Gudang Garam Kucurkan Rp 200 Miliar untuk Anak Usaha, Ini Tujuannya

PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menyetorkan modal kepada anak usaha yang mengelola Bandara Dhoho, Kediri, Jawa Timur.

Diterbitkan 14 Agustus 2026, 14:53 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menyetor modal kepada anak usaha perseroan PT Surya Dhoho Investama (SDHI) senilai Rp 200 miliar. Modal ini untuk mendukung kegiatan operasional bandar udara (bandara) Dhoho atau Bandara Dhoho di Kediri, Jawa Timur.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (14/8/2026), PT Gudang Garam Tbk mengambil saham-saham baru yang dikeluarkan oleh SDHI sejumlah 200.000 saham dengan nilai nominal per lembar saham Rp 1.000.000. Dengan demikian, penyetoran tambahan modal oleh perseroan sebesar Rp 200 miliar sehingga modal ditempatkan dan disetor SDHI bertambah menjadi Rp 14,50 triliun dari sebelumnya Rp 14,30 triliun.

Hal itu seperti tertuang dalam keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) SDHI pada 14 Agustus 2026.

Adapun transaksi dilakukan oleh dan antara perseroan SDHI yang merupakan perusahaan terkendali dan afiliasi perseroan. PT Gudang Garam Tbk merupakan pemegang 14.499.999 saham atau sebesar 99,9% dari seluruh 14.500.000 saham yang telah ditempatkan dan disetor dalam SDHI setelah transaksi afiliasi.

"Transaksi afiliasi yang bertujuan untuk meningkatkan modal SDHI tersebut dilakukan untuk mendukung kegiatan operasional bandar udara Dhoho di Kediri, Jawa Timur yang dibangun oleh perseroan melalui SDHI,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

GGRM Tebar Dividen

Sebelumnya, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp 1,54 triliun kepada para pemegang saham untuk tahun buku 2025. Keputusan tersebut telah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Selasa. 

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (25/6/2026), total dividen yang dibagikan mencapai Rp 1.539.270.400.000 atau setara Rp 800 per saham. Perseroan juga memastikan tidak terdapat dividen interim yang dibagikan pada tahun buku 2025 sehingga seluruh dividen berasal dari laba tahun berjalan.

Pembagian dividen tersebut didasarkan pada kinerja keuangan Gudang Garam hingga 31 Desember 2025. Perseroan membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 1.556.533.000.000, dengan saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya mencapai Rp 61,39 triliun dan total ekuitas sebesar Rp 62,57 triliun.

Berikut jadwal pembagian dividen tunai Gudang Garam tahun buku 2025:

  • Selasa (1/7/2026): Cum dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi
  • Rabu (2/7/2026): Ex dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi
  • Kamis (3/7/2026): Cum dividen di Pasar Tunai
  • Kamis (3/7/2026), pukul 16.00 WIB: Recording Date atau Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak menerima dividen
  • Senin (6/7/2026): Ex dividen di Pasar Tunai
  • Kamis (23/7/2026): Tanggal pembayaran dividen tunai.

Dengan jadwal tersebut, investor yang ingin memperoleh dividen GGRM perlu memiliki saham paling lambat hingga akhir perdagangan pada Selasa (1/7/2026) atau cum dividen di pasar reguler. Setelah memasuki tanggal ex dividen, pembeli saham tidak lagi berhak atas pembagian dividen tahun buku 2025.