Hari Palang Merah Indonesia (PMI): Pentingnya Donor Darah dan Cara Ikut Donor

Peringati Hari PMI dengan aksi nyata! Artikel ini mengulas Hari Palang Merah Indonesia (PMI): pentingnya donor darah dan cara ikut donor serta manfaat medisnya

Diterbitkan 02 September 2026, 12:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Hari Palang Merah Indonesia (PMI): pentingnya donor darah dan cara ikut donor menjadi topik krusial yang perlu dipahami setiap lapisan masyarakat, khususnya di bulan September yang penuh nilai historis ini. Peringatan ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan sebuah panggilan kemanusiaan untuk menyelamatkan nyawa sesama melalui aksi nyata yang sederhana namun berdampak besar.

Kesadaran akan manfaat kesehatan dari mendonorkan darah kini semakin meluas, tidak hanya bagi penerima tetapi juga bagi pendonor yang rutin berpartisipasi. Selain membantu menjaga pasokan darah nasional, aktivitas mulia ini terbukti secara medis mampu menurunkan risiko penyakit jantung dan merangsang pembentukan sel darah merah baru yang lebih sehat.

Namun, di tengah antusiasme tersebut, masih banyak masyarakat yang ragu atau belum memahami prosedur lengkap serta persyaratan medis yang wajib dipenuhi sebelum mendonorkan darah. Berikut Liputan6.com merangkum Hari Palang Merah Indonesia (PMI): pentingnya donor darah dan cara ikut donor dari berbagai sumber, Rabu (2/9/2026).

Menelusuri Sejarah: Dualisme 3 September dan 17 September

Dalam catatan sejarah kemanusiaan di Tanah Air, sering muncul kebingungan mengenai tanggal peringatan yang tepat untuk Palang Merah Indonesia. Mengutip arsip sejarah Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, Presiden Soekarno mengeluarkan instruksi pembentukan badan Palang Merah Nasional pada 3 September 1945, yang kemudian direalisasikan dengan berdirinya PMI secara resmi pada 17 September 1945 di bawah pimpinan Drs. Mohammad Hatta.

Secara historis, tonggak awal gerakan ini dimulai tepat pada tanggal 3 September 1945, ketika Presiden Soekarno mengeluarkan instruksi untuk membentuk badan Palang Merah Nasional. Perintah ini diberikan hanya beberapa minggu setelah Proklamasi Kemerdekaan, menunjukkan betapa mendesaknya kebutuhan akan organisasi kemanusiaan di masa revolusi fisik.

Namun, realisasi dari instruksi tersebut baru terlaksana secara resmi pada tanggal 17 September 1945. Pada tanggal inilah Perhimpunan Palang Merah Indonesia (PMI) resmi terbentuk dengan Drs. Mohammad Hatta ditunjuk sebagai ketua pertamanya. Oleh karena itu, 17 September secara nasional ditetapkan sebagai Hari Palang Merah Nasional. Kedua tanggal ini memiliki esensi yang tidak terpisahkan; 3 September sebagai hari pencanangan mandat, dan 17 September sebagai hari kelahiran organisasi secara de jure. Memahami sejarah ini penting untuk menumbuhkan rasa bangga dan tanggung jawab sosial dalam melanjutkan misi kemanusiaan para pendiri bangsa.

Mengapa Donor Darah Itu Penting? Tinjauan Medis dan Ilmiah

Pentingnya donor darah tidak hanya terletak pada aksi penyelamatan nyawa korban kecelakaan, pasien operasi, atau penderita talasemia, tetapi juga memberikan dampak fisiologis positif bagi pendonor. Sebuah studi fenomenal yang dipublikasikan dalam American Journal of Epidemiology oleh Salonen et al. (1998) menemukan fakta mengejutkan mengenai kesehatan jantung.

Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa pria yang rutin mendonorkan darah memiliki risiko 88% lebih rendah terkena serangan jantung dibandingkan mereka yang tidak pernah mendonorkan darah. Mekanisme utamanya berkaitan dengan kadar zat besi dalam tubuh. Zat besi yang berlebihan dapat memicu oksidasi kolesterol yang merusak pembuluh darah arteri. Dengan mendonorkan darah secara teratur, kadar zat besi dapat terjaga pada level yang seimbang, sehingga mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

Selain itu, melansir dari World Health Organization (WHO) dalam panduannya, mendonorkan darah secara rutin merangsang sumsum tulang untuk memproduksi sel darah baru. Proses regenerasi ini membuat tubuh terasa lebih bugar dan meningkatkan efisiensi pengangkutan oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Data ini menegaskan bahwa donor darah adalah aktivitas win-win solution: Anda sehat, mereka selamat.

Syarat Wajib Menjadi Pendonor Darah

Sebelum Anda bergegas ke unit transfusi, pastikan Anda memenuhi kriteria medis yang telah ditetapkan untuk menjamin keamanan darah (blood safety). Mengacu pada standar Palang Merah Indonesia dan World Health Organization (WHO) tentang Blood Donor Selection, ambang batas aman kadar hemoglobin (Hb) untuk mendonor adalah minimal 12,5 g/dL (standar umum wanita) hingga 13,0 g/dL (pria) guna mencegah anemia pasca donor, berikut adalah syarat-syarat utamanya:

  1. Usia: Calon pendonor harus berusia minimal 17 tahun dan maksimal 60 tahun (untuk pendonor pertama kali). Bagi pendonor rutin, batas usia bisa mencapai 65 tahun atau lebih sesuai pertimbangan dokter.
  2. Berat Badan: Berat badan minimal adalah 45 kg. Hal ini untuk memastikan volume darah yang diambil (biasanya 350cc - 450cc) tidak mengganggu sirkulasi tubuh pendonor.
  3. Kadar Hemoglobin (Hb): Kadar Hb harus berada dalam rentang normal, yaitu 12,5 – 17,0 g/dL. Kadar Hb yang terlalu rendah (anemia) bisa membahayakan pendonor, sedangkan terlalu tinggi bisa mengindikasikan masalah kesehatan lain.
  4. Tekanan Darah: Tekanan darah sistolik (atas) harus berkisar 100-160 mmHg, dan diastolik (bawah) 70-100 mmHg.
  5. Jarak Donasi: Untuk donor darah lengkap (whole blood), jarak minimal antar donasi adalah 2,5 hingga 3 bulan.
  6. Kondisi Fisik: Harus dalam keadaan sehat, tidak sedang demam, batuk, pilek, atau mengonsumsi obat-obatan tertentu (seperti antibiotik) dalam beberapa hari terakhir.

Panduan Lengkap Cara Ikut Donor Darah

Bagi Anda yang baru pertama kali ingin berpartisipasi dalam Hari Palang Merah Indonesia (PMI), pentingnya donor darah dan cara ikut donor, berikut adalah alur proses yang akan Anda lalui di Unit Donor Darah (UDD), Berdasarkan standar operasional prosedur Unit Donor Darah (UDD) PMI, tahapan seleksi pendonor, termasuk wawancara riwayat medis, bersifat wajib dan mengikat secara hukum demi menjamin keamanan darah (blood safety) bagi penerima.

1. Tahap Registrasi Administrasi

Langkah pertama adalah mengisi formulir pendaftaran. Anda akan diminta mengisi data diri lengkap dan kuesioner kesehatan (Formulir Seleksi Donor). Jawablah semua pertanyaan dengan jujur, terutama mengenai riwayat penyakit, perilaku seksual berisiko, perjalanan ke luar negeri, dan obat-obatan yang sedang dikonsumsi. Kejujuran Anda adalah kunci keselamatan pasien penerima darah.

2. Pemeriksaan Kesehatan Awal (Skrining)

Setelah registrasi, petugas kesehatan akan melakukan pemeriksaan fisik singkat. Ini meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tekanan darah, dan pemeriksaan kadar Hemoglobin (Hb) melalui tusukan kecil di ujung jari. Dokter juga akan melakukan wawancara singkat untuk memastikan Anda layak donor pada hari tersebut.

3. Proses Pengambilan Darah (Aftap)

Jika lolos skrining, Anda akan dipersilakan masuk ke ruang pengambilan darah (aftap).

  • Petugas akan membersihkan lipatan lengan Anda dengan antiseptik.
  • Jarum steril sekali pakai akan ditusukkan ke vena. Proses ini hanya memakan waktu sekitar 10 menit untuk mengambil satu kantong darah.
  • Selama proses ini, rilekskan tubuh dan kepalkan tangan secara perlahan jika diminta petugas untuk memperlancar aliran darah.

4. Tahap Pemulihan (Refreshment)

Setelah jarum dicabut, bekas tusukan akan ditutup dengan plester. Anda akan diminta untuk beristirahat dalam posisi duduk atau berbaring selama 10-15 menit. Tujuannya adalah untuk menstabilkan aliran darah ke otak dan mencegah pusing. Petugas biasanya akan memberikan kartu donor, suplemen zat besi, serta makanan ringan atau minuman manis (seperti susu atau kacang hijau) untuk mengganti energi.

Tips Agar Lancar Saat Donor Darah

Banyak calon pendonor gagal di tahap skrining karena hal-hal sepele. Melansir saran medis dari National Institutes of Health (NIH) Clinical Center, calon pendonor diwajibkan mengonsumsi makanan rendah lemak 3-4 jam sebelum tindakan dan memperbanyak asupan cairan untuk menjaga kualitas plasma darah.Berikut tips agar Anda sukses mendonorkan darah:

  • Tidur Cukup: Pastikan Anda tidur minimal 5-6 jam di malam sebelum donor. Kurang tidur bisa memengaruhi tekanan darah.
  • Makan Terlebih Dahulu: Jangan mendonor dengan perut kosong. Makanlah 3-4 jam sebelum donor, tapi hindari makanan yang terlalu berlemak karena bisa memengaruhi kualitas plasma darah (menjadi keruh/lipemik).
  • Hidrasi: Minumlah air putih lebih banyak dari biasanya (sekitar 2-3 gelas ekstra) sebelum dan sesudah donor untuk mengganti volume cairan tubuh.
  • Hindari Aktivitas Berat: Setelah mendonor, hindari mengangkat beban berat atau olahraga intensif selama 12 jam ke depan.

Mitos vs Fakta Seputar Donor Darah

Di masyarakat, masih beredar mitos yang menghambat niat seseorang untuk mendonor. Mari kita luruskan:

  • Mitos: Donor darah membuat gemuk.
  • Fakta: Donor darah justru membakar sekitar 650 kalori per kantongnya. Jika berat badan naik, itu biasanya karena pendonor makan berlebihan setelah donor dengan alasan "mengganti darah", padahal tubuh hanya butuh cairan dan nutrisi seimbang.
  • Mitos: Wanita tidak boleh donor darah.
  • Fakta: Wanita sangat boleh mendonor, bahkan saat sedang menstruasi sekalipun, asalkan kadar Hb-nya memenuhi syarat dan tidak sedang merasakan nyeri haid yang berlebihan.
  • Mitos: Tertular penyakit saat donor.
  • Fakta: Seluruh prosedur donor menggunakan jarum dan kantong darah yang steril dan sekali pakai. Tidak ada risiko tertular penyakit dari peralatan yang digunakan.

Memahami Hari Palang Merah Indonesia (PMI): pentingnya donor darah dan cara ikut donor secara komprehensif adalah langkah awal untuk menjadi pahlawan kemanusiaan. Setetes darah yang Anda berikan tidak hanya memberikan harapan hidup bagi orang lain, tetapi juga bentuk syukur atas kesehatan yang Anda miliki.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Donor Darah

Berapa lama waktu yang dibutuhkan tubuh untuk mengganti darah yang hilang?

Volume cairan tubuh (plasma) akan kembali normal dalam waktu 24 jam dengan minum air yang cukup. Sedangkan sel darah merah membutuhkan waktu sekitar 4 hingga 8 minggu untuk kembali ke jumlah semula, itulah sebabnya ada jeda waktu antar donasi.

Apa yang harus saya lakukan jika merasa pusing setelah donor darah?

Jangan panik. Segera berbaring dengan posisi kaki lebih tinggi dari kepala untuk melancarkan aliran darah ke otak. Jika Anda masih di lokasi donor, segera beritahu petugas. Hindari langsung berdiri tegak atau mengemudikan kendaraan sampai rasa pusing hilang sepenuhnya.

Apakah orang bertato atau bertindik boleh mendonorkan darah?

Boleh, namun ada masa tunggu (jeda). Menurut pedoman WHO dan PMI, Anda harus menunggu minimal 6 bulan hingga 1 tahun setelah proses pembuatan tato atau tindik terakhir. Hal ini untuk memastikan tidak ada infeksi virus (seperti Hepatitis atau HIV) yang mungkin masuk melalui jarum dan masih dalam masa inkubasi (window period) yang belum terdeteksi.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6