IHSG Anjlok saat Batas Bawah Rp 50 Dihapus, Begini Penjelasan BEI

BEI menilai, saham kini mempunyai ruang untuk bergerak dan menemukan harga wajar setelah batas bawah Rp 50 dihapus.

Diterbitkan 28 September 2026, 23:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) menanggapi penyebab Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok pada perdagangan saham Senin, (28/9/2026). BEI menilai, penerapan harga saham terendah Rp 50 menjadi Rp 1, bukan satu-satunya menjadi faktor pemicu koreksi IHSG.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik menuturkan, bobot saham-saham yang sebelumnya lama bertahan di harga Rp 50 terhadap IHSG relatif kecil, sehingga koreksinya tidak signifikan mempengaruhi IHSG.

"Jadi tidak semata-mata karena faktor penurunan di bawah harga Rp 50 yang memberikan pressure kepada IHSG," tutur Jeffrey dikutip dari Antara, Senin pekan ini.

Jeffrey menuturkan, sejumlah saham telah bertahun-tahun tertahan di harga Rp 50 tanpa ada transaksi, sehingga kondisi tersebut menunjukkan harga Rp 50 belum tentu mencerminkan nilai wajar (fair value) saham-saham tersebut.

Dengan dihapusnya batas harga saham terendah Rp 50, dia menuturkan saham-saham tersebut saat ini memiliki ruang untuk bergerak menemukan harga wajarnya melalui mekanisme pasar.

Namun demikian, ia menjelaskan proses penemuan harga wajar tersebut membutuhkan waktu, karena pergerakan saham tetap mengikuti mekanisme perdagangan, termasuk ketentuan auto rejection.

Dalam kesempatan ini, Jeffrey mengungkapkan terdapat 69 saham yang diperdagangkan di bawah level Rp50 p​​​​​ada hari pertama kebijakan tersebut diterapkan pada Senin, 28 September 2026.

"Yang ada di harga Rp 50 itu ada yang sudah bertahun-tahun di harga Rp 50 tanpa ada transaksi. Artinya memang kesepakatan dari pelaku, dari investor yang mungkin memang fair value-nya tidak di Rp 50 dan saat ini sedang mencari fair value-nya," kata Jeffrey.

Meski demikian, ia menegaskan kontribusi saham-saham tersebut terhadap IHSG tidak besar, yang mana terdapat sekitar 20 saham yang sebelumnya berada di level Rp 50, kemudian bertambah oleh saham dari Papan Pemantauan Khusus yang diperdagangkan di bawah Rp 50.

Jeffrey menilai pelaksanaan kebijakan tersebut pada hari pertama berjalan baik, mulai dari tahap pre-opening, pembukaan pasar hingga perdagangan berlangsung, serta respons pasar terhadap penerapan kebijakan tersebut juga positif.

"Pada saat ini diberlakukan, respons dari pasar itu positif," ujar Jeffrey.

Penutupan IHSG pada 28 September 2026

Mengutip data RTI, IHSG terpangkas 1,51% menjadi 6.147,85. Indeks saham LQ45 susut 1,5% menjadi 611,80. Seluruh indeks saham acuan tertekan.

Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.227,89 dan level terendah 6.140,34. Sebanyak 532 saham melemah sehingga bebani IHSG. 180 saham menguat dan 81 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 1.657.220 kali dengan volume perdagangan saham 37,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 12,6 triliun.

Mayoritas sektor saham tertekan kecuali sektor saham energi naik 0,04% dan sektor saham transportasi bertam 0,47%. Sementara itu, sektor saham teknologi turun 4,46%, dan catat koreksi terbesar.

Sektor saham basic susut 3,33%, sektor saham industri terpangkas 0,32%, dan sektor saham consumer nonsiklikal merosot 0,98%, sektor saham consumer siklikal susut 3,04%. Lalu sektor saham kesehatan tergelincir 0,66%, sektor saham keuangan turun 1,19%, sektor saham properti melemah 1,6%, dan sektor saham infrastruktur turun 2,33%.

  • liputan6
    Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • liputan6
    Bursa Efek Indonesia atau BEI adalah salah satu tempat yang memperjualbelikan saham, obligasi, dan sebagainya di Indonesia.
    BEI
  • liputan6
    Analisis komprehensif ini membahas tren pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dampak rebalancing MSCI, rekomendasi saham terkini, pengertian dan komponen IHSG, serta faktor-faktor penggeraknya.
    Ihsg
  • Harga Saham
  • Perdagangan Saham
  • saham Rp 1