Ketika Piala Dunia 2026 Jadi Petualangan Road Trip Dadakan

Saat 48 tim nasional bersaing di 16 kota tuan rumah Piala Dunia 2026 di tiga negara, road trip jadi pengalaman lain yang mereka bawa pulang.

Diterbitkan 30 Juni 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Piala Dunia 2026 tidak hanya berlangsung di dalam stadion. Ketika 48 tim nasional bersaing di 16 kota tuan rumah di tiga negara, muncul perjalanan lain yang berjalan bersamaan: petualangan para suporter yang mengubah turnamen sepak bola menjadi perjalanan lintas kota, hotel, tempat latihan, serta destinasi wisata.

Jadwal resmi FIFA memang menentukan lokasi pertandingan, tapi para penggemar menciptakan peta perjalanan mereka sendiri. Mereka mengikuti jejak tim kesayangan, mendatangi pusat latihan, berkumpul di kawasan fan festival, dan menjadikan jalan raya sebagai bagian dari pengalaman Piala Dunia, melansir Forbes, Senin, 29 Juni 2026.

Fenomena itu membentuk ekonomi perjalanan baru yang tidak hanya berpusat di kota penyelenggara. Asosiasi Perjalanan Amerika Serikat memperkirakan pengeluaran rata-rata wisatawan internasional selama Piala Dunia mencapai lebih dari USD 5.000 (sekitar Rp 89 juta) per orang.

Angka tersebut sekitar 1,7 kali lebih besar dibandingkan perjalanan internasional biasa ke Amerika Serikat. Sementara itu, Allianz Trade memperkirakan turnamen sepak bola terbesar dunia tersebut akan menghasilkan kontribusi ekonomi sekitar USD 9,1 miliar terhadap produk domestik bruto Amerika Utara selama musim panas 2026.

Piala Dunia kali ini menghadirkan pengalaman berbeda karena pertandingan tersebar di wilayah yang luas. Jarak antarnegara, perbedaan zona waktu, dan banyaknya lokasi pertandingan membuat penggemar tidak hanya membeli tiket laga, tapi juga menyusun perjalanan panjang yang menggabungkan sepak bola dan eksplorasi.

Pusat latihan tim nasional yang sebelumnya hanya menjadi area persiapan pemain kini berubah menjadi destinasi baru bagi penggemar. Tempat-tempat yang tidak masuk daftar kota tuan rumah mulai menarik perhatian karena menjadi lokasi kehidupan sehari-hari para pemain selama turnamen.

 

Pengalaman Lebih Dekat

Tim nasional Amerika Serikat memilih Championship Soccer Stadium di Great Park Sports Complex, Irvine, California, sebagai pusat latihan. Lokasi tersebut berjarak sekitar 56 kilometer dari SoFi Stadium di Inglewood, tempat pertandingan berlangsung.

Hotel di sekitar Irvine kemudian mengubah kedekatan dengan markas latihan menjadi pengalaman wisata. Pengunjung tidak hanya mencari tempat menginap, tapi juga berharap merasakan atmosfer yang lebih dekat dengan perjalanan tim nasional.

Di wilayah selatan California, Carlsbad ikut menjadi titik penting karena menjadi pusat latihan bagi Swiss dan Selandia Baru. Kehadiran dua tim tersebut mendorong wisatawan mengikuti perjalanan menuju kawasan pesisir San Diego.

Austin, Texas, juga mendapatkan perhatian setelah menjadi lokasi persiapan tim nasional Arab Saudi. Kota yang sebelumnya terbiasa menerima lonjakan pengunjung melalui acara besar, seperti SXSW, Formula 1, dan Austin City Limits itu kembali memanfaatkan infrastrukturnya untuk menyambut gelombang wisatawan sepak bola.

 

Road Trip Menjadi Cerita Baru

Piala Dunia 2026 memperluas makna perjalanan sepak bola. Satu pertandingan dapat berkembang menjadi rangkaian perjalanan beberapa hari yang menghubungkan pantai, kota, pusat latihan, dan tempat hiburan.

Di Los Angeles, misalnya, pertandingan di SoFi Stadium menciptakan jalur perjalanan baru bagi wisatawan. Penggemar dapat bergerak ke arah utara menuju kawasan Malibu dan Santa Barbara atau menuju selatan ke Irvine, Dana Point, hingga Carlsbad.

Perjalanan tersebut menghadirkan pengalaman berbeda setelah pertandingan berakhir. Suporter dapat menikmati suasana pantai, mencicipi pengalaman kuliner, atau mengunjungi kawasan wisata sebelum kembali mengikuti pertandingan berikutnya.

Atlanta menawarkan versi lain dari perjalanan tambahan selama Piala Dunia. Sekitar 96 kilometer dari pusat kota, kawasan pegunungan menghadirkan pilihan wisata alam, lapangan golf, jalur pendakian, dan ruang berkumpul bagi pendukung sepak bola yang ingin menikmati suasana lebih santai.

 

Hotel Mengubah Piala Dunia Menjadi Pengalaman Wisata

Gelombang perjalanan Piala Dunia membuat industri perhotelan berlomba menghadirkan pengalaman yang lebih dari sekadar kamar tidur. Hotel mulai menawarkan paket menonton pertandingan, aktivitas kuliner, serta ruang berkumpul bertema sepak bola.

Sejumlah jaringan hotel mewah menyusun strategi lintas kota dengan menjadikan turnamen sebagai perjalanan gaya hidup. Mereka tidak hanya menjual lokasi, tapi juga suasana yang mengikuti karakter setiap kota.

Di Philadelphia, sebuah hotel menghadirkan ruang menonton pertandingan dengan pemandangan kota dari ketinggian, lengkap dengan hidangan premium. Di New York, pengalaman menonton dipadukan dengan menu khusus dan suasana khas kota metropolitan.

Toronto menawarkan ruang pribadi untuk menyaksikan pertandingan dengan layanan eksklusif, sementara Los Angeles menghadirkan konsep bar olahraga dengan sentuhan elegan melalui dekorasi bertema sepak bola dan sajian koktail khusus.

Di Meksiko, kawasan resor di Costalegre memberikan pilihan berbeda bagi wisatawan yang ingin mengakhiri hari pertandingan dengan pengalaman alam dan kuliner.

Â