterkaitan antara Hati, Mental, dan Sosial

Para ulama menilai bahwa kegelisahan batin sering berkaitan dengan kondisi mental, fisik, dan sosial secara bersamaan. Ketika satu sisi rapuh, sisi lain ikut terdampak. Doa perlindungan dari kegelisahan dan kesedihan menyandingkan hamm (kegelisahan) dan hazan (kesedihan) dengan kelemahan, kemalasan, ketakutan, kikir, lilitan utang, dan tekanan manusia. Ini menunjukkan bahwa Islam memandang kesehatan hati secara holistik, mencakup aspek spiritual, psikologis, dan sosial.

4. Doa sebagai Proses Kesadaran Diri

Dalam konteks ini, doa bukan sekadar rangkaian kata, melainkan proses kesadaran. Saat seseorang melafalkan doa perlindungan dari kesempitan hati, ia diajak untuk mengenali sumber kegelisahannya: apakah berasal dari rasa takut, kelelahan, tekanan ekonomi, atau beban relasi dengan sesama manusia. Dengan demikian, doa menjadi pintu awal untuk berdamai dengan diri sendiri dan kembali menata relasi dengan Tuhan.

5. Al-Qur'an sebagai Sumber Kelapangan Hati

Doa Allahumma isyrah bil Qur'an mengajarkan bahwa Al-Qur'an adalah sumber kelapangan hati. Dengan menjadikan Al-Qur'an sebagai rabii'a qalb (musim semi hati), nuura shadr (cahaya dada), jilaa'a ghamm (pelenyap kebingungan), dan dzahaaba huzn wa hamm (penghilang kesedihan dan kebimbangan), seorang hamba meraih ketenangan yang hakiki. Doa ini mengajarkan bahwa solusi dari kesempitan hati bukanlah pelarian duniawi, melainkan kembali kepada Al-Qur'an.

Hikmah Doa Memohon Perlindungan dari Kesempitan Hati 1. Mendapatkan Ketenangan Jiwa dan Kesehatan Mental

Hikmah pertama adalah ketenangan jiwa. Dalam Syarah Hisnul Muslim karya Syaikh Majdi Abdul Wahab Al-Ahmad, dijelaskan bahwa seseorang yang rajin membaca doa dan berzikir akan mendapatkan rasa positif yang kembali penuh. Doa perlindungan dari kegelisahan dan kesedihan membantu seseorang mengatasi tekanan batin, kecemasan, dan depresi, serta meraih kesehatan mental yang lebih baik. Rasulullah SAW sendiri membaca doa ini saat menghadapi tekanan batin, menunjukkan bahwa kegelisahan bukan tanda lemahnya iman, melainkan cara menyikapinya yang menentukan kualitas keimanan.

2. Terbebas dari Beban Utang dan Tekanan Sosial

Hikmah kedua adalah terbebas dari beban utang dan tekanan sosial. Doa Allahumma inni a'uudzu bika minal hammi wal hazan secara eksplisit memohon perlindungan dari dhala'id daini (lilitan utang) dan ghalabatir rijaal (tekanan manusia). Ini mengajarkan bahwa Islam tidak hanya memperhatikan aspek spiritual, tetapi juga aspek sosial dan ekonomi yang dapat menjadi sumber kesempitan hati.

3. Meraih Kelapangan Dada untuk Menerima Kebenaran

Hikmah ketiga adalah kelapangan dada untuk menerima kebenaran. Imam Ibnu Qayyim dalam Syifa' Al-'Alil menjelaskan bahwa lapangnya hati adalah sebab terbesar seseorang dapat mendapatkan hidayah, dan sebaliknya sempitnya hati adalah sebab tersesatnya seorang manusia. Dengan berdoa memohon kelapangan hati, seorang hamba membuka dirinya untuk menerima petunjuk Allah dan menjalankan ajaran Islam dengan lebih baik.

4. Meneladani Doa Para Nabi dan Rasul

Hikmah keempat adalah meneladani doa para nabi. Doa Nabi Musa AS, doa Nabi Yunus AS, dan doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW merupakan warisan spiritual yang sangat berharga. Dengan mengamalkan doa-doa ini, seorang Muslim mengikuti jejak para nabi dalam menghadapi kesulitan dan kesempitan hati, serta mendapatkan keberkahan dari doa-doa yang mustajab.

5. Mendekatkan Diri kepada Allah dan Memperkuat Tauhid

Hikmah kelima adalah mendekatkan diri kepada Allah. Doa Allahumma inni 'abduka mengandung pengakuan akan kehambaan diri kepada Allah dan penyerahan total kepada-Nya. Doa ini mengajarkan bahwa hanya Allah-lah tempat berlindung dan memohon pertolongan. Dengan memperbanyak doa perlindungan dari kesempitan hati, seorang hamba memperkuat tauhidnya dan meraih kedekatan dengan Allah SWT.

 

Pertanyaan Seputar Doa Memohon Perlindungan 

1. Apa doa yang diajarkan Rasulullah SAW untuk memohon perlindungan dari kesempitan hati?

Doa yang diajarkan Rasulullah SAW adalah Allahumma inni a'uudzu bika minal hammi wal hazan, wal 'ajzi wal kasal, wal jubni wal bukhl, wa dhala'id daini wa ghalabatir rijaal (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan kikir, dari lilitan utang, serta dari tekanan manusia). Doa ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari.

2. Apa doa Nabi Musa AS untuk memohon kelapangan hati?

Doa Nabi Musa AS adalah Rabbi-syrah lii shadrii wa yassir lii amrii wahlul 'uqdatam min lisaanii yafqahuu qaulii (Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku). Doa ini terdapat dalam Al-Qur'an Surat Thaha ayat 25-28.

3. Kapan waktu terbaik membaca doa memohon perlindungan dari kesempitan hati?

Doa ini dapat dibaca kapan saja, terutama di pagi dan sore hari, setelah salat fardhu, ketika sujud dalam salat, sepertiga malam terakhir, dan ketika hati terasa gelisah atau sempit. Membacanya secara rutin menjadi cara Nabi menjaga ketenangan jiwa.

4. Mengapa hati bisa menjadi sempit?

Hati bisa menjadi sempit karena akumulasi hal-hal kecil yang menumpuk tanpa disadari, seperti tekanan pekerjaan, tuntutan sosial, perbandingan hidup di media sosial, kekhawatiran tentang masa depan, serta dosa-dosa yang tidak diampuni. Imam Ibnu Qayyim dalam Syifa' Al-'Alil menjelaskan bahwa sempitnya hati adalah sebab tersesatnya seorang manusia.

5. Apa keutamaan membaca doa memohon perlindungan dari kesempitan hati?

Keutamaannya antara lain: mendapatkan ketenangan jiwa, terbebas dari beban utang dan tekanan sosial, meraih kelapangan dada untuk menerima kebenaran, meneladani doa para nabi, serta mendekatkan diri kepada Allah dan memperkuat tauhid. Doa ini juga dapat menghapuskan kesulitan, memberikan kemudahan, dan meluaskan hati orang-orang yang beriman.