Liputan6.com, New Delhi - Maskapai India, Air India, akan melakukan tes terhadap seluruh pilotnya untuk mendeteksi penggunaan zat terlarang. Kebijakan tersebut diambil setelah insiden penerbangan Air India dari Phuket menuju Delhi yang tiba-tiba kehilangan ketinggian pekan lalu.
Dikutip dari BBC, Sabtu (15/8/2026), dalam laporan awal, pilot senior dalam penerbangan tersebut disebut harus menjalani tes ulang narkoba. Sejumlah laporan menyebut hasil tes sebelumnya menunjukkan adanya indikasi penggunaan marijuana.
Tes serupa juga akan diberlakukan terhadap pilot Air India Express, maskapai berbiaya rendah milik Air India, mulai Kamis.
Advertisement
Kebijakan baru ini melampaui aturan yang berlaku saat ini. Berdasarkan ketentuan yang ada, sedikitnya 10 persen pilot diwajibkan menjalani tes secara acak.
Insiden yang memicu kebijakan tersebut terjadi pada 4 Agustus. Pesawat Airbus yang terbang dari Phuket menuju Delhi tiba-tiba kehilangan ketinggian sekitar 91 meter atau 300 kaki tidak lama setelah lepas landas.
Sebanyak 17 penumpang dan awak pesawat mengalami luka dalam insiden tersebut.
Kedua pilot pesawat kini telah dicopot dari tugas hingga proses penyelidikan selesai. Insiden tersebut sedang diselidiki oleh otoritas India bersama Airbus dan badan keselamatan penerbangan Prancis.
Dalam memo yang dilihat BBC, Air India mengatakan pihaknya merasa perlu memperluas pemeriksaan terhadap para pilot.
“Langkah ini, yang melampaui persyaratan regulasi, mencerminkan tekad kami untuk mempertahankan standar keselamatan dan profesionalisme tertinggi, serta memberikan kepastian kepada penumpang, pemangku kepentingan, dan masyarakat luas,” kata Air India dalam memo tersebut.
Pemeriksaan tidak hanya mencakup zat terlarang, tetapi juga obat-obatan yang dilarang berdasarkan aturan penerbangan. Tes dilakukan bersamaan dengan sesi pelatihan di akademi Air India serta sejumlah lokasi lain, termasuk pusat pengarahan dan kantor perusahaan.
Air India Masih dalam Sorotan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8537825/original/081136800_1782473206-Untitled.jpg)
Kebijakan pemeriksaan menyeluruh terhadap pilot dilakukan ketika Air India masih berada dalam sorotan akibat kecelakaan besar pada Juni 2025.
Saat itu, penerbangan Air India dari Ahmedabad menuju London jatuh tidak lama setelah lepas landas. Sebanyak 241 orang di dalam pesawat dan 19 orang di darat tewas dalam kecelakaan tersebut. Hanya satu penumpang yang dilaporkan selamat.
Sementara itu, pekan lalu mantan pimpinan Ethiopian Airlines, Tewolde Gebremariam, ditunjuk sebagai CEO baru Air India.
Dengan pemberlakuan tes terhadap seluruh pilot, Air India menyatakan langkah tersebut merupakan upaya untuk memperkuat standar keselamatan dan memastikan profesionalisme awak penerbangan.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5432608/original/039355600_1764817183-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-04T072013.095.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5300825/original/063294400_1753929347-20250721_132106.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542212/original/065975700_1774936641-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5523300/original/073953200_1772800710-IMG_0778.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2384455/original/012292600_1539670929-air_india.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411690/original/061832400_1479707390-India.jpg)