Liputan6.com, Jakarta - Referensi doa harian yang bisa dibaca di bulan Safar menjadi perhatian menjelang kedatangan bulan kedua dalam kalender Hijriah ini. Sebab, Safar sering kali disalahpahami masyarakat awam sebagai bulan kesialan.
Padahal dalam ajaran Islam, seluruh bulan adalah waktu yang baik untuk memperbanyak amal ibadah. Sementara, mitos Safar membawa bala adalah sisa tradisi jahiliah yang telah secara tegas dihapuskan oleh Rasulullah SAW.
Sebaliknya, Islam justru senantiasa mengajarkan umatnya untuk terus bertawakal dan rutin memanjatkan doa perlindungan dalam setiap kesempatan. Syekh Abdul Hamid Quds dalam kitab Kanzun Najah was Surur merangkum berbagai doa memohon keselamatan di bulan ini.
Advertisement
Merangkum berbagai sumber klasik dan kontemporer, berikut ini adalah doa-doa yang bisa dibaca di bulan Safar sebagai ikhtiar penguat batin, perlindungan sekaligus meraih keberkahan.
1. Doa Perlindungan dari Bahaya dan Malapetaka
Doa ini adalah doa yang sangat dianjurkan untuk dibaca setiap hari di bulan Safar sebagai bentuk permohonan perlindungan dari segala keburukan. Doa ini diriwayatkan dalam hadis riwayat Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah.
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Latin: Bismillāhil-ladzī lā yadhurru ma‘asmihī syai-un fil-ardhi wa lā fis-samā’i wa huwas-samī‘ul-‘alīm
Arti: “Dengan menyebut nama Allah yang bersama nama-Nya tidak akan ada sesuatu di bumi dan di langit yang sanggup mendatangkan mudarat. Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Membaca doa ini pada pagi dan sore hari, maka ia tidak akan menerima akibat buruk apalagi malapetaka.
2. Doa Memohon Perlindungan dari Kejahatan Waktu dan Penghuninya
Doa ini diriwayatkan oleh Habib Abu Bakar Al-‘Adni dalam karyanya Mandzûmah Syarhil Atsar fî Mâ Warada ‘an Syahris Shafar. Doa ini sangat dianjurkan untuk dibaca pada hari pertama bulan Safar dan pada hari Rabu terakhir di bulan Safar.
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ، وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شَرِّ هٰذَا الزَّمَانِ وَأَهْلِهِ، وَأَسْأَلُكَ بِجَلَالِكَ وَجَلَالِ وَجْهِكَ وَكَمَالِ جَلَالِ قُدْسِكَ أَنْ تُجِيْرَنِيْ وَوَالِدَيَّ وَأَوْلَادِيْ وَأَهْلِيْ وَأَحْبَابِيْ وَمَا تُحِيْطُهُ شَفَقَةُ قَلْبِيْ مِنْ شَرِّ هٰذِهِ السَّنَةِ، وَقِنِيْ شَرَّ مَا قَضَيْتَ فِيْهَا، وَاصْرِفْ عَنِّيْ شَرَّ شَهْرِ صَفَرَ، يَا كَرِيْمَ النَّظَرِ، وَاخْتِمْ لِيْ فِيْ هٰذَا الشَّهْرِ وَالدَّهْرِ بِالسَّلَامَةِ وَالْعَافِيَةِ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَأَوْلَادِيْ وَلِأَهْلِيْ وَمَا تَحُوْطُهُ شَفَقَةُ قَلْبِيْ وَجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ
Latin: Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm, wa ṣallallāhu ta‘ālā ‘alā sayyidinā Muḥammadin wa ‘alā ālihī wa ṣaḥbihī ajma‘īn. A‘ūdzu billāhi min syarri hādza-z-zamāni wa ahlih, wa as’aluka bi-jalālika wa jalāli wajhika wa kamāli jalāli qudsika an tujīranī wa wālidayya wa awlādī wa ahlī wa aḥbābī wa mā tuḥīṭuhu syafaqatu qalbī min syarri hādhi-his-sanah, wa qinī syarra mā qaḍaita fīhā, waṣrif ‘annī syarra syahri ṣafar, yā karīman-nazar, wakhtim lī fī hādza-sy-syahri wad-dahri bis-salāmati wal-‘āfiyati lī wa liwālidayya wa awlādī wa li-ahlī wa mā taḥūṭuhu syafaqatu qalbī wa jamī‘il-muslimīn.
Arti: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya semuanya. Aku berlindung kepada Allah dari kejahatan zaman ini dan penghuninya. Aku memohon kepada-Mu dengan keagungan-Mu, keagungan wajah-Mu, dan kesempurnaan keagungan kesucian-Mu, agar Engkau melindungi aku, kedua orang tuaku, anak-anakku, keluargaku, orang-orang yang kucintai, dan apa yang diliputi rasa kasih sayang hatiku dari kejahatan tahun ini. Lindungilah aku dari keburukan yang Engkau tetapkan di dalamnya, dan jauhkanlah dariku kejahatan bulan Safar, wahai Zat Yang Maha Pemurah dalam pandangan-Nya. Dan akhiri bagiku di bulan ini dan masa ini dengan keselamatan dan kesejahteraan bagiku, kedua orang tuaku, anak-anakku, keluargaku, apa yang diliputi rasa kasih sayang hatiku, dan seluruh umat Islam.”
3. Doa Perlindungan dengan Menyebut Nama Allah (Dzikir Pagi Petang)
Doa ini merupakan dzikir perlindungan yang dianjurkan untuk dibaca setiap pagi dan petang, sebagaimana tercantum dalam Buku Dzikir Pagi dan Petang karya Syaikh Sa‘id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani.
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ (dibaca 3 kali)
Latin: Bismillāhil-ladzī lā yadhurru ma‘asmihī syai-un fil-ardhi wa lā fis-samā’i wa huwas-samī‘ul-‘alīm (3×)
Arti: “Dengan menyebut nama Allah yang bersama nama-Nya tidak akan ada sesuatu di bumi dan di langit yang sanggup mendatangkan mudarat. Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Dzikir ini akan menjaga seorang muslim dari berbagai keburukan yang sewaktu-waktu bisa menimpa.
4. Doa Memohon Keberkahan Hidup (Doa Afiyah)
Doa ini dikenal sebagai doa Afiyah, yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ dan dapat diamalkan setiap pagi dan petang.
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Latin: Allāhumma bārik lanā fīmā razaqtanā, wa qinā ‘adzāban-nār
Arti: “Ya Allah, berkahilah kami dalam rezeki yang Engkau berikan kepada kami, dan lindungilah kami dari siksa neraka.”
5. Doa Memohon Perlindungan dari Segala Bencana dan Kesulitan
Doa ini merupakan doa perlindungan yang sangat komprehensif:
اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ هٰذَا الشَّهْرِ، وَمِنْ كُلِّ شِدَّةٍ وَبَلَاءٍ وبَلِيَّةٍ قَدَّرْتَهَا فِيْهِ
Latin: Allāhumma innā na‘ūdzu bika min syarri hādza-sy-syahri, wa min kulli syiddatin wa balā’in wa baliyyatin qaddartahā fīh
Arti: “Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari kejahatan bulan ini, dan dari setiap kesulitan, bencana, dan musibah yang Engkau tetapkan di dalamnya.”
6. Dzikir Pagi dan Petang Lengkap (Rangkaian Pendek)
Berikut adalah rangkaian dzikir pagi dan petang pendek yang dapat diamalkan setiap hari di bulan Safar, sebagaimana disusun dalam Buku Dzikir Pagi dan Petang:
1. Ayat Kursi: Perlindungan dari gangguan jin hingga sore/malam
2. Surat Al-Ikhlas: Benteng tauhid dan perlindungan
3. Surat Al-Falaq: Perlindungan dari kejahatan makhluk
4. Surat An-Naas: Perlindungan dari bisikan setan
5. Doa perlindungan: Perlindungan dari segala bahaya
Keutamaan Istiqamah Mengamalkan Doa Harian di Bulan Safar
1. Perlindungan dari Gangguan dan Malapetaka
Membaca doa “Bismillāhil-ladzī lā yadhurru...” setiap pagi dan sore akan melindungi seseorang dari akibat buruk dan malapetaka.
2. Menolak Anggapan Sial dan Mitos Negatif
Dengan memperbanyak doa dan dzikir, seorang Muslim menegaskan keyakinannya bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah, bukan karena kesialan bulan tertentu.
3. Mendapatkan Ketenangan Hati dan Jiwa
Dzikir dan doa adalah makanan hati. Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam Al-Wabil Ash-Shayyib menjelaskan bahwa dzikir adalah sumber ketenangan hati. Dengan berdoa secara istiqamah, hati akan terasa lebih tenang dan tidak mudah dilanda was-was atau ketakutan yang tidak beralasan.
4. Mendapatkan Keberkahan dalam Setiap Amalan
Setiap amalan, sekecil apa pun, jika dilakukan dengan ikhlas dan istiqamah, akan mendatangkan berkah yang besar dalam hidup.
5. Meraih Kemenangan, Taufik, dan Keberhasilan
Syekh Ibnu Rajab al-Hanbali menyatakan bahwa bulan Safar adalah bulan yang disertai dengan kemenangan, taufik, dan keberhasilan. Istiqamah dalam berdoa adalah salah satu jalan untuk meraih semua itu.
6. Melindungi Hati dari Was-Was dan Ketakutan yang Tidak Beralasan
Mengisi bulan Safar dengan dzikir dan doa dapat melindungi hati dari berbagai was-was atau ketakutan yang tidak beralasan, khususnya mitos-mitos yang tidak bersumber dari ajaran Islam.
Pertanyaan Seputar Bulan Safar
Apa yang istimewa di bulan Safar?
Bulan Safar adalah bulan kedua dalam kalender Hijriah. Keistimewaannya terletak pada penegasan Islam untuk menghapus mitos kesialan atau bala. Rasulullah SAW membantah anggapan bahwa Safar adalah bulan sial dan menganjurkan umat Islam untuk menjadikannya momentum meningkatkan amal ibadah.
Hadits shahih doa naik kendaraan?
Doa naik kendaraan yang bersumber dari hadis shahih (Riwayat Muslim) dibaca saat Anda sudah duduk atau berada di atas kendaraan.
Apakah doa orang Safar mustajab?
Ya, doa orang yang sedang melakukan perjalanan jauh (safar) adalah salah satu doa yang mustajab dan tidak diragukan lagi pengabulannya oleh Allah SWT
Doa bulan Safar dibaca kapan?
Doa ini dianjurkan dibaca tiga kali setiap pagi dan petang, termasuk di awal bulan Safar, untuk memohon perlindungan dari bahaya yang terlihat maupun tidak terlihat.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709839/original/047593100_1782789385-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T101408.733.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8682083/original/077005500_1782732215-dedi_mulyadi_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495122/original/083308700_1770356146-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sardewa-6_Februari_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812235/original/087792300_1550019778-1709255D-BDFF-4E25-B45D-78CC996796BF.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4270292/original/089440700_1671764205-masjid-pogung-dalangan-DdMZbKFFbaU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711341/original/045734100_1782792164-IMG-20260630-WA0021.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309790/original/022314100_1782176318-000_B7XQ8ZR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8703035/original/020989500_1782776197-IMG-20260630-WA0006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7814803/original/065180300_1780632434-raul-jimenez-meksiko-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259216/original/078310400_1781491972-AP26165670492100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8693587/original/054340800_1782757524-063_2283889620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8692722/original/034513200_1782755867-000_B8PJ7CN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263380/original/090952300_1781922466-AP26171045705794-Brasil_vs_Haiti.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710069/original/043149700_1782789904-78571.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709488/original/006740400_1782788913-1000891732.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)