Liputan6.com, Jakarta - Bacaan dzikir pagi yang pendek tetapi penuh keutamaan menjadi ikhtiar untuk mengawali hari sebagai perlindungan serta pembuka pintu rezeki dan keberkahan. Dalam Islam, pagi adalah waktu yang penuh berkah.
Di tengah kesibukan hidup modern yang serba cepat, banyak orang mengira ibadah berpahala besar harus dilakukan dengan amalan yang berat dan memerlukan waktu panjang. Namun ternyata ada beberapa dzikir pendek yang begitu besar keutamaannya.
Namun, Rasulullah SAW mengajarkan dzikir yang sangat singkat diucapkan, tetapi memiliki pahala yang luar biasa besar di sisi Allah SWT. Rasulullah SAW menegaskan beberapa kalimat dzikir ini sebagai amalan yang ringan di lisan, tetapi berat dalam timbangan amal pada hari kiamat.
Advertisement
Perintah berdzikir ini juga termaktub dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman, yang artinya: Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah Allah dengan zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.” (QS. Al-Ahzab: 41-42).
Merangkum Buku Dzikir Pagi dan Petang dan Sesudah Sholat Fardhu dan Kitab Hisnul Muslim, karya Syaikh Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani, Buku Kumpulan Doa Sehari-hari, Kemanag RI, dan sumbker kredibel lainnya, berikut ini bacaan dzikir pagi yang pendek tetapi penuh keutamaan.
Dzikir Pagi Pendek Penuh Keutamaan Lengkap Urutannya.
Berikut adalah rangkaian dzikir pagi yang disusun oleh Syaikh Sa'id bin Ali bin Wahf Al-Qahthani dalam kitabnya Hisnul Muslim (Benteng Muslim) dan Dzikir Pagi & Petang, yang bersumber dari Al-Qur'an dan hadis shahih.
1. Membaca Ta’awudz (1 Kali)
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
A‘ūdzu billāhi minasy syaithānir rajīm
“Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.”
2. Membaca Ayat Kursi (1 Kali)
لَّا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى السَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى الْأَرْضِ ۗ مَن ذَا الَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ
Latin: Allāhu lā ilāha illā huw, al-hayyul-qayyūm, lā ta'khudzuhū sinatuw wa lā na'ūm, lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-ard, man dzalladzī yasyfa'u 'indahū illā bi'idznih, ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭūna bisyai'im min 'ilmihī illā bimā syā', wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arda, wa lā ya'ūduhū ḥifẓuhumā, wa huw al-'aliyyul-'aẓīm
Arti: “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang di langit dan apa yang di bumi...” (QS. Al-Baqarah: 255)
Barang siapa membaca Ayat Kursi ketika pagi hari, maka ia dijaga dari gangguan jin hingga sore hari. Dan barangsiapa mengucapkannya ketika sore hari, maka ia dijaga dari gangguan jin hingga pagi hari.
3. Membaca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas (Masing-masing 3 Kali)
a. Surat Al-Ikhlas (3 Kali)
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ، اللَّهُ الصَّمَدُ، لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ، وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Latin: Qul huwallāhu ahad, Allāhus shamad, lam yalid wa lam yūlad, wa lam yakun lahū kufuwan ahad
Arti: “Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (QS. Al-Ikhlas: 1-4)
b. Surat Al-Falaq (3 Kali)
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ، مِن شَرِّ مَا خَلَقَ، وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ، وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ، وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
Latin: Qul a‘ūdzu birabbil falaq, min syarri mā khalaq, wa min syarri ghāsiqin idzā waqab, wa min syarrin naffātsāti fil ‘uqad, wa min syarri hāsidin idzā hasad
Arti: “Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.” (QS. Al-Falaq: 1-5)
c. Surat An-Naas (3 Kali)
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ، مَلِكِ النَّاسِ، إِلَهِ النَّاسِ، مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ، الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ، مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
Latin: Qul a‘ūdzu birabbin nās, malikin nās, ilāhin nās, min syarril waswāsil khannās, alladzī yuwaswisu fī shudūrin nās, minal jinnati wan nās
Arti: “Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan manusia, Raja manusia, Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.” (QS. An-Naas: 1-6)
Ketiga surat ini dibaca sebanyak tiga kali di waktu pagi dan petang. Rasulullah ﷺ mengajarkan hal ini sebagai bentuk perlindungan dari segala kejahatan dan godaan setan.
4. Doa Menyambut Pagi Hari (1 Kali)
أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ
Latin: Ashbahnaa wa ashbahal mulku lillah, walhamdulillah, laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodir. Rabbi, as-aluka khoira maa fii hadzal yaum wa khoira maa ba'dahu, wa a'udzu bika min syarri maa fii hadzal yaum wa syarri maa ba'dahu. Rabbi, a'udzu bika minal kasali wa suu'il kibar. Rabbi, a'udzu bika min 'adzabin fin naari wa 'adzabin fil qobri.
Arti: “Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji hanya milik Allah. Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabb, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabb, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabb, aku berlindung kepada-Mu dari siksa di neraka dan siksa di kubur.”
5. Doa Pagi Hari (Versi Pendek)
اللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوتُ وَإِلَيْكَ النُّشُورُ
Latin: Allāhumma bika ashbahnā, wa bika amsainā, wa bika nahyā, wa bika namūtu, wa ilaikan nusyūru
Arti: “Ya Allah, dengan-Mu aku berpagi hari, dengan-Mu aku bersore hari, dengan-Mu kami hidup, dengan-Mu kami mati, dan hanya kepada-Mu (kami) kembali.”
Waktu Terbaik Membaca Dzikir Pagi
Waktu utama membaca dzikir pagi adalah setelah salat Subuh hingga terbitnya matahari (waktu bukroh).
Rasulullah SAW bersabda: “Sungguh, aku duduk bersama beberapa orang yang berdzikir kepada Allah Ta'ala setelah sholat Subuh hingga matahari terbit lebih aku sukai daripada memerdekakan empat keturunan Nabi Ismail.” (HR Abu Dawud)
Keutamaan Dzikir Pagi
1. Melindungi dari Gangguan Sepanjang Hari
Siapa yang membaca dzikir pagi, maka ia akan dilindungi (oleh Allah dari berbagai gangguan) hingga petang.Begitu pula sebaliknya, siapa yang membacanya ketika petang, maka ia akan dilindungi hingga pagi.
2. Mendatangkan Keluasan Rezeki yang Berkah
Salah satu keistimewaan membaca dzikir pagi adalah membawa keluasan rezeki yang berkah pada setiap manusia dalam menjalani aktivitas hari-harinya.
3. Menjalin Koneksi Spiritual dan Ketenangan Hati
Dzikir pagi menjadi pembuka semangat sekaligus sumber ketenangan menghadapi aktivitas sepanjang hari. Manfaatnya antara lain: menjalin koneksi spiritual, menjernihkan pikiran dan fokus, menstabilkan emosi, serta menumbuhkan rasa syukur dan pikiran positif.
4. Mendapatkan 100 Kebaikan
Barang siapa yang di pagi harinya membaca "Lā ilāha illallāhu wahdahū lā syarīka lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alā kulli syai-in qadīr", maka ia akan mendapatkan pahala yang besar, sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Muslim.
5. Dzikir adalah Makanan Hati
Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitab Al-Wabil Ash-Shayyib menjelaskan bahwa dzikir adalah makanan hati. Ketika hati jauh dari dzikir, ia akan kehilangan ketenangan dan kekuatannya.
6. Amalan yang Disukai Allah
Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menjelaskan bahwa dzikir merupakan amalan yang dapat dilakukan dalam berbagai keadaan, baik berdiri, duduk, berjalan maupun berbaring. Karena itulah dzikir menjadi salah satu ibadah yang paling luas pintunya bagi setiap Muslim.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714532/original/000144500_1782797436-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T122233.633.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7675056/original/096398500_1780469939-1000436835.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709839/original/047593100_1782789385-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T101408.733.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812235/original/087792300_1550019778-1709255D-BDFF-4E25-B45D-78CC996796BF.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8713141/original/058795600_1782795003-Germany_players_are_dejected.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513256/original/026711200_1782437004-AP26176799194484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710893/original/011996500_1782791219-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_10.43.26__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709002/original/001727100_1782787701-000_B8QH9N2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711341/original/045734100_1782792164-IMG-20260630-WA0021.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309790/original/022314100_1782176318-000_B7XQ8ZR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8703035/original/020989500_1782776197-IMG-20260630-WA0006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7814803/original/065180300_1780632434-raul-jimenez-meksiko-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259216/original/078310400_1781491972-AP26165670492100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715422/original/032542200_1782804522-79708.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715421/original/014994400_1782804520-02a0ee8b-e1c7-48b5-a392-73adaf978a88.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3309137/original/055065200_1606475068-nurhan-yC70QqvrPRk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715324/original/019163700_1782800006-1001413478.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715314/original/014970800_1782799655-3091a84e-e883-4104-906e-911f2df36ee8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715140/original/006473400_1782798884-1001413325.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8678118/original/096542800_1782724060-74596.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4433582/original/003374600_1684488413-20230519135602__fpdl.in__high-angle-woman-holding-beads-meditating_23-2148847546_normal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8285604/original/002569800_1782144785-ClipDown.com_725860043_18616149913000681_6880402605808935216_n.jpg)