7 Cara Bersihkan Kompor Gas Api Merah agar Api Kembali Biru, Mudah Dilakukan di Rumah

Api kompor berubah merah dan tidak seperti biasanya? Coba 7 cara bersihkan kompor gas api merah agar nyala kembali biru dan stabil.

Diterbitkan 26 September 2026, 10:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kompor gas yang biasanya menyala biru tiba-tiba berubah menjadi merah atau kekuningan tentu bisa membuat khawatir. Kondisi tersebut kerap muncul ketika bagian kompor, terutama burner dan lubang-lubang tempat keluarnya api, mulai dipenuhi sisa makanan, minyak, debu, atau kotoran lainnya. Jika dibiarkan, nyala api bisa menjadi kurang stabil dan proses memasak pun terasa lebih lama.

Sebelum buru-buru mengganti kompor, ada beberapa bagian yang bisa diperiksa dan dibersihkan terlebih dahulu. Cara bersihkan kompor gas api merah sebenarnya cukup sederhana selama dilakukan dengan benar dan kompor dalam kondisi mati serta sudah dingin. Membersihkan burner, memastikan lubang api tidak tersumbat, dan menghilangkan kerak dapat membantu mengembalikan aliran gas dan udara agar nyala api lebih normal.

Namun, membersihkan kompor tidak cukup hanya dengan mengelap permukaannya. Bagian yang berhubungan langsung dengan keluarnya api perlu mendapat perhatian agar tidak ada kotoran yang menghambat pembakaran. Lantas bagaimana cara bersihkan kompor gas api merah agar api kembali biru? Melansir dari berbagai sumber, Sabtu (26/9/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Matikan Kompor dan Pastikan Kondisinya Sudah Dingin

Langkah pertama sebelum membersihkan kompor gas yang mengeluarkan api merah adalah mematikan seluruh tungku dan menunggu sampai permukaannya benar-benar dingin. Jangan langsung menyentuh burner atau bagian logam di sekitarnya setelah memasak karena panas yang tersisa bisa menyebabkan tangan terbakar. Jika kompor menggunakan sumber gas yang bisa ditutup, pastikan aliran gas dalam kondisi tertutup selama proses pembersihan.

Membersihkan kompor ketika masih panas juga kurang aman karena air atau cairan pembersih yang mengenai permukaan panas dapat menimbulkan perubahan suhu secara mendadak. Selain itu, sisa minyak dan kotoran yang masih panas bisa lebih sulit ditangani. Karena itu, beri waktu beberapa saat hingga kompor benar-benar berada pada suhu yang aman untuk disentuh.

Setelah dingin, lepaskan bagian kompor yang memang dirancang untuk dilepas, seperti tatakan panci dan burner cap. Jangan memaksakan bagian yang tidak mudah dilepas karena konstruksi setiap kompor berbeda. Tujuannya adalah memberikan akses yang lebih baik ke area yang sering terkena tumpahan makanan dan minyak tanpa merusak komponen kompor.

2. Bersihkan Burner dari Sisa Minyak dan Makanan

Burner menjadi salah satu bagian yang perlu diperiksa ketika warna api berubah dari biru menjadi merah atau kekuningan. Sisa minyak, kuah, bumbu, dan makanan yang tumpah saat memasak dapat menempel di sekitar burner. Kotoran yang menumpuk berpotensi mengganggu keluarnya api dari lubang-lubang burner sehingga nyala api tidak lagi terlihat merata.

Lepaskan burner cap jika bagian tersebut memang bisa dilepas sesuai petunjuk kompor. Bersihkan permukaannya menggunakan spons lembut atau kain yang sedikit dibasahi dengan sabun pencuci piring. Untuk kerak yang cukup tebal, bagian tersebut dapat direndam sebentar dalam air hangat agar kotoran melunak sebelum digosok secara perlahan.

Hindari menggosok burner secara berlebihan menggunakan benda yang dapat merusak permukaan logam. Setelah dibersihkan, bilas bila diperlukan dan keringkan sampai benar-benar tidak ada air yang tersisa sebelum dipasang kembali. Burner yang masih basah sebaiknya tidak langsung digunakan karena kelembapan dapat mengganggu proses penyalaan dan membuat nyala api tidak stabil.

3. Bersihkan Lubang-Lubang Api yang Tersumbat

Lubang-lubang kecil pada burner memiliki fungsi penting sebagai tempat keluarnya campuran gas dan udara yang kemudian terbakar. Ketika lubang tersebut tertutup kerak, minyak, atau sisa makanan, aliran api dapat menjadi tidak merata. Salah satu tanda yang bisa terlihat adalah sebagian api menyala normal sementara bagian lain tampak lebih kecil, berwarna berbeda, atau tidak menyala.

Untuk membersihkannya, pastikan burner sudah dilepas dan dalam kondisi dingin. Gunakan sikat kecil yang lembut untuk membantu mengangkat kotoran di permukaan. Jika terdapat kotoran yang menyumbat lubang, ikuti petunjuk pembersihan dari produsen kompor karena diameter dan desain lubang burner berbeda-beda pada setiap model.

Jangan memperbesar lubang burner dengan menusukkan jarum, kawat besar, atau benda tajam secara paksa. Ukuran lubang tersebut merupakan bagian dari desain pembakaran dan mengubah diameternya dapat memengaruhi pola api. Setelah seluruh kotoran dibersihkan, pastikan burner kering dan lubang-lubangnya tidak tertutup sisa bahan pembersih sebelum dipasang kembali.

4. Cuci dan Keringkan Burner Secara Menyeluruh

Selain membersihkan lubang api, burner perlu dibersihkan secara menyeluruh karena kotoran dapat menempel di bagian bawah dan sisi komponen. Minyak yang terus-menerus terkena panas bisa berubah menjadi kerak yang sulit dihilangkan hanya dengan lap. Jika bagian ini sudah sangat kotor, membersihkannya secara rutin dapat membantu menjaga nyala api tetap merata.

Gunakan air hangat dan sabun pencuci piring untuk membantu meluruhkan minyak. Gosok menggunakan spons atau sikat yang tidak terlalu kasar, terutama pada area yang memiliki banyak lekukan. Untuk kerak yang membandel, rendam bagian yang memang aman direndam sesuai petunjuk produsen, kemudian bersihkan perlahan setelah kotoran melunak.

Hal yang paling penting adalah memastikan burner benar-benar kering sebelum dikembalikan ke tempatnya. Air yang tertinggal di lubang atau celah burner dapat menghambat keluarnya gas dan membuat api sulit menyala dengan normal. Setelah kering, pasang kembali setiap bagian sesuai posisi semula dan pastikan burner cap duduk dengan tepat, tidak miring atau bergeser.

5. Bersihkan Tatakan Panci dan Area Sekitar Burner

Api merah tidak selalu berasal dari bagian burner saja. Area di sekitar tungku juga bisa dipenuhi minyak, debu, sisa makanan, atau kerak akibat tumpahan saat memasak. Kotoran yang menumpuk di sekitar kompor dapat membuat kondisi dapur kurang higienis sekaligus menyulitkan pemeriksaan ketika mencari penyebab perubahan warna api.

Tatakan panci dapat dilepas dan dicuci menggunakan air hangat serta sabun pencuci piring untuk menghilangkan minyak. Gunakan sikat yang sesuai dengan material tatakan agar kerak dapat terangkat tanpa membuat permukaannya rusak. Setelah dicuci, bilas hingga bersih dan keringkan sebelum diletakkan kembali di atas kompor.

Untuk permukaan kompor, gunakan kain atau spons yang sesuai dengan materialnya. Hindari membanjiri area kompor dengan air, terutama bagian yang memiliki sambungan, pemantik, atau komponen yang tidak dirancang terkena banyak cairan. Membersihkan area sekitar tungku secara rutin juga membantu mencegah minyak dan sisa makanan kembali menumpuk pada burner.

6. Pastikan Semua Komponen Terpasang pada Posisi yang Tepat

Setelah seluruh bagian dibersihkan dan dikeringkan, jangan langsung menyalakan kompor sebelum memastikan setiap komponen terpasang dengan benar. Burner cap yang tidak berada pada posisi semestinya dapat membuat api keluar tidak merata. Kondisi tersebut terkadang terlihat seperti masalah pada gas, padahal penyebabnya bisa berupa posisi komponen yang bergeser setelah dibersihkan.

Pasang kembali burner sesuai posisi dan bentuk aslinya. Perhatikan apakah bagian tersebut duduk rata dan tidak goyang. Tatakan panci juga harus berada pada posisi yang benar agar tidak mengganggu penggunaan tungku. Jika kompor memiliki petunjuk khusus mengenai pemasangan burner atau burner cap, ikuti petunjuk tersebut daripada mengandalkan perkiraan.

Setelah semuanya terpasang, nyalakan kompor sebentar untuk melihat kondisi apinya. Api yang normal pada banyak kompor gas umumnya berwarna biru dan menyala relatif stabil, tetapi karakter nyala dapat berbeda bergantung pada jenis kompor dan kondisi penggunaannya. Jika setelah pembersihan api tetap merah, jangan terus-menerus mencoba memperbaikinya sendiri karena penyebabnya bisa berada pada bagian lain dari sistem pembakaran.

7. Periksa Penyebab Lain Jika Api Tetap Merah

Jika burner sudah dibersihkan, seluruh komponennya kering, dan pemasangannya sudah benar tetapi api tetap merah atau kuning, jangan menganggap masalah pasti selesai hanya dengan membersihkan kompor. Warna api dapat dipengaruhi oleh kondisi pembakaran, pasokan udara, jenis gas, posisi burner, maupun masalah pada komponen tertentu. Karena itu, perubahan warna api yang terus-menerus perlu diperhatikan.

Perhatikan juga apakah terdapat gejala lain, seperti api mudah padam, suara api berubah, nyala api tidak merata, muncul bau gas, atau kompor sulit dinyalakan. Jika muncul bau gas atau terdapat dugaan kebocoran, jangan menyalakan api atau sumber listrik yang dapat memicu percikan. Tutup sumber gas jika aman dilakukan, jauhkan orang dari area tersebut, dan ikuti prosedur keselamatan dari penyedia atau produsen peralatan gas.

Apabila setelah pembersihan dan pemasangan ulang kondisi api tetap tidak normal, pemeriksaan oleh teknisi yang kompeten menjadi pilihan yang lebih aman. Jangan membongkar regulator, katup gas, atau bagian internal kompor tanpa pengetahuan yang memadai. Dengan begitu, tujuan membersihkan kompor bukan hanya membuat permukaannya kembali bersih, tetapi juga memastikan kompor digunakan dalam kondisi yang aman dan pembakarannya bekerja sebagaimana mestinya.

Pertanyaan & Jawaban Seputar Cara Bersihkan Kompor Gas Api Merah agar Api Kembali Biru

1. Kenapa api kompor gas bisa berwarna merah?

Api kompor gas yang berubah menjadi merah atau kekuningan dapat dipengaruhi oleh burner yang kotor, lubang api yang tersumbat, sisa minyak, atau posisi komponen burner yang tidak tepat. Namun, jika api tetap berwarna tidak normal setelah kompor dibersihkan, bisa ada faktor lain yang perlu diperiksa.

2. Apakah api merah pada kompor gas berbahaya?

Api yang terus-menerus berwarna merah atau kuning sebaiknya tidak diabaikan karena dapat menunjukkan proses pembakaran yang tidak berlangsung secara normal. Jika disertai bau gas, api mudah padam, atau gejala lain yang tidak biasa, hentikan penggunaan kompor dan lakukan pemeriksaan lebih lanjut.

3. Bagaimana cara membuat api kompor kembali biru?

Mulailah dengan mematikan kompor dan menunggunya hingga dingin, kemudian bersihkan burner, lubang-lubang api, tatakan, serta area di sekitar tungku. Pastikan seluruh komponen benar-benar kering dan terpasang dengan tepat sebelum kompor digunakan kembali.

4. Bolehkah membersihkan lubang burner menggunakan jarum?

Sebaiknya jangan menusukkan jarum atau benda tajam secara paksa ke lubang burner karena dapat mengubah ukuran lubang atau merusak komponennya. Gunakan metode pembersihan yang dianjurkan produsen kompor agar tidak mengganggu pola pembakaran.

5. Kapan kompor gas yang apinya merah perlu diperiksa teknisi?

Jika api tetap merah atau kuning setelah burner dan bagian terkait dibersihkan serta dipasang kembali dengan benar, sebaiknya kompor diperiksa oleh teknisi yang kompeten. Pemeriksaan juga diperlukan jika muncul bau gas, suara yang tidak biasa, api sering padam, atau terdapat dugaan masalah pada sistem gas.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6