Liputan6.com, Jakarta - Dalam Islam, rezeki dan kemudahan urusan adalah dua hal yang saling terkait erat. Seseorang dapat bekerja keras sepanjang hari, namun tanpa izin dan pertolongan Allah, segala usaha bisa terasa berat dan hasilnya tidak maksimal. Untuk itu, doa memohon kemudahan dalam urusan pekerjaan dan rezeki menjadi prioritas yang tak boleh diabaikan.
Allah SWT Berfirman: “Dan Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.’” dalam (QS. Ghafir: 60)
Advertisement
Ayat ini menegaskan bahwa doa bukan sekadar ritual, melainkan janji Ilahi yang pasti. Dalam buku Agar Dimudahkan Rezeki, Asep Maulana dan Abdullah Jinaan mengutip perkataan ulama bahwa doa adalah salah satu dari enam sebab rezeki yang pasti, bersama dengan ketakwaan, tawakal, shalat, sedekah, dan istighfar.
Sementara itu, Nasrullah dalam Rahasia Magnet Rezeki menjelaskan bahwa doa adalah bagian dari upaya menciptakan “energi positif” dalam diri—sebuah getaran spiritual yang akan menarik rezeki sebagaimana magnet menarik besi. Dengan doa, seorang hamba membersihkan jiwanya dari energi negatif berupa kecemasan, ketakutan, dan keserakahan yang selama ini menghalangi datangnya rezeki.
Berikut ini adalah kumpulan doa memohon kemudahan dalam urusan pekerjaan dan rezeki. Dengan doa yang tulus, pekerjaan yang berat dapat terasa ringan dan rezeki yang sebelumnya seret dapat mengalir deras.
1. Doa Nabi Musa: Landasan Qur’an untuk Memohon Kemudahan
Doa ini adalah doa yang dipanjatkan Nabi Musa as. ketika beliau diutus oleh Allah untuk menghadapi Fir’aun. Dalam konteks pekerjaan dan rezeki, doa ini sangat dianjurkan dibaca sebelum memulai sesuatu yang berat, termasuk pekerjaan baru atau usaha baru.
Teks Arab: رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي. وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي. وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّن لِّسَانِي. يَفْقَهُوا قَوْلِي
Latin: Rabbi syrah lī ṣadrī, wa yassir lī amrī, waḥlul ‘uqdatan min lisānī, yafqahū qawlī.
Artinya: “Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku agar mereka mengerti perkataanku.” (QS. Thaha: 25–28)
Doa ini diabadikan dalam Al-Qur’an sebagai doa yang diajarkan Allah kepada Nabi Musa ketika beliau menghadapi tugas yang sangat berat. Dalam buku “Agar Dimudahkan Rezeki”, disebutkan bahwa doa ini mengajarkan pentingnya memohon kelapangan dada (syarhush shadr) sebelum memulai pekerjaan, karena hati yang lapang adalah kunci utama kemudahan dalam segala urusan.
Para ulama tafsir, seperti Imam Ibnul Qayyim, menjelaskan bahwa “kelapangan dada” berarti ketenangan hati, kepercayaan diri, dan kemampuan menghadapi tantangan tanpa rasa cemas berlebihan.
2. Doa Ridha dan Keberkahan atas Takdir (Doa Berangkat Kerja)
Doa ini diriwayatkan dari Ibnu Umar ra. dan diajarkan Rasulullah saw. untuk dibaca ketika memulai pekerjaan atau keluar rumah mencari rezeki. Imam an-Nawawi mencantumkannya dalam kitab Al-Adzkar sebagai doa yang dianjurkan bagi mereka yang ingin dimudahkan rezekinya.
Teks Arab: بِسْمِ اللهِ عَلَى نَفْسِي وَمَالِي وَدِيْنِيْ. اَللَّهُمَّ رَضِّنِيْ بِقَضَائِكَ، وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَا قُدِّرَ لِيْ حَتَّى لَا أُحِبَّ تَعْجِيْلَ مَا أَخَّرْتَ وَلَا تَأْخِيْرَ مَا عَجَّلْتَ
Latin: Bismillâhi ‘alâ nafsî wa mâlî wa dînî. Allâhumma radhdhinî bi qadhâ’ika, wa bârik lî fîmâ quddira lî hattâ lâ uhibba ta‘jîla mâ akhkharta, wa lâ ta’khîra mâ ‘ajjalta.
Artinya: “Dengan nama Allah yang menguasai diri, harta, dan agamaku. Tuhanku, kondisikan batinku agar rela menerima ketentuan-Mu. Berkatilah aku pada semua yang ditakdirkan untukku sehingga aku enggan menyegerakan apa yang Kautunda dan enggan menunda apa yang Kausegerakan.”
Doa ini diriwayatkan oleh Imam an-Nawawi dalam Al-Adzkar dan oleh Ibnu as-Sunni. Doa ini sangat dianjurkan bagi mereka yang sedang mencari pekerjaan atau menghadapi kesulitan rezeki.
Kandungan utamanya adalah memohon keridaan atas takdir Allah—sebuah sikap yang dalam buku “Agar Dimudahkan Rezeki” disebut sebagai qana’ah, yaitu kunci kelapangan rezeki. Dengan ridha, seseorang tidak akan tergesa-gesa meminta sesuatu yang belum waktunya, dan tidak akan menunda-nunda apa yang sudah Allah siapkan.
3. Doa Perlindungan dari Kemalasan, Hutang, dan Kefakiran
Doa ini diriwayatkan dari Aisyah ra. sebagai doa perlindungan dari berbagai penghalang rezeki, seperti kemalasan, hutang, dan kefakiran.
Teks Arab: اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَالْهَرَمِ وَالْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ النَّارِ وَعَذَابِ النَّارِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْغِنَى، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْفَقْرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ
Latin: Allahumma inni a’udzu bika minal kasali wal harami wal ma’tsami wal maghrami, wa min fitnatil qabri wa ‘adzabil qabri, wa min fitnatin nari wa ‘adzabin nari, wa min syarri fitnatil ghina, wa a’udzu bika min fitnatil faqri, wa a’udzu bika min fitnatil masihid dajjal.
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa malas, kepikunan, dosa, dan terlilit hutang; dari fitnah kubur dan siksa kubur; dari fitnah neraka dan siksa neraka; dari kejahatan fitnah kekayaan; dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kefakiran serta fitnah Al-Masih Dajjal.”
Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim. Dalam konteks rezeki dan pekerjaan, doa ini sangat relevan karena kemalasan (kasl) dan hutang (maghram) adalah dua penghalang utama rezeki.
Sebagaimana dijelaskan dalam “Rahasia Magnet Rezeki”, energi negatif seperti rasa malas dan ketakutan akan hutang menciptakan getaran yang menghalangi datangnya rezeki. Doa ini membersihkan energi negatif tersebut dan membuka jalan bagi rezeki yang berkah.
4. Doa Memohon Ilmu Bermanfaat, Rezeki Halal, dan Amal Diterima
Doa ini adalah salah satu doa yang paling masyhur dan rutin dibaca oleh Rasulullah saw. setelah salat Subuh.
Teks Arab: اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا
Latin: Allahumma inni as-aluka ‘ilman nafi’a, wa rizqan thayyiba, wa ‘amalan mutaqabbala.
Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal, dan amal yang diterima.”
Doa ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah (no. 925) dan Imam Ahmad (6:305, 322), dan dinilai shahih oleh Al-Hafizh Abu Thahir. Doa ini menggabungkan tiga permohonan yang saling terkait: ilmu sebagai dasar amal, rezeki halal sebagai kebutuhan hidup, dan amal diterima sebagai bekal akhirat.
Dalam buku “Percepatan Rezeki dalam 40 Hari dengan Otak Kanan”, Ippho Santosa menjelaskan bahwa doa ini mencerminkan konsep “membeli impian dengan amal kebaikan”—yaitu, rezeki yang halal hanya akan datang jika diiringi dengan ilmu dan amal yang saleh.
5. Doa Memohon Kecukupan dari yang Halal
Doa ini diajarkan Rasulullah saw. kepada Ali bin Abi Thalib ra. sebagai bentuk permohonan agar dijauhkan dari ketergantungan kepada makhluk.
Teks Arab: اَللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
Latin: Allahumma ikfini bihalalika ‘an haramika wa aghnini bifadlika ‘amman siwaka.
Artinya: “Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki-Mu yang halal sehingga aku tidak memerlukan yang haram, dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu sehingga aku tidak memerlukan selain-Mu.”
Doa ini diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi (no. 3563) dan dinilai hasan oleh Al-Hafizh Abu Thahir. Dalam Rahasia Magnet Rezeki, Nasrullah menjelaskan bahwa doa ini membersihkan jiwa dari energi negatif berupa ketergantungan dan ketakutan akan makhluk.
Dengan memohon kecukupan dari Allah, seorang hamba akan merasakan ketenangan hati dan terhindar dari keserakahan yang menjadi penghalang rezeki. Doa ini juga mengajarkan bahwa rezeki yang halal adalah rezeki yang membawa keberkahan, bukan sekadar kecukupan materi.
6. Doa Memohon Kemudahan dan Kelancaran Urusan
Doa ini adalah doa umum yang diajarkan Rasulullah saw. untuk memohon kemudahan dalam segala urusan, termasuk pekerjaan dan rezeki.
Teks Arab: اَللَّهُمَّ لَا سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلًا، وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلًا
Latin: Allahumma la sahla illa ma ja’altahu sahla, wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahla.
Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau jadikan mudah. Dan Engkau mampu menjadikan yang sulit itu mudah jika Engkau kehendaki.”
Doa ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Hibban. Dalam buku Agar Dimudahkan Rezeki, doa ini disebut sebagai salah satu bentuk pengakuan bahwa segala kemudahan hanya datang dari Allah. Dengan membaca doa ini, seorang hamba menyadari bahwa kesulitan apa pun dalam pekerjaan atau rezeki dapat diubah menjadi kemudahan jika Allah berkehendak. Sikap ini melatih tawakal sekaligus optimisme—dua sifat yang sangat diperlukan dalam mencari rezeki.
7. Doa Memohon Rezeki Halal, Luas, dan Baik Tanpa Kesulitan
Doa ini merupakan gabungan permohonan rezeki yang halal, luas, dan baik, serta terhindar dari kesulitan berlebihan.
Teks Arab: اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنِيْ رِزْقًا حَلَالًا وَاسِعًا طَيِّبًا مِنْ غَيْرِ تَعَبٍ وَلَا مَشَقَّةٍ وَلَا ضَيْرٍ وَلَا نَصَبٍ
Latin: Allahumma inni as-aluka an tarzuqani rizqan halalan wasi’an thayyiban min ghairi ta’abin wa la masyaqqatin wa la dlairin wa la nashabin.
Artinya: “Ya Allah, aku mohon kepadamu limpahan rezeki yang halal, luas, dan baik, yang didapat tanpa letih, memberatkan, membahayakan, dan banting tulang.”
Doa ini diriwayatkan oleh para ulama dan dicantumkan dalam kumpulan doa harian. Dalam perspektif “Rahasia Magnet Rezeki”, doa ini mencerminkan prinsip positive feeling—bahwa seorang hamba tidak hanya memohon rezeki, tetapi juga memohon agar rezeki tersebut datang dengan mudah dan penuh berkah. Ini adalah bentuk optimisme dan keyakinan bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
8. Doa Memohon Kekayaan, Keberkahan, dan Ketaatan
Doa ini menggabungkan permohonan harta yang banyak, keberkahan, umur panjang dalam ketaatan, serta ampunan dosa.
Teks Arab: اَللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالِي وَوَلَدِي، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَنِي، وَأَطِلْ حَيَاتِي عَلَى طَاعَتِكَ، وَأَحْسِنْ عَمَلِي وَاغْفِرْ لِي
Latin: Allahumma ak-tsir mali wa waladi, wa barik li fima a’thaitani, wa athil hayati ‘ala tha’atika, wa ahsin ‘amali waghfir li.
Artinya: “Ya Allah, perbanyaklah harta dan anakku, berkahilah karunia yang Engkau beri, panjangkanlah umurku dalam ketaatan pada-Mu, baguskanlah amalku, dan ampunilah dosa-dosaku.”
Waktu Terbaik Berdoa Memohon Kemudahan dalam Pekerjaan dan Rezeki
Berikut adalah waktu-waktu mustajab (terkabulnya doa) yang sangat dianjurkan untuk memanjatkan doa-doa di atas:
1. Sepertiga Malam Terakhir
Waktu ini adalah saat Allah turun ke langit dunia dan mengabulkan doa hamba-Nya. Dalam QS. Adz-Dzariyat ayat 18, Allah memuji orang-orang yang meminta ampun di waktu sahur.
2. Saat Sujud dalam Shalat
Rasulullah saw. bersabda: “Sedekat-dekatnya seorang hamba dengan Tuhannya adalah ketika ia sedang sujud, maka perbanyaklah doa.” (HR. Muslim)
3. Antara Azan dan Iqamah
Waktu singkat antara azan dan iqamah adalah saat mustajab untuk berdoa, karena pintu-pintu langit dibuka.
4. Setelah Salat Fardhu (Wajib)
Setelah menyelesaikan salat wajib adalah momen di mana seorang hamba berada paling dekat dengan Tuhannya. Doa “Allahumma inni as-aluka ‘ilman nafi’a…” khusus dianjurkan dibaca setelah salat Subuh.
5. Hari Jumat, Terutama Menjelang Magrib
Rasulullah saw. menyebutkan bahwa pada hari Jumat terdapat satu waktu mustajab yang tidak diketahui secara pasti, namun dianjurkan untuk memperbanyak doa sepanjang hari tersebut.
6. Saat Shalat Dhuha
Shalat Dhuha sering diasosiasikan dengan kemudahan rezeki. Setelah melaksanakannya, dianjurkan untuk memperbanyak doa memohon kelancaran rezeki.
7. Saat Hujan Turun
Hujan adalah rahmat Allah, dan doa di saat turunnya hujan adalah doa yang mustajab.
Hikmah Berdoa Memohon Kemudahan dalam Pekerjaan dan Rezeki
1. Membersihkan Jiwa dari Ketergantungan kepada Makhluk
Doa “Allahumma ikfini bihalalika…” mengajarkan seorang hamba untuk hanya bergantung kepada Allah, bukan kepada manusia. Ini membebaskan jiwa dari rasa takut, cemas, dan rendah diri.
2. Melatih Sikap Ridha dan Qana’ah
Doa “Allahumma radhdhinî bi qadhâ’ika…” mengajarkan kerelaan atas takdir Allah. Sikap ridha adalah kunci ketenangan hati, dan ketenangan hati adalah rezeki terbesar.
3. Mengaktifkan “Energi Positif”
Dalam perspektif “Rahasia Magnet Rezeki”, doa adalah bagian dari upaya menciptakan energi baik dalam diri. Energi positif ini akan menarik rezeki sebagaimana magnet menarik besi. Keluhan, iri hati, dan ketakutan adalah energi negatif yang menghalangi rezeki; doa membersihkannya.
4. Menyempurnakan Ikhtiar
Doa bukanlah pengganti usaha, melainkan pelengkap. Sebagaimana diajarkan dalam “Percepatan Rezeki dalam 40 Hari dengan Otak Kanan”, rezeki diraih melalui kombinasi ikhtiar, doa, dan amal saleh. Doa memberikan ketenangan hati dalam berikhtiar dan membuka jalan dari arah yang tak disangka-sangka.
5. Menjaga Keberkahan Rezeki
Rezeki yang didapat dengan cara halal dan diiringi doa akan membawa ketenangan dan keberkahan. Doa adalah benteng dari godaan mengambil jalan haram dan memastikan bahwa rezeki yang diperoleh bermanfaat untuk dunia dan akhirat.
Pertanyaan Seputar Doa Memohon Kemudahan dalam Pekerjaan dan Rezeki
1. Apakah boleh berdoa memohon rezeki yang banyak?
Sangat boleh. Bahkan Rasulullah saw. mengajarkan doa “Allahumma ak-tsir mali wa waladi…” yang secara eksplisit memohon harta yang banyak. Yang terpenting adalah niatnya—bahwa harta tersebut digunakan untuk ketaatan dan kebaikan, bukan untuk kesombongan atau maksiat.
2. Bagaimana jika doa belum juga dikabulkan?
Rasulullah saw. mengajarkan agar tidak berputus asa. Imam Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa doa yang belum dikabulkan bisa jadi karena ada kebaikan yang tertunda, atau Allah menggantinya dengan yang lebih baik, atau bahkan menjadikannya sebagai simpanan pahala di akhirat. Yang terpenting adalah tetap berprasangka baik kepada Allah.
3. Apakah doa saja cukup tanpa usaha?
Tidak. Doa harus diiringi dengan ikhtiar yang sungguh-sungguh. Dalam “Agar Dimudahkan Rezeki”, disebutkan bahwa rezeki diperoleh melalui kombinasi enam sebab: ketakwaan, tawakal, shalat, sedekah, istighfar, dan usaha. Doa adalah pelengkap, bukan pengganti kerja keras.
4. Kapan waktu terbaik membaca doa-doa ini?
Waktu terbaik adalah setelah salat Subuh, sepertiga malam terakhir, saat sujud, antara azan dan iqamah, hari Jumat, dan saat hujan turun. Namun, doa dapat dibaca kapan saja karena Allah Maha Mendengar.
5. Apakah doa harus dibaca dalam bahasa Arab?
Doa dapat dibaca dalam bahasa apa pun, karena Allah Maha Mengetahui segala bahasa. Namun, membaca doa dalam lafaz Arab yang diajarkan Rasulullah saw. memiliki keutamaan tersendiri karena mengandung keberkahan dan mengikuti sunnah.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8673310/original/025399100_1782713964-cek_fakta_purbaya_pensiunan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668432/original/066093000_1782703201-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T101610.906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1323843/original/029384900_1749306074-FOTO-Muhamad_Ridlo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501800/original/006278100_1770956928-unnamed__12_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812235/original/087792300_1550019778-1709255D-BDFF-4E25-B45D-78CC996796BF.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8633516/original/070380800_1782633001-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8674531/original/079790200_1782716407-AP26177104053905.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259253/original/099827400_1781493084-AP26165774269127.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4864218/original/041026400_1718404435-AP24166759629724.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263966/original/082388400_1782038241-000_B7RC3ZV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8452334/original/003376600_1782349228-ney.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259033/original/064642600_1781436681-000_B6Z637Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668326/original/051794500_1782703035-AP26179791541483.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8677353/original/060681700_1782722812-20260629_130338.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8635416/original/079241600_1782636276-toren.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8677218/original/006025200_1782722359-IMG_20260629_142626.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8676954/original/008481100_1782721870-1001409468.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8676892/original/053677200_1782721519-1001409637.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8676514/original/049563600_1782720633-1001409580.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8676158/original/021295200_1782719955-WhatsApp_Image_2026-06-29_at_14.42.37.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8675790/original/038108800_1782719030-20260629_124304.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8545793/original/012839800_1782487005-WhatsApp_Image_2026-06-26_at_17.40.22.jpeg)