Daging Kurban Enaknya Dibuat Apa? Ini Ide Masakan Lezat yang Bikin Semua Suka

Bingung daging kurban enaknya dibuat apa? Temukan inspirasi masakan lezat dan tips mengolah daging kurban agar empuk, juicy dan aman bagi kesehatan Anda di sini!

Diterbitkan 04 Juni 2025, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Momen Idul Adha selalu identik dengan melimpahnya stok daging sapi atau kambing di rumah. Tak jarang muncul pertanyaan di benak banyak orang: daging kurban enaknya dibuat apa agar tetap lezat namun ramah bagi tubuh?

Terlebih bagi mereka yang memiliki riwayat kolesterol tinggi, memilih olahan yang sehat menjadi hal yang tak bisa diabaikan. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan cara memasak yang tidak terlalu banyak menggunakan minyak atau santan kental.

Sebagian orang juga perlu memperhatikan kondisi kesehatan seperti asam urat yang bisa dipicu oleh konsumsi daging berlebihan. Pertanyaan seperti daging kurban enaknya dibuat apa pun sering disesuaikan dengan pilihan menu yang rendah purin dan diolah tanpa bahan-bahan pemicu peradangan. Salah satu alternatif yang bisa dipertimbangkan adalah memasak sup bening, atau daging kukus dengan rempah-rempah alami.

Memilih resep yang tepat tidak hanya soal rasa, tetapi juga menyangkut keseimbangan nutrisi. Saat mempertimbangkan daging kurban enaknya dibuat apa, penting juga untuk menyajikan makanan yang tinggi serat dari sayuran dan cukup air agar sistem pencernaan tetap terjaga. Hal ini sangat bermanfaat bagi orang yang memiliki masalah metabolisme, termasuk gangguan lemak darah atau asam urat.

Beragam menu sehat kini bisa ditemukan dengan mudah, mulai dari tumisan ringan hingga steak panggang rendah lemak. Jika masih bingung daging kurban enaknya dibuat apa, maka menjadikannya sebagai hidangan rebus tanpa santan bisa menjadi opsi yang bijak.

Berikut ini beberapa rekomendasi resep daging kurban yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (4/6/2025). 

1. Semur Daging Tanpa Santan

Semur daging adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang digemari banyak orang. Biasanya disajikan dengan rasa manis dan gurih yang berasal dari kecap manis serta rempah-rempah tradisional. Namun dalam versi sehat ini, kita akan menghilangkan penggunaan santan serta mengurangi takaran minyak dan kecap agar lebih ramah bagi penderita kolesterol.

Bahan-bahan:

  • 500 gram daging sapi bagian has dalam atau sengkel, potong sesuai selera
  • 1 buah tomat merah segar, potong-potong
  • 3 sdm kecap manis rendah gula
  • 1 sdm saus tiram tanpa MSG
  • Garam, merica bubuk, dan sedikit gula pasir
  • 600 ml air untuk kuah

Bumbu halus:

  • 5 siung bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 2 butir kemiri sangrai
  • 1 sdt ketumbar bubuk
  • ¼ sdt pala bubuk

Cara Membuat:

  1. Rebus daging hingga empuk, buang air rebusan pertama agar sisa kolesterol dan darah larut. Tiriskan.
  2. Tumis bumbu halus hingga harum menggunakan sedikit minyak zaitun atau minyak jagung.
  3. Masukkan tomat, aduk rata, lalu tambahkan daging dan kecap.
  4. Tambahkan air dan masak dengan api kecil hingga kuah mengental dan daging empuk.
  5. Sajikan hangat bersama nasi merah atau nasi putih rendah glikemik.

Manfaat Kesehatan:

Mengurangi santan dan minyak menjadikan semur ini lebih ringan di sistem pencernaan serta mengurangi risiko peningkatan kolesterol jahat (LDL).

2. Sup Daging Bening dengan Sayuran Segar

Sup daging bening merupakan olahan yang sangat cocok bagi penderita kolesterol dan asam urat karena tidak menggunakan santan, digoreng, atau bahan-bahan tinggi lemak. Kombinasi daging tanpa lemak dan aneka sayuran membuat sup ini tidak hanya lezat tetapi juga kaya nutrisi.

Bahan:

  • 400 gram daging sapi tanpa lemak
  • 1 buah wortel, potong bulat
  • 1 kentang kecil, potong dadu
  • 1 batang daun bawang, iris tipis
  • 1 batang seledri utuh
  • Air secukupnya

Bumbu iris:

  • 3 siung bawang putih
  • 4 siung bawang merah

Cara Membuat:

  1. Rebus daging hingga empuk, buang air rebusan pertama, ganti dengan air baru.
  2. Tumis bawang merah dan bawang putih, lalu masukkan ke dalam kuah.
  3. Tambahkan wortel dan kentang, masak hingga lunak.
  4. Taburi daun bawang dan seledri sebelum disajikan.

Manfaat Kesehatan:

Sup ini sangat direkomendasikan untuk penderita hipertensi dan kolesterol tinggi karena kuah beningnya tidak memicu lemak jenuh dan purin berlebih.

3. Pepes Daging Rempah

Pepes adalah teknik memasak tradisional khas Nusantara yang menggunakan daun pisang sebagai pembungkus dan dikukus hingga matang. Dengan tambahan berbagai rempah-rempah alami, pepes daging menjadi pilihan rendah kolesterol tanpa kehilangan cita rasa.

Bahan:

  • 400 gram daging sapi cincang halus
  • 2 batang serai, memarkan
  • Daun salam dan daun jeruk
  • Daun pisang secukupnya

Bumbu halus:

  • 5 siung bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 3 butir kemiri
  • 1 ruas kunyit
  • 1 ruas jahe
  • Garam dan merica secukupnya

Cara Membuat:

  1. Campur daging cincang dengan bumbu halus dan rempah-rempah.
  2. Bungkus dalam daun pisang dan sematkan dengan lidi.
  3. Kukus selama 45–60 menit, lalu bisa dibakar sebentar untuk aroma khas.

Manfaat Kesehatan:

Metode kukus dan bahan rempah alami membantu mengurangi kadar kolesterol sekaligus memberikan rasa gurih alami tanpa lemak tambahan.

4. Daging Panggang Oven Bumbu Ketumbar

Teknik memanggang adalah metode sehat untuk mengolah daging karena tidak memerlukan tambahan minyak berlebihan. Bumbu sederhana seperti ketumbar dan paprika bubuk memberi rasa unik tanpa menambah beban kolesterol.

Bahan:

  • 500 gram daging sapi has luar, iris tipis
  • 1 sdt ketumbar bubuk
  • 1 sdt paprika bubuk
  • 2 sdm air jeruk nipis
  • Garam dan lada hitam secukupnya

Cara Membuat:

  1. Marinasi daging dengan semua bumbu minimal 1 jam.
  2. Panggang dalam oven bersuhu 180°C selama 30–40 menit, balik sesekali agar matang merata.
  3. Sajikan bersama salad segar atau kentang rebus.

Manfaat Kesehatan:

Panggang adalah pilihan yang sangat baik untuk penderita kolesterol dan asam urat karena tidak menambahkan lemak jenuh.

5. Soto Daging Tanpa Santan

Soto bisa menjadi makanan sehat jika dimasak tanpa santan dan dengan kuah bening yang ringan. Tambahan rempah-rempah alami juga membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

Bahan:

  • 500 gram daging sapi
  • 2 batang serai, memarkan
  • 3 lembar daun salam
  • 1 ruas lengkuas

Bumbu halus:

  • 5 bawang merah
  • 3 bawang putih
  • 1 ruas kunyit
  • 1 sdt ketumbar

Cara Membuat:

  1. Rebus daging sampai empuk, buang air rebusan pertama.
  2. Tumis bumbu halus, masukkan ke dalam kuah soto.
  3. Tambahkan daun salam, serai, dan lengkuas, lalu rebus kembali hingga meresap.
  4. Sajikan dengan sayur taoge, seledri, dan irisan jeruk nipis.

Manfaat Kesehatan:

Rempah-rempah seperti kunyit dan serai berfungsi sebagai anti-inflamasi alami dan membantu menurunkan kolesterol dalam darah.

6. Tumis Daging Jahe dan Kecap Asin

Jahe terkenal dengan manfaatnya dalam membantu mengontrol kadar kolesterol dan memperbaiki sistem pencernaan. Dipadukan dengan daging dan kecap asin, tumisan ini tetap lezat meski sederhana.

Bahan:

  • 300 gram daging sapi iris tipis
  • 1 ruas jahe, iris memanjang
  • 2 sdm kecap asin
  • 1 sdm kecap manis rendah gula
  • 2 siung bawang putih, cincang
  • 1 sdm minyak zaitun

Cara Membuat:

  1. Tumis jahe dan bawang putih dengan sedikit minyak hingga harum.
  2. Masukkan daging, aduk hingga berubah warna.
  3. Tambahkan kecap, masak hingga daging empuk.

Manfaat Kesehatan:

Tumis ini sangat ringan dan cocok untuk penderita kolesterol maupun asam urat karena tidak memakai santan, sedikit minyak, dan memakai bahan alami.

Tips Mengolah Daging Kurban untuk Penderita Kolesterol atau Asam Urat

Setiap tahun, momen Idul Adha menjadi waktu yang sangat dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Salah satu bagian terpenting dari perayaan ini adalah penyembelihan hewan kurban dan berbagi daging kepada sesama. Namun, bagi sebagian orang, terutama mereka yang memiliki kondisi kesehatan seperti kolesterol tinggi atau asam urat, konsumsi daging merah perlu dilakukan dengan hati-hati. 

Berikut ini adalah panduan lengkap dan penting bagi Anda yang ingin tetap menikmati olahan daging kurban tanpa mengorbankan kesehatan:

1. Pilih Bagian Daging yang Lebih Sehat dan Rendah Lemak

Tidak semua bagian dari daging sapi atau kambing memiliki kadar lemak yang tinggi. Pilih bagian yang lebih lean (rendah lemak) seperti:

  • Has dalam (tenderloin): Teksturnya empuk, kandungan lemaknya rendah, cocok untuk direbus atau dipanggang.
  • Sirloin tanpa lemak: Bagian belakang dari punggung sapi yang sedikit berlemak, namun jika dipangkas lemaknya, bisa menjadi pilihan baik.
  • Sengkel: Bagian bawah paha yang kaya jaringan ikat, cocok untuk sup tanpa santan.

Menghindari bagian seperti tetelan, sandung lamur (brisket), dan iga adalah langkah bijak karena bagian tersebut mengandung lemak tinggi yang bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL).

2. Hilangkan Lemak dan Kulit Sebelum Memasak

Sebelum daging diolah, pastikan Anda membuang lapisan lemak putih yang menempel. Lemak ini sulit larut dalam proses memasak dan akan masuk langsung ke tubuh jika dikonsumsi. Begitu pula dengan kulit (terutama pada kambing), yang tinggi kolesterol dan purin.

3. Hindari Metode Masak yang Tinggi Lemak dan Minyak

Metode memasak sangat menentukan apakah makanan menjadi sehat atau justru berbahaya. Hindari cara memasak seperti:

  • Menggoreng dengan banyak minyak
  • Menumis lama menggunakan minyak kelapa atau santan
  • Mengolah daging dalam balutan lemak (seperti sate berlemak)

Sebaliknya, gunakan metode yang lebih sehat seperti:

  • Merebus (sup atau soto bening)
  • Mengukus (pepes)
  • Memanggang di oven atau pembakaran langsung (tanpa minyak tambahan)

Selain lebih sehat, cara-cara ini juga menjaga tekstur dan rasa alami dari daging.

4. Batasi Penggunaan Santan dan Gula Berlebihan

Olahan seperti gulai atau rendang memang menggoda, tapi perlu diingat bahwa santan kental mengandung lemak jenuh dalam jumlah besar, yang dapat meningkatkan kolesterol dalam darah. Jika Anda tetap ingin menikmati sajian bersantan:

  • Gunakan santan encer atau susu rendah lemak sebagai pengganti
  • Kurangi penggunaan gula aren atau gula merah berlebih. Bisa diganti dengan bumbu alami seperti kayu manis atau pala untuk memberi rasa manis alami.

5. Perkaya Hidangan dengan Sayuran dan Rempah Penyeimbang

Tambahkan sayuran hijau, wortel, labu siam, atau buncis ke dalam masakan. Serat dari sayuran akan membantu mengurangi penyerapan lemak jenuh oleh tubuh. Gunakan juga rempah-rempah anti-inflamasi seperti:

  • Jahe: Membantu melancarkan pencernaan dan menurunkan kadar kolesterol.
  • Kunyit: Mengandung kurkumin yang bersifat antioksidan.
  • Bawang putih dan bawang merah: Baik untuk sirkulasi darah dan menurunkan kolesterol.

6. Perhatikan Porsi dan Frekuensi Konsumsi

Meskipun Iduladha hanya datang setahun sekali, bukan berarti kita boleh makan daging dalam jumlah besar setiap hari selama seminggu penuh. Bagi penderita kolesterol tinggi atau asam urat:

  • Batasi porsi daging sekitar 100–150 gram per hari
  • Hindari mengonsumsi daging lebih dari sekali dalam sehari
  • Sisipkan hari tanpa daging merah selama pekan Iduladha untuk memberi waktu bagi tubuh melakukan detoksifikasi alami

7. Minum Air Putih yang Cukup

Daging merah mengandung purin, zat alami yang dapat terurai menjadi asam urat dalam tubuh. Jika tidak dibuang dengan baik, bisa menumpuk dan menimbulkan nyeri sendi. Untuk membantu ginjal mengeluarkan zat sisa metabolisme ini, pastikan Anda:

  • Minum setidaknya 8–10 gelas air putih setiap hari
  • Hindari minuman manis, soda, atau minuman tinggi kafein saat makan daging

8. Hindari Menggabungkan Daging dengan Jeroan

Gabungan antara daging dan jeroan dalam satu hidangan sangat tidak dianjurkan, apalagi bagi penderita kolesterol tinggi dan asam urat. Hati, paru, babat, dan limpa mengandung kolesterol dan purin yang jauh lebih tinggi dibandingkan daging biasa. Jika ingin menikmati jeroan, lakukan dengan sangat terbatas dan tidak bersamaan dengan daging.