Liputan6.com, Jakarta - Di antara sekian banyak bentuk sholawat dalam khazanah Islam, sholawat Jibril menempati posisi istimewa karena berbagai fadhilahnya, walau lafalnya pendek. Untuk itu, umat Islam perlu mengetahui Sholawat Jibril: Bacaan, arti, dan manfaat mengamalkannya
Hanya terdiri dari empat kata dalam bahasa Arab, sholawat ini menjadi salah satu amalan yang paling mudah dihafal dan paling ringan di lisan, namun keutamaan dan pahalanya melimpah ruah.
Advertisement
Sholawat ini dinamakan Sholawat Jibril karena pertama kali diajarkan dan dilafalkan oleh Malaikat Jibril ‘alaihissalam. Dalam berbagai literatur, disebutkan bahwa sholawat ini pertama kali diajarkan kepada Nabi Adam ‘alaihissalam.
Merujuk Buku 70 Shalawat Pilihan, Riwayat, Manfaat dan Keutamaannya, Ustadz Mahmud Sami, Buku 1001 Shalawat, Muhammad Taufiq Ali Yahya, Buku Sholawat Jalan Selamat, Novel Alaydrus dan sumber relevan lainnya, artikel ini akan mengupas tuntas bacaan, makna, riwayat, manfaat, hingga waktu terbaik mengamalkan Sholawat Jibril.
Bacaan Sholawat Jibril: Arab, Latin, dan Artinya
Sholawat Jibril memiliki dua versi bacaan yang dikenal di kalangan umat Islam: versi pendek yang paling masyhur dan versi panjang yang juga diamalkan.
1. Sholawat Jibril Versi Pendek (Bacaan Asli)
Bacaan inilah yang paling dikenal dan paling sering diamalkan sebagai sholawat Jibril.
Teks Arab: صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ
Bacaan Latin: Shallallāhu ‘alā Muhammad
Artinya: “Semoga Allah memberikan rahmat-Nya kepada Nabi Muhammad.”
2. Versi Panjang
Selain versi pendek, terdapat pula versi yang lebih lengkap dengan tambahan doa keselamatan untuk Nabi dan keluarganya.
Teks Arab: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Bacaan Latin: Allāhumma shalli ‘alā sayyidinā Muhammad wa ‘alā āli sayyidinā Muhammad wa sallim taslīmā
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan atas Nabi Muhammad dan keluarganya, dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”
Makna Sholawat Jibril
Secara bahasa, sholawat berasal dari kata shalla yang berarti doa atau permohonan rahmat. Sholawat Jibril, Shallallāhu ‘alā Muhammad, secara harfiah berarti “Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada Nabi Muhammad.”
Makna di balik sholawat ini adalah bentuk permohonan doa kepada Allah SWT agar senantiasa melimpahkan rahmat, kasih sayang, dan keberkahan kepada Nabi Muhammad SAW. Menariknya, sholawat yang dibacakan untuk mendoakan Nabi SAW sesungguhnya akan kembali kepada yang mengamalkannya.
Artinya, ketika seorang hamba mendoakan rahmat bagi Nabi, Allah justru melimpahkan rahmat-Nya kepada hamba tersebut. Ini merupakan bentuk kasih sayang Allah yang luar biasa kepada umat Nabi Muhammad SAW.
Dalam kitab 70 Shalawat Pilihan karya Ustadz Mahmud Sami, dijelaskan bahwa sholawat pada hakikatnya adalah bentuk pengagungan kepada Nabi sekaligus pengakuan atas kedudukan beliau di sisi Allah. Sholawat Jibril, meskipun singkat, telah mencakup esensi doa dan pujian kepada Baginda Nabi.
Manfaat Mengamalkan Sholawat Jibril
Sholawat Jibril, meskipun bacaannya sangat pendek, memiliki keutamaan yang luar biasa bagi siapa pun yang mengamalkannya secara rutin. Berikut adalah manfaat-manfaat utama yang dapat diraih:
1. Dibukakan 70 Pintu Rahmat
Ini merupakan keutamaan yang paling masyhur dari Sholawat Jibril. Imam Asy-Sya‘rani meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda:
“Barang siapa membaca sholawat ini (Sholawat Jibril), maka ia telah membuka 70 pintu rahmat untuk dirinya dan Allah akan menitipkan cinta-Nya pada hati manusia sehingga mereka tidak akan marah kepadanya, kecuali orang yang menyimpan kemunafikan di dalam hatinya.”
Dalam buku Rahasia Sehat Berkah Shalawat karya Syukron Maksum juga disebutkan bahwa jika sholawat Jibril dibaca secara rutin, maka 70 pintu rahmat akan dibukakan untuk pembacanya.
2. Dicintai oleh Sesama Manusia
Masih dalam riwayat yang sama, disebutkan bahwa Allah akan menitipkan rasa cinta pada hati manusia sehingga mereka tidak akan marah kepada pembaca sholawat Jibril. Ini merupakan anugerah besar, karena dengan dicintai manusia, kehidupan menjadi lebih harmonis dan penuh keberkahan.
3. Mendapat Kebaikan, Diangkat Derajat, dan Dihapus Dosanya
Sholawat Jibril termasuk sholawat yang apabila dibaca dengan istiqamah akan mendatangkan kebaikan yang melimpah. Rasulullah bersabda:
“Barang siapa bersholawat kepadaku satu kali, niscaya Allah bersholawat kepadanya sepuluh sholawat, menghapus darinya sepuluh dosa, dan mengangkat derajatnya sepuluh derajat.” (HR. An-Nasa’i)
4. Memudahkan Datangnya Rezeki
Sholawat Jibril dikenal luas sebagai salah satu sholawat penarik rezeki. Banyak kiai dan ulama yang mengijazahkan sholawat ini sebagai amalan untuk memudahkan datangnya rezeki dari berbagai arah. Dalam buku 1001 Shalawat karya Muhammad Taufiq Ali Yahya, dijelaskan bahwa sholawat merupakan salah satu sarana untuk mendatangkan kemudahan dan keberkahan dalam kehidupan.
5. Mendapat Perlindungan dan Pertolongan Allah
Membaca Sholawat Jibril secara rutin juga merupakan bentuk memohon perlindungan dan pertolongan dari Allah SWT. Dalam kondisi sulit sekalipun, seorang muslim yang membiasakan diri bersholawat akan merasakan kehadiran pertolongan Allah dalam hidupnya.
6. Dapat Melihat Nabi SAW dalam Mimpi
Dalam 70 Shalawat Pilihan karya Ustadz Mahmud Sami, disebutkan sebuah riwayat dari As-Sakhawi tentang seorang laki-laki dari Syam yang datang kepada Rasulullah. Ayahnya telah lanjut usia dan buta, namun sangat ingin melihat beliau.
Rasulullah menyarankan agar sang ayah membaca Shallallāhu ‘alā Muhammad selama tujuh malam berturut-turut. Benar saja, sang ayah akhirnya dapat bermimpi bertemu Rasulullah ﷺ dan bahkan meriwayatkan hadis dari beliau.
7. Jalan Selamat Dunia dan Akhirat
Novel Alaydrus dalam buku Sholawat Jalan Selamat menjelaskan bahwa membaca sholawat merupakan jalan untuk selamat dari dunia dan akhirat. Beliau menganjurkan untuk membaca sholawat 10 kali setiap pagi dan sore hari sebagai bentuk amalan keselamatan.
Riwayat Sholawat Jibril
Sebagaimana disebutkan di awal, sholawat ini disebut sholawat Jibril karena diriwayatkan dibacakan pertama kali oleh Malaikat Jibril. Riwayat yang populer menyebutkan bahwa ketika Allah SWT menciptakan Siti Hawa sebagai pendamping Nabi Adam, Allah memberikan rasa ketertarikan kepada Nabi Adam terhadap Hawa.
Namun, ketika Nabi Adam hendak mendekati Hawa, Allah melarangnya karena beliau belum memberikan mahar. Mahar yang diminta adalah bacaan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Namun begitu, perlu diketahui bahwa menurut para ulama, riwayat spesifik tentang asal-usul Sholawat Jibril ini tidak memiliki dasar sanad yang kuat. Oleh sebab itu, kisah ini termasuk riwayat yang tidak dapat dipastikan kesahihannya.
Meski begitu, Al-Munawi rahimahullah dalam kitabnya Faidhul Qadir menegaskan bahwa meskipun riwayat tersebut tidak kuat, lafal sholawat itu sendiri—Shallallāhu ‘alā Muhammad—sama sekali tidak bermasalah secara syariat. Poin pentingnya adalah maksud sholawat atau kandungan doa di dalamnya tersampaikan dengan lafal apa pun. Dengan demikian, umat Islam tetap dianjurkan untuk mengamalkannya sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Keutamaan Bersholawat
Penting untuk memahami landasan syariat tentang keutamaan bersholawat secara umum. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab [33]: 56)
Sementara, Rasulullah juga bersabda: “Barang siapa yang membaca shalawat kepadaku satu kali, maka Allah dan malaikat akan membaca shalawat kepadanya sebagaimana banyaknya shalawatnya kepadaku.” (HR. Muslim)
Dalam riwayat lain, Rasulullah bersabda: “Barang siapa bersholawat kepadaku satu kali, niscaya Allah bersholawat kepadanya sepuluh sholawat, menghapus darinya sepuluh dosa, dan mengangkat derajatnya sepuluh derajat.” (HR. An-Nasa’i)
Waktu Terbaik Mengamalkan Sholawat Jibril
Sholawat Jibril dapat dibaca kapan saja dan di mana saja karena termasuk amalan yang ringan dan tidak terikat waktu tertentu. Namun, terdapat beberapa waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak bacaan sholawat ini.
1. Setelah Salat Fardhu
Sholawat Jibril hendaknya dibaca setelah mengerjakan salat fardhu. Beberapa sumber menyebutkan bahwa dianjurkan membaca sebanyak 1000 kali setelah salat fardhu.
2. Pagi dan Sore Hari
Habib Novel Alaydrus menganjurkan membaca sholawat sebanyak 10 kali setiap pagi dan sore hari sebagai jalan selamat dunia dan akhirat. Waktu pagi yang dimaksud adalah setelah salat Subuh atau setelah salat Dhuha, sedangkan waktu sore adalah setelah salat Maghrib.
3. Hari Jumat
Hari Jumat adalah sayyidul ayyam (penghulu segala hari). Membaca sholawat di hari Jumat memiliki keutamaan yang sangat besar. Syekh Ali Jaber menganjurkan membaca Sholawat Jibril sebanyak 100 kali di hari Jumat.
4. Sepertiga Malam Terakhir
Waktu sepertiga malam terakhir adalah waktu yang mustajab untuk berdoa. Membaca Sholawat Jibril pada waktu ini, terutama saat melaksanakan salat Tahajud, akan mendatangkan keberkahan yang maksimal.
5. Setelah Salat Dhuha dan Maghrib
Beberapa ulama menganjurkan membaca Sholawat Jibril setelah salat Dhuha di pagi hari dan setelah salat Maghrib di sore hari.
Pertanyaan Seputar Sholawat Jibril
Apa bacaan Sholawat Jibril yang benar?
Bacaan Sholawat Jibril yang paling masyhur adalah Shallallāhu ‘alā Muhammad (صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ), yang artinya “Semoga Allah memberikan rahmat-Nya kepada Nabi Muhammad.” Terdapat pula versi panjangnya: Allāhumma shalli ‘alā sayyidinā Muhammad wa ‘alā āli sayyidinā Muhammad wa sallim taslīmā.
Mengapa sholawat ini dinamakan “Sholawat Jibril”?
Sholawat ini dinamakan “Sholawat Jibril” karena pertama kali diajarkan dan dilafalkan oleh Malaikat Jibril ‘alaihissalam. Dalam riwayat yang populer, Jibril mengajarkan sholawat ini kepada Nabi Adam ‘alaihissalam sebagai mahar pernikahannya dengan Siti Hawa.
Apa saja manfaat mengamalkan Sholawat Jibril?
Manfaat mengamalkan Sholawat Jibril antara lain: dibukakan 70 pintu rahmat, dicintai oleh sesama manusia, mendapat kebaikan dan diangkat derajatnya, dihapus dosa-dosanya, dimudahkan rezekinya, mendapat perlindungan dan pertolongan Allah, dapat bermimpi bertemu Rasulullah ﷺ, serta menjadi jalan selamat dunia dan akhirat.
Berapa kali sebaiknya membaca Sholawat Jibril setiap hari?
Jumlah bacaan Sholawat Jibril dapat bervariasi. Beberapa anjuran yang disebutkan para ulama: 10 kali setiap pagi dan sore (sebagaimana diajarkan Habib Novel Alaydrus), 1000 kali setelah salat fardhu, atau 100 kali pada hari Jumat. Yang terpenting adalah mengamalkannya secara rutin dan istiqamah.
Apakah riwayat Sholawat Jibril bisa dipercaya (sahih)?
Menurut para ulama, riwayat spesifik tentang asal-usul Sholawat Jibril (kisah mahar pernikahan Adam dan Hawa) tidak memiliki dasar sanad yang kuat. Namun, Al-Munawi dalam Faidhul Qadir menegaskan bahwa lafal sholawat itu sendiri—Shallallāhu ‘alā Muhammad—tidak bermasalah secara syariat dan boleh diamalkan. Poin pentingnya adalah maksud dan kandungan doa di dalamnya tersampaikan dengan benar.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495122/original/083308700_1770356146-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sardewa-6_Februari_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537107/original/075541100_1774410122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-25T095300.861.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8673310/original/025399100_1782713964-cek_fakta_purbaya_pensiunan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1323843/original/029384900_1749306074-FOTO-Muhamad_Ridlo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5402935/original/045204600_1762311893-priest-holding-holy-book-bracelet.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812235/original/087792300_1550019778-1709255D-BDFF-4E25-B45D-78CC996796BF.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728012/original/006431800_1706361596-000_34GE37C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8666203/original/007626600_1782698654-000_B8H28ZD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8633516/original/070380800_1782633001-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8674531/original/079790200_1782716407-AP26177104053905.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259253/original/099827400_1781493084-AP26165774269127.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4864218/original/041026400_1718404435-AP24166759629724.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263966/original/082388400_1782038241-000_B7RC3ZV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8452334/original/003376600_1782349228-ney.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259033/original/064642600_1781436681-000_B6Z637Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8682880/original/047133300_1782734229-377004.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8682423/original/087400200_1782733107-74279.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8681222/original/054424800_1782730451-1000571638.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8681507/original/003345500_1782731036-377001.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8680482/original/052526000_1782729234-1001409468.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3407097/original/096147600_1616320052-040722000_1454749828-20160206-Ilustrasi-Pembunuhan-iStockphoto4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8680118/original/084674400_1782728468-IMG-20260629-WA0020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8680258/original/008825900_1782728653-1001410346.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8635367/original/074035800_1782636218-image_bank_2026_6_28_470057.jpg)