Liputan6.com, Jakarta Cara makan pakai sumpit bertumpu pada satu prinsip sederhana, yakni sumpit bawah tetap diam sementara sumpit atas yang bergerak. Kuncinya terletak pada posisi jari yang rileks, bukan pada genggaman yang kuat.
Pegang sumpit sekitar dua pertiga dari ujung, lalu latih membuka dan menutupnya untuk menjepit makanan. Dengan pembiasaan, cara makan pakai sumpit akan terasa alami dan makanan tidak lagi berjatuhan ke meja.
Sumpit adalah alat makan berupa dua batang sama panjang yang lazim dipakai di Asia Timur seperti China, Jepang, Korea dan Vietnam. Bahannya beragam, mulai dari bambu, kayu, logam, hingga plastik dan fungsinya untuk menjepit, serta memindahkan makanan tanpa menyentuhnya langsung dengan tangan.
Advertisement
Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (22/9/2026).
Cara Memegang Sumpit yang Benar untuk Pemula
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340401/original/069749500_1788504652-2ivKojMRUJSlsWPvE1SUk7IttpNtQgG3TarrHu6N.jpg)
Fondasi dari cara makan pakai sumpit terletak pada cara memegang yang tepat dan rileks. Jangan menggenggam terlalu erat, biarkan ujung jari yang melakukan pekerjaan halusnya, sementara tangan yang tidak dominan bertugas menopang mangkuk atau piring.
-
Posisikan sumpit bawah: Selipkan satu sumpit di lekukan antara ibu jari dan telunjuk, lalu sandarkan batangnya pada ruas jari manis. Sumpit inilah yang menjadi tumpuan dan tidak boleh bergerak selama makan.
-
Pegang sumpit atas seperti pensil: Jepit sumpit kedua dengan ibu jari, telunjuk, dan jari tengah persis seperti memegang pensil, dengan ujung sedikit mengarah ke atas agar lebih stabil.
-
Atur titik pegangan: Tempatkan jari sekitar dua pertiga dari ujung sumpit. Terlalu dekat ke ujung membuat jangkauan menyempit, sedangkan terlalu jauh membuat sumpit sulit dikendalikan.
-
Sejajarkan kedua ujung: Pastikan ujung kedua sumpit bertemu rata dan tidak menyilang. Ujung yang menyilang membuat tenaga tidak sampai ke ujung sehingga makanan kecil sulit dijepit.
-
Gerakkan hanya sumpit atas: Tahan sumpit bawah tetap diam, lalu buka dan tutup ujungnya dengan menggerakkan sumpit atas memakai telunjuk dan jari tengah.
-
Latih membuka dan menutup: Coba jepit potongan besar lebih dulu, kemudian tingkatkan ke butiran nasi atau kacang untuk melatih ketepatan ujung jari.
Untuk melatih otot-otot kecil di jari, Anda bisa mempelajari cara memegang sumpit dengan benar secara bertahap di rumah. Bila Anda benar-benar baru, panduan cara mudah menggunakan sumpit bagi pemula juga menawarkan trik sederhana seperti mengganjal sumpit dengan karet agar tidak licin.
Advertisement
Cara Makan Pakai Sumpit untuk Berbagai Jenis Hidangan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5211884/original/050639000_1746599714-Makan_pakai_sumpit.jpg)
Setiap hidangan menuntut sedikit penyesuaian teknik, dan di sinilah cara makan pakai sumpit menjadi menyenangkan untuk dieksplorasi. Perlakukan makanan dengan lembut supaya tekstur dan aromanya tetap terjaga hingga suapan terakhir.
-
Menyantap nasi: Angkat mangkuk nasi hingga setinggi dada, sangga dengan jari tangan yang tidak dominan, lalu bawa suapan kecil ke mulut. Suapan kecil terlihat lebih sopan sekaligus lebih mudah dikendalikan.
-
Menikmati mie dan ramen: Jepit beberapa helai mie, angkat, lalu seruput perlahan. Suara seruputan yang halus masih wajar dalam suasana santai, tetapi sebaiknya hindari yang terlalu keras di tempat formal.
-
Makan sushi dan sashimi: Rebahkan potongan sushi ke sisinya, lalu jepit dengan kedua sumpit agar nasi dan lauk tidak terpisah. Celupkan hanya bagian lauk ke kecap asin supaya nasinya tidak hancur.
-
Mengambil makanan licin dan lembut: Untuk tahu, dumpling, atau telur, sangga makanan dari bawah dengan kedua ujung sumpit alih-alih menjepitnya keras-keras agar tidak hancur.
-
Memotong makanan lunak: Letakkan satu sumpit di tiap sisi makanan, lalu tekan perlahan ke arah berlawanan untuk membelah potongan besar tanpa perlu pisau.
-
Hidangan berbagi: Pada hotpot atau lauk di tengah meja, gunakan sumpit saji yang disediakan. Bila tidak ada, balik sumpit dan pakai ujung belakangnya untuk mengambil porsi ke piring sendiri.
Teknik di atas bisa langsung Anda terapkan pada menu favorit. Simak juga panduan cara makan sushi yang benar dan cara memilih sushi ala chef Jepang agar pengalaman bersantap makin lengkap. Untuk penggemar mie, ada banyak jenis mie khas Jepang yang nikmat disantap dengan sumpit, dan sebaiknya perhatikan pula etika makan ramen di Jepang agar tidak salah tingkah.
Etika dan Pantangan Saat Makan Pakai Sumpit
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4718311/original/067270400_1705464303-pexels-cats-coming-955137.jpg)
Menguasai teknik saja belum cukup; ada sederet pantangan yang perlu dihindari agar cara makan pakai sumpit terlihat sopan di mata orang lain. Aturan ini berakar dari tradisi serta makna budaya yang dijunjung tinggi masyarakat Asia Timur.
-
Jangan menancapkan tegak di nasi: Menancapkan sumpit berdiri di atas nasi (tate-bashi) sangat dihindari karena menyerupai dupa yang dibakar dalam upacara kematian.
-
Hindari mengoper dari sumpit ke sumpit: Memindahkan makanan langsung dari sumpit ke sumpit lain (hashi-watashi) mengingatkan pada ritual pemindahan tulang setelah kremasi, jadi letakkan makanan di piring lebih dulu.
-
Jangan menusuk makanan: Menusuk makanan dengan sumpit (sashi-bashi) dianggap kasar dan tidak menghargai orang yang memasak, meski teksturnya licin sekalipun.
-
Jangan menunjuk atau mengetuk: Menunjuk orang dengan sumpit maupun memukul-mukulkannya ke mangkuk seperti stik drum (tataki-bashi) dinilai tidak sopan.
-
Jangan menjilat ujung sumpit: Menjilat atau mengisap ujung sumpit (neburi-bashi) terlihat jorok; bila ujungnya kotor, lap dengan tisu bersih.
-
Jangan menyeret mangkuk: Menarik piring atau mangkuk dengan sumpit (yose-bashi) berkesan malas dan bisa merusak wadah, jadi gunakan tangan untuk memindahkannya.
-
Letakkan dengan benar saat jeda: Manfaatkan sandaran sumpit (hashi-oki) ketika berhenti sejenak, dan hindari melintangkan sumpit di atas mangkuk (watashi-bashi) selama masih makan.
Sebagaimana disampaikan Food Network, satu-satunya kesalahan besar yang benar-benar tabu adalah menancapkan sepasang sumpit tegak di dalam mangkuk nasi, sementara aturan lain umumnya lebih longgar. Meski begitu, memahami cara memakai sumpit yang benar lengkap dengan etikanya dan tata krama menggunakan sumpit akan membuat Anda lebih percaya diri saat makan di tempat umum.
Menariknya, tiap negara punya versinya sendiri. Anda bisa membaca ragam etika makan di berbagai negara, kebiasaan yang justru dianggap buruk di sejumlah negara, hingga aturan unik seperti larangan menancapkan sumpit di mangkuk nasi. Ada pula pembahasan soal etika makan unik dari berbagai negara serta etika makan di Korea yang menjunjung tinggi kesopanan.
Advertisement
Fakta Menarik Seputar Sumpit dan Perbedaannya di Tiap Negara
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5214577/original/012187900_1746774160-kimchi-ready-eat-bowl.jpg)
Di balik fungsinya yang praktis, sumpit menyimpan sejarah panjang dan keunikan yang berbeda-beda di tiap negara. Mengenalnya membuat pengalaman bersantap terasa lebih kaya dan bermakna.
-
Berawal dari dapur China: Dilansir dari History, sumpit dikembangkan di China sekitar 5.000 tahun lalu sebagai alat masak, dan baru sekitar tahun 400 Masehi dipakai untuk makan ketika makanan mulai dipotong kecil-kecil demi menghemat bahan bakar sehingga pisau nyaris tak diperlukan di meja.
-
Melatih koordinasi tangan dan otak: Banyak pakar meyakini bahwa memakai sumpit menuntut koordinasi tangan dan otak sehingga bisa mengasah kelenturan jari, terutama pada anak-anak yang dilatih sejak dini.
-
Sumpit China paling panjang: Bentuknya cenderung panjang dengan ujung tumpul, cocok untuk menjangkau lauk yang dihidangkan di tengah meja dalam tradisi makan bersama.
-
Sumpit Jepang pendek dan runcing: Ujungnya lancip untuk memudahkan mengambil potongan kecil dan memisahkan duri ikan, dan Jepang juga dikenal sebagai satu-satunya negara yang meletakkan sumpit secara horizontal.
-
Sumpit Korea dari logam: Umumnya pipih dan terbuat dari baja tahan karat; tradisi ini berakar pada kebiasaan kerajaan yang memakai sumpit perak untuk mendeteksi racun dan biasanya dipasangkan dengan sendok.
-
Perak sebagai pendeteksi racun: Mengutip Smithsonian Magazine, pada masa dinasti China sumpit perak kadang dipakai karena diyakini berubah menjadi hitam bila menyentuh makanan beracun.
-
Selalu berpasangan sama panjang: Sepasang sumpit yang tidak sama panjang biasanya dihindari karena sebagian orang menganggapnya membawa nasib buruk.
-
Jejak lingkungan sumpit sekali pakai: Miliaran sumpit sekali pakai diproduksi setiap tahun, memunculkan perhatian besar terhadap isu kelestarian hutan.
Bila kesulitan mengambil potongan mungil, ada baiknya menyimak teknik dasar mengambil makanan kecil dengan sumpit yang sering terlewatkan. Setelah lancar, Anda bisa mengeksplorasi beragam jenis sushi, aneka makanan khas Jepang yang populer di Indonesia, bahkan menelusuri sejarah ramen yang ternyata berakar dari China.
Baca juga: cara pakai sumpit yang benar yang sering keliru dilakukan dan cara menggunakan sumpit yang tepat.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Makan Pakai Sumpit
Bagaimana cara memegang sumpit yang benar?
Pegang sumpit bawah dengan menyandarkannya di pangkal ibu jari dan jari manis sehingga posisinya tetap diam, lalu pegang sumpit atas seperti memegang pensil menggunakan ibu jari, telunjuk, dan jari tengah. Saat menjepit makanan, gerakkan hanya sumpit atas untuk membuka dan menutup ujungnya, sementara sumpit bawah dibiarkan tidak bergerak.
Kenapa sumpit tidak boleh ditancapkan tegak di nasi?
Menancapkan sumpit tegak lurus di atas nasi dihindari karena menyerupai dupa yang dibakar dalam upacara kematian di banyak budaya Asia Timur, sehingga terkesan membawa kesialan. Ketika berhenti sejenak, lebih baik letakkan sumpit di sandaran khusus atau secara melintang rapi di sisi mangkuk.
Bagaimana cara mudah belajar makan pakai sumpit untuk pemula?
Mulailah dari makanan yang mudah dijepit seperti potongan sayur besar atau mie tebal, kemudian tingkatkan secara bertahap ke makanan kecil dan licin. Pemula juga bisa memakai karet atau kertas pembungkus sebagai pengganjal agar sumpit tidak mudah bergeser, dan yang terpenting adalah berlatih rutin hingga gerakannya terasa alami.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358245/original/052346800_1790327542-HOAX__24_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358342/original/058812500_1790333709-cek_fakta_-_bantuan_bibit_ayam_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316388/original/075760100_1785924799-cek_fakta_-_cpns_kementerian_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4987675/original/066198200_1730452026-IMG-20241101-WA0077.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358580/original/092651000_1790393516-Gemini_Generated_Image_g6v3eng6v3eng6v3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353384/original/030517600_1789962686-01M2T70X8V1JJCPCRFXFK2WD7J.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4148528/original/053782100_1662454939-dev-benjamin-pwr2uTPpz68-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354318/original/088720100_1790047847-hl.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2836147/original/084220500_1561368505-appliance-2257_1920.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354258/original/031656900_1790045307-Model_kandang_entok_yang_mudah_dibersihkan_yang_anti_bau_dan_tidak_ganggu_tetangga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358560/original/025199000_1790390412-4cd48d34-989c-42d2-8424-fefa8b4cd127.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353387/original/027116200_1789962689-01M2T75JAXM511ZM9V34QWB3KN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353394/original/021937900_1789962697-01M2T6ZFQVYZH7EV0SR4J72WZW.jpg)