Liputan6.com, Jakarta Ma'assalamah (مع السلامة) adalah ungkapan dalam bahasa Arab yang paling umum digunakan untuk mengucapkan selamat tinggal, dengan makna harfiah "pergilah dengan kedamaian." Memahami ma'assalamah artinya menjadi penting bagi siapa saja yang ingin mendalami kosakata bahasa Arab sehari-hari, terutama dalam konteks salam dan perpisahan.
Secara literal, ma'assalamah bermakna "dengan keselamatan" atau "dengan kedamaian," dan merupakan cara paling umum untuk mengucapkan selamat tinggal dalam bahasa Arab. Ungkapan ini bukan sekadar formalitas, melainkan mengandung doa tulus agar orang yang pergi senantiasa dalam keselamatan.
Untuk memahami ungkapan ini secara mendalam, perlu diketahui bahwa akar katanya berasal dari huruf S-L-M, yaitu fondasi linguistik bagi berbagai istilah yang berkaitan dengan kedamaian, keselamatan, dan keutuhan dalam bahasa Arab. Ma'assalamah artinya dengan demikian melampaui makna "selamat tinggal" biasa karena di dalamnya terkandung harapan spiritual.
Advertisement
Dilansir dari Kalimah Center, ungkapan seperti في أمان الله (fi amanillah) yang berarti "dalam perlindungan Tuhan" memberikan dimensi spiritual dalam kata-kata perpisahan bahasa Arab. Ma'assalamah menjadi bagian dari tradisi saling mendoakan yang sangat dihargai dalam budaya Arab dan Islam. Berikut ulasan selengkapnya, dirangkum Liputan6.com pada Senin (29/6/2026).
Arti Ma'assalamah dalam Bahasa Arab
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4279687/original/039508000_1672714709-learning_Arabic.jpg)
Sebelum menggunakan ungkapan ini dalam percakapan, penting untuk memahami secara rinci apa yang dimaksud dengan ma'assalamah. Dalam alfabet Arab, frasa ini ditulis sebagai مع السلامة, terdiri dari kata ma'a (مع) yang berarti "dengan" dan as-salama (السلامة) yang diterjemahkan sebagai "kedamaian" atau "keselamatan."
Mengacu pada Wiktionary, ungkapan ini berasal dari bahasa Arab مَعَ السَّلامَةِ (ma'as-salāmati) yang secara harfiah bermakna "dengan keselamatan." Berikut rincian makna ma'assalamah yang perlu diketahui:
- Arti harfiah: "Dengan keselamatan" atau "dengan kedamaian," dimaksudkan sebagai harapan agar seseorang "ditemani oleh keselamatan dan kedamaian."
- Arti umum: Dalam bahasa Inggris, makna kata ma'assalamah adalah "goodbye" atau selamat tinggal.
- Makna spiritual: Ungkapan ini lebih dari sekadar kalimat perpisahan biasa; ia merupakan doa yang tulus agar pendengarnya tetap terlindungi hingga bertemu kembali.
- Konteks penggunaan: Frasa ma'assalamah dikenali di hampir semua negara berbahasa Arab, bersifat sangat fleksibel, dan dapat digunakan dalam situasi formal maupun informal.
- Sifat invariabel: Ungkapan ini memiliki bentuk yang sama tanpa memandang apakah lawan bicara adalah laki-laki, perempuan, atau kelompok.
- Perbedaan dengan salaam: Salaam biasanya digunakan sebagai sapaan saat bertemu seseorang, sedangkan ma'assalamah digunakan khusus saat berpisah atau mengakhiri percakapan.
Baca juga: Lailatul Saidah Artinya Apa? Pahami Sapaan Bahasa Arab Lainnya
Advertisement
Akar Kata S-L-M dan Hubungannya dengan Konsep Keselamatan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8637947/original/025984200_1782640882-77a3bcb4-8731-45a1-93ed-d10dda6f0bb3.jpg)
Salah satu aspek paling menarik dari ma'assalamah adalah akar katanya yang kaya makna. Berdasarkan analisis kata-kata yang berkaitan erat dengan salam, dapat disimpulkan bahwa persepsi kedamaian dalam bahasa Arab mencakup unsur keutuhan, keselamatan, kesejahteraan, dan niat baik. Akar trilateral س ل م (S-L-M) menjadi fondasi bagi puluhan kata dalam kosakata bahasa Arab yang semuanya berorientasi pada makna kedamaian dan perlindungan.
Dari akar yang sama, lahir kata salama (سلامة) yang bermakna "keselamatan." Kata ini pula yang membentuk bagian kedua dari ungkapan ma'assalamah. Sebagaimana dikutip dari United Religions Initiative (URI), dalam bahasa Arab, kata untuk perdamaian atau rekonsiliasi adalah sulh, sebuah istilah yang menandakan pentingnya niat baik sebagai tulang punggung perdamaian yang langgeng. Hubungan ini menunjukkan betapa dalamnya tradisi linguistik Arab dalam mengaitkan setiap kata dengan nilai moral.
Dari akar S-L-M yang sama pula lahir kata Islam (penyerahan diri kepada Tuhan), muslim (orang yang berserah diri), dan tentu saja assalamu'alaikum (semoga keselamatan tercurah kepadamu). Kesamaan akar ini bukan kebetulan. Ungkapan-ungkapan Islami dalam perpisahan mencerminkan pandangan dunia yang unik, yang dibentuk oleh iman dan spiritualitas, termasuk pengakuan atas kendali penuh Allah SWT sebagai sumber perlindungan dan kesejahteraan.
Dalam bahasa Arab, مَعَ ٱلسَّلَامَة (maʿa s-salāma) secara harfiah bermakna "selamat tinggal" atau "selamat jalan," dengan catatan bahwa ungkapan ini biasanya diucapkan oleh orang yang tinggal kepada orang yang pergi. Pemahaman ini memperkaya makna ma'assalamah sebagai ungkapan yang sarat harapan dan doa dari pihak yang melepas kepergian.
Baca juga: Bahasa Arab Semangat dan Penggunaannya, Berikut Kata Motivasi Lainnya
Penggunaan Ma'assalamah dalam Kehidupan Sehari-hari
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4048127/original/048107500_1654783916-junseong-lee-v_WLk_vNYRA-unsplash_1_.jpg)
Ma'assalamah termasuk ungkapan yang sangat serbaguna dalam komunikasi sehari-hari di dunia Arab. Di Arab Saudi misalnya, orang-orang menggunakan frasa ini ketika harus berangkat kerja, saat akan berlibur, bahkan ketika hendak pergi ke toko bahan makanan. Berdasarkan Life in Saudi Arabia, frasa ini kemungkinan besar merupakan ungkapan Arab yang paling sering digunakan setelah assalamu'alaikum.
Berikut berbagai konteks penggunaan ma'assalamah yang perlu diketahui:
- Perpisahan sehari-hari: Diucapkan saat melepas anggota keluarga yang berangkat sekolah, kerja, atau aktivitas lainnya. Ungkapan ini terasa hangat karena mengandung doa keselamatan.
- Mengakhiri percakapan telepon: Ma'assalamah dapat digunakan dalam berbagai konteks, mulai dari pertemuan kasual hingga situasi formal seperti percakapan telepon atau pertukaran bisnis.
- Perpisahan formal: Dalam situasi formal, ungkapan ini sering terdengar di akhir rapat bisnis atau acara resmi, menunjukkan tingkat kesopanan dan keramahan yang tinggi.
- Percakapan daring: Dalam era digital, ma'assalamah juga lazim digunakan untuk mengakhiri obrolan di media sosial atau aplikasi pesan singkat.
- Situasi emosional: Ma'assalamah juga sering digunakan dalam suasana emosional, seperti ketika melepas kepergian orang terdekat, sehingga kata tersebut bukan hanya sekadar ucapan, tetapi mengandung harapan tulus dan kepedulian mendalam.
- Pesta perpisahan: Di Arab Saudi, hampir setiap akhir pekan ada "Ma Salama Party" atau pesta perpisahan, yang biasanya diadakan sebelum melepas seseorang ke tujuan lain.
Sebagaimana disampaikan NaTakallam, ma'assalamah merupakan cara paling populer untuk mengucapkan selamat tinggal yang berarti "dengan keselamatan," dan yang tidak semua orang ketahui adalah bahwa ungkapan ini biasanya digunakan sebagai balasan oleh orang yang tetap tinggal.
Baca juga: Variasi Ucapan Terima Kasih dalam Bahasa Arab Sesuai Sunnah
Advertisement
Ma'assalamah sebagai Jawaban Fii Amanillah Sesuai Sunnah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4701104/original/082292700_1703813307-Ilustrasi_bersalaman__perpisahan_rekan_kerja__pamitan.jpg)
Dalam tradisi Islam, ma'assalamah memiliki peran khusus sebagai jawaban dari ucapan fii amanillah. Dalam buku berjudul Sifat Shalat Nabi SAW oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, dkk., jawaban fii amanillah adalah ma'assalamah yang artinya semoga keselamatan selalu menyertaimu. Jika ditulis dalam bahasa Arab, jawaban fii amanillah adalah مَعَ السَّلاَمَة.
Memberikan ucapan doa fii amanillah dan jawaban fii amanillah ini bagian dari sunnah Rasulullah SAW, dan keduanya memiliki makna saling mendoakan keselamatan yang diridai Allah SWT. Tradisi saling mendoakan ini diperkuat oleh firman Allah SWT dalam Al-Qur'an surat An-Nisa ayat 86:
وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ حَسِيبًا
Wa iżā ḥuyyītum bitaḥiyyatin fa ḥayyụ bi`aḥsana min-hā au ruddụhā, innallāha kāna 'alā kulli syai`in ḥasībā.
Artinya: "Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu."
Selain ma'assalamah, terdapat beberapa alternatif jawaban untuk ucapan fii amanillah. Seseorang juga bisa menjawab dengan jazakallah khairan (جَزَاكَ اللهُ خَيْرًا) yang berarti "Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan," sebagai ungkapan rasa terima kasih atas doa yang diberikan. Mengucapkan aamiin juga bisa menjadi jawaban yang tepat, karena artinya "Ya Allah, kabulkanlah," yang menunjukkan bahwa kita menerima dan mengamini doa tersebut.
Seperti yang diberitakan eArabic.io, frasa ma'assalamah bermakna "dengan keselamatan," dan respons yang sesuai adalah "Allah yesllemak" (الله يسلمَكْ) untuk laki-laki dan "Allah yesllemek" (الله يسلمِك) untuk perempuan, yang berarti "Semoga Tuhan menjagamu selamat." Variasi jawaban ini menunjukkan kekayaan adab berkomunikasi dalam bahasa Arab.
Baca juga: Fii Amanillah Artinya Semoga Allah Melindungimu, Ketahui Penggunaannya
Variasi Ungkapan Perpisahan dalam Bahasa Arab di Berbagai Negara
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8637944/original/018176500_1782640882-f506245f-3491-4174-9368-bef7585bb218.jpg)
Bahasa Arab memiliki kekayaan ungkapan perpisahan yang bervariasi antar negara dan dialek. Cara penutur bahasa Arab mengucapkan selamat tinggal sedikit berbeda antar dialek, meskipun banyak wilayah yang tetap memahami frasa bahasa Arab Modern Standar "مع السلامة" (ma'a al-salāma). Sebagaimana dilaporkan AlifBee Blog, setiap ungkapan membawa nada, konteks, dan terkadang bahkan doa tersendiri, sehingga belajar mengucapkan selamat tinggal dalam bahasa Arab lebih dari sekadar menghafal kata.
Berikut variasi ungkapan perpisahan dalam bahasa Arab yang perlu diketahui:
- Bisalama (بسلامة): Ungkapan ini membawa makna yang sama dengan ma'assalamah dan digunakan untuk mengucapkan selamat tinggal di Tunisia dan Maroko.
- Ma'a Alf Salama (مع ألف سلامة): Frasa ini merupakan cara yang indah untuk menyampaikan harapan keselamatan, berarti "mendoakan keselamatanmu selamanya," dengan kata "alf" (seribu) yang umum digunakan dalam percakapan di Mesir untuk menggambarkan perhatian dan kasih sayang yang luar biasa.
- Bkhatrak (بخاطرك): Ungkapan ini digunakan dalam dialek Levantine (Syam) dan bermakna "aku pergi dengan izinmu." Ini setara dengan ungkapan Inggris kuno "by your leave."
- Allah Ma'ak (الله معك): Ungkapan ini bermakna "Semoga Tuhan menyertaimu." Bentuknya berubah menjadi "Allah ma'ik" untuk perempuan dan "Allah ma'kon" untuk kelompok.
- Wada'an (وداعًا): Ungkapan ini mengandung makna perpisahan yang lebih dalam dan permanen, digunakan untuk perpisahan jangka panjang.
- Ila al-Liqa' (إلى اللقاء): Ungkapan ini sangat formal dan bermakna "sampai kita bertemu kembali," namun jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari karena terlalu formal.
- Fi Amanillah (في أمان الله): Bermakna "dalam perlindungan Tuhan," ungkapan ini memberikan dimensi spiritual dalam perpisahan.
Merujuk Lebanese Arabic Institute, ketika seseorang pergi dari suatu tempat, orang yang tinggal akan sering mengucapkan "ma'assalamah," dan ungkapan ini bersifat invariabel, yakni memiliki bentuk yang sama tanpa memandang apakah lawan bicara adalah pria, wanita, atau kelompok. Ini menjadikan ma'assalamah sebagai pilihan paling praktis dan universal di antara semua ungkapan salam dalam bahasa Arab.
Tradisi perpisahan dalam Islam menekankan keselamatan dan kedamaian, memastikan orang yang pergi merasa aman dan tenang, sekaligus berfokus pada harapan akan pertemuan kembali di masa depan, bahkan di akhirat.
Imam Nawawi, dikutip dari Islamiqate, menyatakan bahwa, "Adab perpisahan meliputi mendoakan orang yang pergi dan orang yang tinggal."
Ibn Qudamah dalam kitab Al-Mughni, dikutip dari Islamiqate, menegaskan, "Menggunakan kata-kata yang baik dan ungkapan keselamatan saat perpisahan merupakan bagian dari akhlak mulia yang dianjurkan dalam Islam."
Baca juga: Arti Ikhwan Menurut Islam, Pahami dari Perbedaannya dengan Akhwat
| Ungkapan | Tulisan Arab | Arti | Penggunaan |
|---|---|---|---|
| Ma'assalamah | مَعَ السَّلاَمَة | Dengan keselamatan | Ucapan perpisahan umum, formal dan informal |
| Fii Amanillah | فِي أَمَانِ اللَّهِ | Dalam perlindungan Allah | Salam perpisahan bernuansa spiritual |
| Wada'an | وَدَاعًا | Selamat tinggal | Perpisahan jangka panjang atau permanen |
| Ila al-Liqa' | إِلَى اللِّقَاء | Sampai berjumpa kembali | Situasi formal, jarang dalam percakapan kasual |
| Allah Ma'ak | الله مَعَك | Semoga Tuhan menyertaimu | Dialek Levantine, disesuaikan gender |
| Bisalama | بسلامة | Dengan keselamatan | Dialek Tunisia dan Maroko |
Baca juga: Ucapan Pernikahan dalam Islam Bahasa Arab dan Ungkapan Penuh Doa
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Arti Ma'assalamah
Apa arti ma'assalamah dalam bahasa Indonesia?
Ma'assalamah secara harfiah berarti "dengan keselamatan" atau "dengan kedamaian," yang dimaksudkan sebagai harapan agar orang yang pergi ditemani oleh keselamatan. Dalam penggunaan sehari-hari, ungkapan ini setara dengan "selamat jalan" atau "sampai jumpa" dalam bahasa Indonesia. Ma'assalamah mengandung doa agar perjalanan seseorang selalu dilindungi hingga bertemu kembali.
Apakah ma'assalamah hanya bisa digunakan oleh umat Islam?
Ma'assalamah merupakan ungkapan linguistik dan kultural, bukan semata-mata ungkapan keagamaan, sehingga digunakan sehari-hari oleh penutur bahasa Arab dari semua latar belakang kepercayaan. Meskipun berakar pada tradisi Arab-Islam, siapa pun boleh menggunakan ungkapan ini sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya dan etika komunikasi Arab.
Bagaimana cara menjawab jika seseorang mengucapkan ma'assalamah?
Ma'assalamah bisa dijawab dengan ungkapan yang sama, yaitu "ma'assalamah." Selain itu, dalam konteks Islami, seseorang juga bisa menjawab dengan "fii amanillah" (في أمان الله) yang berarti "semoga dalam perlindungan Allah," atau jazakallah khairan sebagai bentuk doa balasan. Nilai-nilai kedamaian, keselamatan, dan koneksi yang tertanam dalam salam Islami bersifat abadi dan tetap relevan sepanjang zaman.
Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang oleh redaksi dengan menggunakan Artificial Intelligence
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668432/original/066093000_1782703201-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T101610.906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463779/original/049305200_1767670885-Screenshot_2026-01-06_103951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3235896/original/046311000_1777366243-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578214/original/068825000_1782536512-YVkJ0tFoi8th2mArwYkcunR2gji38QFkREkroKKF.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860538/original/012031000_1557478700-IMG_20190307_174224_257.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259253/original/099827400_1781493084-AP26165774269127.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4864218/original/041026400_1718404435-AP24166759629724.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263966/original/082388400_1782038241-000_B7RC3ZV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8452334/original/003376600_1782349228-ney.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259033/original/064642600_1781436681-000_B6Z637Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668326/original/051794500_1782703035-AP26179791541483.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259121/original/085743200_1781464083-063_2281573951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540213/original/078998400_1774689981-AP26086742238879.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5241643/original/000306500_1749004088-AP25154539148672.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668447/original/030571300_1782703280-Eid_Mubarak.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5102724/original/068820500_1737446861-1737445502460_cara-sholat-taubat-untuk-perempuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4010958/original/004782000_1651214800-20220429-Itikaf-Lailatul-Qadar-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5278625/original/058751700_1752116095-20250707_135157.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8639329/original/089763500_1782643276-pexels-mikhail-nilov-7929169.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8637944/original/018176500_1782640882-f506245f-3491-4174-9368-bef7585bb218.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3381466/original/043629600_1613720800-photo-1512632578888-169bbbc64f33.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578218/original/043626100_1782536515-Fyq4bXXn1T50XXKM61qkf7VNO2GT7lL1Po9x1gp1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4449837/original/055086300_1685614290-WhatsApp_Image_2023-06-01_at_17.06.22.jpeg)