Mengurai Benang Kusut Konflik Lahan Berujung Pembakaran Kantor Sawit

Puluhan bangunan dan kendaraan rusak.

Diterbitkan 13 Agustus 2026, 18:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kerusuhan terjadi di kawasan PT Bumi Sentosa Abadi (BSA), Kecamatan Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah. Massa yang menduduki lahan melakukan perusakan dan pembakaran terhadap sejumlah aset perusahaan.

Kapolres Lampung Tengah AKBP Charles Pandapotan Tampubolon mengatakan, konflik antara masyarakat dan perusahaan tersebut sebenarnya telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Situasi kemudian memanas setelah masyarakat mempersoalkan aktivitas perusahaan yang melakukan panen sawit pada Rabu (12/8/2026) pagi. Warga menilai kegiatan tersebut dilakukan tanpa seizin mereka.

"Permasalahan ini sudah lama, sudah bertahun-tahun. Gejolak kemarin meningkat secara spontanitas," kata Charles, Kamis (13/8/2026).

Menurut Charles, masyarakat mengklaim lahan yang dikuasai perusahaan merupakan tanah adat yang belum pernah dijual ataupun dikerjasamakan dengan perusahaan.

Di sisi lain, perusahaan memiliki legalitas atas lahan tersebut. Perbedaan klaim inilah yang kemudian menjadi salah satu latar belakang konflik.

"Perusahaan memiliki legalitas, satu pihak memiliki legalitas, dan satu pihak mengklaim juga bahwa itu adalah tanah adat mereka yang belum pernah dilakukan penjualan ataupun kerja sama dengan perusahaan," jelasnya.

 

Puluhan Bangunan dan Kendaraan Rusak

Berdasarkan pendataan sementara, aset PT BSA yang dirusak dan dibakar massa cukup banyak. Kerusakan tidak hanya terjadi pada bangunan perusahaan, tetapi juga kendaraan dan alat berat.

Berikut aset perusahaan yang terdampak:

- 1 unit bangunan Kantor PT Bumi Sentosa Abadi

- 1 unit Pos Satpam

- 1 unit gudang genset

- 1 unit gudang pupuk

- 1 unit gudang bahan bakar minyak (BBM) solar/Pertalite

- 1 unit gudang bengkel

- 1 unit gudang logistik

- 26 unit atau pintu mes karyawan/pekerja PT BSA

- 3 unit alat berat jenis traktor

- 3 unit kendaraan tangki air

- 3 unit kendaraan truk

- 1 unit kendaraan double cabin Ford Ranger

- 1 unit kendaraan Daihatsu Taft

- 2 unit kendaraan roda dua, masing-masing satu milik perusahaan dan satu milik anggota Brimob yang melakukan pengamanan

- 2 unit bangunan laboratorium.

Selain bangunan, sejumlah bahan dan perlengkapan perusahaan juga terbakar. Sedikitnya 9.400 liter BBM jenis solar yang merupakan solar industri dari Way Lunik dilaporkan terbakar. Kemudian, 418 liter oli juga ikut terbakar dalam kerusuhan tersebut.

Kapolres mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan sekaligus menginventarisasi seluruh aset yang rusak maupun terbakar untuk memastikan total kerugian.

 

Tak Ada Korban Jiwa

Meski kerusuhan menyebabkan sejumlah aset perusahaan rusak dan terbakar, polisi memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.

"Alhamdulillah, tidak ada korban sama sekali, tidak ada korban luka ringan maupun luka berat, apalagi korban jiwa," ungkapnya.

Charles menyebut aksi pengrusakan dan pembakaran tersebut berlangsung secara spontan jika melihat rentang waktu kejadian.

"Melihat intensitas waktunya itu spontanitas," ujarnya.

Polisi bersama Polda Lampung kini melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan alat bukti serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Hasil penyelidikan nantinya akan dilakukan melalui gelar perkara untuk menentukan apakah terdapat minimal dua alat bukti yang cukup untuk meningkatkan penanganan kasus ke tahap penyidikan.

 

545 Personel Gabungan Disiagakan

Pasca-kerusuhan, ratusan personel gabungan TNI-Polri masih ditempatkan di sekitar lokasi PT BSA untuk mengamankan situasi.

Total terdapat 545 personel yang disiagakan, terdiri dari:

- Dit Samapta Polda Lampung: 96 personel

- Dit Intelkam Polda Lampung: 30 personel

- Ditreskrimum Polda Lampung: 60 personel

- Sat Brimob Polda Lampung: 150 personel

- Polres Lampung Tengah: 127 personel

- Sat Samapta Polres Lampung Timur: 40 personel

- Sat Samapta Polres Metro: 22 personel

- TNI: 20 personel.

Kapolda Lampung juga turun langsung ke lokasi setelah kerusuhan terjadi dan memimpin pengamanan.

"Kita patut bersyukur Bapak Kapolda datang memimpin langsung pergerakan pasukan ke sana. Situasi berhasil dikendalikan oleh kepolisian dan sampai saat ini sudah aman dan kondusif sejak kemarin sore," kata Charles.

Meski situasi telah dinyatakan aman dan kondusif, masih terdapat sejumlah masyarakat yang berada di sekitar lokasi.

Polisi meminta warga tidak memasuki area yang telah dipasangi garis polisi karena petugas masih melakukan olah TKP.

"Masyarakat masih ada beberapa orang yang berdiam di lokasi. Saya sampaikan kepada masyarakat sekitar untuk tidak memasuki wilayah yang sudah diberikan garis polisi atau police line," tutur Charles.

Polisi masih mendalami rangkaian kerusuhan, termasuk mengidentifikasi pihak-pihak yang melakukan pengrusakan dan pembakaran terhadap aset perusahaan.