Doa untuk Orang Tua yang Masih Hidup dan Sudah Wafat, Bacaan Dzikir dan Hikmahnya

Perintah birrul walidain ini termaktub dalam Al-Qur'an Surah Al-Isra' ayat 23-24

Diterbitkan 30 Juni 2026, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bakti kepada kedua orang tua (birrul walidain) merupakan salah satu pilar etika tertinggi dalam ajaran Islam. Mengamalkan doa untuk orang tua yang masih hidup dan sudah wafat menjadi wujud cinta kasih seorang anak yang melintasi dimensi waktu dan ruang duniawi.

Doa yang konsisten juga akan kembali kepadanya. Seorang anak mengetuk pintu langit untuk memohonkan rahmat, kesehatan, hingga ampunan. Ikhtiar batiniah ini dipercaya oleh para ulama sebagai salah satu wasilah (perantara) paling mustajab untuk membuka rezeki dan keberkahan yang melimpah dalam kehidupan sehari-hari.

Perintah birrul walidain ini termaktub dalam Al-Qur'an Surah Al-Isra' ayat 23-24, yang mewajibkan umat Islam untuk merendahkan diri dengan penuh kasih sayang di hadapan kedua orang tua serta mendoakan mereka.

Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar memaparkan bahwa bakti melintasi doa ini tidak boleh terputus, baik saat orang tua masih hidup maupun ketika mereka telah berpulang ke alam barzakh.

Merangkum Buku Kumpulan Doa Sehari-hari Kementerian Agama RI, Ebook Kumpulan-Doa-Harian Yayasan Ponpes Darul Hikmah, Buku Dzikir Pagi dan Petang dan sesudah Sholat Fardhu, Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahtani, dan sumber kredibel lainnya, berikut adalah doa untuk kedua orang tua yang masih hidup maupun wafat, panduan zikir serta hikmah birrul walidain.

Doa untuk Orang Tua yang Masih Hidup

Doa-doa berikut dapat dipanjatkan untuk memohon kesehatan, perlindungan, ampunan, dan keberkahan bagi orang tua yang masih hidup.

Doa 1: Doa Memohon Ampunan dan Rahmat (Doa Utama)

Doa ini diambil dari Al-Qur’an Surat Al-Isra ayat 24 dan merupakan doa yang paling masyhur untuk kedua orang tua.

Arab: رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

Latin: Rabbighfir lī, wa li wālidayya, warham humā kamā rabbayānī shaghīrā

Arti: “Tuhanku, ampunilah dosaku dan (dosa) kedua orang tuaku. Sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu aku kecil.”

Imam Al-Qurthubi dalam Tafsir Al-Qurthubi menjelaskan bahwa ayat ini mengajarkan anak untuk mendoakan orang tuanya, baik semasa hidup maupun setelah mereka wafat.

Doa 2: Doa Memohon Kesehatan dan Kesembuhan

Doa ini dipanjatkan ketika orang tua sedang sakit atau sebagai permohonan kesehatan rutin.

Arab: اَللّٰهُمَّ اشْفِ أَبِي وَأُمِّي مِنَ الدَّاءِ وَقِهِمَا مَكْرُوهَ الْأَلَمِ وَارْفُقْ بِهِمَا فِي الْعَافِيَةِ

Latin: Allāhumma asyfi abā wa ummī minad-dā’i wa qihimā makrūhal-alami warfuq bihimā fil-‘āfiyati

Arti: “Ya Allah, sembuhkanlah ayah dan ibu kami dari penyakit, hindarkanlah mereka dari kesakitan yang tidak disukai, dan berilah kelembutan pada mereka dalam keadaan sehat.”

Doa 3: Doa Memohon Kebaikan Dunia dan Akhirat untuk Orang Tua

Arab: رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Latin: Rabbanā ātinā fid-dunyā hasanah, wa fil-ākhirati hasanah, wa qinā ‘adzāban-nār

Arti: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa neraka.”

Doa sapu jagad ini dianjurkan sebagai penutup doa untuk orang tua.

Doa untuk Orang Tua yang Sudah Wafat

Setelah orang tua meninggal, doa dan istighfar anak adalah bentuk bakti yang paling utama dan sangat dibutuhkan oleh mereka di alam barzakh.

Doa 1: Doa Memohon Ampunan untuk Kedua Orang Tua yang Telah Tiada

Doa yang sama dengan doa utama untuk orang tua yang masih hidup tetap dapat dan sangat dianjurkan dibaca untuk orang tua yang telah wafat.

Arab: رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

Latin: Rabbighfir lī, wa li wālidayya, warham humā kamā rabbayānī shaghīrā

Arti: “Tuhanku, ampunilah dosaku dan (dosa) kedua orang tuaku. Sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu aku kecil.”

Sumber: NU Online menjelaskan bahwa doa ini memiliki landasan kuat dari Al-Qur’an dan dapat dibaca untuk orang tua yang masih hidup maupun yang sudah wafat.

Doa 2: Doa Memohon Ampunan untuk Seluruh Kaum Muslimin dan Muslimat

Doa ini mencakup permohonan ampunan untuk seluruh umat Islam, secara khusus ditujukan kepada orang tua dan orang-orang yang berjasa.

Arab: اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْاَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا، خُصُوْصًا إِلَى آبَاءِنَا وَاُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَأَسَاتِذَتِنَا وَمُعَلِّمِيْنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِأَصْحَابِ الحُقُوْقِ عَلَيْنَا

Latin: Allāhummaghfir lil muslimīna wal muslimāt, wal mukminīna wal mukmināt, al-ahyā'i minhum wal amwāt, min masyāriqil ardhi ilā maghāribihā, barrihā wa bahrihā, khushūshan ilā ābā'inā, wa ummahātinā, wa ajdādinā, wa jaddātinā, wa asātidzatinā, wa mu'allimīnā, wa li man ahsana ilainā, wa li ashhābil huqūqi 'alaynā

Arti: “Ya Allah, ampunilah mukminin, mukminat, muslimin, muslimat, yang masih hidup, yang telah wafat, yang tersebar dari timur hingga barat, di darat dan di laut, khususnya bapak, ibu, kakek, nenek, ustadz, guru, mereka yang telah berbuat baik terhadap kami, dan mereka yang masih memiliki hak terhadap kami.”

Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr dalam Buku Doa-Doa bagi Orang Sakit dan yang Tertimpa Musibah menjelaskan bahwa doa ini mencakup seluruh kaum muslimin dan muslimat sebagai bentuk ukhuwah yang tidak terputus oleh kematian.

Doa 3: Doa Mohon Ampunan, Rahmat, dan Kesejahteraan

Doa ini khusus memohonkan ampunan, rahmat, kesejahteraan, dan maaf bagi orang tua yang telah wafat.

Arab: اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ

Latin: Allāhumma-gfir lahum, warhamhum, wa 'āfihim, wa'fu 'anhum

Arti: “Ya Allah, ampunilah mereka, rahmatilah mereka, berilah kesejahteraan kepada mereka, dan maafkanlah mereka.”

Sumber: Doa ini disebutkan sebagai lanjutan doa permohonan ampunan.

Dzikir untuk Orang Tua

1. Kalimat Istighfar

Astaghfirullahal 'adzhiim li wa liwaalidayya walil mu'miniina wal mu'minaat. (Aku memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung untuk diriku, kedua orang tuaku, serta seluruh mukmin laki-laki dan perempuan).

2. Membaca Surat Al-Fatihah

Surat Al-Fatihah kepada orang tua setiap selesai shalat, baik yang masih hidup maupun yang sudah wafat.

3. Membaca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas:

Dalam Buku Kumpulan Doa Sehari-hari, pembacaan surah-surah pendek ini secara istiqamah pada pagi dan sore hari diniatkan pahalanya sebagai perisai marabahaya bagi orang tua yang masih hidup, atau sebagai hadiah pahala yang konstan bagi mereka yang telah wafat.

Waktu Terbaik Mengamalkan Doa untuk Orang Tua

Agar doa yang dipanjatkan diijabah oleh Allah SWT, seorang anak perlu memanfaatkan waktu-waktu mustajab berikut:

1. Selepas Shalat Fardhu

Berdasarkan panduan dari Kementerian Agama RI, momen setelah menunaikan shalat lima waktu adalah waktu utama untuk berzikir dan mendoakan kebaikan orang tua.

2. Sepertiga Malam Terakhir

Waktu di mana Allah SWT turun ke langit dunia dan menjanjikan pengabulan bagi setiap hamba yang bersujud dan bermunajat.

3. Di Antara Adzan dan Iqamah

Rasulullah SAW menegaskan bahwa doa yang dipanjatkan di antara dua momentum ini tidak akan tertolak.

4. Hari Jumat (Khususnya Ba'da Ashar)

Hari Jumat dipenuhi dengan waktu-waktu mustajab, terutama beberapa saat menjelang matahari terbenam.

Hikmah Mendoakan Orang Tua yang Masih Hidup dan Sudah Wafat

1. Kunci Utama Pembuka Pintu Rezeki dan Keberkahan Hidup

Anak yang meluangkan waktunya untuk mendoakan orang tua akan dijauhkan dari kesempitan hidup. Ulama menyatakan bahwa mengalirkan doa kepada orang tua secara otomatis akan mengalirkan keberkahan finansial dan ketenteraman dalam rumah tangga anak tersebut.

2. Pengangkat Derajat Orang Tua di Alam Barzakh

Bagi orang tua yang telah wafat, doa istigfar dari anaknya merupakan hadiah tak ternilai. Dalam hadis sahih, disebutkan ada orang tua yang derajatnya diangkat tinggi di surga, lalu Allah menjawab bahwa itu terjadi berkat permohonan ampunan dari anaknya yang saleh.

3. Menjamin Keberlangsungan Bakti Keturunan (Al-Jaza' min Jinsil 'Amal)

Hukum tabur tuai berlaku mutlak dalam hubungan orang tua dan anak. Seorang anak yang hari ini berbakti dan tulus mendoakan orang tuanya, kelak akan dianugerahi anak-anak keturunan yang juga saleh, patuh, dan senantiasa mendoakannya ketika ia tua atau telah tiada.

4. Menghapus Dosa-Dosa dan Menjadi Penghalang Api Neraka

Birrul walidain melalui doa merupakan salah satu amalan penggugur dosa besar (kaffarah). Bakti yang konsisten ini diakui para ulama sebagai tameng pelindung spiritual yang efektif bagi sang anak dari siksa api neraka.

5. Menghadirkan Ketenangan Jiwa dan Kedamaian Kalbu

Secara psikologis, menunaikan kewajiban moral kepada orang tua melalui doa akan mengikis rasa bersalah dan menghadirkan ketenteraman batin yang mendalam. Hati sang anak akan menjadi lebih tenang karena sadar bahwa ia telah menjalankan amanah syariat secara paripurna.