Kepala SPPG di Berastasi Dicopot Buntut Keracunan 279 Siswa

Dapur tempat pengelolaan MBG juga disegel.

Diterbitkan 14 Agustus 2026, 15:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) bergerak cepat merespons insiden dugaan keracunan massal yang menimpa 279 pelajar di Berastagi, Kabupaten Karo. Sebagai bentuk pertanggungjawaban, BGN menjatuhkan sanksi tegas berupa pencopotan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait, serta menyegel dapur operasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut.

Langkah tegas ini diambil setelah ratusan siswa dari tiga sekolah berbeda, yakni SMP Swasta Bersama, SMA Swasta Bersama, dan SMAN 1 Berastagi, mengalami gangguan kesehatan usai menyantap menu makanan program MBG.

Akibat insiden ini, sejumlah pelajar harus dilarikan dan menjalani perawatan intensif di RSU Kabanjahe, RS Efarina, serta RS Amanda.

Kepala BGN, Sudaryono, menegaskan bahwa tindakan administratif tersebut langsung diberlakukan guna menjaga integritas program sekaligus mengusut tuntas akar persoalan di lapangan.

“Tindakan administratif juga sudah diambil, pencopotan Kepala SPPG terkait dan penyegelan dapur operasional. BGN juga memastikan kondisi mereka (siswa) dan kemudian mencari akar persoalannya,” ujar Sudaryono melalui akun Instagram resminya, Jumat (14/8/2026).

 

Penyebab Keracunan Diselidiki

Dalam penanganan insiden ini, BGN turut menggandeng Pemerintah Kabupaten Karo. Sudaryono mengaku telah berkoordinasi langsung dengan Bupati Karo, Antonius Ginting.

Bersamaan dengan itu, Dinas Kesehatan setempat juga tengah menguji sampel sisa lauk pauk yang dikonsumsi para siswa untuk mengungkap penyebab pasti keracunan.

Meski dapur MBG yang bersangkutan diketahui telah mengantongi Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS), pihak berwenang masih menunggu hasil laboratorium secara menyeluruh guna memastikan sumber masalah dan mencegah kejadian serupa terulang kembali.