Liputan6.com, Jakarta - Doa Agar Terhindar Dari Gangguan Sihir Dan Hasad menjadi salah satu amalan yang banyak dicari umat Islam ketika ingin memohon perlindungan kepada Allah SWT. Dalam ajaran Islam, sihir dan hasad diakui keberadaannya sebagai bentuk gangguan yang dapat membawa dampak buruk bagi kehidupan seseorang. Karena itu, umat Islam dianjurkan memperkuat keimanan sekaligus memperbanyak doa dan zikir perlindungan.
Doa Agar Terhindar Dari Gangguan Sihir Dan Hasad juga menjadi pengingat bahwa perlindungan sejati hanya datang dari Allah SWT. Sejak zaman Rasulullah SAW, praktik sihir telah dikenal dan bahkan pernah digunakan untuk mencelakai orang lain. Meski demikian, Islam mengajarkan agar umat tidak takut berlebihan karena Allah telah menyediakan jalan perlindungan melalui doa dan ibadah.
Advertisement
Sihir termasuk salah satu dosa besar dalam Islam. Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim memasukkan sihir ke dalam tujuh dosa yang membinasakan. Hal ini menunjukkan betapa beratnya pelanggaran tersebut di sisi Allah SWT.
Selain itu, sihir sering kali berkaitan dengan unsur syirik karena melibatkan bantuan kekuatan gaib selain Allah. Padahal, syirik merupakan dosa yang sangat besar dan mendapat peringatan keras dalam Al-Qur'an. Karena itu, seorang Muslim harus menjauhi segala bentuk praktik sihir maupun kepercayaan yang bertentangan dengan tauhid.
Bahaya Sihir dan Hasad dalam Kehidupan
Hasad atau iri dengki juga menjadi salah satu penyebab munculnya berbagai keburukan di tengah masyarakat. Perasaan tersebut dapat mendorong seseorang melakukan tindakan yang merugikan orang lain. Dalam banyak kesempatan, Islam mengajarkan umatnya untuk membersihkan hati dari rasa dengki dan kebencian.
Gangguan sihir dan hasad tidak boleh disikapi dengan ketakutan yang berlebihan. Seorang Muslim dianjurkan untuk memperkuat keyakinan kepada Allah SWT dan memperbanyak amalan perlindungan. Sikap tawakal menjadi benteng utama dalam menghadapi berbagai bentuk gangguan tersebut.
Al-Qur'an juga mengajarkan pentingnya memohon perlindungan dari keburukan makhluk dan kejahatan manusia. Surah Al-Falaq dan An-Nas menjadi dua surah yang sangat dianjurkan untuk dibaca secara rutin. Kedua surah ini dikenal sebagai Al-Mu'awwidzatain atau dua surah perlindungan.
Rasulullah SAW sendiri membiasakan membaca Al-Falaq dan An-Nas sebelum tidur. Amalan tersebut dilakukan sebagai bentuk perlindungan dari gangguan sihir, hasad, dan berbagai keburukan lainnya. Kebiasaan itu kemudian menjadi sunnah yang dianjurkan bagi umat Islam.
Doa Perlindungan dari Gangguan Jin dan Sihir
Salah satu doa yang dianjurkan dibaca sebelum tidur untuk memohon perlindungan adalah doa yang diriwayatkan dalam berbagai kitab doa dan dikutip oleh NU Online. Doa ini berisi permohonan agar Allah menjaga diri, keluarga, dan seluruh nikmat yang telah diberikan. Selain itu, doa tersebut juga memohon perlindungan dari gangguan setan dan orang-orang yang berniat jahat.
Doa Perlindungan dari Gangguan Jin dan Mata Jahat
اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَحْفِظُكَ وَنَسْتَوْدِعُكَ دِيْنَنَا وَأَنْفُسَنَا وَأَهْلَنَا وَأَوْلَادَنَا وَأَمْوَالَنَا وَكُلَّ شَيْءٍ أَعْطَيْتَنَا
Latin: *Allahumma inna nastahfidhuka wa nastaudi'uka dinana wa anfusana wa ahlana wa auladana wa amwalana wa kulla syai'in a'thaitana.*
Artinya: "Ya Allah, kami memohon penjagaan kepada-Mu dan kami menitipkan agama, diri, keluarga, anak-anak, harta, serta seluruh nikmat yang Engkau berikan kepada kami."
Doa tersebut mengandung makna penyerahan diri secara total kepada Allah SWT. Seorang Muslim diajarkan untuk menyadari bahwa segala sesuatu yang dimiliki berada dalam perlindungan-Nya. Dengan keyakinan tersebut, hati menjadi lebih tenang dan tidak mudah diliputi rasa takut.
Selain doa panjang tersebut, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak membaca Al-Falaq dan An-Nas. Kedua surah itu menjadi amalan perlindungan yang diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW. Banyak ulama menjelaskan bahwa surah tersebut mengandung permohonan perlindungan dari kejahatan makhluk dan hasad.
Sunnah Rasulullah Menghadapi Sihir
Dalam sejumlah riwayat hadis disebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah mengalami gangguan sihir yang dilakukan oleh Labid bin Al-A'sham. Namun gangguan tersebut hanya memengaruhi kondisi fisik dan tidak memengaruhi wahyu maupun keyakinan Rasulullah SAW. Allah SWT kemudian menurunkan petunjuk dan memberikan kesembuhan kepada beliau.
Peristiwa tersebut menjadi bukti bahwa sihir memang ada, tetapi kekuatannya tetap berada di bawah kehendak Allah SWT. Rasulullah SAW tidak mengajarkan ketakutan berlebihan terhadap sihir. Sebaliknya, beliau mengajarkan umat untuk memperbanyak doa, zikir, dan membaca Al-Qur'an.
Doa Keselamatan yang Diajarkan Rasulullah SAW
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Latin: Bismillāhilladzī lā yaḍurru ma'as-mihi syai'un fil-arḍi wa lā fis-samā'i wa huwa as-samī'ul 'alīm.
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah yang bersama nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi dan di langit yang dapat membahayakan. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
Doa ini dianjurkan dibaca pada pagi dan petang hari. Banyak ulama menjelaskan bahwa doa tersebut menjadi salah satu zikir perlindungan yang sangat dianjurkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan membacanya secara rutin, seorang Muslim berharap selalu berada dalam penjagaan Allah SWT.
Perlindungan dari sihir dan hasad tidak hanya diperoleh melalui doa. Menjaga salat, memperbanyak zikir, membaca Al-Qur'an, dan menjauhi maksiat juga menjadi bagian penting dalam membangun benteng spiritual. Amalan-amalan tersebut membantu memperkuat hubungan seorang hamba dengan Tuhannya.
Zikir yang Dianjurkan untuk Menolak Gangguan Setan
Membaca zikir harian menjadi salah satu amalan yang dianjurkan untuk menjaga diri dari gangguan sihir dan hasad. Rasulullah SAW mengajarkan umatnya agar senantiasa mengingat Allah dalam setiap keadaan. Dengan hati yang dekat kepada Allah, seseorang akan memperoleh ketenangan dan perlindungan.
Zikir Perlindungan dari Godaan Jin dan Setan
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Latin: la ilaha illallahu wahdahu la syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yumitu wa huwa 'ala kulli syai'in qadir.
Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan pujian. Dia menghidupkan dan mematikan serta Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Zikir tersebut mengandung pengakuan akan keesaan dan kekuasaan Allah SWT. Dengan memperbanyak bacaan itu, seorang Muslim diingatkan bahwa tidak ada kekuatan yang melebihi kekuasaan-Nya. Keyakinan tersebut menjadi benteng utama dalam menghadapi berbagai gangguan yang tidak terlihat.
Zikir Terhindar dari Sihir
أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
Latin: A'udzu bikalimatillahit tammati min syarri ma khalaq.
Artinya: "Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari keburukan apa pun yang Dia ciptakan."
Zikir ini termasuk amalan yang dianjurkan ketika berada di tempat baru atau menjelang malam hari. Banyak ulama menjelaskan bahwa bacaan tersebut menjadi salah satu bentuk tawakal kepada Allah SWT. Perlindungan yang dimohon bukan berasal dari makhluk, melainkan langsung kepada Sang Pencipta.
Doa Tolak Bala dan Memohon Keselamatan
Selain zikir pendek, umat Islam juga mengenal doa-doa panjang yang berisi permohonan keselamatan dan keberkahan hidup. Doa ini memohon agar Allah membuka pintu kebaikan, kesehatan, serta menjauhkan berbagai musibah. Amalan seperti ini sering dibaca dalam majelis doa dan kegiatan keagamaan.
Doa Selamat dan Tolak Bala
اَللَّهُمَّ افْتَحْ لَنَا أَبْوَابَ الْخَيْرِ وَأَبْوَابَ الْبَرَكَةِ وَأَبْوَابَ النِّعْمَةِ وَأَبْوَابَ الرِّزْقِ وَأَبْوَابَ الْقُوَّةِ وَأَبْوَابَ الصِّحَّةِ وَأَبْوَابَ السَّلَامَةِ وَأَبْوَابَ الْعَافِيَةِ وَأَبْوَابَ الْجَنَّةِ
Latin: Allâhumma-ftaḫ lanâ abwâbal khair wa abwâbal barakah wa abwâban ni'mah wa abwâbar rizqi wa abwâbal quwwah wa abwâbas sihhah wa abwâbas salamah wa abwâbal 'afiyah wa abwâbal jannah.
Artinya: "Ya Allah, bukakanlah bagi kami pintu kebaikan, keberkahan, kenikmatan, rezeki, kekuatan, kesehatan, keselamatan, afiyah, dan pintu surga."
Doa tersebut mencerminkan harapan seorang hamba agar hidupnya dipenuhi keberkahan. Permohonan keselamatan tidak hanya berkaitan dengan urusan dunia, tetapi juga perlindungan di akhirat kelak. Karena itu, doa ini kerap dibaca sebagai bentuk ikhtiar spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Keselamatan keluarga dan keturunan juga menjadi perhatian penting dalam Islam. Orang tua dianjurkan untuk selalu mendoakan anak-anaknya agar terhindar dari keburukan dan gangguan yang tidak terlihat. Doa menjadi salah satu bentuk kasih sayang dan tanggung jawab dalam keluarga Muslim.
Memperkuat Keimanan sebagai Benteng Utama
Selain membaca doa, memperkuat keimanan menjadi langkah paling utama dalam menghadapi sihir dan hasad. Orang yang dekat dengan Allah akan memiliki ketenangan hati yang lebih kuat dibandingkan rasa takut terhadap makhluk. Keyakinan tersebut membuat seorang Muslim lebih fokus pada ibadah dan amal saleh.
Ulama juga mengingatkan bahwa sihir tidak akan mampu memberi mudarat tanpa izin Allah SWT. Karena itu, sikap yang dianjurkan adalah memperbanyak tawakal sambil tetap menjalankan ikhtiar yang dibenarkan syariat. Keseimbangan antara doa dan usaha menjadi bagian penting dalam kehidupan seorang Muslim.
Membaca Al-Qur'an secara rutin juga termasuk amalan yang dianjurkan untuk memperoleh perlindungan. Surah Al-Baqarah, Al-Falaq, dan An-Nas sering disebut memiliki keutamaan dalam menjaga rumah dan penghuninya. Kebiasaan tersebut dapat membangun suasana yang penuh keberkahan dalam keluarga.
Rasulullah SAW mencontohkan agar umat Islam tidak menggantungkan perlindungan kepada benda-benda tertentu. Semua bentuk perlindungan harus dikembalikan kepada Allah SWT melalui doa dan ibadah. Dengan demikian, kemurnian tauhid tetap terjaga dalam kehidupan sehari-hari.
Menjaga Hati dari Penyakit Hasad
Hasad atau iri dengki tidak hanya membahayakan orang lain, tetapi juga merusak ketenangan hati pelakunya sendiri. Islam mengajarkan agar setiap Muslim bersyukur atas nikmat yang dimiliki dan mendoakan kebaikan bagi sesama. Sikap tersebut menjadi cara terbaik untuk menghindari penyakit hati.
Membiasakan diri berzikir dan memperbanyak istighfar dapat membantu membersihkan hati dari perasaan negatif. Ketika hati dipenuhi rasa syukur, ruang untuk iri dan dengki akan semakin sempit. Inilah salah satu hikmah besar yang diajarkan dalam Islam.
Lingkungan pergaulan yang baik juga berperan penting dalam menjaga keimanan. Berteman dengan orang-orang saleh dapat mendorong seseorang untuk lebih rajin beribadah dan menjauhi perbuatan yang dilarang. Dukungan lingkungan positif membantu memperkuat ketahanan spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Orang tua juga dianjurkan membiasakan anak-anak membaca doa perlindungan sejak dini. Pendidikan agama yang baik akan menjadi bekal penting bagi generasi berikutnya. Dengan demikian, keluarga dapat tumbuh dalam suasana yang penuh keberkahan dan ketenangan.
Ikhtiar dan Tawakal dalam Menghadapi Gangguan Gaib
Islam mengajarkan bahwa setiap ujian harus dihadapi dengan ikhtiar dan tawakal secara seimbang. Membaca doa, menjaga ibadah, dan memperbanyak zikir merupakan bentuk ikhtiar yang dianjurkan syariat. Setelah itu, seorang Muslim menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT dengan penuh keyakinan.
Keberadaan sihir dan hasad memang diakui dalam Islam, tetapi umat tidak diperbolehkan hidup dalam ketakutan yang berlebihan. Keyakinan kepada kekuasaan Allah harus lebih besar daripada rasa khawatir terhadap gangguan makhluk. Sikap inilah yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat.
Doa Agar Terhindar Dari Gangguan Sihir Dan Hasad menjadi salah satu amalan penting yang dapat diamalkan setiap hari oleh umat Islam. Dengan memperbanyak doa, zikir, membaca Al-Qur'an, dan menjaga ketakwaan, seorang Muslim berharap selalu berada dalam lindungan Allah SWT. Perlindungan terbaik tetap berasal dari-Nya, sehingga hati menjadi tenang dan kehidupan berjalan dengan penuh keberkahan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463779/original/049305200_1767670885-Screenshot_2026-01-06_103951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2892802/original/045596000_1566805482-20190826-Jokowi-sebut-kaltim-jadi-ibu-kota-baru-ANGGA-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4010958/original/004782000_1651214800-20220429-Itikaf-Lailatul-Qadar-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812235/original/087792300_1550019778-1709255D-BDFF-4E25-B45D-78CC996796BF.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5241643/original/000306500_1749004088-AP25154539148672.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258799/original/021874200_1781411244-brasil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513256/original/026711200_1782437004-AP26176799194484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8658507/original/009732800_1782681457-000_B8LH2L7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8512971/original/012018800_1782436430-000_B8CY2VE.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8623031/original/006534100_1782616032-063_2283182531.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8660431/original/044103500_1782685503-Canada_s_Stephen_Eustaquio.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8659951/original/005175900_1782684619-000_B8LH2KW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8659756/original/038409700_1782684252-063_2283754697.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8480622/original/006833100_1782392396-AFSEL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8650687/original/066270800_1782664551-South_Korea_head_coach_Hong_Myung-bo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8229349/original/096793100_1781089763-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8335603/original/034414900_1782206316-1000566284.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8649752/original/031346000_1782662878-aefec4de-b4c8-415c-a15d-25a823fbb470.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8643911/original/053886700_1782651277-70930.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8642306/original/049683500_1782649012-1001407351.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8642352/original/072868900_1782649108-71277.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8634087/original/070046600_1782634212-1000570460.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8640705/original/030979500_1782646410-71801.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8641059/original/019273200_1782647009-1001406028.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8640333/original/040246000_1782645538-375397.jpg)